
Setibanya di apartemen.
"Tolong bantu saya membukakan pintu"
Ucap Dave yang kesusahan karena tangannya penuh memegangi kantong belanjaan mereka.
"Berapa paswordnya?" Ucap Kayla.
"101010"
Klik..
Suara pintu yang berhasil Kayla buka.
Kayla memperhatikan sekeliling apartemen yang akan mereka tempati.
Luas, nyaman dan sangat estetik dengan nuansa putih gading. Beberapa perabotan terlihat baru. Mungkin Dave sengaja mempersiapkannya sebelum mereka pindah.
"Mengapa hanya berdiri disitu? Kemarilah bantu saya menyusun semua ini"
Ucap Dave menunjuk barang belanjaan mereka.
Yah. Sebelum sampai ke apartemen mereka sempat berbelanja keperluan dapur mengingat mereka yang akan tinggal disana.
Setelah selesai menyusun barang belanjaannya. Dave mengajak Kayla berkeliling apartemennya. Hingga tibalah mereka di depan pintu kamar utama.
"Apa kita harus tidur sekamar?
Tanya Kayla saat mereka telah masuk ke dalam kamar bernuansa abu-abu tersebut.
Dave menatap tak suka dengan pertanyaan Kayla barusan.
"Tentu saja kita akan sekamar. Kita sudah sah menjadi suami istri" Ucap Dave menatap Kayla.
Iya tau kita uda nikah. Tapi kita kan gak saling cinta. Bagaimana bisa akan tidur sekamar hhuh.
"Saya lapar"
Ucapan Dave bagai angin lalu bagi Kayla. Tidak di hiraukan sama sekali.
"Saya lapar. Tolong masakin sesuatu yang kamu bisa" Ucap Dave lagi menatap Kayla.
"Baiklah" Jawab Kayla malas.
Akan aku kerjain dia haha.
Ucap Kayla sambil tersenyum devil.
Dave tengah duduk santai sambil memainkan laptopnya.
Aroma masakan Kayla yang wangi mulai memasuki penciumannya sehingga membuat perutnya bergejolak untuk segera di isi.
Dave tersenyum membayangkan ia yang akan sebentar lagi makan masakan istrinya.
"Sudah selesai"
Teriak Kayla dari arah dapur.
Dave langsung menutup laptopnya dan segera menuju meja makan.
Telah tersaji sepiring nasi goreng dan segelas air dengan tampilan yang sangat menggoda. Dari aromanya saja sudah bisa menggelitik lidah Dave sehingga ia tak sabar untuk segera mencicipinya.
Kayla tersenyum lebar saat Dave akan menyuapi mulutnya.
"Kamu tidak makan?"
Ucap Dave menghentikan suapannya.
"Aku belum lapar. Nanti aku akan makan jika sudah lapar" Jawab Kayla dengan tersenyum.
Dave hanya mengangguk menanggapi ucapan Kayla. Dengan segera Dave menyuapi mulutnya.
Saat suapan pertama berhasil masuk ke dalam mulut. Seketika Dave melotot dan berlari menuju wastafel memuntahkan isi mulutnya.
Kayla sangat senang melihat rencananya berhasil.
"Kamu ingin membunuhku?"
Ucap Dave emosi setelah meminum segelas air.
"Apa maksud kamu suamiku? Mana mungkin aku berani membunuhmu"
Ucap Kayla dengan raut wajah sedih penuh kepalsuan.
"Lantas mengapa masakanmu rasanya sangat aneh?"
Ucap Dave dengan wajah memerah menahan rasa yang sulit di ungkapkannya.
"Maafkan aku. Mungkin karena aku tidak bisa memasak"
Ucap Kayla tertunduk dengan menahan senyum mengejeknya.
Dave menatap curiga terhadap Kayla.
Bagaimana mungkin dia tidak bisa memasak, namun tampilan masakannya sangat menggugah selera. Apa dia sengaja mengerjaiku. Dasar gadis nakal. Awas kamu ya.
Dave berjalan mendekati Kayla dengan tatapan yang siap memangsa siapa saja yang ada di hadapannya.
Kayla yang merasa di tatap seperti itu menjadi merinding.
Mampus gue. Apa dia tau kalo gue ngerjain dia. Apa dia mau bunuh gue. Aaaahhh mammiiiii tolong Kaaayy...
Kayla semakin mundur perlahan hingga menyentuh dinding di belakangnya.
Kayla yang sudah pernah di posisi seperti ini menjadi was-was bagaimana jika Dave mencuri ciumannya kembali.
Segera Kayla menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Iya tidak mau kecolongan kembali.
Dave yang melihat Kayla menutup mulutnya semakin tersenyum devil ke arah Kayla.
Semakin dekat hingga dada dave mendorong tubuh Kayla hingga ke dinding.
Kayla yang semakin takut memperkuat tangannya sambil melotot menggeleng-gelengkan kepala.
Pletak.
"Aww sakit tau!"
Reflek Kayla mengelus jidatnya yang baru saja di jentik oleh Dave.
Ucap Dave dengan senyum mengejeknya ke arah Kayla.
Yang di balas dengan bibir manyun menggoda namun menggemaskan menurut Dave.
"Bersiaplah kita akan makan di luar"
Ucap Dave kemudian berlalu dengan senyum lebar karena telah berhasil mengerjai kembali gadis nakalnya.
*****
Kayla yang sudah merasa lapar segera menyantap makanannya yang tersaji di depan mereka.
"Pelan-pelanlah aku tidak akan merebutnya darimu"
Ucap Dave melihat cara makan Kayla yang sangat terburu-buru. Namun Kayla tidak menghiraukan perkataan Dave masih sibuk menyantap makananya.
Uhuk.. Uhukk..
Melihat Kayla yang tersedak reflek Dave menyodorkan segelas air yang langsung di sambut Kayla.
"Terimakasih"
"hmm,,
Perlahan tangan Dave mengusap sudut bibir Kayla yang sedikit belepotan.
Deg.
Mendapat perlakuan manis tersebut jantung Kayla tiba-tiba berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.
"Ada saus"
Ucap Dave tersenyum sambil menunjukan jarinya.
Dengan reflek Kayla mengusap bibirnya yang baru saja di sentuh oleh Dave.
Entah perasaan apa yang sedang ia rasakan saat ini. Dia merasa senang saat Dave memperhatikan hal-hal kecil darinya.
Kayla melanjutkan kembali makannya yang sempat terhenti.
"ingin jalan-jalan?" Ucap Dave menatap Kayla.
Kayla tersenyum senang dan mengangguk menanggapi pertannyaan Dave.
Dave yang dewasa sangat pandai mencuri perhatian Kayla. Mereka terus bercerita. Dengan sesekali Dave memperagakan hal lucu yang dapat membuat Kayla tertawa lepas.
Kayla menatap Dave saat bercerita.
Dia tidak menyangka presdir tempatnya magang sekarang telah menjadi suaminya.
Presdir yang terkenal sangat tegas, cuek dan bahkan pelit senyum namun berbeda saat mereka hanya berdua. Dave seperti memiliki kepribadian yang berbeda.
Terlihat sangat melindungi, penyayang, perhatian dan sangat lucu. Entah perasaan apa yang mulai tumbuh di hati Kayla namun ia mulai merasa nyaman berada di dekat Dave.
Tak terasa hari sudah mulai gelap. Mereka mampir ke sebuah cafe yang sedang ramai oleh pengunjung.
Suasana cafe yang nyaman dengan gaya anak muda kekinian. Terdapat life music menambah nilai plus cafe tersebut.
Sekarang mereka sudah seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan.
Tanpa mereka sadari seorang pria telah mengikuti mereka dan memfoto mereka berdua.
"Saya mendapatkannya bos"
Ucap pria tersebut setelah mematikan telponnya.
"Apa kamu ingin membeli sesuatu?"
Ucap Dave saat mereka telah keluar dari cafe. Saat ini mereka tengah berjalan kaki menikmati suasana malam hari.
"Aku ingin mencoba itu"
Tunjuk Kayla ke arah gerobak dengan tulisan Gula Kapas.
"Itu tidak sehat" Ucap Dave cepat.
"Tapi aku ingin mencoba. Sepertinya itu enak" Ucap Kayla dengan pandangan memohon.
"Baiklah tunggu di sini"
Yang di balas anggukan oleh Kayla. Kayla berjalan menuju kursi taman yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Dapat Kayla lihat dari kejauhan Dave yang sesekali menoleh kepadanya memastikan bahwa Kayla tidak akan kabur darinya.
"Ini, makanlah"
Ucap Dave sambil menyodorkan setangkai gula kapas berwarna merah muda berbentuk hati.
"Terimakasih"
Ucap Kayla senang. Segera mencomot gula kapasnya.
"Emmm enak. Manis. Kamu mau?"
Menyodorkan gula kapas yang telah di cubit kecilnnya.
Dave diam memandangi tangan Kayla yang mengarah ke mulutnya.
Dengan perlahan Dave membuka mulutnya sehingga Kayla dengan mudah menyuapi Dave.
"Gimana? Enak kan?"
Menatap Dave dengan tatapan berbinar. Yang di balas anggukan oleh Dave.
"Mau lagi? ini aaa"
Tawar Kayla yang akan menyuapi Dave kembali.
"Sudah. Untuk kamu saja" Jawab Dave pelan.
"oowhh ya sudah" Ucap Kayla kembali memasukan gula kapasnya ke dalam mulut.
Dave ikut tersenyum melihat wajah Kayla yang lucu seperti anak kecil menurutnya.
Kayla sangat senang karena ini pertama kalinya dia memakan gula kapas. Dari kecil dia ingin mencoba tapi selalu di larang oleh sang mami dengan alasan tidak sehat dan bisa membuat sakit gigi.
Senang ya Kay abis makan gula kapas 😂