
Dave yang tidak tahan menunggu langsung menembak anak buah Robert sehingga terjadi peperangan senjata disana.
Dor dor dor..
Suara tembakan saling bersahutan hingga akhirnya Dave menembus masuk dan mencari Kayla.
Braakkk...
"Kaylaa... "
Teriakan Dave memanggil Kayla saat pintu gudang itu di tendang kuat oleh Dave hingga terlepas dari engselnya.
Kosong. Yah gudang itu sudah kosong karena Robert telah membawa paksa Kayla untuk berlari keluar dari pintu belakang gudang.
Dave masuk memeriksa gudang tersebut.
terlihat tali bekas lilitan Kayla tadi masih ada di dekat kursi.
"Kaylaa.. kamu dimana sayang?"
Dave kembali memanggil Kayla dan mencari ke seluruh gudang. Dave melihat ada pintu yang tidak tertutup rapat.
Dengan segera Dave berjalan ke arah pintu dan mengintip keluar.
Gelap. Tapi Dave sempat melihat pergerakan dari tumbuhan yang di kelilingi semak ilalang yang berada di ujung sana. Dave berlari menuju arah ujung itu hingga iya melihat seseorang menarik paksa Kayla.
"Kayla"
Teriak Dave. Hingga Kayla pun berhenti dan menoleh kebelakang.
"Hmmmm... hmmmmmm... "
Kayla terus bergumam yang tidak jelas di dengar.
"Hey berhenti! Lepaskan dia!"
Ucap Dave lantang.
"Hahahh enak sekali kau setelah apa yang kau lakukan kepada adikku"
Deg.
"Robert"
"Yah. Ternyata kau masih mengingatku hahaha"
"Lepaskan dia. Dia tidak ada hubungannya dengan masalah kita"
"Hahhha jelas ada dia adalah wanita mu. Dan dia harus mati. Kau harus merasakan apa yang aku rasakan. Kehilangan orang yang kau sayangi" Ucap Robert dengan lantang.
"Sudah ku katakan bahwa aku tidak membunuhnya"
Flash back on..
Robert adalah salah satu sahabat Dave. Hingga suatu hari Robert mengajak Dave untuk memulai bisnis gelap mereka. Menjual senjata ilegal.
Hingga hampir setahun bisnis mereka berjalan lancar. Dave yang sudah mulai lelah menjalani bisnis ini ingin mundur dari dunia gelap mereka dan kembali hidup normal. Namun Robert menahannya dengan berbagai alasan.
Malam itu di Robert sedang berada di sebuah bar, dengan seorang wanita cantik yang sedang duduk di sampingnya sambil bergelayut manja pada otot lengan Robert.
Robert sering berada disana pada malam hari. Menikmati musik dan minuman beralkohol. Tak jarang juga Robert tidur bersama para wanita penghangat ranjang tersebut. Baginya dunia malam adalah hidupnya.
Dave yang baru datang langsung ikut bergabung. Tidak lama seorang pelayan wanita yang menggunakan pakaian minim dan super ketat datang mengantarkan segelas minuman. Tanpa pikir panjang Dave langsung meminumnya.
Sesaat setelah itu pandangan Dave mulai kabur. Dan kepalanya terasa semakin berat hingga akhirnya Dave tidak sadarkan diri. Tanpa sepengetahuan Dave minumannya telah di beri obat tidur oleh Robert.
Robert menatap Dave dengan tatapan tajamnya.
"Hahahahah. Kamu tidak akan bisa mundur lagi Dave. Kamu akan merasakan akibat dari perbuatanmu dulu"
Ucap Robert tertawa senang penuh kebencian.
Dave mulai mengerjapkan matanya. Dia tersadar dengan segera memijit pelipis kepalanya yang masih terasa berat.
Sejenak dia berpikir dimana dia sekarang.
Dave memandang sekelilingnya. Berantakan. Dan ada beberapa jerigen minyak serta tali tambang.
Sayup-sayup Dave mendengar suara orang berbicara di luar. Dave mendekatkan telinganya ke arah pintu untuk mendengarkan lebih jelas.
Deg.
"Robert. Tidak mungkin melakukan ini"
Pikir Dave yang masih mencoba meyakinkan diri bahwa Robert adalah sahabatnya tidak mungkin akan menghianatinya.
"Kirim cepat senjata ini menggunakan sekoci dan masukan Dave kedalamnya. Polisi sudah mencium pergerakan kita.
"Tapi tuan. Bagaimana kalo tuan Dave tertangkap?"
"Biarkan dia tertangkap aku sudah muak bersikap baik kepadanya. Sudah lama aku ingin menghabisinya"
Braakk...
"Brengsek kau Robert"
Ucap Dave saat pintu itu di tendang kuat oleh Dave dan terlepas dari engselnya.
"Kau sudah mendengarnya? Baguslah aku sudah muak melihatmu?"
Ucap Robert dengan pandangan sinis.
"Mengapa kau ingin melakukan semua ini?"
Tanya Dave yang masih mengganjal di hatinya.
"Karena kau yang telah membunuh Stela!!"
"Aku bisa jelaskan"
"Akkhh.. Ini sudah jelas. Aku sudah muak melihatmu"
"Cepat habisi dia!!"
Dengan segera anak buah Robert maju, hingga perkelahian pun terjadi.
Namun Dave yang memiliki ilmu bela diri tidak semudah itu mereka kalahkan. Hingga Dave mendapat sebuah pistol di bawah meja.
Dor dorr dorr..
Para anak buah Robert tewas tertembak. Tinggalah Robert dan Dave yang masih saling pandang dengan aura membunuh.
"Akan aku jelaskan semuanya"
Ucap Dave dengan napas yang naik turun.
"Apa yang mau kau jelaskan ha!?
"Malam itu Stela sendiri yang menjebakku. Dia memberikan obat perangsang kedalam minumanku. Hingga dia membawaku ke apartemennya. Kemudian dia histeris. Aku bingung melihat dia yang seperti orang gila. Tertawa dan menangis. Lalu dia mengancamku untuk bertanggung jawab dengan mengarahkan pistol ke arahnya. Aku menahannya dan mencoba menghentikannya hingga tanpa sepengetahuanku peluru itu sudah bersarang di dadanya.
"Kau berbohong! Kau yang sudah membunuh Stela. Kau membunuh adikku satu-satunya! Mati saja kau!"
Dor.. Dorr. Dorrr
Dengan cepat Dave menghindar bersembunyi di belakang tiang kapal.
Sirine dari kapal kepolisian sudah terdengar mendekat. Saat ini kapal mereka yang membawa senjata ilegal sudah dalam target pengejaran pihak kepolisian.
Robert sempat lengah dan pada saat itu Dave menembak tangannya hingga senjata itu terlepas.
Kapal kepolisian yang semakin mendekat akhirnya membuat Dave melompat ke Lautan dan Robert di tangkap.
flash back off
"Adikmu sendiri yang menembakan peluru itu kedadanya" Ucap Dave menatap Robert.
"Kau masih saja berbohong. Kau kira aku akan percaya dengan mu? Tidak!"
Robert terus menarik Kayla mundur hingga sampai di bibir bukit. Di bawah sana terdapat aliran sungai yang sangat deras.
"Berhenti Robert! Atau aku akan membunuhmu"
Ancam Dave pada Robert dengan mengarahkan senjatanya.
"Lakukanlah jika kau bisa. Tapi kau akan melihat kematiannya dulu"
Byyuuurrrt...
Dengan sekali dorongan Kayla terjatuh kedalam sungai.
"Kaylaaaaaaaaaa.... Tidaaakkkkk"
Teriak Dave. Dengan penuh emosi Dave meluncurkan timah panasnya ke arah Robert.
Dor.. dorr.. doorrr...
Robert tertawa sambil memegang dadanya yang telah di tembak Dave dan seketika ambruk.
"Brengsek kau Robert!"
Dave langsung berlari ke arah bibir bukit. Dia tidak bisa melihat dengan jelas karena tidak ada penerangan selain cahaya bulan malam itu yang bersinar cukup terang.
Kris yang baru datang bersama anak buahnya turut melihat ke bibir bukit. Benar-benar gelap dan jauh kebawah. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana nasip istri tuan mereka. Apakah masih hidup atau sudah mati.
"Cepat turun! Cari Kayla. Selamatkan diaa!"
"Baik tuan"
Jawab Kris dan anak buahnya.
Malam itu juga Kris dan anak buahnya turun langsung ke bawah. Mencari istri tuan mereka. Ada yang menggunakan tali dan ada juga yang menyelam ke bawah. Namun masih belum di temukan. Apakah terbawa arus sungai atau di makan buaya sungai. yang pasti mereka masih mencari keberadaan Kayla saat ini.