
Braakk..
Dave membanting dokumen di atas mejanya.
"Bagaimana kamu bisa tidak teliti begini Kriis?"
Ucap Dave menatap Kris dengan tatapan tajamnya.
"Maaf tuan saya akan segera memperbaikinya"
Ucap Kris dengan menundukkan kepalanya.
Dave engan membalas lagi ia hanya mengibas-ngibaskan tangannya mencoba menahan emosi yang sempat tersulut.
Dengan segera Kris meraih dokumen tersebut dan membawanya keluar ruangan.
Sementara Dave kembali memeriksa dokumen yang menumpuk di atas meja kerjanya, seperti takkan pernah ada habisnya.
Cklaakk..
"Jika belum selesai jangan kembali. Kamu hanya akan membuatku emosi lagi"
Ucap Dave tanpa melihat siapa yang datang.
"Sayang, apa aku menganggumu?"
Dave menghentikan sejenak tangannya saat akan menandatangani sebuah dokumen dan dengan cepat menoleh ke arah asal suara yang sangat ia kenali.
"Oowh sayang maafkan aku. Aku tidak melihat kehadiranmu tadi"
Ucap Dave dengan segera beranjak mendekati Kayla memberikan kecupan singkat di bibir dan memeluk erat tubuh wanita yang ia sayangi.
"Kenapa emosi?"
Ucap Kayla masih dalam dekapan Dave.
"Biasalah masalah kerjaan"
Ucap Dave kembali menatap Kayla dan menggiringnya ke arah sofa.
"Apa kamu sedang sibuk?"
Ucap Kayla setelah mendudukan dirinya.
"Tidak. Untukmu aku selalu memiliki waktu sayang"
Ucap Dave dengan mengusap lembut wajah cantik Kayla.
Kayla tersenyum mendengar perkataan Dave.
"Ayo kita jalan-jalan sore aku ingin makan gula kapas lagi"
Ucap Kayla menatap wajah Dave dengan senyum manisnya.
Dave tersenyum mendengar ucapan Kayla. Di saat wanita lain mengajak kekasihnya untuk menemani mereka berbelanja, ke salon atau menonton bioskop sedangkan Kayla hanya mengajaknya untuk memakan gula kapas.
"Baiklah, tunggu sebentar sayang"
Ucap Dave memberikan kecupan singkat di puncak kepala Kayla dan beranjak menuju meja kerjanya untuk menutup laptop dan mengambil jas kerjanya.
"Sudah, ayo sayang"
Lanjut Dave menatap Kayla. Dengan senyum mengembang Kayla beranjak dan menggantungkan tangannya pada lengan Dave.
Kayla sengaja membuka atap mobil Dave untuk menikmati sapuan angin sore ini di tambah matahari yang sudah mulai menenggelamkan dirinya. Menampakkan langit dengan warna keemasan.
Dave menghentikan mobilnya di dekat sebuah taman yang memiliki danau dengan air yang mengalir.
"Sayang tunggu disini sebentar ya, aku akan segera kembali"
Ucap Dave setelah mereka duduk di sebuah bangku taman yang menghadap ke arah danau.
"Baiklah"
Jawab Kayla dengan senyuman manisnya menatap Dave.
Dave mengacak pelan rambut Kayla sebelum berlari meninggalkan Kayla seorang diri.
Kayla menatap danau yang berada di depan matanya. Udara disini cukup segar karena masih banyak pepohonan di sekeliling area taman.
"Sayang kenapa melamun? Ini gula kapasnya"
Ucap Dave mengulurkan gula kapas berbentuk hati.
"Terima kasih sayang"
Ucap Kayla dengan tersenyum senang menerima gula kapas tersebut.
"Kamu mau?"
Lanjut Kayla setelah mencubit gula kapasnya dan mengarahkan ke mulut Dave.
"Tidak sayang. Buat kamu saja"
Tolak Dave dengan senyumnya.
"Yasudah"
Dengan segera Kayla memasukkan cubitan gula kapas ke dalam mulutnya.
"Heemm,, Rasanya masih sama, manis"
Lanjut Kayla dengan senyum bahagia.
Dave pun mulai membuka es cream miliknya sambil menikmati pemandangan danau di depan mereka.
"Loh, kok kamu beli es cream gak bilang-bilang sih? "
Ucap Kayla menatap es cream milik Dave yang terlihat lebih menggoda.
"Kan kamu maunya gula kapas, jadi es creamnya buat aku"
Ucap Dave dengan senyum mengejeknya.
"Tapi kan Kay juga mau es cream. Siniin buat Kay es creamnya kamu ini aja"
Ucap Kayla mencoba meraih es cream milik Dave dan menukarnya dengan gula kapas.
"No Kay. Aku tidak suka itu. Kamu makan saja gula kapasnya"
Dengan cepat Dave menjauhkan es cream miliknya saat Kayla ingin menukarkan dengan gula kapas.
"Gak. Kay maunya itu"
Ucap Kayla dengan tetap berusaha meraih es cream Dave.
Dengan cepat Dave memasukkan es cream miliknya ke dalam mulut.
Ucap Kayla kesal dengan segera memalingkan wajahnya dengan bersungut kesal.
"Hahahah,, Ya sudah tunggu sebentar aku belikan lagi ya"
"Gak usah"
Tolak Kayla dengan menyomot gula kapasnya kesal.
"Hahah,, Merajuk ya?"
"Enggak"
"Yakin gak mau es cream lagi?"
Tawar Dave dengan senyum jahilnya.
"Iya gak usah. Mulai nanti malam kamu puasa"
Ucap Kayla dengan kesal.
Ucapan Kayla menyadarkan Dave akan sesuatu hal yang amat penting baginya.
"Sayangg,, Jangan gitu dong. Yaudah aku beliin es cream lagi ya"
Ucap Dave cepat.
"Gak mau"
Tolak Kayla cepat.
"Aku beliin satu box penuh ya jangan marah lagi ya ya yaahh"
"No!"
"Ckk.. Sayang aku minta maaf deh, tadi cuma becanda aja kok gak ngasih kamu padahal aku mau beliin kamu es cream yang baru"
Ucap Dave lagi memberi alasan.
"Yaudah aku juga gak mau ngasih kamu jatah mulai nanti malam"
'Aduh mampus gue kalau gitu'
"Sayangg kalau kamu gak mau es cream kita shoping aja yok"
Rayu Dave lagi menatap wajah Kayla.
"No, Kay gak mau shoping"
Ucap Kayla dengan melirik Dave.
"Terus kamu maunya apa sayang?"
"Hmmm,,"
Kayla terdiam sejenak memikirkan apa yang harus ia beli.
Kalau pakaian sudah menumpuk di lemarinya. Bahkan ada satu lemari yang belum pernah Kayla gunakan, motor masih okeh, mobil masih banyak, jet pribadi sudah punya, lalu terbesit sebuah ide di kepalanya.
"Sayang kok diam? Kamu mau apa sayang bilang saja"
"Kay mau pistol"
"Hhe.."
Dave kaget mendengar permintaan Kayla barusan. Bukannya ia tak mampu membelikan bahkan Dave pun punya koleksi pistolnya tersendiri yang tidak di ketahui oleh Kayla.
"Buat apa sayang? Lagian emangnya kamu bisa menggunakannya?"
Ucap Dave menatap lekat wajah Kayla.
"Buat mainan dong. Kalau kamu berani macam-macam apa lagi selingkuh tinggal,,, Dorr dor!!"
Ucap Kayla dengan memperagakan tangannya seperti sebuah senjata api.
Gleg.
Dave menelan salivanya dengan kasar.
"Hahaha kamu ada-ada saja sayang, lagiankan aku gak mungkin macam-macam apa lagi selingkuh. Cintaku hanya buat Kayla seorang"
"Bagus! Kalau begitu belikan aku pistol"
Ucap Kayla dengan menaik-turunkan alis matanya menatap Dave.
"Baiklah,, Baiklaah,, Tapi kamu harus latihan menembak juga. Aku tidak ingin kamu sembarangan menggunakannya nanti"
"Okeh, dengan senang hati"
Ucap Kayla dengan senyum lebarnya.
"Berarti sekarang uda gak marah lagi kan?"
Ucap Dave menatap Kayla dengan senyuman di bibirnya.
"Masih"
"Hey,, Tapi sudah minta pistol kenapa masih marah hum?"
Ucap Dave bingung dengan menampakan kerutan di keningnya.
"Kay mau es cream yang tadi, belikan pokoknya"
Jawab Kayla dengan manja.
"Hahah,, Ya yahh baiklah, tunggu sebentar ya aku akan membelikannya"
'Aakkhh syukurlah marahnya tidak lama-lama jika tidak bisa bahaya si junior'
Dengan segera Dave beranjak menuju penjual es cream tadi. Namun sialnya es cream tersebut sudah habis. Dave yang tidak percaya dengan ucapan si penjual pun mengintip isi di dalam boks tersebut 'kosong' Dave pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa tidak enak hati menatap si penjual es cream yang menatapnya seperti mengejek.
Dengan cepat Dave kembali menghampiri Kayla kembali.
"Mana es creamnya?"
Ucap Kayla setelah Dave mendekat.
"Sayang, maafkan aku es creamnya habis"
Ucap Dave dengan wajah getirnya.
"Kan. Kalau begitu kamu tetap puasa mulai nanti malam"
'Mampus! Gimana nasip si junior ne?'
Dengan cepat Dave memeluk tubuh Kayla dan merayunya kembali agar tidak marah dan mengajak Kayla untuk membeli es cream di tempat lain.