
Kini kandungan Kayla telah memasuki usia dua bulan, dengan Dave yang sudah mulai berkurang bahkan hampir tidak pernah mengalami mual muntah lagi.
"Sayang jangan nakal ya dirumah, ingat jangan telat makannya, minum vitamin dan susunya okeh"
Ucap Dave dengan mengusap pelan kepala Kayla.
"Iya sayang, pergilah nanti kamu ketinggalan pesawat"
Ucap Kayla menatap manik hitam mata Dave.
Cup.
"Baiklah aku pergi dulu, aku berjanji akan menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat"
Ucap Dave setelah memberi kecupan di dahi Kayla.
Kayla menatap Dave yang kini tengah menaiki mobil yang di kemudikan oleh Kris.
Perlahan mobil Dave mulai bergerak meninggalkan pekarangan keluarga Luish.
"Doakan Daddy sehat selalu dan cepat kembali ya sayang"
Ucap Kayla dengan mengusap pelan perutnya yang masih rata.
Meskipun kandungan Kayla telah memasuki usia dua bulan namun perutnya masih rata, bahkan belum terlihat seperti wanita yang tengah mengandung.
Kayla kembali masuk kedalam rumahnya.
Entah mengapa ia merasa sepi mungkin karena ia hanya di temani oleh asisten rumah tangga saja. Mami Sarah dan Papi Chandra kini tengah berada di Singapura seperti biasa Mami masih melakukan terapi wajib setiap bulannya.
Waktu terus berjalan hingga malampun telah datang, Kayla yang tengah menonton TV pun mulai merasa jenuh. Dengan segera ia beranjak meraih ponselnya.
"Dimana loe?"
Ucap Kayla saat panggilan terhubung.
"Di base came ne, kenapa loe?"
Ucap seseorang di seberang sana.
"Okeh gue kesana"
Ucap Kayla dengan segera mematikan ponselnya. Berjalan cepat menuju garasi dimana motor kesayangannya berada.
Untung malam ini semua asisten rumah tangga telah tertidur dan saat melewati pos depan satpam tengah ke kamar mandi sehingga dengan mudahnya Kayla keluar rumah.
Bbruumm,,, Brruum,, Ckiiiiitttttt,,,
Suara motor Kayla yang telah sampai di base came mengundang perhatian beberapa orang.
"Gileeee,,, Makin cantik aje ne istri orang hahah"
Ucap Reno salah satu anak club motor.
"Hahah,, Gue cantik dari lahir kalee"
Ucap Kayla seperti biasa dengan sedikit sombong mengibaskan rambutnya.
"Tumben loe kemari? Ada apa?"
Ucap Sam mendekati motor Kayla.
"Suntuk gue di rumah"
"Ck, dasar loe kagak berubah, kalau suntuk aje dimari"
Ucap Reno cepat memotong ucapan Kayla.
"Yaelah namanya juga sibuk, loe enak saudara banyak jadi kagak usah repot-repot ngurus perusahaan bokap loe, lah gue sendiri"
"Yaudah biar gue jadi Kakak loe aje, gimane? Ikhlas dah gue sumpah, pelagi punye adek cantik modelan loe gini. Hahah,,, Gimana mau kagak loe jadi adek gue?"
"Ogah gue, weekk"
Ucap Kayla dengan memeletkan lidahnya ke arah Reno sontak saja semua yang disana tertawa melihat mereka berdua. Tidak asing lagi sifat anak-anak club yang asyik selalu membuat Kayla nyaman bersama mereka, meskipun Kayla seorang perempuan tapi mereka tidak pernah membeda-bedakan atau bersifat tidak sopan.
"Gimana ada gak yang ngajakin maen ne?"
Ucap Kayla menatap Sam.
"Kalau malam ne gak ada, loe sih gak bilang dari kemaren kalau mau maen biar gue carikan lawan"
Ucap Sam dengan perlahan duduk di kursi depan Kayla.
Ucap Kayla tanpa sadar menatap Sam.
"Apa? Loe lagi ngidam? Loe hamil Kay?"
Ucap Sam seketika berdiri menatap Kayla lekat.
'Adduhhh keceplosan gue'
"Iya,, Heheh"
Ucap Kayla dengan senyuman terpaksanya.
"Gila loe ya, lagi hamil pake motor kesini, trus apa tadi? Mau balapan segala? Gak,, Gak Kay, Emang loe kesini lakik loe tau?"
"Enggak sih, heheh tapi gue aman kok, Sam ayolah carikan lawan, gue pengen banget ne balapan motor"
"Gilak gilaak,,, Gue masih sayang nyawa kali Kay. Gue gak mau lakik loe marah-marah ke gue kalau sampai tau loe balapan lagi ntar"
"Gak kok, lakik gue lagi di luar kota aman Sam. Ayolah Sam cariin lawan gue"
"Gada Kay malam ini, beneran deh,, Tapi kalau loe mau naik motor aja kita-kita siap nemani loe keliling mutar-mutar gimana?"
"Ck, gak asyik, tapi yaudah deh"
Ucap Kayla akhirnya mengikuti saran Sam untuk berkeliling bersama anak Club motornya. Jadilah untuk memenuhi keinginan ngidam Kayla untuk mengendarai motornya ya walaupun Sebenarnya ia ingin sekali balapan namun karena tidak ada lawan dan anak-anak Club pun ikut melarangnya jadilah konvoi malam ini dengan berbagai jenis motor mengiringi Kayla.
Pukul dua malam Kayla dan anak-anak club motor berhenti di sebuah warung pecel lele.
Semua anak motor yang hadir malam itu berjumlah lebih dari sepuluh orang langsung mengikuti Kayla untuk masuk ke warung tenda biru.
Kayla memesan makanan dengan porsi yang banyak. Dimana dua potong ayam dan satu ikan goreng di tambah cumi asam manis serta sayur capcai memenuhi mejanya. Teman-temannya yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Pesanlah apapun yang kaliaan mau, malam ini gue yang teraktir"
Ucap Kayla menatap para anak Club.
"Asyiik makan gratisss"
Ucap mereka yang mayoritas laki-laki semua. Dengan segera mereka memesan makanan dengan berbagai jenis menu yang tersedia. Meskipun rata-rata mereka semua bukan dari golongan rakjel ( rakyat jelata) tapi bila ada yang teraktir maka mereka akan sangat senang. Entah mengapa rasanya lebih nikmat saja yang namanya gratisan haha.
Pukul tiga pagi Kayla kembali ke rumah setelah di bujuk oleh Sam, awalnya ia ingin tidur di base came saja namun semua anak club melarangnya. Semenjak kehamilan Kayla ia merasa susah untuk tidur terlebih tidak ada Dave yang menemaninya.
Dengan santainya Kayla menyapa security yang menjaga pos depan rumahnya. Hingga membuat security itu ketar-ketir karena sampai kecolongan lagi. Ia hanya berharap Tuan Chandra dan Tuan Dave tidak memecatnya karena ia masih memiliki dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah.
Kayla masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya. Mengaktifkan kembali ponselnya setelah beberapa jam ia matikan.
Setelah membersihkan diri Kayla segera menuju alam mimpinya.
*****
Setelah menimbang-nimbang bahwa kondisinya baik-baik saja semenjak hamil, hari ini Kayla memutuskan untuk kembali ke perusahaan karena ia merasa sangat jenuh bila berada di rumah saja.
"Selamat pagi Nona"
Ucap Vina sekretaris pribadinya menatap Kayla yang mulai memasuki ruangannya dan segera beranjak untuk mengikuti Kayla.
"Pagi Vin? Bagaimana kabar mu lama tidak berjumpa?"
Ucap Kayla berhenti di depan mejanya dan menatap kepada Vina.
"Saya baik Nona"
Jawab Vina dengan sedikit menundukkan kepala.
"Syukurlah. Apa jadwal saya hari ini?
Ucap Kayla dengan meletakkan tasnya di atas meja.
"Nona ada pertemuan dengan klien di Hotel X pukul sepuluh pagi dan selebihnya hanya memeriksa laporan saja"
"Baiklah terimakasih, kamu boleh keluar"
"Baik Nona"
Ucap Vina sedikit menunduk dan segera keluar dari ruangan Kayla.
Kayla memutuskan untuk memeriksa beberapa laporan sebelum ia akan pergi ke Hotel X.
Setelah melirik jam di pergelangan tangannya Kayla segera beranjak untuk pergi ke Hotel X bersama Vina.