
Dave kembali ke apartemen dengan menenteng sebungkus rujak buah pesanan Kayla.
Cklak.
Dave melihat bantal yang tadi Kayla lemparkan ke arahnya masih sama tergeletak di lantai.
"Sayang,, Ini rujaknya"
Ucap Dave dengan sedikit keras.
Kayla yang tengah berbaring di kamar sambil menonton televisi pun segera keluar.
"Ini sayang"
Ucap Dave menyodorkan sepiring rujak buah.
"Hmmm wangi sekali, makasih sayang"
Ucap Kayla yang langsung memberi kecupan di pipi kanan Dave dan merebut piring rujak tersebut.
Dave tersenyum melihat tingkah Kayla yang terkadang manja, bawel, namun selalu menggemaskan menurutnya.
"Pelan-pelan saja makannya sayang"
Ucap Dave mengusap kuah kacang di sudut bibir Kayla.
Kayla hanya menyengir membalas ucapan Dave barusan.
"Mau tidak?"
Ucap Kayla menyodorkan potongan buah dengan baluran kuah kacang tersebut.
"Tidak, buat kamu saja"
Tolak Dave dengan mengusap pelan kepala Kayla.
"Yasudah, enak begini rugi kalau tidak mau"
Ucap Kayla yang kembali menyuapi mulutnya dengan potongan-potongan buah segar tersebut.
"Sayanngg"
Ucap Kayla manja menatap wajah Dave.
"Hmm,,, "
"Pengen minum susu"
Ucap Kayla dengan puppy eyesnya yang menggemaskan.
"Kamu sedang makan rujak Kay, minum air putih saja ya, atau jus"
Ucap Dave pelan.
"Gak mau,,, Kay maunya minum susu"
Rengek Kayla menatap Dave.
"Iya baiklah tunggu disini"
Ucap Dave kembali mengusap kepala Kayla dan segera berjalan menuju dapur untuk membuatkannya susu.
"Ini sayang minumlah"
Ucap Dave dengan memberikan segelas susu kepada Kayla.
"Terimakasih sayang"
Ucap Kayla dengan tersenyum manis.
Selesai menikmati sepiring rujak buah di tambah segelas susu benar-benar membuat perut Kayla terasa sangat kenyang sekali.
*****
Pagi ini Kayla tengah sibuk dengan persiapannya menjadi bridesmaid untuk mendampingi Laura.
Kayla memilih seorang MUA terkenal untuk make up dan hairdonya.
Penampilan Kayla yang menggunakan gaun dengan taburan payet permata sungguh sangat memukau. Dave sedari tadi tidak lepas memandangi wajah cantik Kayla.
"Sayang, kamu cantik sekali. Aku tidak ingin orang lain melihat penampilanmu yang seperti ini"
Ucap Dave dengan melingkari tangannya pada pinggang ramping Kayla sambil cemberut.
"Sayang jangan berkata yang tidak-tidak. Ayo cepat aku tidak ingin terlambat"
Ucap Kayla yang langsung melepaskan pelukan Dave dan segera meraih tasnya
"Ck,, Awas saja nanti akan aku---"
"Cepatlaahh"
Ucap Kayla memotong ucapan Dave.
"Huufhh,,, Ya baiklah nyonya"
Ucap Dave lemah.
Setelah sampai di hotel dimana tempat berlangsungnya acara pernikahan Laura. Kayla langsung bergegas menuju ruangan make up Laura meninggalkan Dave bersama para tamu undangan.
"Sumpah ya loe lama banget. Hampir aja gue kabur"
Ucap Laura menatap kesal Kayla.
"Hahah,, Sorry babe. Loe cantik banget sumpah"
Ucap Kayla menatap Laura yang telah selesai di make up.
"Kay, sumpah jantung gue dari tadi deg-degan terus. Apa gue kabur aja ya"
Ucap Laura memegang dadanya yang berdetak sangat cepat.
Pletak.
"Aw, sakit bego"
Ucap Laura kesal dengan memegang dahinya.
"Gilak loe mau kabur sekarang. Dari dulu gue bilang tolak tapi loe tetap pengen lanjutin perjodohan ini kan"
Ucap Kayla kesal menatap wajah Laura yang kini tengah memberengut sedih.
"Ummm,, Iya deh, loe uda liat dia belum? Dia datang ga ya?"
Ucap Laura menatap Kayla.
"Gue ga tau, uda lama gue gak ada hubungin tu anak. Tadi juga gue langsung kesini ga sempat liat kanan kiri"
Ucap Kayla menatap wajah sendu Laura.
Tok,, Tok,, Tok,,
Cklaak.
Kayla dan Laura terdiam menatap Sam yang telah berdiri tepat di depan pintu ruangan hias Laura.
Ucap Kayla yang paham arti tatapan kedua orang tersebut, Kayla sengaja ingin memberi ruang bebas untuk mereka berbicara leluasa berdua.
"Cantik sangat-sangat cantik"
Ucap Sam menatap wajah Laura yang telah di make up oleh seoraang MUA profesional.
"Thanks Sam"
Ucap Laura singkat.
"Boleh poto berdua?"
Ucap Sam menatap wajah cantik Laura yang langsung di balas anggukan kepala oleh Laura.
Klik. Klik. Klik.
"Lihatlah kita sangat serasi disini. Bahkan gue terlihat seperti mempelai prianya"
Ucap Sam dengan menunjukkan hasil poto mereka berdua.
Laura hanya tersenyum membalas ucapan Sam barusan.
"Lau, loe yakin untuk ngelanjutin ini? Gue udah tau semuanya loe mau nikah karena usaha bokap loe yang hampir bangkrut kan? Lau please,, Batalin ya, gue yang akan bertanggung jawab dengan usaha bokap loe"
Ucap Sam yang kini telah duduk di samping Laura dengan menggenggam tangan Laura.
"Hha,, Telat banget loe baru ngomong sekarang Sam"
Ucap Laura dengan senyum sinisnya menahan air mata agar tidak menetes.
"Iya gue tau, tapi setidaknya sebelum loe mengucapkan janji di depan pendeta gue masih ada kesempatan Lau, gue cinta sama loe, gue bakalan hancur Lau, please,, Batalin Lau"
Ucap Sam dengan air mata yang telah menetes di sudut matanya.
"Gu,, Gue gak bisa Sam, seandainya dulu loe lebih memilih gue di banding cewek itu, mungkin gue akan meminta loe untuk menikahi gue, tapi gue gak bisa berharap saat loe dulu memilih itu cewek, dan sekarang loe minta gue untuk batalin pernikahan ini. Loe sadar gak? Gue emang cinta sama loe, tapi gue gak bisa ngecewain bokap nyokap gue dan gue gak mau buat mereka malu karena gue yang tiba-tiba batalin ini semua"
Ucap Laura dengan terisak air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya luruh membasahi pipinya.
Sam yang mendengar semua perkataan Laura semakin membuat rasa penyesalan di hatinya semakin menggunung.
"Lau, gue cinta sama loe"
Ucap Sam dengan menatap mata Laura.
"Tapi gue gak bisa batalin ini Sam"
Ucap Laura dengan air matanya yang kembali menetes.
Sam dengan cepat mengusap pelan sudut mata Laura.
"Huufhh,,, Jangan nangis lagi. Gue gak mau air mata loe turun akibat dari kebodohan gue"
Ucap Sam yang di balas senyuman kecut Laura.
"Ini pakailah selalu, selama loe memakai cincin ini gue akan tau kalau masih ada gue di hati loe, tapi kalau loe uda lepasin cincin ini gue akan sadar untuk tidak berharap lagi di kemudian hari dan ingatlah gue akan selalu ada buat loe"
Ucap Sam dengan menyematkan sebuah cincin di jari manis sebelah kiri Laura dan langsung keluar ruangan.
Cklaakk.
"Uda selesai ngomongnya?"
Ucap Kayla menatap wajah Sam yang di balas anggukan kepala.
"Hemm,,, Sabar ya"
Ucap Kayla dengan menepuk pelan pundak Sam dan kembali masuk ke dalam ruangan Laura.
"Lap air mata loe, kalau gak mau orang-orang ngira gue menganiaya loe disini"
Ucap Kayla memberi selembar tisu pada Laura.
"Bagus juga tu, jadi ada alasan buat batalin pernikahan ini"
Ucap Laura membalas perkataan Kayla.
Hingga keduanya tertawa dengan saling menatap.
Kayla tahu bagaimana perasaan sahabatnya saat ini, namun ia juga tidak bisa berbuat banyak selain menghiburnya.
Setelah mendapat informasi bahwa acara akan di mulai Kayla segera membimbing Laura untuk berjalan menuju Altar dimana Laura dan suaminya akan mengucapkan janji suci pernikahan. Semua mata menatap ke arah mereka berdua banyak yang memuji kecantikan sang mempelai wanita dan banyak juga yang memuji kecantikan Kayla. Dave yang mendengar itu semua semakin merapatkan giginya menahan kesal karena banyak pria yang menatap wajah istrinya dengan tatapan kagum.
"Kay, sekarang gue tau rasanya"
Ucap Laura sambil berjalan pelan.
"Maksud loe?"
"Iya dulu gue santai aja waktu dampingin loe, tapi sekarang sebaliknya loe yang dampingin gue"
"Heheh,, Iya Lau, eh cakep juga calon suami loe"
Ucap Kayla menatap calon suami Laura yang telah menunggu di atas altar.
"Jadilah Kay, dari pada gak goyang"
Ucap Laura lemah.
"Iya tau yang entar malam mau di goyang"
Ucap Kayla dengan terkekeh menatap wajah Laura yang memerah menahan kesal dan malu.
"Sumpah ya loe buat kesal gue Kay. Coba aja kalau orang-orang gak liatin kita uda gue pites kepala loe"
"Heheh,, Dah ya uda sampai. Bye yang mau di goyang"
Ucap Kayla dengan senyum mengejek Laura.
Sedangkan Laura hanya bisa menahan kesalnya menatap Kayla yang telah menjauh darinya.
Sam hanya bisa terdiam dengan air matanya yang menetes saat melihat Laura tengah mengucapkan janji pernikahannya di depan pendeta.
Kayla yang mengetahui itu dengan reflek mengusap pelan pundak Sam. Dengan cepat Sam mengusap air matanya dan tersenyum kecut menatap Kayla.
"Gue pulang luan Kay"
Ucap Sam yang tidak kuat lagi menyaksikan ini semua.
"Loe gak mau poto dulu sama Laura"
Ucap Kayla mencoba menahan Sam.
"Gue uda poto berdua tadi"
Ucap Sam dengan menunjukkan sebuah poto pada Kayla. Yang di balas anggukan kepala oleh Kayla.
"Gue luan"
Pamit Sam.
"Hati-Hati loe"
Ucap Kayla yang di balas tanda oke dari Sam dan segera berjalan keluar meninggalkan hotel tempat berlangsungnya acara pernikahan Laura.