
Disinilah kayla sekarang, di sebuah restoran seafood terkenal. Makan siang yang bisa untuk sebulan bagi anak kos namun hanya untuk sekali makan bagi mereka yang kaum Sultan. Makan bersama mami tercintanya.
"Tumben mami ngajak Kay makan diluar berdua. Ada apa?" Ucap Kayla setelah duduk di depan sang mami.
"Masa iya maminya mau makan berdua sama anaknya mesti ada alasan sih" Celoteh mami.
"Yakan biasanya mami sibuk sama papi terus" Ucap Kayla sambil menyantap makanannya.
"Papi lagi meeting Kay. Kepala mami suka pusing kalo nungguinnya, lagian..."
"Ehh.. Sarah ya?"
Ucap seorang ibu-ibu memotong ucapan mami.
Sontak Kayla dan mami melihat ke arah ibu tersebut. Dapat Kayla lihat meskipun dengan dandanan yang natural namun ibu-ibu tersebut sangat cantik dan berkarisma, semua barang yang melekat di tubuhnya adalah barang brended menandakan ibu tersebut bukanlah orang biasa.
"Iya,, kamuuu..."
Mami sempat berpikir sejenak mengingat-ingat siapa ibu tersebut
"Kamu Marta kan?" Ucap mami menunjuk ibu tersebut.
"Iya ini aku Sar"
Ucap ibu tersebut sambil berpelukan dengan mami.
"Aduuhh udah lama banget kita gak ada ketemu ya" Ucap mami sambil berpelukan.
"Iya Sar, kamu tetap awat muda ya ga berubah sama sekali" Ucap ibu tersebut sengan senyum merekahnya.
"Aahh kamu bisa ajah hihi,,. Kamu tuh yang ga ada berubah malahan semakin cantik loh heheh" Jawab mami dengan sedikit menutup mulutnya lalu tersenyum lagi.
"Dah,, dahh kan,, mulai ne mami, kalo dah jumpa gengnya lupa ada anaknya disini,, kabur aja kali ya"
Pikir Kayla yang di cuekin oleh mami karena asyik bercerita dengan ibu tersebut.
"Oiyah ini siapa? Cantik sekali. Anak kamu ya Sar?" Ucap ibu tersebut
"Yaaahhh... Gagal kabur dehh" Ucap Kayla.
"Owalahh iya aku sampe lupa. Heheh.. Iya kenalin ini anak aku namanya Kayla" Ucap mami menoleh ke arah Kayla.
"Kay kenalin ini Marta sahabat mami waktu sekolahan dulu" Ucap mami lagi.
"Kayla tante"
Ucap Kayla sambil mencium tangan ibu tersebut dan di balas pelukan hangat oleh ibu tersebut.
Kayla melirik jam di pergelangan tangannya. Sebentar lagi waktu istirahanya akan habis kayla langsung pamit meninggalkan mami dan sahabat lamanya tersebut.
*****
"Saya terima nikah dan kawinnya Kayla Ghanesa Luish binti Chandra Ghanesa Luish dengan mas kawinnya satu set berlian dan saham 20 persen dibayar tunai"
Ucap sang mempelai pria dengan jelas dan tegas.
Sah,, sahh,, sah,, ucap para saksi.
Alhamdulillah,,
Seketika air mata Kayla terjatuh. Bukan pernikahan seperti ini yang iya inginkan.
Flashback on..
Setelah Kayla meinggalkan restoran. Pada pertemuan berikutnya mami Sarah dan sahabatnya Martha semakin sering bertemu.
Marta yang merasa bahwa putranya yang sudah memasuki kepala tiga tidak kunjung juga memiliki pendamping hidup padahal ia dan suaminya sudah ingin sekali menimang cucu.
Entah apa yang di tunggu dan di cari oleh putranya tersebut, menginggat dengan fisik yang sempurna dan finansial yang melimpah pastilah banyak perempuan yang ingin menjadi kekasinya. Namun selalu di tolaknya.
Mengingat Kayla adalah anak yang cantik dan sopan serta yang paling terpenting adalah anak sahabatnya semasa sekolah sehingga mama Marta membujuk mami Sarah untuk menjodohkan anak-anak mereka.
Awalnya Kayla menolak keras perjodohan ini.
Ia berniat kabur dari rumah.
Namun belum sempat kabur sang mami tiba-tiba pingsan dan di larikan kerumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan dokter ternyata mami Sarah menderita kanker otak stadium tiga. Papi dan Kayla sangat terpukul mengetahui berita ini.
Dengan alasan hidup mami yang tidak lama lagi akhirnya Kayla pun menyetujui keinginan sang mami untuk menikah dengan anak sahabatnya tersebut.
Flashback off
Seketika Laura memeluk Kayla erat dan ikut menangis melihat sahabatnya yang sudah sah menjadi istri orang tersebut.
"Selamat ya Kay. Loe pasti bisa loe pasti kuat" Ucap Laura menyemangati Kayla yang hanya di balas anggukan olehnya.
Seorang wanita datang memberi tahu agar Kayla segera keluar untuk bertemu dengan mempelai pria yang sudah sah menjadi suaminya.
Perlahan Kayla mulai berjalan di bimbing oleh Laura ke arah di mana mempelai pria yang sudah menunggunya.
Kayla terus berjalan dengan menundukan kepalanya. Sambil meremas jari jemarinya.
"Kay,, Kayy,,, lihat siapa suami loe"
Ucap Laura berbisik sambil berjalan.
"Apaan sih Lau, jelek banget ya lakik gue,? aduh apa gue kabur aja ya?!"
"Jangan gila loe. Emang loe ga tau siapa calon suami loe?!" Ucap Laura ketus.
"Gak. Gue udah kesal luan jadi gak mau tau siapa calon lakik gue" Jawab Kayla pelan.
"Oke fix, Selamat kay. Uda sampe neh gue tinggal ya" Bisik Laura.
"Jangan tinggalin gue Lau" Ucap Kayla mencoba menahan Laura.
Namun Laura tetap meninggalkan Kayla di depan suaminya.
Yakalik Laura tetap diri disitu ya ganggu lah Kayla Kayla.
"Kok nunduk terus sih sayang. Angkat kepalanya dong. Coba lihat suami kamu sekarang" Ucap mami di dekat Kayla.
Dengan perlahan Kayla mengangkat kepalanya.
Sontak Kayla melotot melihat siapa pria yang berdiri di hadapannya yang sudah resmi menjadi suaminya.
"Ppee ppe ppreessdiiirr"
Ucap Kayla yang dibalas senyuman manis oleh Dave.
"Kok bisa bapak disini?"
Pertanyaan ambigu Kayla yang mengundang tawa mami yang mendengar pertayaan Kayla.
"Heheh kamu ada-ada saja sayang. Sekarang nak Dave sudah resmi menjadi suami kamu sayang" Ucap mami lembut dengan senyum merekahnya.
kayla pov
Apa-apaan semua ini, mengapa dia yang harus menjadi suami ku. Aku tidak mencintainya. Tapi mengapa dia mau menikah denganku.
Kayla terus sibuk dengan pikirannya sendiri dan menoleh ke semua orang ia bingung apa yang harus ia lakukan.
Aku menoleh ke arah papi. Dapat ku lihat raut wajah sedih di wajah papi
Dengan reflek aku memeluk papi menghirup aroma menenangkan dari papi.
"Selamat sayang, semoga kamu selalu bahagia nak. Maafkan papi yang belum bisa menjadi papi yang baik buat Kay selama ini"
Ucap papi dalam memelukku.
"Tidak pi, papi selalu yang terbaik buat Kay" ucapku sambil mencoba menenangkan hati dan pikirannku. Menahan egoku yang ingin teriak sekuat-kuatnya.
"Ayo nak kembali ke samping suami kamu" Ucap papi sambil membimbingku untuk kembali duduk di samping suamiku.
*****
Penghulu mengarahkan Kayla untuk mencium tangan Dave yang kini sudah sah menjadi suaminya. Dan dilanjutkan dengan Dave yang mencium kening Kayla.
Para tamu undangan satu persatu mulai menyalami mereka.
"Selamat ya tuan dan nyonya" Ucap asisten Kris
"Terima kasih" Jawab Dave sedangkan Kayla hanya tersenyum masam saja.
"Selamat ya bos"
"Selamat Kayla"
"Selamat tuan Dave"
"Selamay Kay"
Seperti itu lah rata-rata ucapan para tamu yang datang
"Aduuhhh ciinnn hati eikeh,, aww, aww,, retakkk aahhh duuhh duuaahh,, sedih banget gue pangeran gue nikah"
Ucap Agus si penggemar setia dengan reflek memeluk teman di sampingnya menumpahkan semua kekecewaan hatinya.
"Aduh pegel banget kaki gue. Masih lama gak ne"
Ucap Kayla yang menghentakkan kakinya karena sudah lelah berdiri sedari tadi namun tamu undangan tak kunjung habis-habis.
"Kamu istirahat saja dulu kebelakang" Ucap Dave pelan.
"Tuan tidak apa-apa saya tinggal sendiri?" Ucap Kayla memastikan.
Dave hanya mengangguk.
Kayla pun berjalan meninggalkan Dave sendirian.
"Kay"
Reflek Kayla menoleh ke asal suara.
"Selamat ya Kay. Semoga kamu bahagia"
Ucap Niko dengan tatapan memelas.
"Thanks ya Nik" Jawab Kayla seadanya.
"Gue ke belakang dulu ya Nik"
Ucap Kayla meninggalkan Niko yang masih berdiri setia memandanginya.
"Selamat ya Kayla dan Dave"