
Hari ini Dave akan kembali ke Perusahaan untuk bekerja seperti biasa. Sedangkan Kayla masih tertidur nyenyak setelah tadi malam mereka kembali ke Tanah Air. Rasa lelah dan ngantuk yang masih teramat kuat membuatnya enggan untuk segera membuka mata.
Cup.
"Aku berangkat dulu ya. Jangan nakal di rumah"
Ucap Dave setelah memberi kecupan di puncak kepala Kayla.
"Hmmm iya"
Ucap Kayla dengan suara khas bangun tidurnya.
Dave mulai beranjak dan segera meninggalkan apartemen mereka. Sedangkan Kayla kembali melanjutkan tidurnya.
Pukul sepuluh pagi Kayla terbangun dari tidurnya. Seperti biasa ponsel lah yang selalu di carinya terlebih dahulu.
Memeriksa pesan masuk dan informasi ter-update di lanjutkan chat dengan dua sahabatnya.
Setelah membuat janji dengan dua sahabatnya Kayla segera baranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mulai bersiap-siap.
Dengan menenteng beberapa papper bag Kayla turun ke bawah di mana mobilnya terparkir rapi. Dengan segera Kayla mengemudikan kendaraannya dan menuju restoran tempat mereka janjian.
Sesampainya di depan restoran Kayla langsung masuk dan melihat keberadaan dua sahabatnya.
"Ini oleh-oleh buat kalian"
Ucap Kayla menyerahkan tentengannya dan langsung duduk di salah satu kursi yang kosong.
"Asyiikkk oleh-oleh mahal ne. Thank ya kay"
Ucap Laura setelah mengintip isi dari papper bagnya.
"Ciee yang pulang honey moon, ngapaen aja loe? Kuat berapa ronde?"
Ucap Sam dengan tidak tahu malunya.
Pletaakk.
"Aauuu sakit bego"
Ucap Sam melihat Laura kesal karena telah berani menjitak kepalanya.
"Syukurin. Mangkanya kalau mau nanya tu filter dulu"
Ucap Laura menatap Sam sengit.
Kayla melihat dua sahabatnya yang mulai akrab seperti biasapun ikut senang dan tersenyum lebar.
"Tuh liat Kayla aja gak marah kenapa loe nyolot sih"
Ucap Sam menunjuk Kayla dan beralih menunjuk Laura.
"Udah-udah ga usah ribut deh. Gue laper neh belum makan dari pagi"
Ucap Kayla segera memanggil pelayan dan segera memesan menu makanannya.
Tidak menunggu lama pesanan mereka pun datang. Dengan segera Kayla menyantapnya karena perutnya yang sudah minta di isi sejak tadi tanpa menghiraukan dua sahabat di depannya yang entah sedang apa.
"Kay, Loe jadi mau maen? Ini ada yang ngajakin"
Ucap Sam sambil mengunyah makanannya.
"Serius Loe? Ga sabar gue ne"
Ucap Kayla senang.
"Iya, tapi boleh gak ama lakik loe? Ntar kita-kita pula yang kena imbasnya"
Ucap Sam lagi.
"Gimana kay? Yakin loe?"
Ucap Laura menatap Kayla serius.
"Iya gue yakin. Tapi masalahnya sekarang lakik gue lagi bucin. Ntar kita tunggu waktu yang pas buat maennya"
Ucap Kayla kembali menyuapi mulutnya.
"Yaudah ntar loe kabarin aja kalau maen"
Ucap Sam menatap Kayla yang di balas dengan jari telunjuk dan jempol melingkar.
Drrrtt... Drrtt...
Suara ponsel Samuel.
"Halo.. Hmmm baiklah"
Ucap Sam segera mengakhiri panggilannya.
"Sorry gaes gue luan. Ne klaien majuin waktu meetingnya"
Ucap Sam menatap dua wanita tersebut bergantian.
"Iya pergilah"
Ucap Kayla dan Laura serempak dan mereka menoleh lalu tertawa bersama.
"Senang ya kayaknya kalo gue pergi"
"Apaan sih, udah pergi sana. Hati-hati di jalan loe"
Ucap Laura menatap Sam dengan senyuman manisnya.
Dengan segera Samuel bangkit dari duduknya dan meninggalkan dua wanita yang masih asyik menyantap makanannya.
"Uda baikan loe sama Sam?"
Ucap Kayla tanpa melihat Laura.
"Hmm.. Kay gue mau jujur"
Ucap Laura dengan meremas jari-jari tangannya.
"Apaan?"
Ucap Kayla menatap Laura.
"Gue dan Sam uda jadian. Eh bukan jadian sih"
Ucap Laura menatap Kayla takut-takut.
"Maksud loe apa sih jadian tapi bukan jadian?"
Ucap Kayla menatap tajam Laura.
"Jadi ceritanya setelah dia tau perasaan gue ke dia, dia minta gue untuk bisa bantu dia buat yakinin perasaannya ke gue"
Ucap Laura sedikit bingung menyusun kata-katanya. Laura belum berani untuk bercerita jujur tentang mereka yang hampir tidur bersama.
"Owhh gitu, berarti loe harus siap juga dengan resiko kalau perasaannya terhadap loe cuma sebagai sahabat"
Ucap Kayla menatap lekat wajah Laura.
Deg.
'Benar juga kata Kayla, tapi gue akan tetap usaha pokoknya'
"Iya kay, gue tau kok"
Ucap Laura sedikit menunduk.
"Hmm,, yaudah semangat yaa buat perjuangin cinta loe"
Ucap Kayla dengan senyumannya yang di balas anggukan kepala oleh Laura.
Setelah mengakhiri makannya, Kayla dan Laura beranjak meninggalkan restoran.
Diperjalan tiba-tiba Kayla mampir ke sebuah minimarket untuk membeli beberapa makanan pokok, cemilan anak-anak dan beberapa mainan anak-anak. Setelah mobilnya penuh Kayla segera menjalankan kendaraannya ke suatu tempat yang sudah lama sekali tidak ia kunjungi.
Tiga puluh menit menempuh perjalanan mobil kayla berhenti di depan sebuat Panti Asuhan.
Panti Asuhan Harapan Bunda. Senyum Kayla semakin merekah setelah membaca sekilas pamfletnya. Melihat anak-anak yang bermain kejar-kejaran dan ada juga yang rebutan boneka membuat senyum Kayla semakin mengembang.
Sudah lama rasanya Kayla tidak kemari tapi tidak ada perubahan dari panti asuhan tersebut sehingga membuat Kayla meringgis melihat salah satu bangunan yang sudah mulai rusak. Sangat berbahaya bila suatu saat ambruk dan mengenaik anak-anak yang sedang belajar di dalamnya.
"Kakaaakk.. Kakaak cantiikkk"
Ucap salah satu anak panti yang melihat kedatangan Kayla dan berlari mengejar Kayla. Diikuti oleh beberapa anak panti juga yang melihat kedatangan Kayla.
Seperti biasa Kayla akan sedikit menunduk sehingga memudahkan anak-anak tersebut untuk memeluknya.
"Kakak cantik kok sudah lama tidak kemari? Kakak sakit ya? Kami rindu kakak"
Ucap anak panti bergantian dalam pelukan Kayla.
"Iya sayang, maafkan kakak yang baru sempat mengunjungi sekarang ya. Kemaren kayak lagi di luar kota"
Ucap Kayla sambil memeluk anak-anak panti tersebut.
"Oooowhh gitu"
Ucap anak panti serempak.
"Iya sayang. Oiyah ibu kepala ada di dalam?"
Tanya Kayla pada anak-anak panti.
"Ada kak, ayo kami antar kak"
Ucap mereka serempak dengan semangat.
Dengan tersenyum Kayla mengangguk dan mengikuti anak-anak panti tersebut.
Setelah bertemu dengan ibu kepala panti asuhan dan menyerahkan sebuah amplop untuk membantu pembangunan panti Kayla kembali bermain bersama anak-anak panti asuhan.
"Adek-adek kakak bawain makanan loh, sini ikut kakak ambil di mobil"
Ucap Kayla dengan senyum cerianya.
"Asyiiik.. Ayo kak"
Ucap anak-anak panti mengikuti Kayla.
Setelah sampai di depan mobil. Kayla menurunkan belanjaan yang tadi sempat di belinya dan memberikan kepada anak-anak panti asuhan. Mereka sangat senang sekali mendapat kunjungan dari Kayla selain Kayla yang ramah Kayla juga sangat memanjakan mereka dengan makanan dan mainan.