Oh Kayla

Oh Kayla
Menemukan Kayla



Di dalam sebuah mobil yang melaju dengan cepat. Dave di dampingi oleh Kris menuju Bandung untuk peresmian hotel berbintang lima yang baru saja rampung penyelesaiannya.


Sesampainya hotel Dave sudah di sambut oleh para Manager hotel dan sempat berkeliling dahulu untuk meninjau hasil dari pembangunannya sebelum di resmikan besok malam.


Sementara di sebuah desa, dokter Dimas baru saja sampai di pelataran rumah Abah untuk menjemput Kayla.


Tok.. Tokk...


"Assalamualaikum"


Ucap dokter Dimas sembari melihat ada 5 keranjang buah strawberry di dekat pintu.


"Waalaikumsalam. Dokter sudah datang ya. Sebentar Ambu panggilin Eneng, silahkan masuk dulu dokter"


Ucap Ambu dengan terseyum menatap dokter Dimas.


"Iya Ibu, saya tunggu disini saja"


Jawab sopan dokter Dimas.


Tidak lama menunggu Kayla sudah keluar dengan sedikit memoles wajahnya dengan make up.


Deg.


Dokter Dimas terpaku melihat Kayla yang tersenyum kepadanya.


"Ayo A'a Dimas kita berangkat"


Ucap Kayla memecah lamunan dokter Dimas.


"Aah iya Neng ayo"


Setelah memasukkan lima keranjang buah strawberry ke dalam mobil. Dengan segera mereka melakukan perjalanan menuju kota.


Dua jam perjalanan mobil dokter Dimas sudah sampai di depan Supermarket yang cukup besar di kota.


Dengan segera mereka memasukkan buah strawberry ke dalam Supermarket.


Setelah menyelesaikan pembayaran. Dokter Dimas dan Kayla meninggalkan Supermarket dan langsung menuju Mall terbesar di kota Bandung.


Dave yang baru selesai melakukan peninjauan langsung menuju Cafe yang berada di hotel.


Saat ingin menyeduh kopinya. Pandangan Dave mengarah keluar.


Dengan reflek Dave meletakkan kembali kopinya.


Dave berlari keluar hotel menuju ke arah Mall yang berada di sebelahnya.


Asisten Kris yang melihat tuannya berlari langsung mengikutinya.


Dengan nafas yang naik turun Dave memandang ke sekeliling parkiran.


"Kaylaaaaaaaaaaa"


Teriak Dave keras.


"Ada apa tuan?"


Tanya Kris kepada Dave saat melihat wajah panik tuannya.


"Aku seperti melihat Kayla tadi"


Ucap Dave dengan pandangan ke segala arah.


Asisten Kris yang mendengar ucapan tuannya dengan segera meghubungi anak buahnya untuk membantu mencari Kayla.


Satu jam mengelilingi Mall, Dave dan kris tidak menemukan Kayla.


Ddrrrttt... Drrtt...


Bunyi dering ponsel Asisten Kris.


"Hallo.."


"Hmmm.. Pantau terus kemana arahnya"


Langsung memutuskan panggilan.


"Tuan anak buah saya mendapat informasi dari Cctv Mall bahwa nona Kayla sempat berada di Mall tapi sekarang sudah meninggalkan Mall. Mereka sempat mencatat nomor kendaraan yang membawa nona. Dari hasil pantauan sekarang nona menuju arah Lembang"


"Ayo langsung kesana"


Ucap Dave tegas.


Dengan segera Kris membawa tuannya menuju Lembang untuk menemukan keberadaan nona Kayla.


Dokter Dimas dan Kayla yang baru saja menikmati keindahan Lereng Anteng dan menikmati berbagai macam kuliner khas disana akan melanjutkan kembali perjalanannya. Namun baru saja keluar dari tempat wisata mobil mereka telah di hadang oleh beberapa orang. Sontak dokter Dimas menghentikan mobilnya.


"Siapa mereka 'A?"


"Tidak tahu Neng, A'a Dimas juga tidak kenal"


"Apa kita keluar saja ya 'A?"


"Jangan Neng A'a takut mereka pencuri. Tapi dari pakaiannya yang rapi tidak mungkin seperti pencuri. Apa jangan-jangan pencuri sekarang pakaiannya rapi ya neng?"


Ucap dokter Dimas yang masih memegang kemudi.


Terlihat sebuah mobil yang baru tiba dengan disusul keluarnya seorang pria tampan dengan pakaian jas rapi serta kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya.


"Tuh kan Neng. Bos mereka aja rapi begitu. Ckk maling sekarang pada pakai jas ya neng. Tapi tenang Eneng jangan takut ada A'a Dimas disini yang akan melindungi Eneng"


Ucap dokter Dimas sambil memukul-mukul dadanya.


Tok.. Tok...


Kaca mobil di sebelah Kayla di ketok kuat oleh pria berjas rapi tersebut.


"Jangan buka Neng. Biar A'a Dimas saja yang keluar menghadapi mereka. Eneng tunggu di dalam mobil saja ya"


Ucap dokter Dimas namun tangannya sudah mulai gemetaran. Tapi untuk menunjukkan kejantanannya di depan Kayla dengan tangan gemetaran dokter Dimas membuka pintu mobilnya dan keluar.


"He,,hei siapa kaalian?


Ucap dokter Dimas dengan menunjuk ke arah Dave


Dave yang di tunjuk seperti itu merasa tertantang. Dave mendekati dokter Dimas dan mencengkram kerah baju dokter Dimas hingga badannya sedikit mengambang di udara.


'Ya Allah gustiii.. Tolong hamba ya Allah. Hamba belum siap mati ya Allah'


"Le lee lepaskan saya"


Ucap dokter Dimas kepada Dave


Kayla yang melihat dokter Dimas dalam ancaman langsung keluar dari mobil.


"Hei! Lepaskan dia"


Teriak Kayla kepada Dave.


Dave yang mendengar suara Kayla langsung menoleh dan melepaskan dokter Dimas seraya berlari ke arah Kayla dan langsung memeluknya.


"Syukurlah kamu masih selamat sayang. Maafkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa waktu itu. Aku,,aku takut kehilangan kamu. Aku mencintaimu sayang"


Dengan terisak Dave mengungkapkan isi hatinya yang selama ini terpendam.


Kayla hanya diam saja dalam pelukan Dave. Merasa bingung dengan situasi seperti ini.


Orang asing yang tidak ia ketahui siapa tiba-tiba memeluknya dan mengungkapkan cintanya.


Kayla merasa kepalanya sedikit berdenyut hingga lama kelamaan pandangan Kayla buram dan Kayla tidak sadarkan diri.


Dave panik melihat Kayla yang tiba-tiba pingsan. Dengan segera membawanya menuju rumah sakit terdekat.


Dokter Dimas yang menyaksikan itu semua hanya bisa terduduk lemas di depan mobilnya sambil menyenderkan badan.


"Alhamdulillah ya Allah aku masih selamat. Tapi Eneng di bawa mereka. Bagaimana ini? Bagaimana kalo Abah sama Ambu nanyain Eneng. Ya Allah gustiii hhikkss hikss hikkss"


Ucap dokter Dimas lemas yang mulai terisak.


Perlahan Kayla mulai membuka matanya. Masih merasakan pusing sehingga Kayla memegang kepalanya.


Dave yang melihat Kayla mulai tersadar dengan segera mendekatinya dan memanggil dokter.


"Kamu sudah sadar sayang?"


Ucap Dave sambil menyentuh tangan Kayla.


Kayla kaget reflek menjauhkan tanggannya dari Dave.


Cklaakk...


Dokter masuk bersama dua orang perawat.


"Bagaimana ini dok. Istri saya seperti tidak mengenali saya"


Ucap Dave ke arah dokter tersebut.


"Sebentar ya pak kita akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Mohon bapak untuk tunggu di luar"


Ucap dokter dengan ramah.


Sepuluh menit menunggu dokter telah keluar dengan mengatakan bahwa Kayla mengalami Amnesia akibat benturan keras di kepala sehingga melukai otaknya dan menyebabkan kehilangan ingatan jangka pendek. Ingatan ini dapat kembali secara bertahap dari waktu ke waktu, tetapi bisa berkelanjutan bila cedera atau trauma terjadi secara berulang.


Dave yang mendengar penjelasan dokter sangat sedih. Dan bertekad akan mengembalikan kembali ingatan Kayla.


Dave duduk tidak jauh dari tempat Kayla sambil memandang sendu ke arah Kayla.


"Apa kamu tidak mengingatku?"


Kayla hanya menggelengkan kepalanya


"Aku suami kamu Kay, Dave"


"Su suami? Jadi aku sudah menikah? Apa kamu berbohong?


Ucap Kayla sambil memegang kepalanya yang mulai pusing.


"Aku tidak berbohong sayang. Ini buktinya"


Ucap Dave sambil menunjukkan poto pernikahan mereka di ponselnya.


"Jadi itu benaran gue? Gu gue siapa? Aakhh...


"Nama kamu Kayla. Kayla Ghanesa Luish"


Ucap Dave lembut.


"Aakkhhh sakiiittttttt..."


Kayla semakin mencengkram erat kepalanya yang terasa semakin sakit.


"Kamu kenapa sayang? Please jangan buat saya takut Kay.. Dookkk... Dokterrrr..."


Ucap Dave mulai panik melihat Kayla yang kesakitan.


Segera dokter melakukan pemeriksaan kembali kepada Kayla. Dave yang menunggu di luar merasa sangat khawatir hingga Kris yang menyaksikan tuannya seperti itu merasa sedih.