Oh Kayla

Oh Kayla
Kepergian Dave Dan Kesedihan Kayla



Dave menatap Leon dengan pandangan yang sulit di artikan, rasa luka di hati yang telah lama sembuh kembali di korek oleh Leon.


Dave masih mengingat dengan jelas bagaimana wajah Karin adik perempuannya yang sangat cantik dan manja kala itu tengah merengek meminta izin untuk menonton sebuah konser bersama teman-temannya. Karena merasa kasihan melihat Karin yang hampir seminggu belakangan terus merengek meminta izin darinya akhirnya Dave memperbolehkan Karin pergi namun, kabar buruk di dapatnya saat mengetahui Karin telah di perkosa oleh seorang laki-laki yang sangat ia benci.


Dave mencari keberadaan James kala itu, namun James selalu menghindar sampai keluar negeri hingga akhirnya Karin mengalami depresi dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.


"Hahahaaha"


Suara tawa Leon kembali menggema di dalam ruangan tersebut sehingga kembali menyadarkan Dave dari ingatannya terdahulu.


"Mengapa?! Mengapa Kau membunuh ayahku?!!"


Ucap Leon dengan mata memerah bahkan air matanya saja hampir menetes.


"Karena ayahmu seorang lelaki berengsek yang telah memperk*sa adikku dan dia pantas mati seperti itu"


Ucapan Dave sontak saja membuat Leon menatapnya dengan tatapan tidak percaya sedangkan Kayla hanya bisa diam mencerna situasi yang terjadi, bahkan ia baru mengetahui sesuatu yang tidak pernah di perbincangkan sebelumnya bahwa Dave dulu memiliki seorang adik perempuan.


"Tidak, ayahku bukan lelaki seperti itu, kau pasti bercanda"


Ucap Leon dengan mengarahkan senjatanya ke arah Dave.


"Itulah kebenarannya, jika saja ayahmu mau bertanggung jawab mungkin aku tidak akan membunuhnya namun ia terlalu pengecut dan brengs*k sebagai seorang laki-laki----


Doorrr!!!!


Dave menghentikan perkataannya saat Leon melepaskan salah satu pelurunya ke atas.


"Diam kau, aku tidak percaya dengan semua omong kosong yang telah kau katakan. Sekarang keinginanku hanya satu, aku hanya ingin kau menderita dan mati di tanganku"


Bugh!


"Aaakkhhhh"


Suara jeritan Kayla yang kesakitan bagaikan sebuah belati mengiris hati Dave.


Dave menatap nyalang Leon yang telah berani menendang perut Kayla dengan cepat Dave mengarahkan senjatanya ke arah Leon.


Doorr!!!


Satu peluru Dave luncurkan kearah Leon namun Leon dengan cepat menghidarinya.


Doorr!! Dorr!!


Kembali Dave melepaskan perunya ke arah Leon namun dengan cepatnya ia menghindari bidikan Dave tersebut.


Dave menghentikan tembakannya saat Leon bersembunyi di belakang Kayla.


"Mengapa tidak kembali menembak? Apa kau takut jika mengenai istrimu?"


Ucap Leon dengan kembali tertawa menatap Dave yang sedikit menurunkan senjatanya.


Dave meremas erat tanggannya menatap tajam Leon. Sementara di luar ruangan masih terdengar suara tembakan saling bersahutan dimana anak buah Dave dan Mark tengah berusaha menguasai keadaan dengan melumpuhkan semua anak buah Leon.


Dave menatap darah segar yang mengalir di kaki Kayla dengan wajah Kayla yang telah memucat menahan sakit diperutnya akibat tendangan Leon.


"Kay---"


"Aku tidak apa-apa sayang"


Ucap Kayla dengan suara lemah menatap Dave.


Dave berjalan mendekati Kayla bahkan ia tidak memperdulikan lagi Leon yang masih berdiri di belakang Kayla.


Doorr!!!


"Daveeee"


Kayla menatap kaku saat peluru tersebut menembus perut Dave hingga darah segar mengalir disana.


"Hahahaha.. Mati kau sekarang!!"


Dorr!! Doorr!! Dorr!!!


"Tidaaakkk Daveee"


Kayla menjerit histeris menatap Dave yang telah di tembaki oleh Leon hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri.


Satu minggu kemudian.


Kayla mulai membuka perlahan matanya menatap langit-langit kamar berwarna putih dengan aroma khas yang sudah bisa ia tebak ditambah dengan adanya selang infus yang menggantung di samping kirinya.


Ckleek.


"Sayaang kamu sudah sadar nak"


Ucap Mami Sarah yang melihat Kayla tengah menatapnya dengan cepat Mami Sarah berjalan mendekati brangkar Kayla, memeluk erat tubuh Kayla yang terbaring lemah disana.


"Alhamdulillah,, Terimakasih ya Allah akhirnya kamu sadar juga sayang"


Sementara Kayla masih terdiam membalas pelukan hangat sang Mami tercinta.


"Sayang, sekarang Dave pergi untuk----"


"Enggak Mih, enggak Dave gak mungkin ninggalin Kayla Mih"


Kayla menangis memeluk Mami Sarah erat, ia kembali teringat dengan kejadian dimana Dave di tembaki oleh Leon dengan darah yang mengalir dari perutnya.


"Tidaaakkkk"


Teriak Kayla kuat dengan memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?"


Ucap Mami Sarah mulai panik menatap Kayla yang memegangi kepalanya dengan air matanya yang kembali menetes.


"Mih,, Dave tidak mungkin pergi ninggalin Kayla Mih"


"Sayang kamu sabar ya nak Dave pergi---"


"Mih, anak Kay baik-baik saja kan Mih?"


Ucap Kayla dengan cepat memotong perkataan Mami Sarah mengusap perutnya, ia kembali teringat saat Leon menendang kuat perutnya hingga ia merasa sangat kesakitan.


"Kay, maafkan Mami, tapi anak di perut kamu tidak bisa di selamatkan lagi bahkan kamu juga hampir lewat karena kehabisan darah"


Ucap Mami Sarah dengan terisak memeluk erat tubuh Kayla. Sedangkan Kayla yang mendengar berita tersebut merasa sangat sedih bahkan ia tidak mengeluarkan sepatah katapun. Kayla hanya terdiam kaku dengan air matanya yang meluncur bebas.


Kayla merasa hancur bahkan untuk bernapaspun terasa sangat menyesak didada, ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan dihidupnya dimana suami dan calon anaknya telah pergi meninggalkannya. Kayla merasa rapuh dan hancur bersamaan saat ini.


"Kamu yang sabar ya sayang, kamu harus kuat nak"


Kembali Mami Sarah menatap Kayla yang hanya terdiam, dengan perlahan Mami Sarah mengusap air mata Kayla yang terus mengalir.


Hiks,, Hikss,,


Isakan kecil mulai keluar dari mulut Kayla. Mami Sarah yang menatap Kayla begitu rapuh kembali memeluk tubuh Kayla.


"Sabar ya sayang, ikhlaskan nak, insyaallah semua akan indah pada waktunya nanti, ingatlah sayang kamu tidak sendirian nak, ada Mami disini dan ada semua orang yang menyayangi Kayla ya nak, Dave akan sangat sedih bila melihat kamu seperti ini sayang"


Kembali Kayla menangis terisak saat mendengar nama Dave yang di sebutkan oleh Mami Sarah, bahkan Kayla masih mengingat jelas bagaimana raut wajah Dave yang terakhir kali ia lihat.


Sesak sungguh sangat menyesak rasa di dada Kayla saat ini, Kayla yang baru siuman dengan tubuh yang masih lemah mendapat sebuah kabar dan kenyataan yang sangat menyakitkan.


"Kay,,, Kayla,, Bangun sayang"


Ucap Mami Sarah yang panik saat melihat Kayla yang kembali tidak sadarkan diri.


Dengan segera Mami Sarah memanggil dokter untuk memeriksakan keadaan Kayla.


Tidak membutuhkan waktu lama dokter dan beberapa perawat tampak berlarian menuju kamar inap Kayla.


"Mohon nyonya untuk menunggu di luar, kami akan memeriksa keadaan pasien"


Ucap seorang perawat menghampiri Mami Sarah.


"Tolong selamatkan anak saya dok"


Ucap Mami Sarah menatap seorang dokter pria yang masih muda.


"Baik nyonya, segera kami akan periksa keadaan pasien"


Ucap sang dokter yang langsung memeriksa tubuh Kayla, sedangkan Mami Sarah mulai berjalan pelan keluar dari ruangan Kayla dengan air mata yang menetes.


Mami Sarah terduduk di sebuah bangku yang terletak di depan kamar Kayla dengan mengenggam erat tangannya sambil berdoa semoga Kayla baik-baik saja.


"Mih, bagaimana keadaan Kayla? Mengapa Mami menangis?"


Suara yang tidak asing lagi mengagetkan Mami Sarah.


"Kayla Pih, dia tadi sudah sadar tapi kembali pingsan saat mengetahui calon anak yang berada di perutnya tidak bisa di selamatkan lagi"


Segera Papi Chandra memeluk Mami Sarah. Ia tahu keadaan ini akan membuat anak dan istrinya merasa sedih bahkan Papi Chandra sendiripun sangat sedih namun, ia juga tidak bisa berbuat banyak saat ini selain menguatkan anak dan istrinya.