
Satu Minggu kemudian.
Hari ini Kayla akan bertemu dengan pemilik Perusahan XX guna membahas Produk baru rancangannya.
Sedikit khawatir jika mereka tidak ingin bekerja sama dengannya. Otomatis semua usaha Kayla akan sia-sia. Namun Kayla kembali meyakinkan diri akan kemampuannya selama ini.
Bermodal dari ilmu yang sudah di ajarkan oleh sang Papi dan keberanian serta keyakinannya Kayla melajukan kendaraannya menuju tempat yang telah disepakati sebelumnya.
Kayla menatap hotel yang berada di depan matanya. Yah, disinilah tempat pertemuan mereka. Kayla sedikit menghembuskan nafasnya dan segera keluar dari mobil dengan membawa berkas pengajuan kerja sama yang telah ia buat.
Setelah memasuki hotel Kayla langsung menuju restoran dan mereservasi tempat dimana sebelumnya telah ia pesan.
Kayla menatap jam di pergelangan tangannya. Sudah tiga puluh menit ia menunggu namun belum ada tanda-tanda kedatangan orang dari Perusahaan XX. Bahkan minumannya saja sudah habis setengah.
Sebenarnya Kayla paling anti yang namanya menunggu namun karena ini adalah hal yang sangat penting untuknya Kayla harus bersabar.
"Maaf saya terlambat"
Ucap seorang pria yang berdiri di depan Kayla dan menarik kursi kosong untuk segera ia duduki.
Kayla menatap sebal terhadap orang tersebut. Namun sepersekian detik mereka berdua saling tatap dan senyumpun terbit di wajah cantik Kayla.
"Iya tidak apa-apa Pak"
Ucap Kayla dengan tersenyum manis. Bagaimanapun ia harus bersikap baik terhadap calon klaiennya tersebut.
"Sorry , kamu Kayla kan?"
Ucap pria tersebut menatap wajah Kayla.
"Iya, apa Bapak mengenal saya sebelumnya?"
"Gue Leon Kay, masih ingat gak loe?"
"Oowhh,, Iya ingat, loe yang buat gue jatuh kan?"
"Hahah iya iya,, Bagian yang jatuh loe ingat yaa"
"Ya jelas dong. Itu pertama kalinya gue jatuh"
Ucap Kayla menatap kesal Leon.
"Kan gue uda minta maaf kemaren"
Ucap Leon sambil terkekeh.
"Hmm.. Iya deh. Jadi loe perwakilan Perusahaan XX?"
"Iya, itu Perusahaan bokap gue sih. Gue cuma nerusin aja"
Ucap Leon dengan senyum manisnya.
"Hmm... Jadi gimana ne mau formal atau gini aja ngomongnya?"
Ucap Kayla menatap Leon dengan menaik-turunkan alis matanya.
"Haha,, Santai aja sama gue. Lagian kan kita teman"
Ucap Leon dengan senyuman yang tidak luntur menatap Kayla.
Leon memperhatikan Kayla yang berbeda dengan malam itu.
Kayla terlihat sangat cantik dengan pakaian formal seperti ini. Terlihat lebih dewasa di tambah make up yang tidak terlalu berlebihan benar-benar sempurnya.
"Khmm.. Loe dengar gak gue ngomong?"
"Eh iya sorry loe ngomong apa?"
Ucap Leon dengan segera menyadarkan kembali dirinya.
"Ini proposal kerjasamanya. Silahkan di lihat dulu"
Ucap Kayla merasa sedikit canggung di perhatikan dengan cara yang berbeda seperti itu. Namun Kayla harus tetap profesional dengan pekerjaannya.
"Oiya, biar gue baca dulu"
Ucap Leon menerima uluran map dari tangan Kayla dan segera membukanya.
Kayla memperhatikan wajah Leon yang sedang fokus memeriksa proposalnya. Dengan berharap Leon menyetujuinya dan mau bekerja sama dengannya.
Leon menutup berkas tersebut dan menatap Kayla dengan pandangan yang sulit Kayla mengerti.
"Gue mau nanya sama loe. Apa ini ide loe membuat produk kesehatan?"
Ucap Leon menatap datar wajah Kayla.
"Iya. Bagaimana menerut loe? Perusahaan loe bersedia gak kerja sama dengan gue?"
Ucap Kayla dengan sedikit meragu karena melihat perubahan wajah Leon yang sepertinya tidak tertarik.
"Hmmm... Gimana ya Kay ngomongnya"
Ucap Leon dengan wajah yang semakin sulit Kayla tebak.
"Ngomong aja sih. Kalo emang Perusahaan loe gak bersedia ya gue bakal mengubur impian gue ini"
Ucap Kayla dengan suara yang terdengar sedih.
"Hahaha kok loe jadi sedih. Sebenarnya gue mau bilang kalo ide loe untuk membuat produk kesehatan seperti ini sangat cemerlang. Di tambah desain gambar yang loe buat sangat bagus. Gue yakin ntar produk kesehatan ini akan laris di pasaran"
Ucap Leon dengan senyum manisnya menatap wajah Kayla yang berubah menjadi lebih cerah.
"Jadi gimana? Perusahaan loe mau kerja sama dengan gue?"
"Tentu dong. Tapi Kay ada sedikit yang perlu kita bahas ulang lagi dengan para Ahli Kesehatan. Karena produk ini menggunakan batu magnetik alam dengan mengumpulkan ion-ion positif mineral bumi, jadi akan memerlukan sedikit waktu"
"Owh begitu"
"Iya Kay, ntar gue akan menghubungi loe untuk pertemuan dengan para Ahli Kesehatannya. Eh, tapi loe aja kemaren gak ngasih gue nomor ponsel loe"
Ucap Leon menatap wajah Kayla dengan senyum mengejek.
"Hahah,, Iyaa deh sorry. Ne kartu nama gue"
Ucap Kayla mengeluarkan sebuah kartu dan menyodorkannya ke depan Leon.
"Kayla Ghanesa Luis"
Ucap Leon membaca nama lengkap Kayla.
"Eh, by the way dari tadi kita belum pesan makanan ya"
Lanjut Leon dengan terkekeh menatap Kayla.
"Eh iya,, Yaudah bentar gue panggil pelayan"
"Eiits santaaaiii,,, Biar gue aja"
Ucap Leon dengan segera memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka berdua.
Tidak terlalu lama menunggu pesanan mereka pun tiba.
"Loe mesan makanan buat orang sekampung? Banyak banget"
Ucap Kayla menatap hidangan yang memenuhi meja mereka.
"Hehe bisa aja loe. Gue pesan banyak biar loe bebas mau pilih yang mana aja"
Ucap Leon tersenyum manis menatap Kayla.
"Hmm.. Yadeh, terserah loe aja"
Dengan segera Kayla dan Leon menyantap hidangan yang telah memenuhi meja tersebut.
"Khmm... Kay?"
"Iya?"
"Kapan ne kita maen lagi? Motor gue uda sehat ne"
Ucap Leon dengan terkekeh menatap Kayla.
"Males gue maen sama loe"
Ucap Kayla cuek tetap memakan makanannya.
"Ehh kenapa?"
Ucap Leon bingung.
"Ntar loe senggol lagi. Males gue"
Ucap Kayla dengan mencibirkan mulutnya mengejek Leon.
"Ya ampuun Kaaayyy. Itu kan gue gak sengaja lagian loe liat sendiri jalannya yang licin"
Ucap Leon tidak terima di salahkan.
"Iya tapi loe yang gak hati-hati jadi ngimbas juga ke gue. Asal loe tau aja gue kena marah ama bokap gue karena ketahuan jatuh"
Ucap Kayla kesal menatap Leon.
"Iya deh sorry sorry. Gue emang salah. Ikhlas gak maafin gue?"
"Enggak!"
"Iiikhh emang ya loe,,, Jadi gue harus apa biar loe mau maafin gue dan mau maen ama gue lagi?"
Ucap Leon menghentikan makannya dan menatap wajah Kayla.
"Hhmmm... Entar deh gue kasih tau loe gimana caranya. Lagian sekarang gue lagi males maen"
"Okeh gue akan selalu menunggu. Heheh"
Ucap Leon dengan senyum di wajahnya.
Kayla dan Leon kembali melanjutkan makannya hingga tanpa mereka sadari hidangan yang memenuhi meja hampir habis di lahap mereka Berdua.
"Gue kenyang banget ngabisin makanan untuk sekampung"
Ucap Kayla tak percaya menatap piring-piring kosong di depannya.
"Sama gue juga"
Balas Leon dengan terkekeh menatap Kayla.
"Yaudah gue mau balek ke Kantor lagi. Terimakasih ya, gue tunggu kabar dari loe"
Ucap Kayla dengan mengulurkan tanggannya.
"Okeh, secepatnya gue akan menghungi loe"
Balas Leon tersenyum manis membalas uluran tangan Kayla.
Kayla dan Leon pun berpisah di parkiran hotel dan beranjak menuju kembali ke Perusahaan mereka masing-masing.