
Matahari pagi bersinar dengan cerah menelusup masuk melalui celah-celah gorden.
Pagi ini Kayla masih tertidur dengan nyenyaknya setelah pertempuran yang terjadi tadi malam. Kayla sangat lelah menghadapi keganasan Dave yang benar-benar memangsanya bagai tiada lelah hingga pukul dua dini hari.
Ddrtt,, Ddrrtt,, Drrtt,,,
Dengan mata yang masih terpejam Kayla mencoba meraih ponselnya yang berada di atas nakas.
Tanpa melihat siapa yang menghubunginya Kayla langsung menolak panggilan tersebut, Kayla memilih melanjutkan kembali mimpi indahnya.
Ddrrtt,, Drrt,,, Drrtt,,,
Tidak menunggu lama poselnya kembali berdering. Dengan malas Kayla kembali meraih ponsel tersebut dan melihat siapa yang telah mengganggunya pagi-pagi begini.
"Haloo,,"
Ucap Kayla setelah menerima panggilan tersebut.
"Haloo Kay, loe masih molor jam segini?"
Ucap seseorang di seberang sana.
"Hmm,, Ada apa loe nelpon gue pagi-pagi gini Lau?"
Ucap Kayla dengan suara serak khas bangun tidur.
"Gue mau ikut loe latihan nembak"
Ucap Laura di seberang sana.
"Serius loe? Kapan loe mau ikut?"
Ucap Kayla yang mulai membuka matanya.
"Hari ini deh, besok-besok gue sibuk lagi"
"Hmm,,, Yaudah ntar lagi deh, gue masih ngantuk"
ucap Kayla lemah.
"Heeiii,, Gak ada tidur lagi Kay. Bangun loe sekarang!"
"Ckk,, Gak usah teriak juga bego sakit kuping gue ne dengar suara loe"
Ucap Kayla kesal.
"Mangkanya loe bangun jangan molor lagi. Buruan mandi gih. Setengah jam lagi gue jemput loe. Awas kalo loe belum siap ntar gue siram pake air"
"Ceh,, Berisik loe. Iya ne gue bangun"
"Humm,, Buruan mandi"
"Iya iya bawel ya loe sekarang"
Tuuutth,,,
Dengan sedikit kesal Kayla memutuskan panggilan tersebut lalu segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tiga puluh menit kemudian.
Laura sudah menunggu Kayla di parkiran apartemen. Setelah menerima panggilan dari Laura dengan segera Kayla turun dan berjalan cepat menuju parkiran.
"Sumpah lama banget ya loe"
Ucap Laura setelah Kayla masuk kedalam mobilnya.
"Selow kaleee,, lagian bawel amat loe dah kayak emak-emak"
Ucap Kayla menimpali ucapan Laura dengan sedikit terkekeh.
"Biarin. Emang loe lama"
Balas Laura yang tidak mau kalah.
"Yaudah jalan"
Ucap Kayla yang tidak berniat melanjutkan perdebatan tidak berfaedah tersebut.
Dengan segera Laura melajukan kendaraannya keluar dari pekarangan apartemen mewah tersebut.
Memasuki jalanan ibu kota dan berbaur dengan para pengendara lainnya.
Tidak sampai satu jam kendaraan Laura telah sampai di area latihan menembak.
"Luas juga areanya ya Kay"
Ucap Laura memandang keseluruhan area tersebut.
"Iya, disini juga ada area berkuda"
Ucap Kayla sambil membenahi topinya.
"Serius loe? Woow jadi pengen juga gue"
Ucap Laura semangat.
"Boleh, ntar kita kesana. Yaudah yok latihan nembak dulu"
Ucap Kayla yang mulai berjalan di depan dengan Laura yang menyusul di belakangnya.
Kayla langsung memperkenalkan Laura kepada pelatih menembaknya.
Dengan tersenyum ramah pelatih tersebut mulai mengajari Laura. Sedangkan Kayla sudah bersiap-siap untuk memulai menembak sasarannya.
Doorrtt,,, Doortt,, Doortt,,,.
Tiga kali tembakan Kayla luncurkan namun hanya dua peluru yang tepat mengenai titik merah pada sasaran tembak.
Prok,, Prok,, Prokk,,,
Laura reflek memberikan tepuk tangan melihat Kayla yang telah berhasil menembak sasarannya dengan sangat keren.
Ucap Laura takjub.
"Hahah lebai loe,, Dah sana giliran loe yang nembak"
Ucap Kayla dengan melirik ke arah pelatih yang masih menunggu Laura siap.
"Hehe.. Okeh,, Ayo Kak kita mulai"
Ucap Laura ke arah pelatih dan mulai memposisikan dirinya pada batas yang telah di tentukan.
Dorrt,, Dorrt,, Dorrtt,,,
Tiga kali tembakan Laura lepaskan ke arah sasaran tembaknya.
Namun tidak ada satupun yang mengenai sasaran tembaknya. Hingga Laura terlihat kecewa.
"Hey,, Semangat dong, masih tembakan pertamakan, ayo lanjutkan lagi"
Ucap Kayla menatap Laura dengan menggepalkan tangannya.
"Iya Kay"
Ucap Laura dengan tersenyum dan mencoba mengarahkan kembali pistolnya kepada sasaran.
Dorrt,, Dorrt,, Dorrt,,
Tiga tembakan kembali Laura luncurkan namun hanya satu yang tepat mengenai titik merahnya, ya walaupun tidak pas di tengahnya tapi sudah membuat Laura bersorak senang.
"Waauu, akhirnya ada juga yang ngenak"
Ucap Laura semangat.
"Hahaha,, Iya Lau, mangkanya semangat trus fokus okeh!"
Ucap Kayla ikut senang manatap Laura yang mulai tersenyum. Kayla tahu pasti ada sesuatu yang telah di sembunyikan oleh Laura melihat dari matanya yang sedikit bengkak seperti habis menangis semalaman.
Hampir dua jam Kayla dan Laura latihan menembak, dengan hasil yang mulai memuaskan masing-masing hingga mereka memilih untuk beristirahat sejenak.
"Neh minum"
Ucap Kayla melemparkan sebotol minuman segar ke arah Laura.
"Thanks Kay"
Ucap Laura setelah berhasil menangkap botol minuman tersebut dengan mudah.
"Seru juga yaa,, Tau gini dari dulu kita maen beginian ya Kay"
Lanjut Laura setelah meneguk minumannya.
"Iya,, Tapi gak apa-apa deh belum terlalu terlambatkan, haha"
Ucap Kayla menimpalinya.
"Iya sih,, Eh gue gak sabar mau berkuda, uda lama neh gak naik kuda"
Ucap Laura kembali antusias.
"Okeh,, Yok kesana"
Ucap Kayla dengan segera beranjak dan berjalan ke area selatan dari tempat tersebut di ikuti oleh Laura yang melangkah dengan semangat.
Tidak terlalu jauh berjalan kaki mereka telah sampai di area berkuda.
Karena tidak membawa pakain ganti Kayla dan Laura menyewa pakaian khusus berkuda, tak tanggung-tanggung mereka juga menggunakan topi ala koboi.
"Cakep banget gaya kita ya"
Ucap Laura mematut dirinya di depan cermin.
"Hahah Iya, uda kayak koboi beneran"
Sambut Kayla dengan kekehannya.
"Yok, keburu siang ntar, panas gaeesss"
Lanjut Kayla dengan mengipas-ngipasi wajahnya dengan tangan.
"Lets go babe"
Sahut laura keluar dari ruang ganti.
Kayla memilih menaiki kuda berwarna hitam yang elegan seperti namanya Morgan, keren bukan untuk nama seekor kuda. Kuda yang memiliki tubuh yang padat, kaki yang kuat dan berotot dengan gagahnya Kayla menaiki kuda tersebut.
Sedangkn Laura memilih kuda Sumba, seperti namanya kuda ini berasal dari Nusa Tenggara Timur. Memiliki tubuh yang sedikit kecil namun memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat dan larinya kencang.
Setelah Laura menaiki kuda tersebut kini mereka berdua tengah menunggangi kuda masing-masing di dalam area yang telah di tentukan.
"Pacuan yok Kay?"
Ucap Laura menantang Kayla.
"Oke siapa takut"
Jawab Kayla mantap.
"Loe liat pohon di ujung sana, siapa yang luan sampe ke sana dia yang menang dan yang kalah harus teraktir makan setelah ini"
"Okeh, kita mulai"
"1,, 2,,, 3,,, go!"
Ucap Laura.
"Hiyaakkk,,,"
Dengan seketika kuda mereka berlari kencang dengan Kayla dan Laura di atasnya terus memberi sentakan untuk mendorong kuda tersebut agar berlari semakin cepat.