
Sesampainya di Kantor Kayla langsung menuju ruangan kerja Papi.
Cklaakk..
"Papiiiiiiii"
Kayla berlari ke arah sang Papi dan memeluk erat.
"Iya sayang ada apa? Sepertinya senang sekali?"
Ucap Papi mengurai pelukan Kayla.
"Iya dong Pi, Papi tau gak Perusahaan XX mau bekerja sama dengan Kayla Pi"
Ucap Kayla dengan senyum merekahnya.
"Hebat anak Papi. Selamat ya sayang"
"Iya Pi"
"Yasudah lanjutkan kembali pekerjaan kamu"
Ucap Papi menatap Kayla yang masih tersenyum senang.
"Siap Bos"
Ucap Kayla segera keluar dari ruangan sang Papi.
Yah, tiga hari yang lalu Kayla sudah mendapatkan ruangannya sendiri.
Hanya bersebelahan dari ruangan Papi.
Meski tidak seluas ruangan sang Papi namun Kayla merasa nyaman dengan ruangan miliknya.
*****
"Kayla Ghanesa Luish.
Wakil Presdir WEE Food"
Leon tersenyum sambil meremas kuat kartu nama milik Kayla.
Senyumnya pun semakin mengembang mengingat Kayla yang akan bekerja sama dengannya. Sehingga jalannya akan semakin mudah.
Tok tok tokk...
"Masuk"
"Bos ini data yang anda minta"
"Bagus,, Lanjutkan"
Ucap Leon dengan menganggukkan kepalanya menatap seorang pria yang menggunakan pakaian serba hitam dan topi di kepala.
"Baik bos"
Ucap pria tersebut lanjut memakai kembali masker mulutnya dan pergi meninggalkan ruangan Leon.
*****
Kayla menutup berkas ditanggannya dan memijat tengkuknya yang terasa berat.
Entah mengapa akhir-akhir ini Kayla sering merasakan nyeri di bagian belakang kepalanya.
Mungkin karena Kayla yang terlalu fokus bekerja beberapa hari ini hingga membuat seluruh tubuhnya menjadi kaku.
Di tambah Dave yang hampir setiap malam menyentuhnya sungguh tubuh Kayla terasa sangat letih.
Kayla mematikan layar monitornya dan beranjak meninggalkan ruangan kerjanya.
"Vin. Saya pulang luan ya. Kalau Presdir tanya bilang saja ada urusan pribadi"
Ucap Kayla pada sekretaris pribadinya.
"Baik nona"
Ucap Vina dengan menunduk hormat.
Kayla mengemudikan kendaraannya menuju sebuah salon kecantikan.
"Hallo, Dimana loe?"
Ucap Kayla setelah panggilannya terhubung.
"Ini uda dekat Kay"
Ucap Laura dengan sebelah tangan memegang kemudinya.
"Okeh, gue tunggu di dalam ya"
Tutth.....
Kayla memutus panggilannya begitu saja. Tidak heran lagi bagi Laura yang sudah hafal sifat sahabatnya yang satu ini.
Tidak lama Kayla masuk Laura pun tiba. Dengan segera Laura beranjak masuk ke dalam salon kecantikan tersebut.
Disini Kayla dan Laura akan melakukan perawatan seluruh tubuh. Semenjak kuliah mereka memang sering melakukan perawatan tubuh bersama.
Kayla dan Laura sangat menikmati pijatan di tubuh mereka yang di lakukan oleh ahlinya.
Dilanjutkan perawatan wajah dan rambut.
Bahkan Kayla hampir tertidur karena merasakan tubuhnya yang rileks akibat sentuhan tangan profesional tersebut.
Setelah melakukan perawatan tubuh Kayla kembali merasa segar di tubuhnya. Bahkan nyeri di belakang kepalanya pun mulai hilang.
Kayla dan Laura melanjutkan untuk makan malam bersama di sebuah Cafe.
"Gimana hubungan loe sama Sam?"
Ucap Kayla setelah menyedot orange jus favoritnya.
"End"
Jawab Laura acuh.
"Hhuuffh,, Minggu lalu setelah kita makan di Restoran Seafood gue datangi rumahnya.
Loe tau Kay ternyata selama ini dia masih berhubungan ama tu cewek.
Brengs*ek gak tuh!! Dia nyuruh gue buat ngeyakinin perasaannya tapi dia masih jalan sama tu cewek"
"Sabar ya Lau, gue gak bisa bantu kalo soal itu"
Ucap Kayla mengusap tangan Laura di atas meja.
"Hahah,,, Iya Kay, gue sadar kok. Selama ini gue terlalu bodoh. Tapi hati gak bisa menghindar ketika dia menentukan pilihannya sendiri"
"Hmm.. Terus rencana loe selanjutnya gimana? Oiyah usaha bokap loe gimana sekarang?"
"Gue terima perjodohan itu Kay"
Ucap Laura dengan tertunduk.
"Yakin loe? Kan gue udah pernah bilang bakal bantuin usaha bokap loe. Gak mesti loe terima perjodohan itu"
Ucap Kayla sedikit kesal menatap Laura.
"Bagaimanapun gue gak bisa menghindar dari perjodohan itu Kay. Loe taulah bokap gue gimana"
"Iya sih Lau, hmm,,, Loe uda jumpa tu cowok?"
Ucap Kayla menatap Laura yang di balas anggukan kepala olehnya.
"Gimana orangnya? Cakep gak?"
"Hhe,, Sejak kapan loe peduli tentang cowok?"
"Ckk.. Jawab deh gue penasaran ne"
"Uumm,,, Calon gue gendut Kaaay,, Hiks hiks,, mana ada tompelnya lagi, sial gak tuh"
Ucap Laura dengan mata yang berkaca-kaca. Ya bagaimana pun bila di bandingkan dengan Sam masih jauh menang Sam lah yang tinggi, gagah, dan berotot.
"Ya ampuunn Lau,, Kasian banget sih loe.
Udah batalin aja ya perjodohannya. Atau loe kabur aja"
Ucap Kayla menatap iba Laura.
"Iya gue kabur. Abis tu keluarga gue jadi gembel.. Hiks hikss.."
"Yaudah kan gue yang bantu usaha bokap loe"
"Gak bisa Kay gak bisaa... Gimana lagi cara gue ngomongnya ama loe,, Huaaa,,"
Akhirnya tumpah juga air mata Laura yang dari tadi ia pertahankan.
"Iya Lau iyaa,, Sabar yaa"
Ucap Kayla memeluk Laura mencoba menenangkan Laura yang terisak.
*****
Sesampainya Kayla di Apartemen, Dave sudah menunggunya dengan duduk bersilangkan kaki di atas sofa menatap tajam Kayla yang pulang telat.
"Dari mana saja? Kenapa baru pulang?"
Ucap Dave menatap Kayla dengan mata elangnya.
"Sayaanngg,, Tadi Kay perawatan tubuh ke salon trus lanjut makan bersama Laura"
Ucap Kayla dengan duduk di pangkuan Dave. Sedangkan Dave tidak merespon hanya melirik Kayla yang di atas pangkuannya.
"Sayang, aku kasihan deh sama Laura dia di jodohin sama orang tuanya. Mana calonnya gendut trus ada tompelnya lagi"
"Sstthhh... Jangan suka mencampuri urusan orang lain"
"Iikhh,, Kay kan cuma bilang kasihan lagian Laura itu bukan orang lain dia itu sahabatnya Kay loh"
Ucap Kayla kesal dan mulai beranjak dari pangkuan Dave. Namun dengan cepat Dave menahannya kembali.
"Iya sayang iyaa,, Jadi apa yang harus kita lakukan untuk ngebantuinnya?"
Ucap Dave dengan mengusap wajah cantik Kayla.
"Gak tau lah, dianya gak mau di bantu. Kan Kay jadi bingung. Satu sisi Kay kasihan sama Laura satu sisi Kay juga kesal ama dia. Masa di bantuin gak mau sih"
Ucap Kayla dengan bersungut, sedangkan Dave hanya mangguk-mangguk mendengarkan ucapan Kayla dengan tanggannya yang mulai aktif.
"Sayang kamu wangi sekali"
Ucap Dave mencium rambut Kayla.
"Iya dong kan abis perawatan"
Senyum dibibir Dave mengembang mendengar ucapan Kayla barusan.
"Pantasan wanginya beda, kulitnya juga semakin halus"
Ucap Dave dengan tanggannya yang mulai aktif.
"Eehhh... "
Kaget Kayla saat tubuhnya melayang dalam dekapan Dave. Smirk di bibir Dave muncul menatap Kayla.
"Kita ke kamar ya sayang"
Ucap Dave membawa Kayla menuju kamar mereka.
Sesampainya di kamar Dave menurunkan Kayla dengan pelan dan tersenyum menatap wajah Kayla.
"Sayang olahraga yok"
Ucap Dave dengan wajah yang sangat lucu menurut Kayla. Karena tidak biasanya Dave bersikap seperti itu.
Sedangkan Kayla hanya mengangguk dengan senyum yang tersungging di bibirnya merespon perkataan Dave barusan.
Dengan senyum yang mengembang Dave mulai mengecup kening Kayla dengan perlahan melepaskan seluruh benang yang menempel di tubuh mereka berdua hingga berlanjutlah olahraga di tengah malam berkeringat meski tanpa berlari. Hhuha.