
Cklaak,,
Dave kembali memasuki ruang rawat Kayla.
Dengan menatap fokus kepada Kayla yang masih terbaring lemah di atas brankar.
"Sadarlah sayang"
Ucap Dave setelah mengecup pelan punggung tangan Kayla.
Tiga puluh menit berlalu.
Kayla mulai meggerakkan jari-jari tangannya, dengan perlahan ia mulai membuka mata. Menatap langit-langit kamar dengan aroma khas rumah sakit yang langsung memasuki indra penciumannya.
"Sayang,, Kamu sudah sadar"
Ucap Dave senang menatap Kayla yang sudah membuka matanya. Dengan segera Dave memencet intercom untuk memanggil dokter.
Tidak lama kemudian dokter sudah memasuki ruangan Kayla untuk segera memeriksa keadaanya.
Tidak menunggu lama dokter kembali menjelaskan kepada Dave tentang keadaan Kayla yang mulai membaik dengan merespon semua ucapan dokter.
Setelah dirawat selama tiga hari di rumah sakit akhirnya Kayla kembali pulang.
Namun kali ini Kayla pulang ke rumah Papi dan Maminya.
Setelah mengabari keadaan Kayla Mami Sarah yang sedang menjalani perawatan rutin di Singapura dengan segera kembali ke tanah air.
Sedangkan Mama Martha dan tuan Abraham tengah menangani bisnis mereka yang berada di Italia hingga tidak bisa kembali dalam waktu yang dekat.
"Sayaannggg,, Bagaimana keadaan kamu nak?"
Ucap Mami Sarah yang langsung memeluk Kayla setelah sampai ke rumah.
"Kayla tidak apa-apa Mih, hanya kebentur sedikit"
Ucap Kayla dengan tersenyum seperti biasa, namun Mami Sarah sudah mengetahui semuanya dari Dave.
"Oh Kayla,, Kamu ini ya, kenapa nakal sekali sayang"
Ucap Papi yang langsung menyentil hidung mancung Kayla dengan pelan.
"Uumm,, Papiihh,,"
Ucap Kayla dengan manja dan langsung memeluk erat tubuh sang Papih yang langsung dibalas pelukan hangat pada putri kesayangannya tersebut.
Setelah melewati beberapa drama manjanya akhirnya Kayla kembali ke dalam kamar untuk kembali beristirahat.
Tidak bisa di pungkiri bahwa kepalanya memang sering terasa pusing setelah kembali dari rumah sakit, namun setelah meminum obat dari dokter dan kembali beristirahat rasa pusing itupun mulai menghilang.
*****
Dua minggu kemudian.
Kayla terbangun dengan rasa mual yang bergejolak di dalam perutnya sungguh terasa sangat mengganggu hingga ia dengan segera beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.
Dave yang merasakan pergerakan dari atas ranjang dengan reflek membuka matanya, ditambah suara muntahan dari dalam kamar mandi.
Tok,, Tok,, Tok,,
"Kay,, Kamu kenapa sayang?"
Ucap Dave dengan terus mengedor pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam.
Tok,, Tok,, Tok,,
"Kayy,, Buka pintunya"
Ucap Dave lagi karena tidak mendapat jawaban dari dalam.
Rasa khawatir menyelimuti Dave saat itu juga, ia teringat akan ucapan dokter salah satu efek dari geger otak yang di alami Kayla adalah mual dan muntah.
"Kay,, Buka pintunya, atau saya dobrak ya"
Ucap Dave yang sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
Dave mulai mengambil ancang-ancang untuk segera mendobrak pintu tersebut. Namun belum sempat Dave melakukannya.
Cklaak.
Kayal keluar dari dalam kamar mandi dengan rambutnya yang di ikat asal.
"Apasih ribut banget pagi-pagi"
Ucap Kayla dengan berjalan pelan menuju nakas lalu meraih segelas air disana dan langsung meminumnya.
"Kamu kenapa sayang? Apa masih mual?"
Ucap Dave yang segera menyerahkan obat milik Kayla.
"Sedikit, tapi tidak separah sebelumnya"
Ucap Kayla setelah menerima obat dari tangan Dave dan langsung meminumnya.
"Kalau begitu kita tidak usah keluar hari ini"
Ucap Dave menatap wajah Kayla.
"Sayang, kamu kenapa sih? Aku baik-baik saja, lagian kita harus ke boutiq untuk fiting baju, kamu tahukan Laura akan segera menikah dan aku akan menjadi bridesmaidnya"
Ucap Kayla menatap Dave dengan lekat.
"Hmm,, Baiklah tapi hanya sebentar saja dan ingat kamu harus tetap beristirahat full di rumah"
Ucap Dave dengan berjalan mendekati Kayla.
"Iya Kay tau kok. Lagian sudah berapa kali kamu katakan aku sampai bosan mendengarnya"
"Oowh jadi kamu bosan, baiklah aku akan membuatmu untuk tidak bosan lagi"
Ucap Dave dengan segera menggelitik tubuh Kayla hingga ia dan Kayla tertawa bersama.
"Hahaha,, Sayangg,, Sudah hentikan,, Hahah"
Ucap Kayla dengan sudut mata yang mulai berair.
"Aku akan melepaskanmu bila kamu mau mendengarkan perkataanku"
Ucap Dave dengan terus menggelitik tubuh Kayla.
"Hahaha,,, Iya sayang, aku akan mendengarkan semua perkataanmu jadi please hentikaan"
Rengek Kayla karena sudah merasa tidak tahan lagi.
"Haha,, Baiklah sayang"
Ucap Dave dengan memeluk tubuh Kayla.
"Love you sayang"
Lanjut Dave dengan mendaratkan sebuah kecupan di dahi Kayla.
"Hmmm,, "
Ucap Kayla yang masih mengatur nafasnya.
"Hmm apa?"
Ucap Dave menatap tajam mata Kayla.
"Love you too"
Ucap Kayla setelah mengatur nafasnya kembali.
Dengan tersenyum penuh arti Dave menatap wajah Kayla, Dave semakin mendekatkan wajahnya dengan Kayla hingga bibir itu menempel sempurna dengan milik Kayla. Dave tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut Dave langsung menyerang Kayla dengan sentuhan-sentuhan penuh cinta miliknya.
"Kenapa kamu selalu bertindak seenaknya"
Ucap Kayla kesal menatap Dave yang kini tengah tersenyum senang menatap Kayla.
"Lihatlah, sudah berapa kali aku katakan jangan membuat tanda di tempat yang terbuka"
Lanjut Kayla dengan menunjukan sebuah tanda kepemilikan Dave di lehernya.
"Biar semua orang tau bahwa dirimu hanya milikku"
Ucap Dave dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Tanpa di beri tandapun semua orang sudah tau bahwa Kayla Ghanesa Luish istri dari Dave Abraham Smith"
Ucap Kayla dengan menatap tajam Dave.
"Hahah tentu saja sayang"
Balas Dave dengan kembali memeluk tubuh Kayla.
"Lepaskan sayang, kamu membuatku sesak"
Ucap Kayla dengan memukul pelan tangan Dave yang melingkari perut ratanya.
"Sebentar saja sayang, aku masih rindu"
Ucap Dave dengan menyandarkan dagunya pada pundak Kayla.
"Astagaa,, Kita bahkan bertemu setiap hari dan barusan saja kita melakukannya, jadi jangan mengarang rindu segala"
"Tapi aku memang rindu sayang"
"Kata rindu hanya untuk mereka yang hanya bisa memandang wajah melalui gambar tanpa bisa menyentuh, hanya bisa mendengar suara tanpa bertatap, meski hati memberontak ingin bertemu namun jarak yang memisahkan dan hanya bisa saling mendoakan dalam kebaikan"
"Ummm,, Sayang kenapa kamu jadi puitis begini?"
Ucap Dave dengan membalikkan tubuh Kayla untuk menatapnya.
"Hahah,, Sudahlah. Ayo segera siap-siap"
Ucap Kayla melepaskan pegangan tangan Dave dan meraih foundation miliknya untuk menutupi tanda kepemilikan Dave di lehernya.
"Huufhh,,, Baiklah nyonya Dave"
Ucap Dave dengan berjalan pelan menuju kamar mandi untuk segera bersiap-siap menuju boutiq langganan miliknya.
Tiga puluh menit berkendara akhirnya Kayla dan Dave tiba di boutiq langganan mereka.
Kayla langsung mencoba gaun yang telah di pesannya dari jauh-jauh hari.
"Bagaimana sayang? Cantik gak?"
Ucap Kayla menunjukkan dirinya dengan balutan dress di bawah lutut dengan potongan leher model sabrina.
"Kamu selalu cantik sayang"
Ucap Dave dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda Kayla.
"Aku serius loh"
"Hahah,, Iya-iya kamu sangat cantik sayang menggunakan dress itu"
Ucap Dave dengan tersenyum tulus.
"Baiklah, terimakasih sayang"
Ucap Kayla dengan tersenyum senang lalu berbalik badan kembali mengganti pakaiannya.