
Sam sedikit menyesali keputusannya untuk mengikuti Kayla masuk ke dalam sebuah restoran. Tembok pertahanannya seketika luruh bersamaan mendengar kabar bahwa Laura kini tengah mengandung.
Sebuah senyum yang bahkan terlihat sangat di paksakan oleh Sam di tambah dengan beberapa kata yang sangat berat untuk keluar dari mulutnya.
"Selamat ya, semoga selalu bahagia"
Lima kata yang ia keluarkan memiliki arti yang besar untuknya bahkan dia sendiri tidak bahagia sampai sekarang.
"Thanks Sam"
Ucap Laura dengan sedikit tersenyum karena dari tadi ia juga berusaha menahan debaran di dadanya yang kembali muncul kala melihat Kayla datang Bersama seseorang yang telah lama tidak ia temui.
Bahkan penampilannya yang sekarang sungguh sangat jauh berbeda dari yang sebelumnya dan hal itu membuat Laura kembali merasakan debaran di dadanya.
"Hey hei,,, Kalian kenapa sih? Perasaan dari tadi gue ngomong sendiri deh"
Ucap Kayla dengan menatap Laura dan Sam bergantian.
"Iya Kay gue dengar kok loe ngomong"
Ucap Laura yang langsung meminum ice lemon teanya berbeda dengan Sam yang hanya menanggapi pertanyaan Kayla dengan sebuah senyuman.
"Gue sedih tau,, Gue gak nyangka aja si Leon tu sebrengsek itu sampe anak yang ada dalam kandungan gue---"
Kayla menghentikan ucapannya dengan perlahan mengusap sudut matanya yang telah merembes kembali bila mengingat kejadian itu.
"Sabar Kay, ikhlasin ya,, Semoga loe cepat dapat penggantinya dan jangan berlarut-larut terus dalam kesedihan ya gak baik juga untuk kesehatan fisik dan mental loe"
Dengan Laura yang langsung merangkul tubuh Kayla mencoba memberi ketenangan padanya.
"Amin. Makasih Lau, loe benar gue gak boleh berlarut-larut dalam kesedihan,, Hmm, lagian gue mau keluar tadi juga biar happy lagi jumpa kalian"
Seketika pelipis Sam berkerut saat mendengar ucapan Kayla.
'Perasaan kalian tadi gada ngajak gue, jumpa Kayla juga dijalan itupun karena mobilnya rusak'
Sam hanya bisa mendengus malas menatap dua wanita yang kini berpelukan di depannya.
"Loe berdua uda kayak teletubies deh"
"Maksud loe Sam?"
Ucap Kayla yang melirik Sam bingung.
"Pelukan terus"
"Biarian. Bilang aja loe syirikkan karena gak kita peluk. Weekk"
"Peluk gue juga dong"
Ucap Sam dengan wajah memelasnya.
"Iihh, ogah"
Sontak saja kedua wanita tersebut tertawa melihat Sam yang langsung menggaruk tengkuk belakangnya.
"Ngemol yok"
Ucap Kayla yang langsung di anggukin oleh Laura, sementara Sam yang awalnya menolak namun dengan bujuk rayu dua wanita tersebut akhirnya setuju juga.
Disinilah Sam sekarang dengan wajah yang kusut saat melihat dua wanita yang merupakan sahabatnya tengah masuk ke dalam toko pakaian dalam khusus wanita.
Bugh!!
Sam yang tengah memainkan ponselnya tanpa sengaja di tabarak oleh seorang gadis. Oh bukan ini bukan gadis melainkan bocah.
"Kaann,, Buku-buku Meysa jatuh"
Ucap seorang gadis yang masih menggunakan seragam sekolahnya menatap kesal Sam.
"Mangkanya kalau jalan tu pakai mata"
"Eh Om! Dimana-mana jalan tu pakai kaki bukan pakai mata. Mata tu gunanya untuk ngelihat dan Om gak pakai mata untuk melihat hu!"
Seketika Sam meremas erat tangannya, ingin rasanya Sam memelintir mulut bocah tersebut namun Sam masih memiliki kesadaran untuk tidak melakukannya kepada seseorang yang ia sebut bocah.
"Dasar bocah!"
Dengan perasaan kesal Sam berjalan cepat meninggalkan gadis tersebut yang kini tengah berteriak-teriak memanggil dirinya.
"Oomm,, Omm,,,"
"Ikkhh,, Dasar Om-Om tua nyebelin, bukannya bantuin mungutin buku ne malah seenaknya pergi mana belum minta maaf lagi. Awas aja tu Om-Om gue sumpahin jodohnya cewek bar-bar biar tau rasa dia"
Ucap gadis tersebut dengan terkikik geli dan langsung memunguti bukunya yang telah berserakan di lantai.
Ia butuh segelas black coffe untuk menenangkan pikirannya setelah bertemu bocah ingusan yang sempat membuatnya kesal.
Ddrrt,,, Drrtt,,
Setelah melirik siapa yang menghubunginya dengan segera Sam menggulir layar ponselnya hingga panggilan terhubung.
"Halo"
📲 "Dimana loe?"
"Ini gue di coffe shop"
📲 "Oke kita kesana"
Tidak lama menunggu akhirnya Kayla dan Laura pun tiba di depan Sam.
"Kenapa wajah loe kusut gitu?"
Ucap Kayla setelah memesan dua gelas minuman segar.
"Gue baru jumpa bocah nyebelin"
Ucap Sam dengan malas.
"Beeuhh,, Jumpa bocah aja kan, wajah loe kok sampe kusut?"
"Malas gue bahas tu bocah yang ada buat mood gue makin hancur"
Seketika Kayla dan Laura saling melirik dengan menghedikkan bahunya sambil tersenyum penuh arti.
"Terimakasih mbak"
Ucap Laura dan Kayla setelah menerima pesanan mereka.
"Aakhh,, Segar banget"
"Iya Kay,, Duuh capek banget gue"
"Yakalii loe belanja banyak banget"
"Abis modelnya lucu-lucu semua sih, loe juga belanjaannya banyak"
"Hahah iya kan modelnya lucu-lucu, apa lagi yang ada gambar kucingnya---"
"Ngomongin apa sih kalian? Masih ada gue neh,, Tau gitu gue balek aja kalau cuma di kacangin doang"
Ucap Sam melirik kesal Kayla dan Laura secara bergantian. Sontak saja Kayla dan Laura terkikik geli melihat ekspresi Sam yang menurut mereka kekanakan.
"Biasalah cewek, loe macam gak paham aja sih"
"Serah deh"
Ucap Sam malas dengan mengalihkan pandangannya keluar Mall karena coffe shop yang ia kunjungi tersebut menghadap langsung keluar dengan kaca transparan.
Seketika senyum tipis di wajah Sam muncul saat melihat tiga bocah yang tengah berkelahi, dapat Sam tebak bahwa sang laki-laki ketahuan berselingkuh hingga membuat salah satu wanita disana mengamuk namun, yang membuat Sam terhibur adalah wanita yang sedang mengamuk tersebut merupakan gadis yang tadi sempat membuatnya kesal.
"Balik yok gue pengen istirahat di rumah"
Ucap Laura yang tiba-tiba mengalihkan kembali pandangan Sam ke dalam.
"Okey, gue juga uda ngubungin sopir ne, jadi loe gak usah antarin gue lagi Sam"
"Baguslah kalau gitu, nyadar juga loe kalau ngerepotin gue"
"Jeehh,, Mulut loe Sam pedes amat, yakali nolong orang yang kesusahan itu berpahala"
"Iya, kalau yang di tolongin itu Rakjel alias rakyat jelata, lah elo, Mall ne aja punya lakik loe, susah dari mana coba"
"Ribut deh kalian, yaudah yok, sopir gue uda datang ne"
Ucap Laura yang akhirnya menyudahi dua orang yang tidak mau mengalah tersebut.
"Ayo lah, ne sopir gue juga uda sampe"
Ucap Kayla setelah melirik pesan yang masuk di ponselnya.
Setelah berpamitan akhirnya Kayla dan Laura meninggalkan Sam sendiri di coffe shop tersebut. Namun, tidak menunggu lama akhirnya Sam pun ikut meninggalkan coffe shop tersebut setelah menyesap habis coffenya.
Sam mulai menjalankan kendaraannya perlahan meninggalkan parkiran Mall.
Namun pandangan Sam sempat teralihkan saat melihat sosok yang tengah menangis di pinggir trotoar.