Oh Kayla

Oh Kayla
Posisi Kayla (Satu)



Setelah selesai melakukan meeting dengan salah satu kliennya di Hotel X Kayla dan Vina segera berjalan menuju pintu keluar.


Namun Kayla dari tadi menahan rasa nyeri di perutnya.


" Vin, Kamu balik saja ke kantor saya masih ada keperluan"


Ucap Kayla masih mencoba menahan rasa nyeri di perutnya.


"Baik Nona"


Ucap Vina dengan sedikit menundukkan kepalanya dan langsung berbalik arah untuk segera kembali ke Kantor.


Setelah kepergian Vina dengan segera Kayla berjalan menuju toilet.


Dengan langkah cepat Kayla masuk ke dalam toilet dan menyelesaikan urusannya di dalam sana. Tanpa sepengetahuannya ia telah di ikuti dari mulai berangkat ke kantor tadi pagi.


Setelah merasa legah Kayla berjalan keluar toilet.


Bugh.


"Aakhh"


Seketika Kayla tidak sadarkan diri.


******


Dave yang tengah mengadakan meeting di cabang perusahaannya merasa tidak tenang dan fokus mendengarkan laporan dari beberapa devisi yang tengah melakukan persentasi. Sesekali ia melirik ponselnya karena Kayla tidak bisa di hubungi.


"Meeting hari ini kita akhiri, untuk laporan akhirnya bisa di kirimkan ke email saya. Terimakasih"


Ucap Dave dengan segera beranjak dari kursinya di ikuti oleh Kris.


Dave memasuki ruangannya dengan rasa gelisa yang memuncah. Dave kembali mencoba menghubungi ponsel Kayla namun tetap saja ponselnya tidak aktif.


"Kemana dia?? Mengapa ponselnya tidak bisa di hubungi"


Gumam Dave dengan melonggarkan ikatan dasinya dan menghempaskan tubuhnya pada sofa. Sementara Kris yang menyaksikan tuannya tengah gelisah tidak bisa tinggal diam.


"Apa tuan sudah menghubungi rumah?"


Ucap Kris dengan menatap Dave.


"Ah ia, aku belum menghubungi rumah. Hmm,, Baiklah akan ku coba menghubungi rumah"


Ucap Dave dengan segera mencari kontak rumah Kayla.


"Hallo bik, dimana Kayla?"


Ucap Dave saat panggilan terhubung.


"Apa? Ke kantor. Baiklah terimakasih"


Dengan segera Dave memutuskan panggilannya dan langsung menghubungi Kantor Kayla.


"Bahkan dia tidak mendengarkan aku, sudah ku katakan di rumah saja untuk istirahat, apa dia tidak mengkhawatirkan kehamilannya"


Gumam Dave saat menghubungi kantor Kayla.


"Dan lihatlah telpon Kantornya pun tidak di angkat"


Kesal Dave dengan menatap Kris.


"Coba hubungi sekretarisnya tuan"


Ucap Kris memberi usul.


"Mana aku punya kontak sekretarisnya itu. Cepat Kau cari nomornya dan suruh Kayla menghubungiku"


"Baik tuan"


Ucap Kris dengan sedikit menundukkan kepala dan segera keluar dari ruangan Dave.


Sementara Kayla mulai sadar dengan perlahan membuka matanya. Hal pertama yang ia dengar adalah suara deru mesin yang tidak asing. Seketika Kayla membelalakkan matanya. Ia kaget saat melihat bahwa kini ia tengah berada di dalam sebuah pesawat dalam keadaan tubuh terikat dan mulut tertutup.


Bahkan tidak ada orang lain di dalam pesawat sebesar ini. Ia hanya sendiri dengan posisi duduk menggunakan sabuk pengaman.


"Apa gue di culik lagi? Tapi ini terlalu gila kalau yang menculik gue menyewa satu pesawat hanya untuk membawa gue pergi. Hhe. Tapi-- Kalau gue di culik, gue mau di bawa kemana"


Gumam Kayla dengan seketika panik dan mencoba melihat ke jendela pesawat.


Bahkan Kayla tidak bisa melihat apa-apa selain awan biru di ujung sayap pesawat.


Ckleek..


"Tuan"


"Cepat katakan Kris"


Ucap Dave saat melihat Kris memasuki ruangannya.


"Urusan apa lagi?"


Ucap Dave memotong cepat perkataan Kris.


"Nyonya muda mengatakan ada urusan lain tuan dan saya juga telah melacak posisi ponsel nyonya muda masih berada di Hotel X"


Ucap Kris menyelesaikan laporannya.


"Sekarang juga kita kembali Kris dan minta anak buah untuk mencari Kayla di Hotel tersebut. Aku tidak bisa tenang lagi disini"


Ucap Dave dengan segera beranjak dari duduknya.


"Baik tuan, saya akan mengurus pesawat mohon tuan tunggu sebentar"


Ucap Kris dengan segera keluar dari ruangan Dave meninggalkan Dave yang tengah memasukkan beberapa dokumen penting ke dalam tasnya.


Setelah menempuh perjalanan dua jam akhirnya Dave telah sampai di ibu kota dan segera memasuki kendaraan yang telah menunggunya.


Ddrrtt,, Drrt,,,


Sesaat hening di dalam mobil saat ponsel Kris berdering.


"Halo,,, Apa? Cepat temukan! "


Ucap Kris dengan segera memutuskan panggilan.


"Ada apa Kris?"


"Maaf tuan, ponsel dan tas nyonya muda berada di dalam toilet Hotel X namun keberadaan nyonya muda tidak ada di sana. Sekarang anggota kita sedang mencari keberadaan nyonya muda"


Ucap Kris dengan menoleh kebelakang dimana Dave duduk.


Dave tidak bisa berkata-kata lagi. Kekhawatiran semakin menyelimuti pikirannya. Dave memijit pelipis kepalanya yang terasa pusing bahkan ia melewatkan jam makan siangnya.


Satu jam perjalanan akhirnya kendaraan Dave tiba di Hotel X ia sedikit kesal karena sempat terjebak kemacetan hingga memperlambat geraknya.


Dave dan Kris langsung menemui anak buah mereka yang telah menunggu di dekat lobby hotel.


"Selamat sore tuan"


Ucap seorang pria dengan menundukkan kepala ke arah Dave dan Kris.


"Cepat serahkan"


Ucap Kris kepada pria tersebut.


Dengan takut-takut pria tersebut menyerahkan ponselnya kepada Kris, namun dengan cepat di rampas oleh Dave. Ia tidak sabar bila harus menunggu lagi.


"Brengsek!!"


Geram Dave saat melihat video cctv yang menangkap kejadian saat Kayla baru keluar dari toilet namun dari arah belakang datang dua orang pria dengan pakaian serba hitam lengkap menggunakan kaca mata hitam serta topi yang menutupi wajahnya menepuk kepala bagian belakang Kayla hingga ia langsung tidak sadarkan diri.


Dua orang pria tersebut langsung memakaikan Kayla sebuah kerudung panjang dan kaca mata hitam untuk menutupi wajah Kayla.


Tidak lama kemudian datang seorang wanita yang menggunakan pakaian perawat tengah mendorong kursi roda ke arah mereka dan dengan cepat mereka mendudukan Kayla di atas kursi tersebut. Mereka mendorong kursi roda dengan gerakan yang pelan seperti tidak sedang menculik seseorang sangat rapi dan terencana sekali.


"Kris, cepat lacak keberadaanya"


"Tapi tuan, ponselnya---"


"Kau ingat kalung yang pernah aku minta dulu, cepat lacak keberadaan Kayla. Semoga saja mereka tidak melepaskan kalung tersebut dari Kayla"


Ucap Dave dengan menatap tajam Kris.


"Baik tuan"


Ucap Kris dengan segera kembali ke dalam mobil untuk mengambil laptopnya dan segera berselancar di sana untuk melacak keberadaan Kayla saat ini.


Tit,, Tit,, Tit,,


Kris mengkerutkan keningnya saat melihat posisi kalung Kayla yang berada di antara lautan samudra atlantik. Bahkan posisi titik Kayla masih terus berjalan.


"Bagaimana Kris?"


Ucap Dave saat mendatangi Kris di dalam mobil.


"Tuan lihatlah. Posisi nyonya muda saat ini berada sangat jauh dari kita dan ini masih terus berjalan"


Ucap Kris dengan menunjuk posisi titik kalung Kayla berada.


"Shiit!!!"


Dave sangat emosi bahkan raut wajahnya sudah berubah dengan keras dan tatapannya kini berubah menjadi tajam.


Kris yang menyaksikan perubahan Dave sedikit takut. Kris masih ingat raut wajah ini terakhir kali saat Dave membunuh seorang pria yang sangat ia benci.