
Dua minggu kemudian..
Ddrrttt...drrtt... Ddrrrtt..
"Hmmmm,,"
Ucap Kayla setengah sadar dari alam mimpinya.
📲 "Key loe dimana? Jangan bilang loe masih molor" Ucap seseorang di seberang sana.
"Iya" jawab Kayla tanpa melihat siapa yang menelponnya.
📲 "Buruan ini uda pada ngumpul"
"Mampus gue lupa"
Ucap Kayla seketika meloncat dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi untuk siap-siap karna ini adalah hari pertama magangnya.
Dengan kecepatan di atas rata-rata Kayla menyalip para kendaraan lain menggunakan motor metik andalannya di saat memburu waktu seperti ini.
Tidak perlu waktu lama Kayla sampai di depan gedung perusahaan. Sejenak Kayla berhenti dan menatap gedung yang berdiri kokoh dua puluh lantai di hadapannya tersebut. Dengan segera Kayla menuju parkiran motor.
"Dimana loe?"
Ucap Kayla saat nomor yang iya tuju baru saja terhubung.
📲 "Ini gue uda di devisi. Loe langsung ke ruang HRD sekarang"
"Okeeh"
Dengan segera kayla menuju ruangan HRD.
"Permisi mba, ruang HRD di sebelah mana ya? Ucap Kayla ramah pada seorang wanita yang hendak melewatinya.
"Lantai lima di sebelah kanan"
Ucap wanita tersebut
"Makasih mbak"
"Loe anak baru atau magang disini?
Tanya wanita itu lagi melihat penampilan Kayla dari ujung kaki hingga kepala
"Saya anak magang mbak"
Ucap Kayla dengan senyum ramahnya.
"Owhh, ya sudah saya luan ya"
Dengan tersenyum ramah wanita tersebut meninggalkan Kayla.
"Huuff... Baiklah lantai lima sebelah kanan"
Ucap Kayla seorang diri.
Ting....
Bunyi suara liff yang Kayla naiki saat sudah berada di lantai lima. Segera Kayla berbelok ke sebelah kanan dan benar saja sebuah pintu berwarna coklat tertulis HRD di bagian atasnya.
Tok tok tok...
"Masuk"
Ucap seorang wanita dari dalam.
Ckleekkk...
"Permisi ibu, maaf saya mahasiswa magang yang datang terlambat mau melapor"
Ucap Kayla ramah
"Silahkan duduk"
"Terima kasih ibu"
Dengan perlahan Kayla mendaratkan bokongnya di sebuah kursi yang langsung berhadapan dengan ibu HRD tersebut.
"Kenapa kamu terlambat? Bukannya kamu tahu ini hari pertama kamu magang di perusahaan ini?"
Ucap ibu tersebut sontak membuat Kayla terdiam sejenak.
'Aduh alasan apa gue yaa,, hmmm,,, aha'
"Maaf ibu sebelumnya, saya terlambat karena kondisi perut saya yang kurang bersahabat. Tadi pagi sudah lima kali saya ke kamar mandi" Ucap Kayla lesu dengan wajah memelas.
"Owh begitu, kasihan sekali kamu, apa sudah minum obat?"
Ucap ibu HRD yang mulai melembut.
'He dia percaya haha syukurla'
"Alhamdulillah sudah ibu"
Ucap Kayla dengan sedikit senyum terpaksa.
"Baguslah, ibu beberapa hari yang lalu juga sama seperti kamu, sampe badan ibu lemas karena bolak balek kamar mandi terus, tapi sekarang lihat ibu sudah fit kembali itu karena ibu minum obat ******"
'Aduuhh ni ibu pake curhat segala'
Suara hati kayla yang mulai jengah mendengarkan ocehan si ibu.
"Hee kamu dengarkan saya bicara tadi?"
Ucap ibu HRD dengan sedikit meninggikan suaranya.
"Eh iya ibu"
Ucap kayla kaget karna tidak mendengarkan perkataan ibu tersebut.
"Ya sudah kamu langsung saja ke devisi pemasaran langsung ke ruang Bapak Hartono dia kepala devisinya"
"Baik ibu. Oiyah bagian devisinya di sebelah mana ya ibu? "
"Lantai sepuluh"
"Owh iya baiklah terima kasih ibu"
"Hmm.. Besok jangan terlambat lagi"
Ucap ibu HRD dengan tatapan tajamnya.
"Baik ibu, permisi"
Ucap Kayla dengan segera meninggalkan ruang HRD dan langsung menuju lantai sepuluh.
Tok.. Tok.. Tokk...
"Masuk"
Ucap seorang pria dari dalam ruangan.
Ckleek..
"Permisi pak saya mahasiswa magang ingin melapor" Ucap Kayla dengan ramah.
Seorang pria dengan kaca mata tebal tersebut hanya diam bengong tidak berkedip melihat ke arah Kayla.
"Pak,, ooh pak,,"
Ucap klKayla sambil melambaikan tangannya ke arah Pak Hartono.
"Oh iya, selamat bergabung semoga selama disini kamu bisa mendapat pengalaman dan ilmu yang banyak"
Ucap Pak Hartono mengulurkan tangannya ke hadapan Kayla.
"Baik pak"
"Ya sudah silahkan keluar dan bergabung bersama yang lain"
"Baik pak, terima kasih saya permisi keluar"
Ucap Kayla dan segera meninggalkan ruangan tersebut.
******
Kayla melihat tumpukan berkas yang terletak di atas meja kerjanya.
"Huuffffhh.. Semangat Kay"
Ucapnya menyemangati dirinya. Perlahan Kayla mulai menyelesaikan pekerjaannya.
"Eh loe bukannya yang tadi pagi ya?"
Ucap seorang wanita yang berada di depan Kayla sambil memegang sebuah map.
"Iya mba, perkenalkan saya Kayla"
Ucap Kayla ramah sambil mengulur tangan
"Gue Santi, loe ditempatin disini ya?"
"Iya mbak"
"Oowh ya sudah selamat bergabung ya, ini berkas yang harus loe siapin, kalau ada yang gak paham bisa tanya gue"
"Oke siap mbak"
Ucap Kayla sedangkan Santi langsung berlalu meninggalkan Kayla.
Ddtrtt... drtt...
Bunyi ponsel Kayla di atas meja.
"Hallo Lau"
"Iya ne bentar lagi gue turun"
Kayla melirik jam di pergelangan tangannya. Benar saja sudah jam istirahat, segera Kayla marapikan meja kerjanya dan bergegas menuju kantin.
"Key, disini"
Ucap Laura sambil mengangkat tangannya ke arah Kayla yang mencarinya.
"Gue uda pesanin makan buat loe"
"Thanks Lau"
"Gimana-gimana?"
Ucap Laura sarkas
"Apa'an?"
Ucap Kayla sambil menaikan sebelah alis matanya matap Laura bingung.
"Cerita dong, kenapa loe bisa sampe telat"
Ucap Laura dengan menatap Kayla.
'Kayla senyum-senyum sendiri'
"Beeuhh di tanyain malah senyum-senyum sendiri cerita woi" Kesal Laura
"Hmmm,, semalam si Aldo nelfon gue, jadi ya gitulah"
"Gitu gimana? yang jelas lah kalo ngomong" Ucap Laura sedikit menuntut.
"Kok loe nyolot sih" Kesal Kayla
"Iya kesal gue sama loe, loe tau si Aldo playboy masih juga loe kasih hati"
Ucap Laura mulai kesal.
"Tapi kan gue gak pernah jadian sama dia, hmm,, iya gue tau dia playboy tapi hati gue belum bisa ngelupain dia"
Jawab lesu Kayla
"Kay,, Kay kesal gue sama loe. Mending loe kasih hati loe sama orang yang ngebutuhin" Ucap Laura lagi.
"Loe kira hati gue sembako"
"Hahhaha"
Sontak saja jawaban Kayla membuat Laura ngakak sehingga mereka menjadi pusat perhatian para penghuni kantin.
"Permisi, ini pesanannya mbak"
Ucap pelayan kantin yang datang membawa pesanan mereka.
"Terima kasih mbak" yang di balas senyuman ramah dari pelayan tersebut.
"Hay boleh duduk disini"
Ucap seorang pria yang datang ke meja mereka membawa nampan berisi makanan.
Sontak membuat Kayla dan Laura menghentikan makannya, mereka saling melirik.
"Eh iya" jawab Laura asal.
"Anak magang ya?"
Tanya pria tersebut karna Kayla dan Laura memakai baju hitam putih khas bajunya anak magang.
Cukup lama tapi tidak ada yang menjawab. ya begitulah Kayla dan Laura terhadap orang asing.
"Eiyyh,,,"
Ucap pria tersebut sambil melambaikan tangannya.
"Iya" jawab Laura.
"Di devisi apa" Tanya pria itu lagi
"Pemasaran" Jawab Laura cuek
"Kalau yang satu lagi" Ucap si pria sambil melihat ke arah Kayla.
"Sama" Jawab Kayla cuek sambil mengunyah makanannya.
"Boleh kenalan? gue Niko dari devisi keuangan"
Ucapnya sambil mengulurkan tangan.
"Laura" "Kayla"
Jawab mereka seperlunya.
'Cuek amat ne cewek' Ucap Niko dalam hatinya.
"Gue uda kenyang, yok balek ke ruangan Lau" Ucap Kayla yang merasa risih di perhatikan oleh pria di depannya.
"Okeh, gue juga uda selesai makannya"
Jawab Laura yang paham dengan sifat sahabatnya tersebut.
"Kita luan ya Nik" Ucap Laura
"Owh iya lanjut, bentar lagi juga jam istirahat habis" Ucap Niko dengan senyum manisnya.
Kayla dan Laura berlalu meninggalkan Niko yang masih melihat ke arah mereka hingga keluar dari kantin.
Bersambung,,