
Dari dekat dilihatnya tampak seorang pria yang menggunakan pakaian jeans tergeletak begitu saja.
"Tidak ada darah, tidak mungkin korban tabrak lari"
Perlahan Kayla mengarahkan jari telunjuknya ke hidung pria tersebut dan "Aargghhh.." Teriak Kayla kaget tiba-tiba pria tersebut duduk dan menangkap tangannya.
Dapat Kayla lihat jelas wajah pria itu terdapat codet di pipi kanan, kumis tebal dan rambut keriting gondrong yang bauk apek ntah sudah berapa hari tidak keramas,, iiuuhhh...
"Hay cantik"
Ucap pria codet tersebut.
"Siapa loe, mau nipu gue sialan"
Ucap Kayla kesal.
"Serahin barang-barang berharga loe cepat" Bentak pria tersebut.
"Kalo gue gak mau loe mau apa" Tantang Kayla.
"Oohh,, loe mau maen-maen dulu ya cantik okeh"
Ucap pria codet hendak mencoel dagu Kayla. Namun gagal karna pergerakan cepat Kayla menghindar.
"Jangan sok jual mahal deh, hahah... tapi gue suka cewek modelan kayak loe"
Ucap pria codet dengan melirik Kayla dari bawah hingga ujung kepala dengan tatapan mesum.
"Najis gue sama loe"
Bbuughkk...
Dengan sekali ayunan Kayla membanting pria tersebut hingga terjatuh ke jalan. Tidak sulit bagi seorang Kayla untuk terlepas dari genggaman pria codet tersebut.
"Sialan loe, berani nantang gue,, hiyaaaaakkkk,,,"
Pria tersebut mencoba menyerang Kayla dengan pukulan- pukulannya, namun dengan lincah Kayla menghindar.
Bbuugkk..
Kayla memberi tendangan ke arah perut si pria. Sehingga ia tersungkur ke jalan. Tak jauh dari jangkauan si pria ia melihat sebuah balok kayu. dengan cepat ia memukul ke arah belakang Kayla.
"Aargghhh..."
Kayla terhuyung ke depan tampak darah segar keluar dari mulutnya. Seketika pandangannya menjadi kabur.
"Uaahahah mangkanya jangan sok nantangin gue loe"
Ucap si pria codet dengan suara tawa puas pria tersebut mengelegar melihat Kayla yang kesakitan. Si pria dengan pasti melangkah ke arah Kayla.
Saat hendak memegak tangan Kayla tiba-tiba "Buuggkhh..." dari arah belakang ada seseorang yang memukul kepala si pria hingga ia pingsan seketika.
"Urus dia"
Ucap tegas orang tersebut pada bawahannya.
Ia berjalan cepat ke arah Kayla yang mulai hilang kesadarannya.
"Tu,,tuan"
Ucap Kayla dalam dekapan pria tersebut dan seketika tidak sadarkan diri.
*****
Cahaya silau matahari pagi mulai memasuki kamar bernuansa abu-abu coklat tersebut. Perlahan Kayla mulai membuka matanya, pusing, dan sakit di bagian punggung belakang itulah yang ia rasakan.
Perlahan iya mulai melirik ke kanan kiri sadar kalau ini ruangan asing baginya. Seketika ia terduduk dan mengecek pakaiannya dari dalam selimut.
"Lengkap, uuhhh syukurlah, ehh... ini bukan bajuku, aaargghhh..." Teriaknya panik.
Ckleekk... pintu kamar terbuka.
"Kamu sudah sadar?"
Ucap Dave menatap Kayla.
"Pe,,prresdir"
Kaget Kayla melihat siapa yang muncul dari balik pintu.
"Sorry pakaian kamu kotor jadi saya menyuruh pelayan untuk menggantikannya"
Ucap Dave sambil berjalan ke arah Kayla.
"Terima kasih karna bapak telah menolong saya"
Ucap Kayla tulus yang di balas anggukan kepala oleh Dave.
"Kalau begitu saya pamit pak"
Ucap Kayla perlahan berdiri, namun tiba-tiba kepalanya pusing dan sedikit oleng. Untung Dave segera menangkap tubuh Kayla.
Kayla dan Dave saling menatap, seakan terhipnotis mereka membeku beberapa saat. Dari jarak sedekat ini iya bisa mencium aroma mint dari nafas Dave.
"Eheem,, terimakasih"
Ucap sadar Kayla yang terlihat canggung berada sedekat itu dengan Dave. Perlahan mulai berdiri menjauh dari Dave.
"Sepertinya kamu belum vit, istirahat lah dulu atau saya yang antar pulang" Ucap Dave.
"Saya baik-baik saja pak, terimakasih tawarannya tapi saya bisa pulang sendiri" Perlahan Kayla menuju nakas dimana terletak tas dan kunci mobilnya. Dave hanya diam menatap datar ke arah kayla yang mulai menjauh dari pandangannya.
*****
Baru saja Kayla menginjakan kaki ke dalam rumah terlihat mami yang berlari ke arahnya.
"Sayaanng kamu dari mana saja kok baru pulang, kamu gak kenapa-kenapa kan nak?" Ucap mami menelisik tubuh kayla atas bawah.
"Miih,, Kayla gak kenapa-napa kok, semalam Kay nginap di rumah teman"
Jawab Kayla sedikit ragu.
"Syukurlah mami khawatir, kamu gak ada ngasih kabarkan"
Ucap mami menatap wajah Kayla sendu
"Maaf miih Kay lupa,, Kay naik ke atas dulu ya mih"
"Iya sayang istirahatlah dulu, sarapannya jangan lupa"
Hmmm,,, masuk enggak masuk enggak.. masuk aja deh, tapi badan gue sakit semua, aduuhh,, gak ajadeh. Itulah yang ia pikirkan menimbang-nimbang perkerjaannya di saat berendam air hangat,, hmm,, sangat nyaman sekali,, uuhh,, kenapa masih sakit ya pikirnya sambil meraba punggungnya. Apa harus ke rumah sakit, cehh,,,, sumpah males bener kalo ke rumah sakit.
Tuutt...
"Loe gak masuk?"
"Gue sakit, ijinin gue ke Pak Hartono yah"
Ucap Kayla pada Laura di seberang sana.
"Okehh, sakit apa loe" Tanya Laura
"Besok gue cerita okeh, bye,, "
Tuutt,,,
Ucap Kayla mematikan telponnya.
Seharian ini Kayla hanya tiduran saja dirumahnya. Ia hanya keluar kamar untuk makan sehingga mungundang perhatian sang mami papi.
Cklekk...
"Sayang kamu kenapa?"
Ucap mami duduk di samping tempat tidur sambil mengurai rambut Kayla.
"Kay gapapa mihh, cuma lagi mager aja"
"Beneran sayang?" Ucap mamih
"Iya mih, Kay okeh"
"Hmm.. yasudah istirahatla sayang"
Sambil mengecup kening Kayla sayang.
*****
"Loe sakit apa semalam?" Tanya Laura sambil menyuap makan siangnya.
"Kemaren gue hampir di jambret untung ada yang nolongin" Ucap Kayla
"Loh, kok bisa. Loe kan jago bela diri, tapi loe gak kenapa - kenapa kan?"
Panik Laura memastikan.
"Gue okeh"
"Syukurlah, oiyah siapa yang nolongin loe?"
'Hmmmm kasih tau gak ya kalo yang nolongin gue presdir'
"Wooii,, jawab malah melamun beuhh"
"Yang nolongin gue presdir"
Bisik Kayla sambil melirik kanan kiri takut ada yang dengar.
Bbuuaah...
Seketika Laura menyemburkan minuman yang ada di mulutnya.
"Eh buset.. baek-baek loe basah gue"
Kesal Kayla sambil mengelap bajunya yang terkena semburan Laura.
"Hehehe sorry,, sorry gue kaget" Cengengesan tanpa dosa "Cerita dong gimana kok bisa presdir yang nolongin loe" Tagih Laura lagi.
"Kepo banget sih" Sewot Kayla
"Iya mangknya buruuaann cerita kayyyy"
"Yah gitu, waktu gue hampir pingsan karna di gebuk tu codet dia datang nolongin" Singkat Kayla
"Uuuwhh,, sosweetnyaa kayak cerita novel - novel ya Kay"
"Elehh. Kebanyakan baca novel sih loe"
"Heheheh,," Cengengesan Laura..
"Tapi loe okeh kan?" Ucapnya memastikan lagi.
"Iya gue okeh kok" Sambil tersenyum menatap Laura.
"Eh loe ikutan gathering gak?" Tanya Laura.
"Gathering apa'an?"
"ini neh kudet kan" Seketika Kayla melirik sinis ke Laura hendak menggetok kepalanya dengan sendok.
"Hahaha.. iya iya,, tuh acara ulang taon perusahaan"
"Oowhh, kemana rencana?"
"Dengar-dengar sih ke pantai. Ikutan yok lumayan vitamin sea" Ajak Laura.
"Hmmm,,, boleh lah, kapan?"
"Minggu besok"
"Hayy.. boleh gabung?"
Ucap Niko menghampiri meja mereka sontak saja mereka terdiam saling melirik.
"Kok pada diam sih? Tadi keliatannya seru banget bahas apa sih?"
Kepo Niko menatap Kayla dan Laura bergantian.
"Gak ada" Jawab singkat Laura. Mereka berdua saling tatap dan memberi kode
"Kita luan ya"
Ucap Kayla meninggalkan Niko disusul Laura.
'Susah banget sih untuk dekat sama kalian'
Gumam Niko menatap punggung Kayla dan Laura yang berjalan meninggalkan kantin.