Oh Kayla

Oh Kayla
Aksi Penyelamatan (Satu)



Dave memejamkan matanya dengan berdoa semoga Tuhan menyelamatkan nyawa Kayla dan calon anaknya. Saat ini pikiran Dave sangat kacau terlebih mengingat video rekaman saat Kayla di tampar sungguh Dave ingin rasanya mematahkan tangan pria yang berani menyentuh dan menyakiti istrinya tersebut.


Dave mengepalkan erat tangannya mencoba menahan emosi yang memenuhi dirinya saat ini.


"Tuan apa anda ingin makan sesuatu? Anda telah melewatkan jam makan siang tuan"


Ucap Kris mendekati kursi Dave.


"Tidak Kris, aku hanya ingin menghabisi dia yang telah berani menyakiti istriku saat ini"


"Baiklah tuan"


Ucap Kris dengan segera kembali ke kursinya dengan sesekali menoleh ke arah Dave berharap Dave akan memanggilnya kembali untuk sekedar meminta untuk di bawakan makanan atau segelas kopi.


Dave kembali melirik jam di pergelangan tangannya, rasanya waktu sangat lambat berputar mengingat tujuannya adalan negara Spanyol bukanlah waktu yang sebentar untuk segera sampai disana.


Rasa kekhawatiran di hatinya pun muncul kembali. Kali ini ia menerka-nerka siapa yang telah berani bermain dengannya seperti ini. Jika mengingat patner bisnisnya saat ini semua berjalan lancar bahkan selalu dalam pantauan Kris. Entah siapa yang berani mengganggu ketenangan seorang Dave sungguh Dave tidak akan bisa memaafkan orang tersebut mengingat bagaimana kesakitannya Kayla akibat tamparan yang mengenai pipi putihnya dan entah bagaimana lagi kabar dan keadaan Kayla saat ini sungguh hati dan pikiran Dave tidak bisa tenang.


*****


"Lepaskan aku Leon, please lepaskan aku!! Bukankah sebelumnya kita berteman? Mengapa kau menyakiti temanmu sendiri"


Ucap Kayla yang mencoba mengalihkan pikiran Leon.


"Hahahha,,, Teman? Ya kita sudah berteman dalam bisnis dan aku sudah membantu mewujudkan mimpimu untuk meluncurkan alat kesehatan itu dan sekarang bagianmu mewujudkan mimpiku untuk menyiksa dan menghabisi Dave"


"Please Leon jangan lakukan itu, aku sedang hamil, apa kau tega melihat seorang anak yang lahir tanpa orang tuanya, bukankah kau sudah pernah berada di posisi itu, please Leon lepaskan aku dan Dave"


"Tidak semudah itu Kayla. Meskipun aku pernah memgalami semua yang kau katakan tapi rasa sakit dan dendam disini"


Leon menjeda perkataannya sejenak dengan menunjuk-nunjuk dadanya menatap Kayla dengan tatapan tajam.


"Disini Kay, sakit sekali. Bahkan aku tidak bisa tidur dengan tenang meskipun aku bergelimang harta sebelum dendam ini terbalaskan"


"Please Leon maafkan Dave, biarkan kami hidup dengan tenang dan ikhlaskan semua yang telah terjadi di masa lalu dan aku berjanji akan membujuk Dave untuk meminta maaf padamu"


"Hahahah,,, Kayla,, Kayla aku tidak sebaik yang kau fikirkan untuk bisa memaafkan dan mengikhlaskan semua yang telah terjadi di masa lalu"


Kayla sungguh pasrah kali ini, ia telah mencoba membujuk Leon untuk memaafkan Dave dan melepaskan mereka, namun tidak semudah yang ia fikirkan dengan Leon yang akan dengan mudahnya memaafkan dan melupakan semua yang telah terjadi di masa lalu, entah apa yang telah terjadi di masa lalu Dave hingga selalu menyeret dirinya pada situasi yang sama seperti ini.


*****


Setelah menempuh perjalanan kurang dari delapan belas jam akhirnya Dave dan Kris tiba di Spanyol.


Dave langsung masuk kedalam sebuah mobil Ferrari yang telah menunggunya tidak jauh dari landasan, di susul dengan Kris yang membawa sebuah tas yang berisi persenjataan mereka.


Mobil berjalan cepat menuju sebuah gudang tua, disana Dave di sambut langsung oleh Mark.


"Selamat datang Dave"


Ucap Mark mendekati Dave dengan sebuah senyuman dibibirnya.


"Mark kali ini kau harus menolongku, istriku telah di culik oleh seseorang. Aku tidak tahu siapa mereka"


Ucap Dave sambil menerima jabatan tangan dari Mark.


"Tentu Dave aku akan menolongmu, Kris telah mengirimkan titik lokasi istrimu dan sekarang anak buahku sudah mulai berjalan kesana"


"Terimakasih Mark. Ayo kita segera kesana aku tidak ingin terjadi sesuatu pada istriku"


Sementara Mark memilih menaiki mobil yang berbeda bersama anggotanya.


Mobil Dave memimpin di depan dengan di ikuti oleh mobil Mark dan beberapa mobil lagi yang berisikan anak buah dari Mark lengkap dengan persenjataan mereka di dalam mobil masing-masing.


Mobil terus melaju mengikuti arah titik dimana posisi Kayla saat ini. Anak buah Mark telah lebih dahulu sampai ke lokasi, dengan segera mereka melaporkan situasi tentang banyaknya penjaga disana di tambah terdapat puluhan ekor anjing pemburu di sekeliling lokasi Kayla berada.


Byuuurrr,,


"Aahhh"


Kayla yang tengah tertidur reflek membuka mata saat seember air es membasahi tubuhnya. Kayla merasa kedinginan di tengah malam seperti ini dengan tubuh dan pakaian yang basah bahkan tubuh Kayla sangat lemas karena Leon tidak memberikan ia makan dan minum sedikitpun.


"Hahaha,,, Bangun Kau, enak sekali tidur-tiduran"


"Sungguh kau tidak punya hati Leon, aku ini sedang hamil"


"Terserah apapun yang ingin kau katakan aku tidak perduli"


Ucap Leon dengan berjalan mendekati Kayla, menatap tubuh Kayla dari bawah hingga atas. Pakaian yang basah membuat pakaian tersebut menempel sempurna dengan menampakkan lekukan tubuh Kayla.


Kendaraan Dave mulai melewati pinggiran kota menuju sebuah hutan dimana hutan tersebut berujung pada sebuah bukit dengan lautan lepas di bawahnya.


Dari kejauhan terlihat sebuah atap besar dari bangunan tua dimana Kayla berada saat ini.


Kendaraan Dave berhenti seratus meter dari bangunan tua tersebut. Setelah menyiapkan persenjataannya Dave dan Kris turun dari mobil bergabung bersama anggota Mark dimana mereka semua menggunakan sebuah gelang hitam sebagai pertanda anggota Mark.


"Tidak Leon"


Ucap Kayla dengan terus berusaha menghindar dari sentuhan Leon.


"Diamlah Kay, aku tidak akan menyakitimu"


Ucap Leon dengan mengusap pelan bibir Kayla.


"Aku bersumpah tidak akan memaafkanmu jika kau sampai melakukan itu kepadaku"


Ancam Kayla dengan menatap tajam Leon.


"Hahahhaa aku tidak perduli dengan sumpahmu itu sayang. Jadi kau diam dan nikmati saja"


Ucap Leon dengan segera mendekati bibir Kayla.


Kayla terus bertahan dengan menutup rapat bibirnya namun Leon bertindak cepat dengan menggigit kecil bibir Kayla hingga sedikit terbuka dengaan segera Leon meraup penuh bibir Kayla. Kayla yang tidak terima dengan perlakuan Leon dengan cepat menggigit kuat lidah Leon.


Plak!!


Cuiihh!


Mata Kayla memerah bukan menahan sakit diwajahnya akibat tamparan dari Leon namun akibat darah yang memanas di tubuhnya. Ingin rasanya Kayla mengahajar pria yang tengah menatap tajam dirinya saat ini.


"Kau sudah siap?"


Ucap Mark menatap Dave yang di balas anggukan kepala.


Dengan memberikan kode Dave memimpin jalan di depan. Dave, Kris dan Mark serta anak buahnya mulai berpencar mencari tempat persembunyian untuk mengintai situasi sebelum memulai penyerangan.