Oh Kayla

Oh Kayla
Merasa Lega



Dave tiba di kampung dimana tempat Kayla melarikan diri saat tengah malam.


Setelah berpamitan dengan Abah dan Ambu Dave langsung mengangkat tubuh Kayla yang tengah tertidur nyenyak. Bahkan pergerakan sedikitpun tidak mengganggu tidurnya.


Dave memandangi wajah Kayla yang kini tertidur dengan menjadikan pahanya sebagai bantalan kepala Kayla.


Dengan sesekali Dave mengusap pelan rambut Kayla dan memberikan kecupan kecil di keningnya.


Kris yang mengendarai kendaraan dengan sesekali melirik tuannya dari kaca.


'Dasar bucin'


Dengan senyum mengejek di bibirnya yang tentu saja tidak di ketahui oleh Dave karena jika sampai tertangkap basah sudah pasti akan mendapatkan tendangan lagi pada joknya.


Ingin rasanya Kris protes terhadap Dave untuk beristirahat sejenak karena ia yang mengemudikan kendaraan merasa pinggangnya hampir patah namun nyalinya tidak sekuat pemikirannya untuk mengungkapkan itu.


"Cari hotel terdekat Kris, kita menginap semalam disana"


Ucap Dave bagaikan angin segar bagi Kris.


"Baik tuan, kita akan ke hotel X milik tuan saja"


Ucap Kris dengan segera mengarahkan kendaraannya menuju kota Bandung dimana letaknya hotel bintang lima milik keluarga Abraham yang dulu pernah secara langsung di resmikan oleh Dave.


Dave tersenyum melihat Kayla yang tiba-tiba memeluk dirinya, merapatkan kepalanya ke arah perut Dave mencari tempat ternyamannya.


Satu jam berkendara akhirnya Kris menghentikan kendaraannya di loby hotel. Dengan segera Kris memberikan kunci kendaraannya pada petugas dan mengurus kamar Dave yang sebelumnya sudah ia kabari pada manager hotel bahwa tuan Dave akan menginap malam ini di sana.


Dave membaringkan pelan tubuh Kayla di atas tempat tidur dan merapikan anak rambut yang menutupi wajahnya.


"Dasar kamu ini bisa-bisanya tidak sadar setelah di angkat kesana-kemari masih bisa tidur dengan nyenyak"


Ucap Dave dengan mengusap pelan rambut Kayla.


Dave berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu ikut bergabung bersama Kayla naik ke atas tempat tidur. Dave memeluk erat tubuh Kayla dengan menghirup aroma tubuh Kayla yang menenangkan baginya dan perlahan mulai ikut menyusul Kayla menuju alam mimpi.


*****


Uweeekkk,, Uweekk,,,


Tidur nyenyak Kayla terganggu dengan suara orang muntah dari kamar mandi.


Dengan perlahan Kayla mulai membuka matanya, menatap sekeliling ruangan yang terasa sangat asing baginya.


"Dimana gue? Bukannya semalam gue tidur di rumah Abah ya"


Dengan reflek Kayla bangun dan memeriksa pakaiannya.


"Untunglah masih utuh"


Gumamnya pelan dengan menghembuskan nafas lega.


Uweekk,,, Uweekkk,,,


Kayla kembali tersadar setelah mendengar suara orang muntah dari kamar mandi.


Dengan perlahan Kayla menyibakkan selimutnya dan mulai turun dari atas ranjang.


Kayla berjalan perlahan menuju kamar mandi.


Kayla berdiri di depan pintu bersiap untuk membuka perlahan pintu tersebut dengan rasa penasaran yang kuat.


Cklaakk.


Pintu kamar mandi terbuka dengan menyusulnya keluar Dave dari dalam sana.


"Kamu kenapa disini?"


Ucap Kayla menatap kaget wajah Dave. Ia masih mengingat jelas alasannya mengapa sampai kabur ke kampung Abah semalam.


"Sayang, dengarkan aku dulu"


Ucap Dave dengan berusaha meraih tangan Kayla.


"Sudah, gak ada yang perlu di jelasin lagi, kamu jahat, kamu tega selingkuh di belakang aku"


Kesal Kayla dengan menatap wajah Dave penuh kebencian.


"Sayang kamu salah paham, apa yang kamu lihat tidak sesuai kenyataannya"


Ucap Dave mencoba menjelaskan kepada Kayla. Namun wanita yang telah di penuhi oleh kabut emosi akan sulit untuk menerima penjelasan.


"Kenyataan bahwa kamu bermesraan dengan wanita lain kan? Aku lihat semuanya"


Ucap Kayla dengan meninggikan suaranya menatap Dave dengan tatapan menantang.


"Sayang, bukan seperti itu kebenarannya aku---"


Dave dengan segera berlari menuju kamar mandi lagi, ia tidak sanggup untuk meneruskan kata-katanya karena sesuatu yang mendesak dari perutnya ingin segera di keluarkan.


Uuweekk,,, Uweekkk,,,


Dave kembali memuntahkan isi perutnya bahkan kini Dave tidak sanggup untuk berdiri lagi. Kayla yang melihat itu sedikit kasihan dengan keadaan Dave karena pintu kamar mandi yang tidak di kunci dengan perlahan Kayla berjalan mendekati Dave.


Rasa iba di hatinya lebih kuat dari pada kabut emosi yang memenuhi pikirannya. Dengan perlahan Kayla menuntun Dave menuju ranjang dan mendudukkannya.


"Ini minumlah"


Dengan segera Kayla menghubungi pihak hotel untuk mengantarkan sarapan ke dalam kamar mereka.


Sementara Dave mencoba meraih tangan Kayla lagi.


"Sayang, jangan marah"


Ucap Dave lemah.


"Wanita mana yang tidak akan marah bila melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain?"


Sungut Kayla menatap tajam mata Dave.


Dengan perlahan Dave meraih ponselnya.


"Ke kamarku segera, bawakan bukti videonya"


Ucap Dave yang langsung saja memutuskan panggilannya sepihak.


Tok,, Tok,,,


"Tolong bukain pintunya sayang"


Pinta Dave dengan lembut menatap Kayla.


Dengan menghentakkan kaki kesal Kayla berbalik badan menuju pintu.


Cklaakk.


"Selamat pagi nyonya, kami mengantarkan sarapan"


Ucap petugas hotel dengan ramah yang di balas anggukan kepala oleh Kayla.


Dengan segera petugas hotel tersebut masuk dan menata makanannya di atas meja lalu kembali keluar kamar setelah Kayla memberikan sedikit tips sebagai ucapan terimakasih.


"Selamat pagi Nyonya muda"


Ucap Kris menghentikan gerakan Kayla saat hendak menutup kembali pintu kamarnya.


"Masuklah Kris"


Ucap Dave dari dalam saat mendengar suara Kris dari luar. Kayla tidak mengeluarkan kata sedikitpun ia hanya membuka pintu sedikit lebar untuk Kris masuk.


"Berikan bukti video kemaren pada Nyonya muda Kris"


Lanjut Dave setelah Kris masuk ke dalam kamar mereka.


"Baik tuan"


Dengan segera Kris mengaktifkan tabletnya dan berselancar disana.


"Ini nyonya muda"


Ucap Kris dengan mengulurkan tabletnya pada Kayla.


Kayla mengambil tablet tersebut dan langsung memplay kan video rekaman tersebut.


"Wanita tersebut artis yang kini naik daun, wanita tersebut adalah artis yang ikut dalam sebuah agensi yang kini bekerja sama dengan perusahaan tuan. Wanita tersebut berbuat lancang dengan berani datang ke kantor dan mencoba merayu tuan, namun di video jelaskan bahwa tuan tidak bersalah, wanita tersebut yang menjatuhkan dirinya sendiri di pangkuan tuan dan langsung merayu tuan, mohon nyonya untuk memaafkan tuan"


Ucap Kris menjelaskan kebenaran yang terjadi kepada Kayla.


Kayla melirik ke arah Dave setelah melihat dan mendengar penjelasan dari Kris.


"Sayang, jangan marah lagi ya"


Ucap Dave memandang wajah Kayla dengan senyuman manisnya.


"Hmmm,,,"


"Peluukkk"


Ucap Dave dengan merentangkan kedua tangannya pada Kayla, dengan perlahan Kayla mendekat dan tersenyum lalu memeluk tubuh Dave.


'Dasar bucin'


"Kalau begitu saya permisi"


Ucap Kris yang berlalu begitu saja meninggalkan kamar Dave tanpa di perdulikan oleh dua orang yang kini tengah menikmati kemesraan mereka berdua.


Cup.


"Jangan kabur lagi ya"


Ucap Dave dengan mengecup pelan pucuk kepala Kayla yang dibalas anggukan kepala olehnya.


"Eh, sebentar"


Ucap Kayla dengan mengurai pelukan di antara mereka berdua.


"Ada apa sayang?"


"Ayo sarapan, aku tidak ingin kamu sakit, apa lagi tadi udah muntah-muntah. Pasti kemaren kamu melewatkan makan malam kan hingga masuk angin seperti ini"


Ucap Kayla yang terus bergumam sendiri sambil menyuapi Dave. Sedangkan Dave merasa lega karena wanita yang di cintainya telah kembali seperti semula.