Oh Kayla

Oh Kayla
Penyesalan Sam



Laura hanya bisa terdiam saja ketika para tamu undangan menyalami mereka untuk memberikan selamat.


Sedangkan Kayla tengah sibuk mencicipi setiap hidangan yang telah di sediakan.


"Sayang apa perutmu tidak kenyang-kenyang? Lihatlah dari tadi kamu tidak berhenti makan"


Ucap Dave yang merasa begah melihat Kayla yang terus mengunyah.


"Tidak sayang, aku belum kenyang, lagian makanannya enak-enak semua"


Ucap Kayla dengan tersenyum menatap Dave, sedangkan Dave hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang aneh.


"Sayang aku ke sana sebentar ya, itu partner bisnisku aku ingin menyapanya"


Ucap Dave saat melihat seorang pria tua yang di segani di kalangan para pebisnis.


"Ya, pergilah"


Ucap Kayla santai.


Setelah Dave beranjak Kayla kembali melanjutkan makannya.


"Kayla"


Ucap Seorang pria yang berdiri di samping Kayla.


"Eloo???"


Ucap Kayla sambil mengingat-ingat siapa pria yang berdiri di hadapannya.


"Gue Kevin, teman kuliah loe dulu, ingat gak?"


Ucap Kevin dengan tersenyum manis menatap Kayla.


"Kevin? Oowhh loe yang pernah nembak gue dulu kan?"


Ucap Kayla dengan ujung yang melemah.


"Iya dan loe nolak gue"


Ucap Kevin sambil terkekeh.


"Heheh,, Sorry"


Ucap Kayla merasa tidak enak.


"Santai aja uda lama juga kan. Loe apa kabar?"


Ucap Kevin basa-basi.


"Seperti yang loe lihat, gue baik"


Ucap Kayla dengan tersenyum yang di balas anggukan kepala oleh Kevin.


"Loe gak takut gendut Kay makan banyak?"


Ucap Kevin setelah melihat ada dua tumpukan piring di samping Kayla.


"Enggak"


Jawah Kayla cepat.


"Loe gak berubah ya Kay dari dulu"


Ucap Kevin menatap wajah Kayla.


"Maksud loe?"


Ucap Kayla bingung.


"Loe tetap cantik, bahkan semakin cantik"


Ucap Kevin dengan tersenyum manis menatap wajah Kayla.


"Hahaha,, Gimana ya, namanya juga bawaan lahir"


Ucap Kayla dengan terkekeh.


"Hehehh iya Kay"


Ucap Kevin lagi.


Sementara Dave yang sedari tadi memperhatikan Kayla berbincang dengan seorang pria merasa kesal apa lagi melihat Kayla tersenyum dengan manis kepada pria tersebut.


"Kay, gue--"


"Khmm,,"


Ucap Dave yang tiba-tiba berdiri di samping Kayla memotong perkataan Kevin dan langsung merangkul pundak Kayla dengan melirik tajam Kevin.


"Kenalin gue Dave suami Kayla"


Ucap Dave mengulurkan tangannya kepada Kevin


Sontak Kevin sedikit terkejut mengetahui kenyataan tersebut dan langsung menoleh kepada Kayla.


Dengan reflek Kayla mengangguk membuat Kevin sadar bahwa tidak akan pernah ada kesempatan untuk dirinya bisa memiliki Kayla lagi.


"Kevin. Teman kuliah Kayla"


Ucap Kevin dengan membalas uluran tangan Dave. Sedangkan Dave masih menatap tidak suka ke arah Kevin.


"Gue luan ya Kay"


Ucap Kevin yang merasa udara sekitarnya terasa pengap hingga membuat dadanya merasakan sesak.


"Yoi"


Ucap Kayla singkat.


Selepas kepergian Kevin Dave menatap tajam Kayla.


"Akrab ya, sampai-sampai senyumnya lebar sekali"


Ucap Dave dengan mengerutu kesal.


"Biasa aja"


Ucap Kayla seadanya.


"Yuukk poto sama Laura"


Lanjut Kayla dengan menarik tangan Dave.


Sedangkan Dave hanya bisa menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar dan langsung mengikuti Kayla menuju ke arah Laura dan suaminya berada.


"Selamat ya Lau"


Ucap Kayla dengan memeluk erat tubuh Laura sedangkan Laura hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Kayla barusan.


"Cie yang mau di goyang"


Ucap Kayla berbisik di telinga Laura.


Pletak.


"Aw, sakit bego"


Kesal Kayla melirik Laura.


"Syukurin, mangkanya jangan buat kesal"


Ucap Laura menatap wajah Kayla sontak saja kedua wanita tersebut langsung terkekeh.


"Ingat kalo ada apa-apa cerita ke gue"


"Ayo kita foto"


Ucap Kayla dengan tersenyum lebar.


Dengan segera mereka berpose menatap ke arah kamera potografer.


Klik,, Klik,, Kliikk,,


Tiga poto selesai dengan tiga pose yang berbeda.


"Selamat ya Kak, tolong jaga sahabat gue"


Ucap Kayla menyalami mempelai pria.


"Iya"


Ucap sang mempelai pria seadanya.


Sedangkan Kayla yang mendengar jawaban singkat dengan nada yang tidak bersahabat di telinganya sontak saja membuat ia melirik tajam sang mempelai pria tersebut.


"Ayo kita pulang"


Ucap Dave cepat menarik tangan Kayla.


*****


Sepanjang jalan pulang Kayla hanya cemberut saja.


"Kamu kenapa sayang"


Ucap Dave dengan meraih tangan Kayla.


"Kesal liat suaminya Laura tadi"


Ucap Kayla dengan menggerutu.


"Maksudnya"


Ucap Dave dengan bingung.


"Jawabannya itu cuek banget loh, Kay takut aja ntar Laura bakal tersiksa nikah sama tu orang"


Ucap Kayla menatap Dave.


"Mungkin orangnya emang cuek. Udah gak usah di pikirin"


Ucap Dave dengan mencium tangan Kayla mencoba menenangkan Kayla.


"Hmm"


"Kamu ingin membeli sesuatu?"


Ucap Dave melirik Kayla dengan tersenyum manis.


"Enggak"


Ucap Kayla singkat.


"Es cream mau tidak?"


Usul Dave.


"Hmm,, Boleh lah"


Dengan segera Dave mengarahkan kendaraannya menuju Mall.


Sesampainya di Mall mereka menjadi pusat perhatian pengunjung Mall.


Banyak yang memuji kecantikan dan ketampanan mereka, namun Dave dan Kayla tetap cuek dan berlalu menuju gerai es cream favorit Kayla.


Dua mangkok es cream telah tersaji di atas meja mereka. Dengan segera Kayla menyantap es tersebut.


"Eemm,, Enak"


Ucap Kayla dengan tersenyum.


Sedangkan Dave ikut tersenyum melihat mood Kayla yang mulai membaik.


Ia tahu hanya es cream yang cocok untuk mengembalikan mood Kayla saat ini.


Berbeda dengan Sam yang kini tengah meneguk minuman beralkohol di sebuah bar.


"Hay tampan"


Ucap seorang wanita dengan balutan baju yang sangat minim dan ketat menampakkan bagian tubuhnya yang menonjol.


Sedangkan Sam tidak mengubris wanita tersebut. Sam hanya diam dengan pandangan menerawang ke atas.


Menyesali semua kesalahan dan kebodohannya di masa lalu.


Ingin rasanya Sam mengulang waktu seandainya ia memiliki kantung doraemon yang bisa di gunakan untuk kembali ke masa lalu namun itu tidak mungkin karena Sam hanyalah manusia biasa.


"Aku temani ya"


Ucap wanita tersebut dengan duduk di samping Sam dan mulai menyentuh lengan Sam.


Sam memejamkan matanya saat tangan wanita tersebut mulai naik ke atas dan menyentuh dadanya.


Sam yang sudah mulai setengah sadar menatap wanita di sebelahnya.


"Laura"


Ucap Sam dengan segera memeluk tubuh wanita tersebut.


"Jangan tinggalin gue Lau"


Racau Sam masih dalam pelukan wanita tersebut.


Dengan senyum tipisnya wanita tersebut mulai merangkul tubuh Sam menuju sebuah kamar yang terdapat di Bar tersebut.


Dengan susah payah akhirnya wanita tersebut berhasil membawa tubuh Sam masuk ke dalam kamar.


Segera wanita tersebut membaringkan tubuh Sam di atas ranjang dan membuka pakaian Sam sambil memberikan sentuhan-sentuhan lembut di tubuh Sam.


Sedangkan Sam yang masih meracau menyebut-nyebutkan nama Laura mulai menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh wanita tersebut.


Dengan sekali gerakan Sam memutar tubuhnya hingga wanita tersebut kini berada di bawah kukungannya.


Sam yang mulai tersulut gairah mulai mencium bibir wanita tersebut. Dengan tangan yang aktif di bawah sana.


Kini tubuh Sam dan wanita tersebut sudah sama-sama polos.


Saat Sam ingin menyatukan miliknya dengan wanita tersebut Sam kembali melirik wanita tersebut.


Deg.


'Bukan Laura'


Dengan segera Sam bangkit dan memunguti pakaiannya.


"Sayang kenapa berhenti, ayolah cepat"


Rengek wanita tersebut yang sudah tidak sabar.


Namun Sam tidak menghiraukannya dan malah memakai kembali pakaiannya.


"Sayangg"


Ucap wanita tersebut yang kini telah berdiri di depan Sam dan mencoba meraih tubuh Sam.


"Kau bukan wanitaku!"


Ucap Sam dingin menatap wanita tersebut dan segera beranjak meninggalkan wanita yang kini tengah meremas kuat tangannya menatap kesal kepergian Sam.