Oh Kayla

Oh Kayla
Olahraga Panas



Hampir satu jam menunggu akhirnya pintu itu terbuka. Kayla keluar menggunakan handuk yang meliliti tubuhnya dengan rambut yang masih basah.


Sangat menggoda sekali bagi Dave yang melihat itu. Saat Kayla berbalik badan.


"Kyaaaaakkkk...."


Suara teriakan Kayla yang terkejut mendapati Dave yang sudah berada di dalam kamarnya. Kayla meremat kuat handuknya dengan tatapan waspada melihat Dave yang berjalan perlahan ke arahnya dengan tatapan yang sulit Kayla mengerti.


Kayla panik dan segera beranjak menuju walk in closet namun baru selangkah tangan kanan Kayla sudah di tangkap oleh Dave.


"Kamu mau kemana?"


Ucap Dave menghentikan Kayla.


Deg.


'Aduuhh.. Mamiii tolong Kay. Kay takut mii...'


"Aku.. Aku mau pakai baju"


Jawab Kayla takut sambil meremat kuat handuknya agar tidak lepas. Kayla semakin bergidik ngeri melihat Dave yang mendekat kepadanya.


Dengan reflek Kayla mundur namun naas dy malah terpojok di samping tempat tidur. Sehingga muncul seringgai tajam Dave ke arahnya.


Dengan jarak sedekat ini Dave dapat mencium aroma segar dari tubuh Kayla dan wangi rambutnya yang masih basah.


Dave menatap bibir merah itu. Dave semakin tidak dapat menahan perasaannya di tambah lagi adiknya yang di bawah sudah mulai memberontak.


Dave semakin memajukan dirinya hingga Kayla terduduk di atas ranjang.


Dave semakin mendekatkan wajahnya hingga bibir itu saling menyentuh.


Kayla menikmati ciuman Dave yang lembut penuh perasaan. Sehingga perlahan Kayla mulai menutup matanya menikmati setiap rasa yang mulai menggelitik di perutnya. Menghantarkan gelombang nikmat ke ubun-ubun kepala hingga Kayla mulai mengeluarkan suara yang indah di telinga Dave saat tangan Dave mulai aktif di bawah sana.


Kayla yang hanya menggunakan handuk mempermudah Dave untuk melepaskannya.


Perlahan Dave mulai turun ke ceruk leher Kayla. Menyesap rasa nikmat dan memberi tanda kepemilikannya di sana.


Kayla yang mulai terbawa suasana semakin mendesah mengeluarkan suara yang merdu di telinga Dave. Membuat Dave semakin di selimuti hawa nafsunya.


Dengan cepat Dave menanggalkan semua benang yang ada di tubuhnya sehingga mereka sama-sama polos.


Dave melanjutkan kegiatannya menikmati kembali bibir merah itu hingga perlahan Dave mulai turun ke arah dua bukit yang sedari tadi menggodanya.


Perlahan Dave mendaki bukit itu hingga sampai di ujung puncaknya. Bermain-main disana Menikmati semua rasa hingga terdengar kembali suara merdu Kayla.


Dave semakin melancarkan aksinya menuruni bukit hingga sampailah ke lembah yang sudah mulai terasa basah.


Dave menatap Kayla kembali yang sedang terpejam menikmati setiap sentuhannya.


Dave mengecup kening Kayla. Hingga mata itu terbuka. Dave menatap mata Kayla sembari meyakinkan Kayla untuk melanjutkan kegiatannya.


Kayla yang sudah pasrah di bawah kukungan Dave hanya terdiam. Kayla sadar cepat atau lambat Dave pasti akan melakukan ini. Mengingat terakhir percakapannya dengan sang mami bahwa maminya ingin segera memiliki cucu.


Menginggat itu Kayla mulai mengangguk pelan. Sehingga Dave tersenyum senang mendapat izin dari Kayla.


Dave melanjutkan kembali kegiatannya. Dan mulai mengarahkan adik kecilnya. Dengan perlahan Dave menekan hingga Kayla meringis merasakan perih di bawah sana.


"Aku akan melakukannya perlahan"


Ucap Dave sembari mencium kening Kayla dan kedua mata Kayla.


Dengan perlahan Dave mulai melanjutkan kembali perjalanan adik kecilnya menuju goa berlembah yang basah. Hingga akhirnya adik kecil Dave berhasil masuk keseluruhan.


Air mata Kayla menetes merasakan sesuatu yang hilang darinya.


Dave kembali mencium kening Kayla dan kedua mata Kayla. Hingga melanjutkan kembali kegiatannya hingga sampai ke ujung kenikmatan dan terkulai lemas di samping Kayla.


"Terimakasih sudah menjaga mahkota mu selama ini sehingga aku orang pertama yang mendapatkannya"


Kayla hanya diam menutup matanya yang sudah merasa sangat lelah. Enggan menjawab lagi Kayla pun perlahan tertidur di pelukan Dave.


Dave yang tidak mendapati jawaban, reflek melihat Kayla. Senyum Dave muncul kala melihat wajah damai Kayla yang telah terlelap hingga Dave memberi sebuah kecupan di kening Kayla sebelum iya mulai memejamkan matanya menyusul Kayla ke alam mimpi.


*****


Paginya Kayla yang terbangun merasakan berat di bagian perutnya. Melirik ke bawah dan benar saja ada tangan kekar Dave yang melilit tubuhnya.


Kayla mulai sadar saat ia melirik di bawah selimutnya. Teringat kejadian tadi malam. Kayla menatap wajah Dave yang masih terlelap.


'Aku tidak percaya sudah melakukan ini semalam. Tapi yasudahlah uda terjadi juga. Lagian diakan suamiku hhuhh'


Perlahan Kayla melepaskan lilitan tangan Dave di tubuhnya. Dan mulai turun dari tempat tidur. Kayla mengambil handuknya yang tergeletak di lantai untuk menutupi tubuh polosnya.


Saat mulai melangkahkan kakinya sontak ia meringgis. Merasakan perih kembali di bagian inti tubuhnya.


Dave yang mendengar suara rintihan Kayla mulai terbangun. Dan reflek menatap Kayla yang sedang memegangi perut bawahnya.


"Apa masih sakit?"


Tanya Dave khawatir.


Kayla tidak menjawab hanya memalingkan wajahnya merasa malu mengingat kegiatan panas mereka semalam.


Dave pun langsung turun dan mulai mendekati Kayla.


Kayla hampir saja menjerit saat tiba-tiba Dave yang mengangkat tubuhnya berjalan menuju kamar mandi.


Siang ini Kayla benar-benar lelah. Dia merasakan sakit di seluruh tubuhnya, seluruh tulang-tulangnya serasa remuk.


Bagaimana tidak. Rasa sakit tadi malam saja belum hilang.vNamun pagi ini Dave kembali mengulangi kegiatan panasnya hingga Kayla menangis mengatakan perut bawahnya sakit meminta untuk mengakhirinya. jika tidak entah sampai jam berapa permainan panas mereka baru selesai.


Dave benar-benar bagaikan singa yang memangsa habis mangsanya.


"Ini makanlah dulu selagi panas"


Ucap Dave sambil mengarahkan semangkuk sup yang baru saja di antar oleh ojek online.


Dengan menatap sebal Kayla mengambil mangkuk itu dan melahap isinya dengan rakus. Dia sudah sangat kelaparan sedari tadi.


Bagaimana tidak. Mereka melewatkan sarapan pagi dan baru makan jam sebelas siang. Ini bukan sarapan lagi tapi makan siang.


"Ini jusnya minumlah agar badanmu kembali segar"


Dengan senyuman penuh arti Dave menyerahkan segelas jus itu kepada Kayla.


"Apa lirik-lirik gitu?! Gak ada lagi ya. Sakit tau semua badan Kay"


Ucap Kayla kesal melihat raut wajah Dave yang seperti ingin memakannya kembali.


"Nanti akan kupijit biar pegel di badanmu hilang"


Ucap Dave tersenyum menatap wajah kesal Kayla.


"Gak. Ga usah. Nanti bukan mijitin yang ada malah mijitin yang lain" Tolak Kayla cepat.


Sontak Dave tertawa melihat Kayla yang seperti itu.


"Hmm.. Aku akan ke kantor sebentar. Ada meeting yang tidak bisa ku tinggalkan. kamu tidak apa-apa aku tinggal sendiri?"


"Ya yaahh pergilah" Ucap Kayla malas.


'Enak sekali dia. Sudah dapat malah mau pergi seenaknya. Eh, tapi baguslah dia pergi gue bisa tenangkan'


"Baiklah, jaga dirimu baik-baik di rumah ya"


Ucap Dave setelah mendaratkan sebuah kecupan di dahi Kayla sebelum melenggang pergi.