Oh Kayla

Oh Kayla
Honey Moon (dua)



Setelah menikmati pemandangan matahari terbenam yang sangat indah. Senyum Kayla tidak luntur hingga mereka kembali ke hotel.


"Aku senang melihat senyummu seperti ini"


Ucap Dave mendekati Kayla dan membelai wajah mulusnya.


"Iya, aku senang sekali. Aku tidak menyangka saja kalau tempat ini begitu indah. Besok kita ke pantai ya"


Ucap Kayla dengan tersenyum secerah matahari.


"Iya sayang. Kamu Bosnya bebas mau kemana pun"


Ucap Dave mulai memberi kecupan pada bibir munggil Kayla.


Berawal dari kecupan hingga Dave semakin menuntun Kayla untuk berbaring di atas tempat tidur. Kedua mata Kayla mulai terpejam saat tangan Dave mulai aktif di bawah sana. Memberi sensasi yang selalu membuat Kayla tidak bisa menahan suara indahnya hingga Dave tersenyum mendengar suara indah tersebut.


Perlahan Dave mulai melecuti semua pakaian Kayla dan dirinya hingga keduanya polos tanpa sehelai benang.


Dave kembali mengusap wajah mulus Kayla. Dan melanjutkan aksinya menikmati setiap lekukan dan tidak lupa memberi beberapa tanda kepemilikannya di arae tertutup. Hingga suara indah Kayla kembali terdengar.


Dave semakin senang bermain-main pada dua bukit kembar tersebut. Membuat Kayla semakin tidak bisa menahan suara indahnya.


Melihat Kayla yang sudah mulai mencapai puncaknya Dave segera menyatukan dirinya bermain pelan hingga semakin lama semakin menuntut hingga sampai pada puncaknya Dave tersenyum melihat Kayla yang sudah terbaring lemas dibawah sana.


Cup.


"Terimakasih sayang"


Ucap Dave dengan senyuman hangatnya. Kayla hanya tersenyum saja. Namun sesaat kemudian ia memekik saat tiba-tiba tubuh polosnya melayang di udara. Karena Dave yang mengangkatnya tanpa aba-aba menuju kamar mandi.


"Kita lanjutkan di dalam ya sayang"


Ucap Dave saat mengangkat tubuh Kayla dan mengecup puncak kepalanya.


"Eehhh sudah-sudah turunkan"


Ucap Kayla menepuk-nepuk dada Dave. Namun Dave hanya terkekeh saja dan tetap melanjutkan aksinya di dalam sana.


*****


Pagi ini wajah Kayla memberengut kesal pada Dave. Kayla tidak bisa menahan kesalnya saat tubuhnya bagai macan tutul dengan banyak tanda merah bekas dari sisa yang di tinggalkan oleh si Singa buas.


"Ckk,,, bagaimana aku akan memakai pakaian ini. Lihatlah ulahmu. Jelas sekali kan. Sudah di bilang kita akan ke pantai mengapa memberi tanda di tempat terbuka seperti ini"


Kesal Kayla dengan wajah kusutnya.


"Maafkan aku sayang. Aku tidak bisa menahannya. Pakailah sesuatu untuk menutupinya. Atau pakai saja pakaian yang tertutup yaa"


Ucap Dave lembut dengan senyum jahilnya.


Dengan kesal Kayla tidak menjawab lagi namun mencari sesuatu di dalam tasnya. Kayla sedikit tersenyum saat menemukan foundation dan mulai menutupinya pada bekas yang jelas terlihat.


"Nah begitu kan bisa. Tidak terlihat sama sekali jejaknya. Besok aku tidak akan ragu lagi memberi banyak tanda"


Ucap Dave lagi dengan senyum yang menyebalkan menurut Kayla.


"Tidak ada tanda-tanda lagi. Sudah ayo berangkat sebelum kesiangan kita sampai di pantainya"


Ucap Kayla sambil meraih tasnya dan beranjak keluar hotel yang di susul oleh Dave sambil terkekeh senang.


Setelah mengikuti tour gate mereka akhirnya tiba di Pantai Kamari.


Pantai yang mempunyai perairan biru kristal yang luar biasa menakjubkan. Kamari menjadi salah satu pantai paling terkenal dan indah.


Kayla langsung berlari menuju bibir pantai.


"Aahh indahnya"


Ucap Kayla sembari mengambil gelas minumannya dan menikmati bersama dengan cemilan yang sudah mereka pesan.


"Aku ingin berjemur juga ya"


Ucap Kayla yang kemudian ingin menanggalkan baju atasannya.


"Hey. Apa yang kau lakukan"


Ucap Dave menahan tangan Kayla.


"Berjemur. Sama sepertimu"


Ucap Kayla dengan santainya.


"Tapi tidak harus melepas baju juga. Kamu ingin mengundang para lelaki hidung belang untuk menikmatinya?"


Ucap Dave sambil menunjuk dada Kayla.


"Hhuuffh.. Iya deh iyaa"


Ucap Kayla membenahi bajunya kembali. Dan mulai membaringkan tubuhnya menikmati hangatnya sinar matahari yang menusuk kulit putihnya.


Setelah menikmati keindahan Pantai Kamari. Dave dan Kayla melanjutkan perjalanan menuju Pantai Perissa.


Pantai ini berlokasi di lereng Gunung Mesa Vouno. Pantai ini memiliki hamparan pasir berwarna hitam.


Pantai Perissa merupakan salah satu pantai terpanjang dan terkenal di Santorini. Sembari berenang, pata wisatawan dapat menikmati pemandangan gunung berapi. Pantai yang benar-benar bersih.


Di Pantai Perissa ini Kayla dan Dave melakukan snorkling, bermain jet ski dan parasailing. Kayla benar-benar menikmati harinya. Hingga menikmati matahari terbenam dan kembali lagi kehotel untuk mengistirahatkan seluruh tubuhnya.


Seminggu sudah Kayla dan Dave berada di Santorini. Menjelajahi beberapa tempat wisata dan menikmati aneka kuliner. Hingga berbelanja oleh-oleh.


Bahkan Kayla dengan senang hati hampir memborong barang-barang dan pakaian yang menurutnya lucu. Dave hanya bisa menggelengkan kepala melihat tinggkah Kayla.


Dave memang tidak pernah melarang Kayla untuk membeli apa saja yang ia inginkan selagi itu masih wajar. Masalah berapapun uang yang di habiskan mereka tidak mempermasalahkannya karena uang masih bisa di cari namun waktu dan kebersamaannya bersama orang yang di cintainya lebih sangat berharga.


Pernah kehilangan dan merasa hampa membuat Dave semakin takut akan kehilangan Kayla. Sehingga segala cara ia lakukan untuk membuat Kayla merasa nyaman dan senang bersamanya. Salah satunya dengan membiarkan Kayla membeli apa saja yang ia inginkan. Walaupun ujung-ujungnya tidak akan ia pakai dan hanya untuk para pelayan dan sahabatnya saja.


"Tutuplah matamu"


Ucap Dave saat mereka berada di kamar hotel.


Dengan perlahan Kayla menutup matanya. Dan mulai merasakan sesuatu yang dingin menyentuh lehernya. Reflek Kayla membuka matanya dan mengarahkan dirinya di depan sebuah cermin.


"Bagaimana? Apakah kamu menyukainya?"


Tanya Dave sambil memeluk tubuh Kayla dari belakang.


"Iya. Aku suka. Bagus sekali. Terimakasih sayang"


Ucap Kayla menatap dirinya dalam pantulan cermin sambil memegang sebuah kalung berlian dengan batu berwarna merah terlihat sangat indah sekali.


Kayla tahu ini bukan kalung sembarangan.


Red diamond atau berlian merah menjadi batu mulia paling mahal di dunia, dengan harga mencapai 5 juta dolar AS atau sekitar Rp72 miliar per gramnya.


Dave tersenyum senang melihat Kayla sangat menyukai kalung pemberiannya.


Dave pun mulai memberi sentuhan pada leher belakang Kayla. Kayla yang sudah paham dengan tindakan Dave hanya bisa memejamkan mata. Menikmati setiap sentuhan yang membuatnya merasa seperti di awan. Melayang, terbang dengan rasa yang menggelitik di jiwa hingga Kayla tidak bisa menahan untuk tidak mengeluarkan suara-suara indahnya yang membuat Dave makin semangat untuk melanjutkan kegiatannya. Huhaa