Oh Kayla

Oh Kayla
Yang Pertama



Matahari sudah menampakan silaunya. Dua anak manusia masih terlelap saling berdekapan Menikmati kehangatan masing-masing, mereka masih enggan untuk membuka matanya.


"Hmmm.. Nyamannyaaa"


Perasaan Kayla yang memeluk gulingnya.


"Aahh pelukebel banget nehh guling"


Kayla yang semakin merapatkan dirinya mempererat pelukannya.


"Eh tapi tunggu dulu. Bukannya semalam gue tidur di hotel. Di hotelkan tidak ada guling jadi yang gue peluk ini siapa?"


Pikirnya sambil meraba-raba tubuh Dave.


Dan seketika Kayla membuka matanya.


"Aaakhhhh..."


Teriak Kayla sambil menendang tubuh Dave hingga terjatuh ke lantai.


"Aawwhh.. Apa yang kamu lakukan?"


Ucap Dave emosi karena pagi-pagi sudah mendapat tendangan sehingga pantatnya sakit terjatuh di lantai.


"Apa yang loe lakuin ke gue? Kenapa loe peluk-peluk gue? Loe apaen gue semalam? Loe pasti uda nyentuh gue kan!! Aahhh..."


Panik Kayla sambil memeriksa pakaiannya dan menyilangkan tangan di dadanya.


Dave yang bingung melihat tingkah Kayla mulai berdiri. Perlahan dia naik ke atas tempat tidur. Dengan tatapan tajam seketika Dave menindih tubuh Kayla.


Kayla yang mendapat serangan tiba-tiba menjadi panik. Kayla hendak melawan namun dengan cepat Dave mengunci pergerakan tubuh Kayla sehingga Kayla hanya terdiam di bawah kukungannya.


"A aa aappa yang kamu lakukan?"


Kayla panik.


Aduhh mampus gue mau di apaen nee,, Mammiiiii tolong kayla miiihhh" jerit hati Kayla meminta pertolongan.


"Kamu sudah melakukan banyak kesalahan"


Ucap Dave yang memandangi wajah Kayla tepat di bawahnya.


Kesalahan? Kesalahan apa gue? Gue gak salah apa-apa kok malahan dia yang salah uda berani giniin gue.


"Maksud loe apa?"


Tanya Kayla yang sudah mulai terbawa emosi.


"Pertama kamu menendang saya hingga terjatuh. Kedua, saya tidak memeluk kamu tapi kamu sendiri yang mendekati saya, memeluk saya, meraba-raba tubuh saya. Ketiga kamu melupakan panggilan yang saya ucapkan kemarin. Ke empat kamu menuduh saya melakukan hal yang tidak saya lakukan. Dan kelima kamu harus di hukum!"


Ucap Dave menatap mata Kayla.


"Tapi guu..."


Seketika Kayla terdiam saat Dave mencium bibirnya.


Kayla melotot tak percaya dengan apa yang diterimanya.


Awalnya Dave hanya iseng untuk mengerjai Kayla dengan menciumnya. Namun karena insting lelakinya mulai berjalan.


Dave mulai sedikit bermain-main disana.


Kayla yang syok hanya bisa terdiam tidak melakukan balasan. Dave yang mulai terbawa suasana menggigit kecil bibir Kayla hingga saat bibir itu terbuka Dave mendapat jalan untuk mulai memperdalam ciumannya. Dave mengabsen seluruh isi mulut Kayla hingga Kayla mulai merasa sesak kehabisan oksigen.


Kayla memukul-mukul kecil dada Dave untuk menyadarkannya bahwa ia akan mati jika terus seperti ini.


Dave yang mulai tersadar melepaskan pagutannya. Dan tersenyum puas.


Hooss.. Hooosss...


Kayla menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk mengisi kempali paru-parunya yang hampir kosong karena ulah Dave.


"Gilak. Loe mau bunuh gue?"


Kesal Kayla menatap tajam Dave.


"Apa? "loe?" Kamu mau di hukum lagi?"


Ucap Dave menatap mata Kayla tajam.


Seketika Kayla menutup mulut dengan kedua tangannya sambil melotot menggeleng-gelengkan kepalanya.


Mampus aja kalo dia cium gue lagi.


"Jika tidak mau di hukum lagi maka perbaiki ucapanmu. Sopanlah terhadapku karena aku adalah suamimu"


Ucap Dave tegas.


Yang hanya di balas anggukan kepala oleh Kayla. Ia masih enggan membuka mulutnya takut kalau Dave akan mencuri ciumannya kembali.


"Kamu masih terlalu kaku. Apa ini ciuman pertamamu?"


Tanya Dave tersenyum dengan menaik-turunkan alisnya.


Seketika semburat merah muncul di wajah cantik Kayla. Dia perlahan mengaangguk dan menutup seluruh wajahnya malu.


Dave tersenyum senang melihat tingkah Kayla yang sangat lucu baginya.


"Terimakasih sudah memberikan ciuman pertamamu untukku"


Ucap Dave tulus sambil mengusap lembut kepala Kayla.


Apa? Siapa yang memberikannya? Jelas-jelas dia sendiri yang mencurinya dariku hhuuh.


"Bersiap-siaplah setelah sarapan kita akan kembali. Atau kamu masih ingin di sini bersamaku?"


Ucap Dave dengan tersenyum jahil.


Seketika Kayla meloncat turun berlari menuju kamar mandi. Meninggalkan Dave yang tersenyum melihat tingkahnya.


"Selamat datang tuan muda dan nyonya muda"


Ucap Pak Beni menunduk memberi hormat.


Pak Beni biasa di panggil Pak Ben. Pria yang hampir menginjak kepala lima, memiliki sepasang anak yang berada di luar pulau bersama istrinya. Dia adalah kepala pelayan di mansion tersebut. Penanggung jawab atas segala hal yang berhubungan dengan pelayanan dan keaamanan rumah.


"Terima kasih pak. Dimana papa dan mama?"


Ucap Dave menatap Pak Ben.


"Tuan besar dan nyonya besar ada di taman belakang tuan"


"Hmmm"


Ucap Dave berlalu meninggalkan Pak Ben.


Kayla yang setia membuntuti Dave melambaikan tangan sambil tersenyum lebar ke arah Pak Ben.


Dari kejauhan terlihat tuan besar dan nyonya besar yang tak lain adalah tuan Abraham dan nyonya Martha. Mereka tampak sedang berbincang santai sambil sesekali menyesap secangkir teh.


"Selamat pagi pah mah"


Ucap Dave saat mulai mendekat.


Mama Martha yang melihat kedatangan anak dan menantunya merasa sangat senang. Reflek mama Martha langsung berdiri memeluk menantu kesayangannya.


"Selamat pagi juga sayang. Kamu uda sarapan sayang?"


Tanya mama Martha tersenyum ramah.


"Iiya ma, kami uda sarapan di hotel tadi"


Jawab Kayla.


"Kemarilah"


Ucap tuan Abraham menoleh ke arah Dave dan Kayla.


"Pah mah ada yang ingin Dave bicarakan"


Ucap Dave menatap kedua orang tuannya tersebut bergantian.


"Apa sayang?"


Tanya mama Martha sambil mengelus lembut tangan Kayla.


"Kami akan akan tinggal di apartemen Dave"


Sontak mama Martha lagsung menoleh tak suka dengan perkataan Dave.


"Tidak tidak.. Mama kan baru saja punya menantu masa mau di pisahkan. Kalian tetap tinggal di sini saja ya nak"


Pinta mama martha sambil menatap kayla dengan tatapan mengharap.


Kayla hanya tersenyum menatap ketulusan mama Martha terhadapnya.


"Ma, pah. Bukannya kami tidak ingin tinggal disini. Tapi kami sama-sama anak tunggal. mami Sarah juga menginginkan kami untuk tinggal di rumahnya. Jika kami tinggal berdua maka kami bisa saling mengenal lebih dekat lagi kan"


Ucap Dave yang mencoba memberi penjelasan kepada orang tuanya.


"Baiklah jika itu yang terbaik. Papa terserah kalian saja"


"Tapi kalian janji ya harus sering-sering main kesini"


Ucap mama menatap haru anak dan menantunya.


"Iya ma, pa nanti Kay akan sering-sering berkunjung kemari"


Ucap Kayla dengan senyum meyakinkan.


"Baiklah mah pah kami pamit dulu. Ada beberapa hal yang harus kami persiapkan sebelum pindah"


Ucap Dave menyalami papa dan mama yang di susul oleh Kayla.


"Hati-hati di jalan sayang. Ingat ya harus sering-sering main kemari lohh"


Ucap mama sambil memeluk sayang Kayla.


"Iya ma"


Ucap Kayla tersenyum ramah perlahan melepas pelukan mama Martha.


Dalam perjalanan menuju apartemen, Kayla yang notabennya cuek lebih memilih memainkan ponselnya. Sesekali ia tertawa. tingkah Kayla yang seperti itu mengundang perhatian Dave.


"Chattingan dengan siapa?"


"Hmm.. ini dengan Laura dan Sam"


Ucap Kayla tanpa menoleh kepada Dave.


"Sam? Siapa?"


"Samuel sahabat aku juga"


Jelas Kayla lagi.


"Bahas apa? Sepertinya seru sekali sampai-sampai saya di cuekin" Ucap Dave dengan melirik Kayla.


"Hhe. Tidak ada hanya bahas bahan buat skripsi" Jawab Kayla jujur.


"Oowh.. kalau kamu perlu bantuanku katakan saja" Ucap Dave pelan.


"Okkeh"


Ucap Kayla cuek tetap asyik dengan ponselnya.


Keheningan kembali menemani perjalanan mereka menuju apartemen Dave.