
Pagi ini Dave kembali memuntahkan isi perutnya namun setelah mendengar penjelasan dokter bahwa mual muntah yang di alami Dave adalah efek dari Kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung.
Dave langsung meminum obat yang telah di berikan dokter. Setidaknya rasa mual itu sedikit berkurang hingga Dave merasa lebih baik.
"Kamu yakin tetap ke kantor sayang?"
Ucap Kayla dengan menyerahkan tas kerja Dave.
"Iya sayang. Bukannya tadi malam kamu bilang aku harus menghasilkan uang yang banyak untuk calon anak kita"
"Iya itu memang benar, tapi kalau kondisi badanmu belum fit jangan di paksa, istirahat saja di rumah, lagian kita juga tidak kekurangan uang kan"
Ucap Kayla menatap Dave yang tampak sedikit pucat.
"Aku baik-baik saja sayang, lagian kan obat dari dokter sudah ku minum dan ini juga ku bawa"
Ucap Dave dengan menunjukan beberapa obat lagi.
"Hmm,, Baiklah,, Hati-hati di jalan ya sayang"
"Hey, seharusnya aku yang bilang untukmu agar berhati-hati di rumah, atau kita tinggal di mansion saja ya biar aku juga tenang meninggalkanmu di rumah.
"Hmm,,, Nantilah Kay pikirkan kembali, rasanya Kay uda betah disini"
Ucap Kayla dengan menatap apartemennya.
"Yasudah,, Kalau begitu aku pergi, berhati-hatilah di rumah"
Ucap Dave dengan mengecup pelan kening Kayla.
"Jangan nakal ya sayang, jangan bikin Mommy mu susah"
Lanjut Dave dengan mengelus pelan perut Kayla yang masih rata.
"Yes Daddy"
Ucap Kayla dengan suara seperti anak-anak sontak saja membuat Dave tersenyum mendengarkannya.
Setelah kepergian Dave Kayla langsung menghubungi Laura.
"Halo Lau"
Ucap Kayla setelah panggilan terhubung.
📲 "Ya Kay, apa kabar loe? Rindu gue sama loe"
Ucap Laura masih sama tidak berubah meskipun kini ia telah menikah.
"Gue baik, gue ada kejutan buat loe, ketemuan di Cafe biasa ya"
Ucap Kayla dengan senyuman lebar meski Laura di seberang sana tidak dapat melihatnya namun entah mengapa Kayla merasa senang bila berkomunikasi dengan sahabatnya.
📲 "Okeh Kay, gak sabar gue mau tau kejutannya apa"
"Haha,, Oke meluncur babe"
Ucap Kayla dengan segera memutuskan panggilannya dan segera bersiap-siap.
Setelah sampai di Cafe Kayla langsung menghampiri Laura yang telah sampai luan.
"Duh rindunya ama pengantin baru ini"
Ucap Kayla yang langsung memeluk tubuh Laura.
"Haha apaan sih loe? Gue juga rindu banget tau"
Ucap Laura dengan senyum-senyum malunya.
"Cerita dong, gimana enak gak? Hahaha"
"Iihh apaan sih,, Udah deh jangan bahas itu"
Ucap Laura dengan wajah yang memerah.
"Ceh malu-malu dia,, Hahaha,,, Yaudah-yaudah gue gak mau wajah loe berubah jadi kepiting rebus"
"Sialan loe"
Ucap Laura dengan melemparkan tisu ke arah Kayla yang sontak saja langsung membuat Kayla terkekeh. Ada rasa kesenangan tersendiri di saat kita bisa menggoda atau menjahili sahabat sendiri dan itulah yang di rasakan Kayla.
"Suami loe baik gak?"
"Baik, Semenjak kami pindah rumah dia jadi romantis ke gue. Ya walaupun gue belum bisa cepat mencintainya tapi gue akan mencoba membuka hati. Kenapa emangnya kay?"
"Syukurlah kalau gitu, ikut senang gue dengarnya... Hmm gak sih, cuma waktu gue salamin dia di pelaminan wajahnya jutek gitu. Jadi gue kiraen dia jahat sama loe. Awas aja kalo dia berani jahatin loe gue hajar juga tu orang"
"Hahhaha,, Thanks ya Kay.. Tapi dia baik kok, emang sih awalnya dia jutek gitu, mungkin karena kami di jodohin kali jadi masih ngerasa asing kan tapi sekarang gak kok uda baik dia"
"Bagus deh kalau gitu.
"Jadi loe mau kasih kejutan apa buat gue?"
Ucap Laura dengan menaik-turunkan alis matanya menatap Kayla.
"Gue hamil Lau"
"HA? SERIUS LOE?"
"iihkkk suara loe. Norak tau"
"Haha sorry deh,, Serius deh Kay jangan becanda"
"Iya gue serius, ini uda masuk empat minggu"
Ucap Kayla dengan tersenyum menatap Laura.
"Waaahh akhirnya gue sebentar lagi jadi aunty,, Selamat ya Kay"
Ucap Laura tulus menatap Kayla.
"Iya Lau.. Eh tapi gue pengen balapan lagi deh, apa lagi sebelum perut gue besar. Makin susah ntar bawa si merah"
"Gilak loe, jangan ngada-ngada deh Kay. Ingat loe lagi hamil"
"Ya karena itu gue pengen balapan lagi. Coba loe pikir ya, ntar perut gue makin besar dan gue akan semakin susah mengendarai si merah, selama sembilan bulan gue gak balapan gitu? Gilak, belum lagi kalau gue lahiran ntar. Uda pasti gue makin susah ntar"
"Aduuhh Kay, gue takut kalau loe kenapa-kenapa lagian suami loe sampe sekarang belum tau kan kalau loe anak motor"
"Ya jangan sampai tau lah bego, bisa-bisa di museumkan tuh si merah"
"Please deh Kay pikirin lagi, mendingan gak usah"
Ucap Laura dengan menggelengkan kepala menatap Kayla.
*****
Sementara di kantor Dave tengah di sibukkan dengan laporan-laporan yang menumpuk di atas meja kerjanya.
"Kris ke ruangan saya"
Ucap Dave dengan mengakhiri panggilanya.
Cklaakk
"Iya tuan"
Ucap Kris setelah masuk ke dalam ruangan Dave.
"Bagaimana proyek kita yang berada di Italia?"
"Saat ini tuan besar masih di sana mengurus proses pengembangannya yang telah berjalan lima puluh persen tuan"
"Baiklah, tetap pantau terus ya, aku tidak ingin ada kesalahan, pastikan juga para investor yang bekerja sama dengan kita tidak bermain curang"
Ucap Dave dengan menatap Kris.
"Baik tuan"
Ucap Kris dengan sedikit menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kau boleh keluar"
Ucap Dave dengan segera Kris membalikkan badannya menuju pintu keluar.
"Tunggu Kris"
"Ya tuan"
"Rasanya aku ingin makan jajanan tradisional yang ada kelapanya"
Ucap Dave dengan menatap Kris yang tiba-tiba langsung mengkerutkan dahinya.
"Maaf tuan, bisa di perjelas makanan yang seperti apa? Karena hampir semua jajanan tradisional ada kelapanya"
"Kau ini bagaimana sih? Aku ingin yang ada kelapa parutnya. Tidak-tidak. Dia berwarna hijau lalu tapi ada kelapa parutnya, carikan segera"
Ucap Dave yang sudah tidak sabar lagi karena membayangkan memakan kue tradisional tersebut.
Dengan perasaan bingung Kris keluar dari ruangan Dave.
"Kue tradisional warna hijau ada kelapa parutnya? Kue apa coba? Dia pun seenaknya saja memerintah tapi tidak menyebutkan nama kuenya buat aku pusing saja"
Gumam Kris kesal sendiri dengan berjalan menuju liff.
"Hey kemari"
Ucap Kris kepada salah seorang karyawan yang berada di depannya setelah keluar dari liff.
"Iya tuan Kris, ada yang bisa saya bantu?"
Ucap karyawan wanita tersebut menatap Kris dengan senyum lima sentinya.
"Coba kamu sebutkan nama kue tradisional berwarna hijau ada kelapa parutnya?"
"Waah tuan Kris mau main tebak-tebakan dengan Mely ya"
Ucap karyawan tersebut dengan tertawa pelan dan memukul lengan Kris sambil malu-malu.
"Astaga, cepat sebutkan saja"
"Banyak tuan, ada kue mangkok, kue putu, dadar gulung, kue lapis, kelepon, onde-onde dan banyak lagi tuan"
Ucap karyawan yang menyebutkan namanya Mely tersebut.
"Ooh baiklah terimakasih"
Ucap Kris dengan senyuman tipis di bibirnya dan segera berlalu meninggalkan Mely yang tengah komat-kamit sambil memegang dadanya karena mendapat sebuah senyuman dari Kris.