Oh Kayla

Oh Kayla
Kayla Hamil



Satu kantor di buat heboh dengan peraturan baru yang di keluarkan oleh Presdir mereka. Banyak yang protes akan peraturan yang tidak masuk akal menurut mereka apa lagi para pecinta parfum ingin protes keras. Namun mereka kembali mundur saat melihat tatapan Kris dan yang lebih parah tatapan Dave yang siap menghabisi mereka.


Para karyawan hanya bisa tunduk walau di belakang mereka menjadikan Dave sebagai bahan pembicaraan.


"Tuan, ini berkas laporan keuangan bulan ini"


Ucap Kris dengan menyerahkan sebuah file yang langsung di terima oleh Dave


"Anda pucat sekali tuan. Apa anda baik-baik saja?"


Lanjut Kris sedikit khawatir melihat wajah Dave yang sangat pucat.


"Kepalaku pusing sekali Kris, bahkan dari tadi aku sudah empat kali ke toilet untuk muntah"


Ucap Dave lemah menatap Kris.


"Beristirahatlah tuan. Jangan terlalu memaksakan"


Ucap Kris dengan memberi saran.


"Baiklah Kris, kau benar"


Dengan perlahan Dave mulai bangkit dari kursinya dan berjalan pelan menuju ruang istirahatnya namun Dave terus memegangi kepalanya hingga membuat Kris berjalan pelan di belakangnya memastikan tuannya baik-baik saja.


"Tuaann"


Dengan cepat Kris menangkap tubuh Dave yang hampir jatuh ke lantai.


"Tuan, tuan sadarlah"


Ucap Kris dengan menepuk pelan bahu Dave, namun Dave tidak bisa merespon lagi ucapan Kris. Dengan segera Kris mengangkat tubuh Dave dan membawanya ke rumah sakit.


Untunglah jarak kantor dan rumah sakit tidak terlalu jauh. Hingga sebentar saja Kris telah sampai di depan UGD.


Setelah Kris menyerahkan Dave pada dokter untuk di periksa Kris lanjut menghubungi Kayla.


Kayla yang tengah rebahan sambil menonton film action favoritnya di buat kaget saat Kris memberi tahu bahwa Dave kini berada di rumah sakit.


Dengan segera Kayla menganti pakaianya dan menyambar kunci motor miliknya.


Kayla mengemudikan motornya dengan cepat. Untunglah jalanan tidak sedang ramai dengan mudahnya Kayla menyalip pengguna jalan lain agar segera sampai di rumah sakit.


Kayla tiba di rumah sakit tepat saat Dave mulai sadarkan diri.


"Dimana Dave?"


Ucap Kayla saat menatap Kris yang berada di UGD.


"Tuan baru saja siuman nyonya, kini sedang di periksa oleh dokter"


Ucap Kris menatap Kayla. Kris sedikit kaget melihat penampilan Kayla yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Kris tau jika Kayla jago bela diri namun, tidak menyangka kalau nyonya mudanya suka berpakaian sedikit tomboy dengan celana jeans robek-robek dan sepatu bootsnya, jangan lupakan jaket kulit dan ikat ramput nya. Sungguh berbeda tadi penampilan yang biasanya.


Dengan segera Kayla masuk ke dalam dan melihat keberadaan Dave yang kini tengah di periksa oleh dokter.


"Bagaimana keadaan suami saya dok?"


Ucap Kayla yang mengagetkan dokter tersebut. Bahkan sang dokter sempat melihat penampilan Kayla dari bawah hingga atas. Bagaimana bisa penampilan istri dari seorang presdir besar dan nyonya muda Abraham seperti gadis-gadis bebas di luaran sana. Namun dokter tersebut kembali menyadarkan diri setelah mendengar suara batuk Dave.


"Maaf nyonya, dari hasil pemeriksaan kami tuan Dave kekurangan cairan dan memiliki asam lambung hingga menyebabkan muntah. Namun seperti yang tuan katakan bila sudah tiga hari belakangan ini ia selalu muntah di pagi hari dan tidak memiliki nafsu makan. Maaf jika saya menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi"


"Iya dok, apa itu?"


Ucap Kayla menatap dokter tersebut dengan tanda tanya di hatinya.


"Kapan terakhir kali nyonya datang bulan?"


Sontak saja pertanya dokter tersebut membuat Dave dan Kayla kaget, mengapa dokter tersebut menanyakan hal tersebut.


"Seingat saya bulan lalu dok, eh tapi sepertinya bulan ini saya terlambat datang bulan"


Ucap Kayla dengan mengingat jelas jadwal bulanannya.


Dokter tersebut langsung tersenyum mendengar jawaban Kayla.


"Kalau begitu boleh saya periksa anda sebentar nyonya?"


"Tapi saya tidak sakit dok. Yang sakit itu suami saya"


Ucap Kayla menatap bingung dokter tersebut.


"Iya nyonya, maaf sebelumnya kalau saya menduga mual muntah yang tuan Dave alami ada hubungannya dengan nyonya. Mohon untuk kesediaan nyonya kami periksa sebentar"


Pinta dokter lagi dengan ramah.


Dengan bingung dan penasaran juga Kayla menuruti permintaan sang dokter untuk di periksa. Kayla segera membaringkan tubuhnya di brankar tepat di sebelah Dave.


Dokter langsung memeriksa Kayla. Sebuah senyum lebar muncul di bibir sang dokter yang membuat Kayla dan Dave semakin bertanya-tanya.


"Bagaimana dokter?"


Ucap Dave yang sedari tadi hanya diam saja menatap dokter dan Kayla.


"Selamat tuan sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah, dari hasil pemeriksaan saya nyonya muda sedang hamil muda"


Ucap dokter dengan tersenyum lebar menatap Dave dan Kayla secara bergantian.


"Dokter tidak bercanda kan?"


Ucap Dave dengan raut wajah senang.


"Alhamdulillah ya Allah"


Ucap Dave dengan raut wajah senangnya mendengar kabar yang sudah lama ia nantikan.


Sementara Kayla masih terdiam mengetahui kenyataan bahwa ia akan menjadi seorang ibu. Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh Kayla sebelumnya.


Bahkan Kayla tidak menanggapi lagi ucapan sang dokter di depannya. Hingga Kayla menatap kepergian sang dokter dan di susul oleh Kris yang mendekati Dave.


"Selamat tuan sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah"


Ucap Kris dengan raut wajah senangnya.


Terjawab semua tanda tanya di hati Kris melihat sikap aneh Dave beberapa hari ini ternyata efek dari kehamilan nyonya mudanya.


"Terima kasih Kris, dan kau sebentar lagi akan menjadi pamannya"


Ucap Dave dengan senyum bahagianya menatap Kris. Kris juga ikut senang mendengar ucapan Dave barusan. Jujur saja ia sudah menganggap Dave seperti keluarganya sendiri bahkan lebih. Kris rela mengorbankan nyawanya demi Dave. Mengingat masa lalu mereka bagaimana Dave menyelamatkan hidup Kris.


"Iya tuan. Saya ikut senang mendengar berita bahagia ini"


Balas Kris masih dengan senyuman di bibirnya.


"Sayang, ayo kita periksakan kandungan mu ke dokter spesialis"


Ucap Dave yang kini telah duduk mendekati Kayla. Kayla hanya mengangguk saja mendengarkan perkataan Dave.


Tanpa harus melewati antri dan pengurusan


Dave dan Kayla langsung masuk ke dalam ruangan pemeriksaan dokter spesialis kandungan setelah sebelumnya di beri informasi bahwa pemilik rumah sakit ini tengah bahagia mengetahui kehamilan nyonya mudanya.


"Silahkan berbaring disini nyonya"


Ucap dokter wanita tersebut dengan ramah.


Dengan segera Kayla mengikuti arahan sang dokter.


"Kita mulai pemeriksaannya ya nyonya"


Lanjut sang dokter dengan ramah yang di balas anggukan kepala oleh Kayla.


Setelah memberikan gel di perut Kayla dokter tersebut mulai menempelkan alatnya di perut datar Kayla.


"Selamat ya tuan dan nyonyanya kini kandungan anda sudah memasuki empat minggu. Ini dia, masih terlihat titik ya, namun semuanya baik-baik saja. Tapi,"


"Kenapa dok?"


Ucap Kayla cepat.


"Ini posisi janinnya agak sedikit turun, tapi tidak berbahaya, hanya saja nyonya muda tidak boleh melakukan olahraga berat, dan hindari benturan atau sesuatu kegiatan yang bisa membahayakan kandungan nyonya apa lagi di usia kandungan yang sangat muda ini sangat rentan bila tidak di jaga dengan baik"


"Jadi saya tidak boleh berolaraga dok?"


Ucap Kayla menatap dokter tersebut.


"Untuk sekarang jangan dulu nyonya. Nanti bila usia kandungan nyonya sudah besar baru saya anjurkan olah raga apa saja yang boleh nyonya lakukan. Saya juga akan meresepkan vitamin dan penguat kandungan untuk nyonya ya, Oiyah apa nyonya ada keluhan seperti mual atau muntah?"


"Tidak dokter, tapi suami saya yang mengalami mual dan muntahnya"


Ucap Kayla dengan melirik Dave.


"Oowh begitu, nanti akan saya resepkan juga obat mual muntahnya untuk tuan dan nyonya bila merasakan hal itu obatnya bisa langsung di konsumsi ya"


"Baik dokter"


Ucap Kayla kembali duduk setelah perawat membersihkan sisa gel di perut Kayla.


"Dokter"


"Iya tuan?"


Ucap dokter menatap Dave.


"Apa ini aman. Ah, tidak maksud saya apa masih bisa,, Ah bagai mana mengatakannya ya?"


Ucap Dave yang bingung sendiri. Namun dokter tersebut bisa memahami maksud pertanyaan Dave barusan.


"Untuk berhubungan masih bisa di lakukan tapi dengan pelan-pelan saja ya tuan"


"Syukurlah"


Ucap Dave cepat mendengar perkataan dokter yang sontak saja membuat Kayla langsung menyenggol lengan Dave dengan rona merah di pipinya. Kayla sedikit malu mendengar suaminya yang sangat senang hingga membuat sang dokter tersenyum menatap tuan dan nyonya muda di hadapannya.


################################


**Assalamualaikum dan selamat malam readers setia author 😊😊


Terimakasih sudah mengikuti "Oh Kayla" dari awal yaa 😊**


Tetap like, komen dan bantu "vote"nya ya 😊😊


Karena itu semua yang membuat author semangat untuk up.


Dan ikuti terus kelanjutan Oh Kayla yang sebentar lagi akan ada keseruan dan membuat jantung dag dig dug 😂😂


Waalaikumsalam 😊😊


Salam sayang dari author untuk kalian semua 😊😊 and Happy satnight 😍