Oh Kayla

Oh Kayla
Sembilan Puluh Persen



Kayla kembali ke rumah dengan wajah yang sudah berseri-seri. Setelah bertemu dengan Sam tadi di Cafe dan di tambah dengan kabar bahwa motor kesayangannya yang telah kembali sehat bahkan telah di repaint (cat ulang body motor) Kayla langsung menuju base came mereka untuk menjemput si merah.


Kayla sempat berputar-putar sebentar menikmati angin sore sambil sesekali menatap cakrawala yang tampak kuning keemasan.


Kayla langsung memarkirkan motor ke sayangannya ke garasi. Ia tidak ingin Dave melihat bahkan sampai mengetahui tentang hobby lamanya tersebut.


Kayla bersenandung kecil sambil berjalan menuju kamarnya dengan sesekali tersenyum ramah membalas sapaan dari asisten rumahnya.


Rumah Kayla kembali sepi karena Mami Sarah saat ini kembali ke Singapura untuk terapi rutinnya setiap dua minggu sekali yang di temani oleh sang Papi.


Kayla langsung berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan kembali tubuhnya, berendam dengan air hangat yang telah di tambah aroma terapi yang menenangkan membuat Kayla semakin betah berlama-lama di dalam bathtub miliknya.


Sementara Dave yang telah pusing memutari jalanan Kota bahkan sempat mampir ke taman kota tempat yang biasa Kayla dan dirinya kunjungi namun tetap tidak menemukan keberadaan Kayla hingga Dave memutuskan untuk kembali ke rumah 'mungkin saja Kayla sudah pulang' itulah yang ada di dalam pikirannya.


Dave memarkirkan asal kendaraannya di depan rumah dengan melemparkan kunci kepada security untuk membenahi letak kendaraannya.


"Apa nona sudah kembali?"


Ucap Dave menghentikan seorang asisten rumah tangga yang sedang membersihkan perabotan rumah.


"Sudah tuan, Nona langsung menuju kamarnya tadi"


Ucap asisten rumah tangga dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Baiklah, terima kasih"


Ucap Dave dengan langsung berlari menaiki undakan anak tangga menuju kamarnya.


Cklaak,,


Dave mengkerutkan keningnya melihat kamar yang kosong sama seperti tadi pagi ia tinggalkan. Namun suara gemericik air dari kamar mandi memancing seulas senyum dibibirnya.


Cklaak.


Pintu kamar mandi terbuka dengan Kayla yang keluar masih menggunakan handuk.


"Sayang"


Ucap Dave menatap Kayla.


Namun Kayla hanya melirik sebentar lalu beralih menuju wardrobe untuk mengganti pakaiannya. Rasanya masih ada sedikit kesal mengingat Dave yang terlalu mengekangnya melarang ini itu bahkan melebihi dari orang tua Kayla.


Setelah selesai Kayla berjalan menuju ranjang dan langsung berbaring membelakangi Dave.


"Sayang, kamu kemana tadi? Saya telfon mengapa tidak di angkat"


Ucap Dave menatap punggung Kayla.


"Sayang, kamu dengar kan saya berbicara"


Lanjut Dave dengan menyentuh pundak Kayla.


"Hmmm,,,,"


"Sayang, kamu tau tidak? Seharian ini saya mengkhawatirkan kamu, saya hubungi selalu di reject. Apa kamu masih marah karena saya melarang kamu tadi?"


"Hmm,,"


"Sayang, mengertilah saya itu mengkhawatirkan kesehatan mu, bagaimana kalau makanan itu membuat perutmu sakit? Di tambah kamu sedang masa pemulihan kan, saya hanya ingin kamu sehat Kay"


Ucap Dave dengan memeluk tubuh Kayla menghirup aroma segar yang menguar dari tubuhnya memberi sedikit ketenangan pada Dave.


"Sayang, kenapa diam saja?"


Dengan Dave yang mengintip wajah Kayla.


"Huuuffhh,, Pantesan diam saja, sudah tidur rupanya"


Tanpa sadar Dave tersenyum melihat Kayla yang tertidur dengan wajahnya yang terlihat sangat damai.


Cup.


"Mimpi indahlah sayang, kamu pasti lelah seharian ini. Maafkan saya ya"


Ucap Dave dengan kembali mendaratkan kecupan lembut di dahi Kayla.


*****


Matahari kembali menyinari bumi, menghangatkan jiwa yang kedinginan di kala malam menjelang, memberi harapan dan semangat baru bagi setiap makhluk yang bernyawa.


Seulas senyum terbit di bibir Dave saat ia membuka matanya. Merasakan sebuah pelukan hangat dari istri tercintanya.


Dave masih setia memandangi wajah putih mulus tanpa cacat tersebut. Hingga mata itu mulai mengerjap membiasakan untuk menatap cahaya.


Cup.


Ucap Dave setelah mendaratkan sebuah kecupan di dahi Kayla.


"Hmmm,, "


Dengan Kayla yang kembali memejamkan matanya.


"Bangun lah sayang, kita akan ke rumah sakit hari ini untuk memeriksa kesehatanmu"


Ucap Dave dengan menyelipkan anak rambut Kayla ke belakang telinganya.


"Masih ngantuukk. Lagian Kay uda sehat kok"


Ucap Kayla dengan suara serak bangun tidurnya.


"Yasudah tidurlah sebentar lagi, saya akan membuatkan sarapan pagi untukmu"


Ucap Dave dengan menatap wajah Kayla.


"Tidak usah, sudah ada kok yang masakin"


Ucap Kayla dengan menatap Dave.


"Kalau begitu ayo kita berolahraga"


"Aaaaaa,,,, "


Kaget Kayla saat Dave tiba-tiba melompat naik ke atas tubuhnya dan terjadilah olahraga pagi yang menyenangkan jiwa raga.


*****


Kayla tengah sarapan dengan lahapnya. Sepiring nasi goreng dengan sebuah telor mata sapi di tambah potongan bakso dan daging ayam membuat selera makannya semakin bertambah.


"Pelan-pelan sayang"


Ucap Dave menatap Kayla yang mengunyah makanan dengan cepat.


"Iya, Kay laper banget dan rasanya tenaga habis semua"


Ucap Kayla dengan melirik Dave.


"Hehe,,,"


Dave hanya terkekeh mendengar ucapan Kayla barusan. Ia mengingat dengan jelas bagaimana dirinya yang begitu bersemangat berolahraga pagi bahkan saat di kamar mandi pun ia kembali mengulangi olahraganya.


Selesai sarapan yang sudah sangat-sangat terlambat tersebut, Kayla dan Dave akan kembali ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap penyakitnya.


Tidak perlu menunggu karena sudah membuat janji terlebih dahulu di tambah rumah sakit tersebut yang juga merupakan milik keluarga Abraham semakin membuatnya tanpa hambatan.


Kayla kembali melakukan pemeriksaan CT-Scan untuk mengetahui perkembangan saraf otaknya. Memastikan proses penyembuhan yang ia lakukan.


Dokter tersenyum menatap layar monitornya menampakan hasil dari pemeriksaan CT-Scan yang baru di jalani Kayla.


"Bagaimana hasil pemeriksaannya dok?"


Ucap Dave menatap dokter spesialis tersebut.


"Alhamdulillah proses penyembuhannya berjalan baik tuan. Dari hasil pemeriksaan sudah sembilan puluh persen normal, sedangkan yang sepuluh persennya akan terus berproses, tapi meskipun nyonya muda sudah bisa di nyatakan sembuh namun harus tetap beristirahat dan tidur yang cukup. Tetap jaga pola makannya dan hindari aktifitas berat dan berpikir terlalu banyak agar penyembuhannya bisa full seratus persen"


Ucap dokter spesialis tersebut menatap wajah Dave dan Kayla bergantian.


"Alhhamdulillah"


Ucap Dave dan Kayla bersamaan dengan mereka yang saling tatap dan tersenyum.


"Baiklah dok saya akan mengikuti saran dokter"


Lanjut Kayla dengan tersenyum senang.


"Iya nyonya muda, dan saya akan tetap meresepkan obat untuk penyempurnaan pemulihan sel saraf nyonya"


Balas dokter dengan senyuman ramahnya.


"Iya dokter terimakasih"


"Baiklah kalau begitu kami permisi, terima kasih dok"


Ucap Dave dengan mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh dokter spesialis tersebut.


Setelah mengambil obat di apotek rumah sakit Kayla ikut Dave mengunjungi kantor.


Karena selama Kayla sakit Dave lebih sering berada di rumah, namun hari ini karena ada meeting yang sangat penting membuat Dave terpaksa membawa Kayla ikut ke kantor bersama dirinya.