
Kayla yang terus berjalan melihat ada pintu keluar. Seketika muncul ide untuk melarikan diri, ia melihat kanan kiri memastikan tidak ada orang yang melihatnya.
Dengan yakin Kayla semakin mempercepat langkahnya, saat kaki kanannya hendak melangkah keluar hotel seseorang menahan pundaknya. Reflek Kayla menoleh ke belakang.
Deg.
Mampus ketahuan gue kan.
"Eh tuan"
Ucap Kayla dengan senyum terpaksa.
"Kamu mau kemana?"
Tanya Dave memandang tajam Kayla.
"Aa,, aaku ehemm aku cuma ingin mencari udara segar di luar"
"Mau saya temani?" Tawar Dave.
"Eeh gak usah, ne juga uda selesai"
Apaan mau kabur pake di temani huuh
"Istirahatlah di kamar"
Ucap Dave yang perlahan berjalan menuju liff di ikuti Kayla dari belakang.
Dave terdiam sejenak di depan sebuah kamar dan mulai memasukkan sebuah kartu.
Klik.
Kuncipun terbuka.
Cklek.. Dave membuka pintu dengan perlahan.
Semerbak aroma bunga langsung tercium saat mereka memasuki kamar.
Hamparan bunga berbentuk hati di atas tempat tidur dan beberapa lilin yang menyala membuat suasana kamar menjadi romantis.
"Huuufhhh gilak ne gue sekamar sama pria yang ga gue cintai yang parahnya dia suami gue lagi"
Ucap Kayla sambil melihat punggung Dave yang berdiri si depannya.
"Ehemm., kamu mau mandi luan?"
Tanya Dave memecah keheningan di dalam kamar.
"Iya, rasanya uda gerah banget neh"
Ucap Kayla sambil buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.
"Huuuffhh... Gimana ini gak mungkin kan kita bakaaall... Aahh tidak tidaakk,,,"
Ucap Kayla memeluk dirinya sendiri di depan cermin.
Kayla melihat sekeliling kamar mandi ia hanya melihat ada dua handuk yang terlipat rapi di atas meja kecil di sudut ruangan. Tidak ada baju gantinya.
"Tidak mungkin gue hanya pakai handuk keluar kan. Bisa-bisa aaahhh tidak-tidak"
Pikirnya dan segera keluar kamar mandi lagi mencari pakaian ganti.
Ckleekk..
Kepala Kayla celingak celinguk seperti maling yang takut ketahuan.
"Kenapa?"
Ucap Dave yang tiba-tiba berdiri di depannya.
"Eh mampus mampus kaget gue"
Ucap Kayla sambil memegang dadanya.
Dave tersenyum melihat tingkah Kayla yang menurutnya sangat lucu.
"Bisa gak sih jangan ngagetin gitu? Kalo gue tiba-tiba serangan jantung gimana?"
Kesal Kayla.
"Ya kamu ngapaen seperti maling gitu? Mau kabur?" Ucap Dave menatap tajam Kayla.
"Siapa juga yang kabur. Gue cuma mau cari baju ganti" Jawab Kayla cepat.
"Hmm.. Baju kamu sudah di siapin di dalam lemari" Ucap Dave menunjuk arah lemari.
Kayla enggan menjawab lagi dan langsung menuju lemari mengambil baju gantinya dan segera masuk kembali ke dalam kamar mandi.
"Aaahh segarnyaa"
Ucap Kayla saat keluar dari kamar mandi dengan rambut yang terurai sedikit basah, ia melihat Dave yang tengah sibuk dengan ponselnya duduk di kursi sudut kamar.
"Ehem" Ucap Kayla memecah keheningan.
Tidak ada respon.
"Ehem ehemm"
Ucap Kayla lagi namun Dave masih tetap sibuk dengan ponselnya. Entah apa yang ia lihat.
"Aku uda selesai, kamu eh tuan gak gantian mandi juga?" Ucap Kayla.
Deve menoleh kepada Kayla dan perlahan berjalan mendekat dengan tatapan yang sulit Kayla mengerti.
Perlahan Kayla mundur hingga menyentuh tembok. Dave semakin mendekat dan mendekat hingga ia berada tidak kurang dari sejengkal dengan wajah Kayla.
"Aa aappa yang tuan lakukan?"
Tanya Kayla panik.
"Sekarang kamu sudah sah menjadi istriku. Aku tidak suka jika kamu memanggilku tuan. Aku bukan majikanmu tapi aku adalah suamimu"
Ucap Dave menatap mata Kayla.
Jarak sedekat ini Dave dapat cium aroma segar dari tubuh Kayla membuat kelelakiannya mulai bangkit. Terlebih lagi Kayla sudah sah menjadi istrinya. Namun ia masih tetap menahan hasratnya mengingat mereka yang baru menikah tanpa menjalin hubungan terlebih dahulu.
"Lalu aku harus memanggil apa?"
Tanya Kayla memecah lamunan Dave.
"Terserah kamu, tapi harus dengan panggilan yang sopan" Ucap Dave.
Aaduuhhh apa lagi neh, masa gue harus manggil sayang, aahh kan gue ga sayang, atau manggil suamiku, lebay banget! hmm aha..
"Bagaimana kalo aku panggil mas?"
Tanya Kayla.
"Mas?" Aku tidak suka!"
Aku mau kamu panggil "Sayang"
"Kenapa? Atau kamu mau panggil "Suamiku?"
Ucap Dave menaik turunkan alisnya.
Sshitt,, apa dia punya indera ke enam bisa mendengar isi hatiku.
"Kok diam? Pilihlah mau panggil yang mana?" Ucap Dave dengan tersenyum jahil.
"Ga ada pilihan lain lagi?"
Ucap Kayla kesal melihat wajah Dave yang seperti menahan tawa sengaja mengerjainya.
"Tidak ada! Pilihlah satu" Tegas Dave lagi.
"Huuff.. baiklah" Pasrah Kayla.
"Apa? Sebutkan aku ingin mendengarnya"
Pinta Dave.
"Ssaa,, sayang" Cicit Kayla.
"Apa? Aku kurang jelas mendengarnya"
"Sayang"
Ucap Kayla sambil menahan kesalnya.
Dave tersenyum mendengarnya.
"Bagus! Sering-seringlah berlatih. Aku mau mandi dulu"
Ucap Dave meninggalkan Kayla yang masih kesal dengan permintaan Dave tersebut.
Ckleek..
Pintu kamar mandi terbuka.
Reflek Kayla menoleh ke asal suara.
Aakkkhhhh..
Teriak Kayla sambil menutup matanya.
"Kenapa berteriak?"
Ucap Dave mendekati Kayla.
"Kenapa tidak pakai baju?" Tanya Kayla.
"Aku lupa membawanya. Lagian kan ini juga tertutup"
Ucap Dave menoleh ke arah adiknya di bawah sana.
Apanya yang tertutup? jelas-jelas cuma pakai handuk gitu. kalo lepas bisa terbang dia hhuh.
Dave dengan santainya melengang di depan Kayla menuju lemari melepaskan handuknya begitu saja dan memakai pakaiannya disana.
"Sampai kapan kamu mau menutupi wajahmu?" Tanya Dave yang telah berada di dekat Kayla.
Perlahan-lahan Kayla mulai menurunkan tangannya dan membuka matanya.
Dave naik ke atas tempat tidur dan mulai berbaring.
Namun Kayla masih berdiri menatapnya.
Masa gue harus tidur seranjang sih. Nanti dia ngapa-ngapaen gue. aduuhh,, Panik Kayla.
Kayla melihat ke sekeliling kamar. Hanya ada kursi single. Tidak mungkin dia tidur di atas kursi seperti itu bisa-bisa badannya yang akan sakit semua.
"Kenapa masih berdiri disitu? Kemarilah"
Ucap Dave menepuk bagian kosong di sebelahnya.
"Hhaa.." Kayla hanya diam tidak bergerak sedikitpun.
"Jangan takut. Dan jangan berpikir yang macam-macam. Aku tidak akan melakukannya jika kamu tidak mengizinkannya"
Ucap Dave dengan senyum yang mencoba meyakinkan Kayla.
Baiklah. Awas saja jika dia berani macam-macam akan ku hajar dia.
Perlahan-lahan Kayla mulai naik ke atas tempat tidur dan mulai berbaring membelakangi Dave.
Dave hanya tersenyum melihat tingkah Kayla dan mulai memejamkan matanya.
Sudah setengah jam, namun Kayla masih belum dapat tertidur ia masih merasa sedikit takut. Takut akan di apa-apakan oleh Dave jika ia tertidur nanti.
Perlahan Kayla membalikan badannya menoleh ke arah Dave yang sudah memejamkan matanya.
Apa dia sudah tidur? Huufh.. Syukurlah.
Kayla masih melihat wajah damai Dave ketika terlelap.
"Ganteng sih" Pikirnya
Seketika mata Dave terbuka.
"Jangan melihatku terus. tidurlah! Jika tidak aku akan melakukannya malam ini"
Sontak Kayla langsung memundurkan badannya dan membalikan tubuh.
Bruukk..
"Aduuhh"
Ucap Kayla yang terjatuh dari atas tempat tidur.
"Hahahah,,, kamu ngapaen?"
Tanya Dave yang masih tertawa melihat wajah Kayla yang memerah seperti kepiting rebus.
Siaall ne lakik!! bukannya nolongin gue malah ngetawain. Ne juga gue apa-apan bisa sampe jatuh. Buat malu ajah. Mana sakit lagi ne pantat uuh.
"Sini saya bantuin"
Ucap Dave mengulurkan tangannya.
"Gak usah. Gue bisa sendiri"
Ucap Kayla kesal sambil berdiri perlahan dan membaringkan kembali tubuhnya.
Dave hanya tersenyum geleng-geleng kepala melihat tingakah lucu Kayla.
"Tidurlah"
Ucap Dave lembut sambil menyelimuti Kayla.
Sedangkan Kayla hanya diam saja sambil merutuki di dalam hatinya dan mencoba memejamkan kembali matanya hingga akhirnya ia benar-benar tertidur.