Oh Kayla

Oh Kayla
Happy Shoping



Pagi ini Kayla bangun kesiangan. Saat ia membuka mata sudah tidak melihat Dave di sampingnya. Ia mengapai ponselnya yang terletak di samping bantal.


Melihat banyak notifikasi dari grub di ponsel yang bertanda apel di gigit tersebut. Mengecek satu persatu dan membalas beberapa chat dari Laura.


Kayla segera membersihkan diri dan keluar dari kamar.


Dari arah dapur Kayla seperti mendengar suara wajan yang beradu dengan spatula.


Lantas mempercepat langkahnya menuju dapur. Dan benar saja ia melihat Dave sedang sibuk menata makananya di atas piring.


Mendengar suara langkah kaki, Dave menoleh dan tersenyum ke arah Kayla.


"Morning. Baru bangun ya"


"Sorry gue kesiangan"


Dengan suara yang tertahan. Kayla tersenyum malu.


"Tidak apa. Kamu pasti lelah karena berjalan semalam. Kemarilah sarapan bersama"


Dave manarik kursi di depannya mempersilahkan Kayla duduk.


Perlahan Kayla mecicipi masakan Dave.


"Enak. Aku baru tau kalo kamu bisa masak"


"Berada lama sendiri di luar negeri membuatku harus mandiri"


Kayla hanya mengangguk menanggapi ucapan Dave.


Ting,, ting,,


Bunyi ponsel Kayla menandakan ada sebuah pesan masuk. Dengan segera Kayla memeriksa pesan tersebut.


"Siapa?"


Dave yang mulai terusik melihat Kayla yang lebih sibuk dengan ponselnya.


"Ini dosen pembimbing buat nyelesaiin skripsi"


"Owhh"


"Nanti aku ke kampus ya"


Ucap Kayla menatap Dave.


"Hmm.. Perlu saya antar?" Ucap Dave menatap Kayla.


"Gak usah. Aku bisa sendiri" Jawab Kayla cepat.


"Baiklah. Ini gunakanlah untuk uang jajan dan membeli barang keperluanmu"


Dave mengulurkan sebuah kartu di hadapan Kayla.


"Tidak perlu. Aku masih ada uang. Lagian uang dari papi dan mami masuk terus ke dalam rekeningku"


Ucap Kayla melanjutkan makannya.


Dave menatap tidak suka dengan perkataan Kayla barusan.


"Kamu sekarang adalah istriku. Kamu adalah tanggung jawabku. Dan kamu berhak menerima nafka lahir dan batin dariku serta sebaliknya. Jadi mulai sekarang gunakanlah kartu ini. Jangan menggunakan uang dari orang tuamu"


Ucap Dave panjang lebar menatap mata Kayla.


"Baiklah. Jangan salahkan aku jika uangmu habis"


Ucap Kayla menantang Dave.


"Habiskanlah jika kamu sanggup. Tapi ingat, semua yang kamu gunakan akan ada pertanggung jawabannya" Ucap Dave menatap mana Kayla


"Okeh" Ucap Kayla menerima kartu tersebut.


*****


Dave yang tengah sibuk memeriksa dokumennya di kejutkan dengan kedatangan tamu yang tidak di undang.


"Woi parah lu ya. Nikah gak undang-undang gue"


Ucap seorang pria dengan balutan kemeja biru muda yang menyelonong masuk ke dalam ruangan Dave.


Dave tidak mengubris pertanyaan pria tersebut. Dia adalah Bastian salah satu sahabat Dave. Selama ini Bastian berada di Italia. Mendengar pernikahan Dave yang telah di laksanakan membuat Bastian merasa sangat tersinggung karena merasa di lupakan.


"Wooiii batu. Gue ngomong sama loe"


Dengan menaikan volume suaranya namun orang yang di tanya hanya melirik saja.


"Sejak kapan loe balik ke tanah air?"


Tanya Dave yang masih setia dengan dokumen di tangannya.


"Semalam. Sekarang loe jawab pertanyaan gue. Loe buntingin tu anak sampai lu nikah dadakan?" Ucap Bastian menaik-turunkan alis matanya menatap Dave.


Sontak pertanyaan Bastian membuat Dave menatap tajam ke arahnya.


"Jaga ucapan loe"


"Terus, kenapa loe nikahnya dadakan? Dimana bini loe? Gue mau liat orangnya!"


Ucap Bastian sedikit memaksa.


"Panjang ceritanya"


Ucap Dave yang malas melayani pertanyaan Bastian. Karena Dave sudah sangat hapal dengan sifat sahabatnya yang tidak akan berhenti bicara sebelum semua tanda tanya di hatinya tersampaikan.


Dave melirik jam di pergelangan tangannya. Sebentar lagi jam makan siang. Tapi sampai sekarang belum ada kabar dari istrinya.


"Halo. Kamu lagi dimana?


Ucap Dave setelah berhasil terhubung dengan Kayla.


📲 "Ini baru saja selesai bimbingan. Suamiku lagi apa?"


Mendengar ucapan Kayla barusan yang memanggilnya "Suamiku" terdengar manja sontak Dave tersenyum dan mengundang perhatian Bastian di depannya.


"Masih memeriksa dokumen"


📲 "Aku jalan ke mall dengan Laura ya"


"hmm.. Hati-hati di jalan"


Ucap Dave.


Tutt.


Kayla memutuskan panggilannya.


Tanya Laura yang baru saja keluar dari ruang bimbingan


"Heem kuy lah ngemoll kita" Ucap Kayla menarik tangan Laura.


Bastian mendekati meja Dave. melihat lebih dekat wajah Dave yang merona bahagia.


"Caelaaahh panganten baru. auranya beda yah"


Ejek Bastian melihat wajah Dave yang memerah.


"Sotoy loe. balek sana gue masih banyak kerjaan ne" Ucap Dave menatap Bastian.


"Memang ga ada akhlak loe ya! Teman baru datang bukannya di kasih minum malah di suruh balik"


Kesal Bastian melihat Dave yang kembali sibuk dengan dukumennya.


"Hmmm... besok gue teraktir loe. Sekarang gue beneran sibuk" Ucap Dave meyakinkan.


"Okeh. Besok gue tagih janji loe. Awas kalo loe bohong lagi"


Ucap Bastian beranjak dari kursinya.


Dan benar saja Kayla menggunakan kartu yang di berikan Dave padanya. Dari tadi sudah lima kali bunyi notifikasi dari kartu yang di gunakan Kayla masuk ke ponsel Dave.


Dave yang melihat itu menaikan sebelah alisnya dan tersenyum penuh arti.


*****


"Weeww gilak belanjaan kita hari ne"


Ucap Laura melirik beberapa papper bag di tangannya.


"Bener juga ya. Lagian lakik gue nyuruh habisin ne duit. Ya sekalian ajakan happy shoping babe hahaha"


Kayla tertawa senang melihat barang hasil buruannya.


"Laper ne. Yok lah cari makan sebelum cacing di perut gue demo" Ucap Laura menatap Kayla.


"lets go babe"


Dan disinilah Kayla dan Laura sekarang. Di sebuah restoran Jepang. Restoran dengan pilihan menu yang menggugah selera.


Tidak perlu menunggu lama pesanan kedua gadis cantik ini pun telah terhidang di atas meja. Dengan segera mereka melahapnya.


"Jadi sekarang loe tinggal dimana?"


Tanya Laura di sela-sela makannya


"Apartemen lakik gue"


"Owh. Gimana kay? Enak ga rasanya?"


Ucap Laura menaik turunkan alisnya sambil melirik Kayla penuh arti.


"Maksud loe?"


"Ya, gitu-gituanlah ogeb"


Kesal Laura sambil mengadu-ngadukan kedua jari telunjuknya.


Kayla yang mulai paham langsung melotot.


"Ga tau. Gue masih perawan bego"


"Apa? Jadi loe belum gitu-gituan?"


Seketika Laura menghentikan makannya. Menatap Kayla dengan wajah penuh tanya.


Kayla hanya menggelengkan kepala menanggapi pertanyaan Laura dan tetap asyik melanjutkan makannya.


"Sam apa kabar? Dah lama ga liat tuh bocah"


Ucap Kayla mengalihkan pembicaraan.


"Emm.. Semenjak magang kemaren dia mulai sibuk dengan perusahaan bokapnya"


Jawab Laura setelah menyedot minumannya.


Dave yang baru saja selesai melakukan pertemuan dengan relasinya melihat kedatangan Kayla dan Laura. Sehingga membuatnya membatalkan niat untuk kembali ke perusahaan.


Dave memperhatikan Kayla yang tengah asyik bercerita. kemudian Dave mengarahkan ponselnya kepada Kayla. yah dia mencuri foto Kayla saat sedang tertawa bersama Laura.


"Cantik"


Ucap Dave saat melihat foto hasil curiannya.


"Balek yok. Ntar lakik loe nyariin lagi"


Ucap Laura sambil tersenyum mengejek.


"Bentar lah. masih jam segini juga"


Ucap Kayla malas beranjak.


"udahh ayookk" Ucap Laura lagi menarik tangan Kayla.


"Ckk.. Gak asyik loe"


Kesal Kayla menghentakan kakinya menyusul Laura yang sudah berjalan di depan.


Sesampainya di apartemen Kayla melempar asal barang belanjaannya. Melepaskan sepatu dan meletakan sesuka hatinya saja.


Kayla langsung menuju kamar untuk membersihkan dirinya.


Berendam air hangat dengan aroma terapi adalah tujuannya yang utama untuk menyegarkan kembali tubuhnya.


Dave yang telah sampai di apartemen kaget melihat ruang tamunya seperti kapal pecah. Beberapa paper bag berserakan dengan sebagian isinya keluar. Sepatu yang di letak asal. Dan ada beberapa buku yang berantakan.


Sejenak Dave memijit pelipisnya yang sempat berdenyut. Dave terbiasa hidup bersih, rapi dan segalanya tertata dengan sempurna.


"Kaaay"


Tidak ada jawaban sama sekali.


Dave berjalan menuju kamar. Namun tidak menemukan Kayla.


Sayup-sayup Dave mendengar suara Kayla yang sedang bernyanyi di dalam kamar mandi.


Hampir satu jam menunggu akhirnya pintu itu terbuka. Kayla keluar menggunakan handuk yang meliliti tubuhnya dengan rambut yang masih basah.


Sangat menggoda sekali bagi Dave yang melihat itu. Saat Kayla berbalik badan.


Kyaaaaakkkk....