Oh Kayla

Oh Kayla
Bagaikan Dejavu



Pagi ini Kayla ikut bersama Dave ke kantor.


Dave tidak ingin meninggalkan Kayla sendiri di rumah. Dave masih takut kalau Kaylanya tiba-tiba kabur dan meninggalkannya. Bagaikan sebuah mimpi buruk yang tidak ingin terjadi lagi.


Sesampainya di parkiran kantor Kayla mulai merasa tidak asing dengan tempat itu. Tapi Kayla cepat menggelengkan kepalanya. Menerima uluran tangan Dave untuk menggandengnya masuk ke dalam gedung.


Semua karyawan menunduk hormat saat melihat kedatangan Dave. Tapi mereka dapat melihat jelas raut wajah presdir mereka tidak seseram biasanya. Entah mungkin karena sudah ada Kayla di sampingnya.


Banyak bisik-bisik para karyawan yang membicarakan mereka. Namun langsung membisu saat Dave melirikan mata tajamnya ke arah mereka. Yah, Dave kembali menjadi bos yang tegas dan terkadang mengerikan bagi karyawannya, yang siap memangsa mereka bila melakukan kesalahan di dalam perusahaannya.


Keluar dari liff. Dave dan Kayla sudah di sambut oleh Kris.


"Selamat pagi tuan muda dan nona muda"


Ucap Kris sambil menundukan kepalanya yang di balas anggukan kepala oleh Dave sementara Kayla hanya tersenyum ke arah Kris.


Didalam ruangan Dave, Kayla kembali merasakan pusing di kepalanya. Terlebih melihat sofa yang yang tidak jauh dari ia berdiri. Seperti sebuah kaset kusut Kayla masih susah untuk mengingatnya dengan jelas.


"Duduk lah dulu di sofa itu"


Ucap Dave lembut.


Dengan perlahan Kayla berjalan menuju sofa tersebut.


Kayla menelisik seluruh ruangan kerja Dave.


Dave tersenyum menatap Kayla. Dan mulai memeriksa tumpukan berkas di atas mejanya.


Kayla menatap Dave dari kejauhan. Menatap wajahnya yang tampan dan turun ke dada bidang Dave lalu ke otot tangan Dave.


'Astaga apa yang gue pikirin'


Kayla menggeleng-gelengkan kepalanya dan segera mengambil ponsel barunya dari dalam tas.


Semua hal itu tidak luput dari pantauan Dave. Dave hanya tersenyum tipis dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Kayla tengah sibuk bermain game online. Hingga dua jam berselang Kayla pun mulai merasa jenuh.


Tok tok..


Cklaak..


Asisten Kris masuk ke dalam ruangan


"Tuan tamu dari Perusahaan X sudah datang"


"Baiklah tunggu sebentar"


Ucap Dave yang di balas anggukan oleh Kris dan langsung keluar ruangan.


"Kay, saya ada meeting sebentar kamu mau ikut menemani?"


Ucap Dave lembut menghampiri Kayla.


"Hmm.. Enggak, aku masih pusing bila mendengar obrolan tentang bisnis terus"


"Yasudah kamu tunggu disini saja ya. Bila ingin tidur masuk saja keruangan itu. Saya tidak akan lama"


Ucap Dave kemudian mengusap kepala Kayla lembut dan beranjak keluar ruangan.


Sepuluh menit menunggu Kayla benar-benar sudah jenuh di tambah ponselnya yang mati karena kehabisan baterai.


Kayla mulai beranjak dan berjalan di dekat jendela kaca yang menampakan pemandangan kota dari atas.


Kayla melihat ada penjual batagor tidak jauh dari taman. Melihat seorang pembeli yang makan dengan lahapnya membuat Kayla ingin mencoba juga batagor tersebut. Ia melirik jam di pergelangan tangannya.


"Sepertinya Dave masih lama. Tidak masalah jika aku keluar sebentar"


Dengan segera Kayla keluar dari ruangan.


Kayla juga tidak melihat ada Kris di ruangannya sehingga Kayla dengan santainya keluar dari perusahaan.


Kayla mulai berjalan menyusuri trotoar menikmati hiruk pikuk keramaian dengan para pejalan kaki lainnya. Merasakan sengatan matahari di kulit putihnya. Entah mengapa ia merasa senang. Kayla sesekali merentangkan tangannya sambil berlarian kecil. Melompat seperti anak-anak tak jarang membuat orang yang melihatnya menyunggingkan senyum.


Dave yang baru selesai menjalankan meetingnya langsung kembali keruangannya.


Deg.


Dave tidak melihat Kayla di dalam ruangan. Dave berpikir mungkin Kayla tidur di kamar khususnya. Dave pun berjalan menuju ruangan pribadinya dan membuka pintu itu perlahan takut membangunkan Kayla.


Cklaak..


Deg.


Jantung Dave mulai berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.


Dave mencari Kayla di kamar mandi namun tidak menemukannya.


"Kaylaaaaaaaa"


Teriak Dave kuat.


Hingga Kris yang berada di luar pun dapat mendengar teriakan tuannya dan segera masuk untuk melihat apa yang terjadi.


"Kayla hilang. Cepat cari dimana Kayla!"


"Baik tuan"


Dengan segera asisten Kris memeriksa Cctv. Dan benar saja Kayla keluar dari gedung perusahaan. Hingga tidak terpantau lagi dari Cctv.


Kris segera menghubungi anak buahnya guna mencari Kayla saat ini.


"Tuan dari pantauan Cctv nona Kayla keluar dari gedung perusahaan. Tapi anak buah saya sekarang tengah mencari keberadaan nona Kayla di luar"


Ucap asisten Kris memberi laporan.


Dave hanya diam saja mendengar laporan Kris dan masih mencoba menghubungi ponsel Kayla namun nomornya tidak aktif.


Sementara gadis cantik itu tengah lahapnya menyantap semangkok batagor dengan siraman kuah kacang di tambah sedikit kecap dan saos membuat rasa nikmat itu semakin bertambah.


"Mang es jeruknya satu"


Ucap Kayla di sela-sela makannya.


"Iya Neng"


Ucap Mamang batagor tersebut.


Mendengar kata 'Neng' membuat Kayla teringat dengan Ambu dan Abah di kampung.


"Aah sedang apa mereka ya.. Kapan-kapan aku harus kesana mengunjungi mereka"


Ucap Kayla kembali menyuapi mulutnya.


"Ini Neng es jeruknya"


"Makasih Mang"


Kayla benar-benar menikmati makanannya.


Setelah selesai Kayla langsung membayar makanan tersebut dan mulai berjalan ke arah taman.


Kayla duduk di kursi taman sambil melihat ada beberapa anak-anak yang sedang bermain. Ada juga seorang balita yang sedang belajar berjalan di dampingi orang tuanya.


Seketika Kayla mengingat perkataan sang mami yang ingin memiliki cucu. Kepala Kayla mulai kembali pusing.


Tolong.. Toloongggh.. Tolong tas saya di jambreett...


Kayla mendengar suara teriakan seorang ibu-ibu yang tidak jauh darinya.


Dengan reflek Kayla mengejar jambret yang merupakn seorang pria berbadan besar dengan rambut kriting sebahu serta tato naga di tangan kanannya.


"Hey berhenti!"


Ucap Kayla


Namun pria tersebut hanya menoleh kebelakang dan terus berlari.


Kayla yang melihat pria bertato tersebut berlari ke arah jalan raya segera mengambil sebuah batu dan melemparnya.


Tuk.


Batu tepat sasaran mengenai tangan pria bertato tersebut sehingga tas terjatuh.


Pria bertato tersebut berhenti untuk kembali memungut tas. Namun dengan cepat Kayla menendang tangan si pria bertato sehingga gagal ia dapatkan.


Si pria kesal dan mulai mengeluarkan sebuah pisau lipat dari kantong celanannya.


"Cepat serahkan tas itu"


Ucap pria bertato sambil mengarahkan pisaunya ke depan Kayla.


Seketika mereka menjadi pusat perhatian masyarakat. Ada yang memberi semangat untuk Kayla dan ada juga yang merekamnya sehingga aksinya menjadi viral di sosial media.


"Ini bukan milikmu"


Ucap Kayla ketus.


"Brengsek kau bocah sialan"


Dengan cepat pria bertato mengarahkan pisau ke perut Kayla. Kayla segera menghidar. Membuat si pria semakin kesal dan kembali menyerang Kayla.


Reflek Kayla melemparkan tas tersebut ke wajah si pria bertato dan memberi pukulan pada tangannya hingga pisau terlepas. Dengan gerakan cepat Kayla mengunci pergerakan si pria bertato.


Para penonton yang awalnya takut mendekat namun sekarang mulai berani mendekati dan memberi pelajaran kepada si pria bertato hingga babak belur. Tidak lama kemudian datanglah polisi yang berpatroli. Dengan segera meringkus pria bertato yang selalu meresahkan masyarakat akibat ulahnya.


Asisten Kris yang mendapat laporan dari anak buahnya bahwa Kayla saat ini sedang viral di sosial media. Akibat aksinya menolong seorang wanita saat di jambret, dengan segera mendatangi tempat Kayla berada bersama Dave yang sudah sangat panik melihat aksi Kayla tadi.


Bagaikan dejavu kepala Kayla kembali pusing hingga ia mencengkram kuat kepalanya. Perlahan lahan pandangan Kayla mulai kabur.


Dave yang melihat Kayla sedang memegangi kepalanya seperti kesakitan langsung menangkap tubuh Kayla yang sudah tidak sadarkan diri.


Dave bersyukur datang di waktu yang tepat. Dengan segera membawa Kayla ke rumah sakit terdekat.