Oh Kayla

Oh Kayla
Bertemu Dokter Dimas



Dave mengemudikan kendaraannya ke arah Apartemen. Setelah Kayla dinyatakan sehat meski baru sembilan puluh persen tapi Dave tetap ingin membawa Kayla kembali tinggal di apartemen.


Meskipun di rumah Kayla tidak ada orang lain selain Mami Sarah, Papi dan para asisten rumah tangga, tapi rasanya tetap lebih nyaman tinggal di apartemen sendiri.


Ddrrttt,,, Drrttt,,,


"Hallo"


Ucap Dave sesaat setelah panggilan terhubung.


"Baik, besok pagi kita akan kesana"


Ucap Dave dengan langsung memutuskan panggilan tersebut.


Sementara Kayla sedari tadi melirik Dave dengan memikirkan sesuatu.


'Apa ada yang di sembunyikannya? Besok gue harus ikutin neh'


Setelah sampai apartemen Kayla langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Dua jam sudah Dave menunggu Kayla namun tidak kunjung keluar juga.


Tok,, Tokk,, Tokk,,,


"Sayaangg, kenapa lama sekali mandinya?"


Ucap Dave namun tidak mendapat jawaban dari dalam.


Tok,, Tokk,, Tokk,,,


"Sayang, buka pintunya"


Ucap Dave yang terus memutar handel pintu.


Cklaakk,,,


Kayla keluar dengan senyum yang merekah di bibirnya.


"Sayang kenapa lama sekali mandinya?"


Ucap Dave menatap wajah Kayla.


"Apa kamu mengganti sabun mandinya?"


Ucap Kayla menatap wajah Dave yang tiba-tiba bingung.


"Tidak. Memangnya kenapa sayang? Apa kamu ingin menggantinya?"


"Tidak, tidakk,"


Ucap Kayla dengan menggoyangkan kedua telapak tangannya.


"Jangan di ganti, Kay suka sekali aroma sabunnya. Sangat wangi. Dari tadi Kay terus menciumi aroma sabunnya... Uummm,,, wanginya"


Lanjut Kayla dengan mencium punggung tangannya.


Sementara Dave hanya bisa mengkerutkan keningnya melihat tingkah aneh Kayla.


"Ya sudah sana pakai bajunya nanti kamu masuk angin, saya mau mandi"


Ucap Dave dengan berlalu di depan Kayla.


*****


Pagi ini Dave telah bersiap-siap untuk pergi ke kantor, setelah tadi pagi sempat membuat sarapan spesial untuk mereka berdua.


Cup.


"Morning sayang"


Ucap Dave dengan memberi kecupan di dahi Kayla.


"Hmmm,, "


Balas Kayla yang masih enggan membuka matanya.


"Ayo bangun sayang, saya telah membuat sarapan spesial untukmu"


Ucap Dave dengan menggoyang-goyangkan tubuh Kayla hingga kedua mata Kayla terbuka sempurna.


"Baiklah tunggu sebentar"


Ucap Kayla setelah kesadarannya kembali terkumpul.


"Terimakasih"


Ucap Kayla saat Dave menarikkan kursi untuk Kayla duduki.


Sementara Dave langsung duduk di depan Kayla.


"Selamat makan"


Ucap Dave dengan senyuman manisnya yang di balas anggukan oleh Kayla.


Kayla menghentikan geraknya saat hendak memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Ada apa sayang?"


Ucap Dave menatap bingung wajah Kayla.


"Aku ingin minum susu"


Ucap Kayla tiba-tiba yang langsung membuat kerutan di kening Dave semakin bertambah.


"Susu? Bukannya kamu kurang suka susu ya?"


Ucap Dave bingung.


"Tapi Kay pengen"


Ucap Kayla dengan manja.


"Di sini tidak ada stok susu sayang, nanti saya akan meminta Mbak (asisten rumah tangga) membawakannya kemari, sekarang makan saja dulu ya"


Ucap Dave lembut yang di balas anggukan kepala oleh Kayla.


Setelah selesai sarapan Dave segera meraih tas kerjanya.


Ucap Dave dengan mendaratkan sebuah kecupan di dahi Kayla.


"Iya sayang"


Ucap Kayla cepat, entah mengapa Kayla begitu penasaran sekali dengan perkataan Dave semalam sehingga ia berinisiatif untuk mengikuti Dave hari ini.


Setelah Dave keluar dari pintu. Dengan segera Kayla berlari menuju kamarnya mengganti pakaiannya dengan jeans dan jaket kulit serta sepatu boots. Penampilan yang biasa ia gunakan saat di area bermain.


Dengan segera Kayla meraih tas selempangnya dan memasukkam ponsel serta dompetnya dan tidak lupa masker serta kaca mata hitamnya.


Kayla telah berada di depan apartemennya menunggu seseorang yang telah ia hubungi untuk membawa motor kesayangannya.


"Thanks ya, ntar gue transfer"


Ucap Kayla menerima kunci dari seorang pria dan dengan segera langsung menaiki motornya.


"Okeh"


Balas pria tersebut yang tidak di balas lagi oleh Kayla karena langsung memakai helm full face miliknya.


Bbruumm,,, Bruumm,,,


Dengan segera Kayla melajukan motor kesayangannya membelah jalanan yang tengah ramah di jam kerja seperti ini.


"Semoga masih terkejar"


Ucap Kayla saat motornya berhenti di lampu merah.


Kayla tidak menghiraukan pandangan pengemudi lain yang menatapnya. Bagaimana tidak seorang wanita dengan tubuh yang kecil namun berisi di bagian-bagian tertentu tengah mengendarai sebuah motor Ducati Panigale V4 Superleggera.


Sungguh penampilan yang sangat jarang terjadi. Di tambah motor dengan harga yang sangat fantastis tentu menjadi sorotan untuk pengendara lain.


Bbruumm,,, Bruumm,,,


Kayla langsung menarik pedal gas saat lampu lalu lintas berubah warna. Kayla terus melajukan kendaraannya menyalip pengguna jalan lainnya.


"Itu dia mobil Dave"


Ucap Kayla dengan segera mengurangi kecepatannya menjaga jarak iring agar tidak di ketahui oleh Dave.


"Mau kemana dia? Ini bukan jalan ke arah kantor"


Gumam Kayla seorang diri.


Kayla terus mengikuti kemana arah kendaraan Dave.


"Jalan ini, sepertinya aku tidak asing"


Dave menghentikan kendaraannya tepat di depan Panti Asuhan. Dimana telah menunggu asisten Kris disana.


"Selamat pagi tuan, Silahkan"


Ucap Kris menyambut kedatangan Dave dan langsung berjalan ke arah ruang ibu kepala panti.


Sementara Kayla kembali melajukan motornya untuk berbalik arah.


"Dia kepanti, mengapa tidak memberi tahu? Kenapa dia tidak mengajakku juga?"


Gumam Kayla masih sedikit kesal pada Dave.


Kayla mengarahkan motornya menuju sebuah danau di pinggiran kota. Ia butuh menenangkan dirinya saat ini.


Kayla menghentikan langkah kakinya saat telah dekat di bibir danau.


Kayla mendengar seperti suara ada orang yang menangis.


Bukannya takut Kayla malah mempercepat langkah kakinya menuju asal suara.


"Sepertinya di balik pohon itu asalnya"


Gumam Kayla dengan terus berjalan.


Dan benar saja di balik pohon besar tersebut ada seorang pria yang sedang menundukkan kepalanya dengan menangis terisak.


"Hei, loe kenapa?"


Ucap Kayla mendekati pria tersebut.


Sontak saja si pria langsung mengehentikan tangisnya dan menatap ke arah Kayla.


"Elooo,,,"


Ucap Kayla menunjuk pria tersebut.


"Eneng, ini A'a Dimas neng"


Ucap Dimas dengan segera berdiri.


"Iya dokter Dimas, ngapaen dokter sendirian? Pake nangis segala disini?"


Ucap Kayla menatap wajah Dimas.


"Neng, jangan panggil dokter, ingat atuh janjinya dulu kalau berdua saja panggilnya A'a Dimas aja"


"Iya deh A'a. Jawab dulu pertanyaan Kay tadi.


"A'a di rampok Neng, tas, ponsel, dompet dan mobil A'a juga di bawa lari Neng huaaa,,,"


Ucap Dimas dengan kembali menangis.


"Kasian sekali A'a yaa,, Memangnya A'a ngapaen kesini?"


Ucap Kayla dengan mengusap pelan pundak Dimas.


"A'a baru selesai menghadiri undangan seminar Neng, padahal baru juga mau pulang ke Bandung, eh malah di rampok di jalan, minta tolong juga orang cuma liatin aja tapi ga ada yang mau nolongin A'a. Mana A'a ga kenal siapa-siapa disini Neng"


Ucap Dimas dengan terisak.


"Yasudah ayo Kay temani ke kantor Polisi untuk buat surat pernyataan sekalian melapor biar para rampok itu segera di tangkap"


Ucap Kayla menatap wajah Dimas yang mulai tenang.


"Iya neng, makasih ya neng"


Ucap Dimas dengan tulus tanpa sadar memegang tangan Kayla.