
Pagi ini Kayla dan Dave tengah bersiap-siap untuk kembali ke rumah orang tua Kayla setelah tadi malam Kayla mengatakan kepada Dave bahwa ia akan tinggal di rumah orang tuanya.
Kayla sengaja tidak membawa banyak barang-barangnya hanya beberapa perlengkapan pribadi yang penting saja, selebihnya semua ada di rumah.
Satu jam sudah Dave mengemudikan kendaraannya membelah jalanan ibu kota bergabung bersama pengendara lain yang ikut dalam kemacetan di akhir pekan menuju kediaman Luish.
Kendaraan Dave telah memasuki pekarangan kediaman Luish. Terlihat Mami Sarah dan Papi Chandra telah menunggu mereka di teras rumah.
Senyum Mami Sarah semakin mengembang saat Kayla berjalan mendekati sang Mami.
"Assalamualaikum Mih, Pih"
Ucap Kayla yang langsung memeluk Mami dan Papinya bergantian.
"Waalaikumsalam sayang"
Ucap Mami dan Papi bersamaan.
Disusul oleh Dave yang mencium tangan Mami dan Papi bergantian.
"Ayo ayo masuk sayang"
Ucap Mami Sarah menggiring tubuh Kayla masuk ke dalam rumah dan di ikuti oleh Papi Chandra dan Dave.
"Bik, tolong kue dan buahnya ya bik"
Ucap Mami Sarah saat melihat salah satu asisten rumah tangganya.
"Ayo sayang duduk sini,,, Alhamdulillah Mami senang sekali saat mendapat kabar kalau kamu sudah hamil sayang, akhirnya Mami akan gendong cucu"
Ucap Mami Sarah dengan semangat sambil menatap Kayla dan Dave bergantian membuat suasana ruang keluarga itu menjadi hangat.
"Iya Mih Alhamdulillah sudah masuk empat minggu"
Ucap Dave menatap Mami Sarah dengan senyuman hangatnya.
"Waahhh,, Selamat ya sayang, Oiyah Kay ada ngidam apa aja sayang?"
"Hahah,, Kay belum ada ngidam Mih, tapi---"
"Tapi apa sayang?"
Ucap Mami Sarah memotong perkataan Kayla barusan.
"Tapi suami Kay yang ngidam Mih heheh"
"Benarkah Dave?"
Ucap Papi Chandra menatap Dave seketika.
"Iya Pih, bahkan mual muntahnya juga Dave yang merasakan"
"Hahaha sama seperti Papi dulu ya, waktu Mami hamil Kayla yang Mual muntahnya itu Papi"
"Hahha,, Iya Pih"
Ucap Dave menatap Papi Chandra dilanjutkan dengan obrolan-obrolan kecil di ruang keluarga tersebut.
"Nyonya makan siangnya sudah siap"
Ucap salah satu asisten rumah tangga yang menghampiri keluarga yang tengah bahagia tersebut.
"Owh iya bik, terimakasih ya"
Ucap Mami Sarah yang di balas anggukan kepala oleh sang bibik dan segera beranjak dari sana.
"Ayo kita makan sayang, Mami tidak ingin Kay sampai telat makan, Ayo Dave"
Ucap Mami yang membawa Kayla berjalan menuju ruangan makan di ikuti oleh Papi Chandra dan Dave.
"Ini sayang makanlah yang banyak"
Ucap Mami dengan menyerahkan sepotong daging ke piring Kayla.
Ucap Papi Chandra yang tidak mau kalah memberikan potongan ikan ke piring Kayla.
Sementara Kayla hanya bisa tersenyum menatap piringnya yang telah melanjung dengan berbagai macam lauk dan sayuran sementara Dave yang melihat itu hanya bisa menahan tawanya.
"Kay tidak akan sanggup menghabiskan makanan sebanyak ini Mih, Pih"
Ucap Kayla dengan memelas menatap Mami dan Papi secara bergantian.
"Makannya pelan-pelan saja sayang, makanlah seberapa sanggup Kay saja ya"
Ucap Mami setelah melihat isi piring Kayla yang memang sangat banyak.
"Baiklah Mih"
Ucap Kayla lemah dan mulai memakan makanannya.
Benar saja Kayla tidak sanggup menghabiskan makanan yang berada di atas piringnya. Namun semua mengerti yang penting Kayla masih ingin makan itu saja sudah sangat baik untuk dirinya dan calon anaknya.
Selesai makan siang bersama kini Kayla dan Dave berjalan menuju kamar mereka yang berada di lantai dua. Dave terus memegangi Kayla selama menaiki undakan anak tangga.
Sesampainya di kamar Kayla dan Dave berencana untuk tidur siang, namun hanya rencana saja karena mereka lebih sibuk dengan ponsel masing-masing.
Tok.. Tok.. Tok..
Dave melirik sebentar kepada Kayla namun Kayla tetap fokus kepada ponselnya hingga Dave segera beranjak menuju pintu.
Cklaakk..
"Maaf mengganggu tuan, bibik cuma nyampein pesan nyonya kalau orang tua tuan datang, sekarang mereka berada di ruang keluarga bersama nyonya dan tuan besar"
Ucap seorang asisten rumah tangga yang menatap Dave setelah pintu kamarnya terbuka.
"Owhh,, Iya bik terimakasih. Tolong sampaikan sebentar lagi kami turun"
"Baik tuan"
Ucap asisten rumah tangga yang segera turun kembali untuk menyampaikan pesan Dave.
Sementara Kayla sangat senang mendengar kabar dari Dave bahwa Mama Martha telah kembali ke tanah air. Dengan segera Kayla dan Dave turun menuju ruang keluarga.
"Anakku sayaaang"
Ucap Mama Martha saat melihat kedatangan Kayla dan Dave dengan segera ia berdiri dan memeluk tubuh Kayla. Sedangkan Dave yang merasa di abaikan lebih memilih menyalami Papa Abraham.
"Ini Mama bawakan rempah-rempah yang sangat bagus untuk ibu hamil, nanti minta tolong bibik rebusin kamu minum airnya ya sayang"
Ucap Mama Martha menatap senang Kayla. Iya sangat senang setelah Dave mengabari mereka bahwa Kayla tengah mengandung anaknya hingga dengan segera Mama Martha dan Papa Abraham meninggalkan pekerjaan mereka dan segera kembali ke tanah air setelah menempuh perjalanan yang panjang tanpa beristirahat dahulu mereka Memutuskan untuk langsung mengunjungi anak dan menantunya tersebut.
"Iya Ma terimakasih"
Ucap Kayla tulus hingga obrolan pun semakin larut di tengah suasana yang sangat membahagiakan tersebut dimana mereka semua berharap dan mendoakan agar Kayla dan calon anaknya sehat.
******
Malam pun kembali hadir menggantikan sang matahari dalam tugasnya. Namun malam yang gelap selalu di tunggu oleh mereka yang suka menatap bulan dan bintang. Seperti seorang pria yang kini tengah duduk di samping jendela kamarnya dengan memegang segelas minuman beralkohol.
Rasa penyesalan di hati masih selalu menghantuinya, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena nasi telah menjadi bubur dan penyesalan selalu datang di akhir. Itulah perumpamaan yang cocok untuk Sam.
Sam kembali meneguk minumannya dan menatap langit yang gelap dengan beberapa bintang yang muncul.
Drrtt,,, Drrtt,,,
Sam menatap pesan yang masuk di ponselnya.
Ia tersenyum tipis melihat isi pesan tersebut. Sam kembali meletakkan ponselnya di lantai dengan menampakan layar poto dirinya bersama Laura.
Hari-hari Sam kini di sibukan dengan bekerja dan bekerja, jika merasa lelah dan jenuh ia hanya akan menuju Base Came dimana berkumpulnya anak-anak Club motornya dan pastinya mereka akan mengukur jalanan di malam hari dengan kecepatan yang sudah pasti di atas rata-rata.
Sam memilih beranjak dan segera meraih kunci mobilnya. Ia melajukan kendaraannya ke sebuah komplek elit dimana rata-rata bangunan rumahnya menjulang tinggi.
Sam menghentikan kendaraannya di bawah sebuah pohon. Menatap lurus pada bangunan rumah yang besar disana dengan harapan seseorang yang ingin ia lihat akan keluar. Namun sampai larut malam Sam menunggu seseorang itu tidak kunjung keluar hingga ia memilih untuk kembali ke rumahnya.