Oh Kayla

Oh Kayla
Kehilangan Kayla



Pencarin terus di lakukan hingga malam berganti pagi namun keberadaan Kayla belum di temukan.


Dave mengusar rambutnya kebelakang. Dave yang sudah tidak sabar lagi hendak turun ke dalam air, namun Kris menahannya mengingat derasnya aliran air sungai. Sehingga para anggota yang sudah terlatih saja yang turun dan menyelam ke dasar air.


Dua jam menunggu namun belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan Kayla di dasar air. sudah di pastikan bahwa Kayla terbawa arus sungai. Dave hanya berdoa semoga istrinya masih selamat.


Aliran air sungai yang mengarah kepada air terjun membuat para tim, sedikit kesusahan namun mereka terus berupaya sekuat tenaga.


Seminggu sudah pencarian dilakukan namun tanda-tanda keberadaan Kayla masih belum di temukan. Sedangkan kedua orang tua Kayla yang mengetahui anak kesayangannya terbawa arus sungai sangat sedih. Mereka juga menurunkan tim profesional untuk terus mencari Kayla.


Dave duduk di balkon apartemennya sambil memegang sebotol minuman. Penampilan Dave sangat kacau lingkar mata yang menghitam, rambut-rambut di pipi yang mulai memanjang dan baju yang kusut. Sama kusutnya dengan pikiran Dave saat ini.


Dave merasa sangat kehilangan. Kayla adalah seseorang yang sangat spesial yang telah berhasil mencuri hatinya. Kehilangan Kayla di depan matanya membuat Dave sering menyalahkan dirinya yang tidak bisa menyelamatkan Kayla saat berada di dekatnya. Dave kembali meneguk minumannya dengan pandangan yang mulai menerawang jauh.


Ting.. tong... ting.. tong


Bunyi bel apartemen kembali menyadarkannya.


Dengan malas Dave berjalan menuju pintu.


Cklaakk..


"Astagfirullah anak mama kenapa seperti ini nak?"


Mama Martha sedih melihat keadaan anaknya yang sangat kacau.


Mama Martha membawa Dave duduk di sofa. Lantas mengambil minuman Dave dan menjauhkannya.


Dave yang sudah mabuk mulai meracau.


"Ma, dimana Kayla ma? Dimana istri Dave ma? hikss hiksss Kaylaa,,"


Dave menangis menumpahkan semua kesedihannya kepada sang mama.


"Kita berdoa saja ya nak, semoga Kayla segera ketemu dan semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk dengannya"


Mama Martha memeluk Dave menenangkan anak kesayangannya yang masih meracau hingga akhirnya tertidur.


Mama Martha lanjut memposisikan badan Dave untuk tidur lebih nyaman. Postur tubuh Dave yang tinggi besar membuat sang mama kesusahan jika harus membawanya ke dalam kamar.


Hari demi hari minggu demi minggu hingga berbulan-bulan mencari keberadaan Kayla namun masih belum di temukan.


Dave yang merasa kehilangan Kayla kembali menyibukkan dirinya dengan lebih fokus pada pekerjaannya. Sehingga Abraham Corp semakin maju dan berkembang.


Pembangunan hotel bintang lima yang berada di daerah Bandung juga akan rampung dalam beberapa minggu lagi.


*****


Sementara di sebuah desa yang asri dengan pemandangan yang menghijau dimana para penduduk desa yang hidup dengan rukun.


Seorang gadis cantik sedang memetik buah strawberry. Dengan topi di kepala dan keranjang di tangan kiri serta gunting di tangan kanannya.


"Neng, sudah istirahat dulu"


seorang wanita yang sudah tidak muda lagi menghampirinya.


"Iya, ini tanggung sedikit lagi Ambu"


"Audah, sudah.. Kamu kan baru sembuh. Jangan terlalu kecapean ya Neng"


"Iya, baiklah Ambu"


Kayla berjalan mengikuti Ambu yang sudah duduk di pondok dekat kebun strawberry.


"Gimana masih suka pusing atuh Neng?"


"Alhamdulillah udah gak Ambu. Cuma Eneng masih belum bisa menginggat siapa diri Eneng"


"Yasudah jangan di paksa, nanti kalau sudah bisa ingat kasih tahu ya Neng, biar Ambu dan Abah bisa menghubungi keluarga Eneng"


"Iya Ambu, terimakasih banyak Ambu sudah baik sama Eneng"


"Eneng jangan ngomong gitu. Ambu sama Abah senang bisa bantuin Eneng. Apalagi Abah dan Ambu yang pengen sekali punya anak perempuan. tapi karena rahim ambu yang sudah di angkat jadinya Ambu sama Abah cuma punya Jaluh seorang"


Ucap lirih Ambuh dengan mata yang mulai berembun. Sontak Kayla memeluk Ambuh. Kayla merasa nyaman berada di keluarga yang sederhana ini.


"Sok atuh Neng di makan ini makannya"


"Iya Ambu"


Dengan tersenyum manis Kayla mencomot makanan yang memang sudah di persiapkan Ambuh dari rumah.


Flash back on..


Kayla yang di dorong jatuh kedalam sungai. Beruntung tali pengikat tanggannya sudah terlepas karena sempat Kayla potong menggunakan pisau lipat.


Kayla berusaha untuk naik ke atas namun karena aliran air sungai yang deras di tambah keadaan yang gelap sulit untuk Kayla melihat dengan jelas sehingga Kayla terus terbawa arus sungai.


Hingga sampai ke ujung aliran sungai terdapat air terjun, Kayla meraih ranting pohon dengan berusaha naik ke atas. Namun karena debit air yang semakin laju Kayla sudah tidak bisa menahan dirinya hingga ranting terlepas dan Kayla ikut turun ke bawah air terjun.


Kayla sempat terminum air hingga ia mulai kesulitan untuk bertahan.


Tuk.


Kepala Kayla yang terantuk ke sebuah batu besar membuatnya tidak sadarkan diri dan hanya mengikuti arus sungai yang membawaya hingga sampai ke sebuah desa.


Saat itu Jaluh tengah memancing ikan di sungai. Lalu ia melihat seperti ada yang mengambang di ujung sana. Sehingga Jaluh mulai mendekat dan melihat ada seorang wanita.


Dengan segera Jaluh berlari memanggil Abah dan Ambuh yang berada di kebun strawberry.


hingga mereka menyelamatkan Kayla.


Kayla pun di bawa ke Puskesmas terdekat. untuk mendapat pertolongan utama.


Dua hari berselang Kayla baru sadarkan diri. Namun Kayla tidak bisa menginggat sama sekali dengan dirinya.


Hingga keluarga pak Ucup mau menampung Kayla dengan senang hati.


Flash back off


Dari kejauhan terlihat jaluh datang dengan sepedanya.


"Ambu.. Ambu.. Abah jatuh dari motor"


ucap Jaluh dengan nafas naik turun.


"Astagfirullah al'azim dimana Abah sekarang?"


"Dipuskesmas, ayo cepat Ambu"


Dengan segera mereka menuju puskesmas untuk melihat keadaan Abah.


Sesampainya di puskesmas Ambu langsung menangis saat melihat Abah yang terbaring di atas brankar (hospital bed).


"Ya Allah Abaahh.. Kenapa bisa begini Abaahh hiks hiikss?"


"Tadi setelah Abah mengantar strawberry ke pasar, tiba-tiba abah merasa pusing jadi abah tidak melihat ada batu di jalan,,, "


"Permisi bapak ibu"


Seorang dokter pria yang masih muda datang menghampiri Abah.


"Bagaimana keadaan suami saya dok?"


"Begini ibu, kaki sebelah kiri bapak mengalami sedikit cedera sehingga untuk beberapa hari ini jangan melakukan aktifitas berat dulu ya. Kalau bisa istirahat saja agar pemulihannya bisa berjalan cepat"


"Tapi tidak berbahayakan dok?"


Tanya Kayla yang berada di sebelah Abah.


"Tidak terlalu bahaya, hanya cedera sedikit mba. Tapi kalau tidak di bawa istirahat bisa berakibat fatal"


Dengan tersenyum manis dokter pria itu menatap ke arah Kayla.


"Syukurlah"


"Tuh Abah dengerin kata dokternya. Istirahat dulu. Jangan kerja melulu"


Dokter tadi hanya terseyum melihat keluarga kecil itu.


"Baiklah saya permisi dulu. Nanti bapak sudah bisa langsung pulang tapi tiga hari lagi kembali untuk kontrol keadaan kakinya"


"Baik dokter. Terima kasih"


Ucap tulus Kayla dengan tersenyum ramah.


Deg.


Manis sekali senyum gadis ini. Apakah dia sudah memiliki pendamping. Bila belum aku ingin mencoba mendekatinya.


################################


Yang sudah menyempatkan baca karya author ini bantu likenya ya, terimaksih 😊