Oh Kayla

Oh Kayla
Dasar Om-Om!!!!



Ckleekk,,


Sam memasuki sebuah kamar rawat VIP setelah memastikan seorang gadis yang tidak sengaja ia tabrak mendapatkan pelayanan yang terbaik.


Sontak saja kedua mata itu saling beradu.


Aaaaa,,,,,


Huaaaaaaaa,,,,,,


Suara tangisan yang keluar dari mulut gadis tersebut sontak saja mengagetkan Sam.


Pasalnya baru saja ia melihat gadis tersebut siuman dari pingsannya yang hampir seharian.


Dengan cepat Sam menutup kembali pintu kamar dan berjalan mendekati tempat tidur dimana gadis tersebut masih menangis dengan keras.


"Hey bocah kenapa kau menangis? "


Ucap Sam sesaat setelah ia berada tepat di depan gadis tersebut.


Gadis tersebut hanya mendongakkan kepalanya sebentar lalu kembali menangis bahkan suara tangisannya lebih keras dari sebelumnya.


"Ck"


"Dasar bocah cengeng. Kau menangis pasti karena putus dengan pacarmu itukan"


Ucapan Sam yang seperti mengejek tersebut berhasil membuat gadis tersebut menghentikan tangisannya.


"Dari mana Om tau?"


Suara serak yang terdengar lucu di telinga Sam.


"Aku punya indera ke enam yang bisa membaca pikiranmu"


Ucap Sam menatap gadis tersebut dengan tatapan devilnya.


Dengan sigap gadis tersebut menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"A apa yang Om lihat? Om mesum yaa,,, Aaaaaaaaa"


"Cehhh,,, Aku tidak bernafsu melihatmu, jadi hentikan omesmu itu, dasar bocah"


"Kalau bukan mesum, mengapa Om menatapku seperti itu?"


Ucap gadis tersebut yang kembali menatap waspada pada Sam.


"Aku lelah dan Kau sudah sadar sekarang, jadi bersiaplah aku akan mengantarmu pulang dan satu lagi. Jangan panggil Aku Om karena aku tidak pernah menikahi tantemu ingat itu"


Ucap Sam yang akhirnya mendudukan bokongnya di sofa. Sam sedikit bernafas lega setelah mendengar penjelas dokter tentang kondisi gadis yang ia tabrak dan untungnya hanya lecet sedikit di bagian tangan dan kaki.


'Bagaimana gue bisa jalan, ini kaki perih bnget hiks'


Gadis tersebut menatap Sam dengan kesal.


"Om,, Eh. Bapak"


Ucap Gadis tersebut dengan pelan.


Namun yang di panggil tidak menoleh sedikitpun karena terlalu fokus dengan ponsel di tangannya.


"Oii,,, Bapak"


Ucap gadis tersebut dengan lebih keras hingga membuat Sam yang awalnya fokus menatap ponsel akhirnya mengalihkan pandangannya.


"Apa kau memanggilku? "


Ucap Sam menatap tidak suka dengan panggilan tersebut.


"Iya, Bapak tolongin dong ini kaki Mesya sakit nih liat nih mana bisa jalan"


Ucap gadis tersebut dengan mengangkat sedikit ujung rok yang ia kenakan sehingga terlihat perban di lutut gadis tersebut.


"Apa aku setua itu sampai-sampai kau harus memanggilku bapak? "


Ucap Sam dengan berjalan ke arah gadis tersebut.


"Lalu aku harus memanggil apa? Kan memang sudah tua"


Cicit gadis tersebut namun masih bisa di tangkap oleh pendengaran Sam.


Sam berhenti sejenak dan menatap gadis tersebut dengan ide yang mucul di dalam benaknya.


'Akan gue kerjain ne bocah'


"Panggil aku Sayang"


Ucap Sam dengan berbisik di telinga gadis tersebut.


Sontak saja gadis tersebut tertawa dengan keras hingga Sam mengerutkan keningnya.


"Mengapa kau tertawa ha? "


"Apa Om jomblo ya? Sehingga ingin di panggil Sayang oleh gadis cantik sepertiku"


Ucap gadis tersebut dengan tatapan mengejek dan kembali menertawai Sam.


'Sialan ne bocah. Berani-beraninya bilangin gue jomblo, tapi emang bener kan'


"Hey kata siapa aku jomblo. Sudah jelas-jelas kau yang jomblo karena pacarmu selingkuh kan, itu artinya kau jelek hahahha"


Sontak saja ucapan Sam membuat gadis tersebut terdiam dari aksinya menertawai Sam.


'Sialan ne Om-om bilang gue jelek. Eh, lagian tau dari mana dia kalo gue di selingkuhin. Apa benar ne om-om punya indera ke enam, hiiii'


"Om jahat!!!"


Ucapan gadis tersebut membuat Sam akhirnya berhenti tertawa.


"Kenapa? Kan memang benar"


"Om jahat, jahat jahaaaatttt"


Ucap gadis tersebut dengan memukul-mukul dada Sam.


Hap.


Sam menangkap kedua tangan gadis tersebut.


"Sudahlah itu hanya akan menyakiti tanganmu"


"Aaa... "


Sam menurunkan gadis tersebut saat berada tepat di depan mobilnya.


Dengan sigap Sam membukakan pintu dan mendudukan gadis tersebut di samping kursi kemudi.


Sontak saja perlakuan Sam yang terlalu dadakan membuat gadis tersebut terdiam dengan berbagai macam dipikirannya.


'Sumpah wangi banget ne om-om, seumur umur baru kali ini gue di peluk dan di gendong cowok, ne jantung gue kenapa lagi? '


Bahkan kini tanpa sadar ia memegang dadanya sendiri.


Klik.


"Kenapa dengan dada ratamu ? "


Ucapan Sam menyadarkan gadis tersebut dari lamunannya.


"Eh, gapapa Om, lagian punyaku gak rata yaa"


"Oh ya?"


"Dasar Om-om mesum"


"Aku hanya bercanda hahhaha"


Ucap Sam menatap lucu wajah gadis di sampingnya.


"Oiyah Om makasih ya, dan kita belum kenalan kan,, Kenalin namaku Mesya, nama Om siapa?"


Ucap Mesya tulus dengan mengulurkan tangannya pada Sam.


"Hmm,, Uda tau"


Ucap Sam cuek dan memilih menyalakan kendaraannya.


"Om jawab dulu, sombong amat sih"


"Apaan? "


"Nama Om siapa?"


"Cari tau sendiri"


"Oowh Om ga mau jawab, Okeh! "


Dengan cepat Mesya merogoh kantong celana Sam setelah melirik untuk memastikan dimana posisi dompet Sam berada.


"Hey apa yang kau laku--"


"Hahah aku dapat"


Ucap Mesya dengan mengibas-ngibaskan dompet tersebut di depan Sam dan membuka isinya hingga menemukan kartu identitas milik Sam.


"Samuel Silk"


Ucap Mesya saat membaca nama yang tersera di kartu pengenal milik Sam.


"Dasar tidak sopan"


Ucap Sam ketus dengan merampas kembali dompet dan tanda pengenal miliknya.


"Tadikan Mesya uda tanya baik-baik Omnya aja yang bilang cari sendirikan"


Ucap Mesya tidak mau kalah.


"Iya tapikan tidak harus seperti itu. Lagian tidak baik untuk anak seusia mu menyentuh seorang pria seperti tadi dengar"


Pasalnya Sam sedikit kaget saat Mesya hampir menyetuh posisi keramatnya. Ah sudahla.


"Iya Om maaf"


"Hmm. Dimana alamat rumahmu? Aku akan mengantarkan kau pulang?"


"jl. Xxxxxx "


Dengan segera Sam melajukan kendaraannya menuju alamat yang telah di sebutkan oleh gadis tersebut.


tidak membutuhkan waktu lama kendaraan Sam memasuki kompleks perumahan elit dimana rumah-rumah dengan bangunan yang mewah memenuhi kawasan tersebut.


"Yang mana rumahnya?"


"Yang itu Om"


Ucap Mesya menunjuk rumah yang berada di ujung.


Sam memarkirkan kendaraannya tepat di depan rumah.


"Mengapa sepi sekali? Apa tidak ada orang? Dimana mama mu?"


Ucap Sam sambil mengangkat tubuh Mesya.


"Mama sudah di langit Om, Mesya memang tinggal berdua saja dengan papa, ART hanya datang pagi hari"


Ucap Mesya dengan lesu.


"Maaf"


Ucap Sam yang merasa tidak enak hati atas pertanyaannya barusan.


Ckleekk.


"Makasih Om sudah mengantarkanku pulang"


Ucap Mesya setelah Sam menurunkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu.


"Apa kau yakin bisa sendiri disini?"


"Iya Om, aku sudah biasa sendiri di rumah jika papa keluar kota"


Ucapan Mesya mengingatkan Sam kembali akan ucapan tuan Atmadja untuk menjaga dan menitipkan putrinya hingga sembuh.


###############################


Hai,, Haiii,,, Assalamualaikum aku kembali lagi,,


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Salam rindu untuk readers setia Oh Kayla 😘


Yuk Likenya jangan lupa 👍 makasih yaaa 🙏