Oh Kayla

Oh Kayla
Penculikan Kayla (dua)



Kayla mulai tersadar dari tidurnya. Kayla merasa kesulitan untuk bergerak karena dalam keadaan kedua tangan di ikat ke belakang dan mulut di tutup menggunakan lakban.


Kayla menginggat terakhir kali kesadarannya saat dia baru keluar dari toilet dan setelah itu dia tidak sadarkan diri.


Kayla melihat dua orang pria di depannya. Yang satu sedang mengemudi. Dan satunya lagi tengah menghubungi seseorang.


"Hallo bos. Target sudah dapat"


"Baik bos"


Hanya itu yang Kayla dengar.


'Bos? Siapa bos mereka? Berarti selama ini mereka memata-mataiku'


"Langsung ke markas"


Ucap pria tersebut kerekannya yang mengemudi setelah melirik Kayla yang pura-pura masih tertidur.


'Baiklah akan ku ikuti permainan mereka. Siapa bos mereka?'


Kayla masih diam. Dia sangat penasaran sekali siapa bos Mereka sebenarnya.


Sementara Dave masih menunggu kabar dari Kris untuk melacak posisi ponsel Kayla.


Disaat ponselnya berdering dengan cepat Dave mengangkatnya.


📲 "Halo tuan. Posisinya masih terus berjalan ke arah perbukitan menuju Bandung.


Saya sudah mengirim beberapa anak buah kita kesana"


"Bagus. Terus ikuti mereka"


📲 "Baik tuan"


Dave sudah mengeluarkan pistolnya yang berada di bawah jok mobilnya. Dikursi pengemudi tersebut terdapat sebuah kantong yang menyimpan beberapa pistol dengan kecepatan tinggi.


Desert eagle adalah pilihan Dave kali ini.


Merupakan jenis senjata api pistol buatan Israel ini memiliki kemampuan daya tembak yang luar biasa. Dimana jika pistol pada umumnya hanya bisa menembus sasaran, namun berbeda dengan pistol ini.


Desert Eagle mampu menembus target sekaligus membuat target hancur seketika, Berat pistol ini bisa mencapai 2 kg dengan panjang sekitar 30 cm. Pistol ini memiliki daya tembak 2000 joule yang akan menghasilkan suara tembakan yang amat keras.


Dave langsung berpindah ke mobil Kris saat sudah tiba di depannya.


Kris melirik senjata api di genggaman Dave.


Kris tersenyum devil di sudut bibirnya. Membayangkan betapa emosi tuannya saat ini. Sudah pasti kali ini lawannya akan habis. Kris teringat kala itu Dave menggunakan Desert eaglenya untuk membunuh lawan yang berbuat curang saat melakukan transaksi.


"Tambah kecepatanmu. Jangan seperti siput. Lambat!"


"Baik tuan"


Dengan seketika mobil mereka terus melaju mengejar mobil yang membawa Kayla.


Mobil yang membawa Kayla sudah mulai memasuki sebuah pagar yang tinggi. Diluar terdapat beberapa penjaga dengan menggunakan senjata api laras panjang.


Mobil mulai memasuki pekarangan bangunan tua. Jika di lihat dari luar seperti gedung yang sudah tidak terurus yang di tumbuhi rerumputan liar.


Mereka membawa Kayla ke dalam sebuah gudang dan di ikat kembali ke sebuah kursi lalu mereka meninggalkan Kayla sendiri di sana.


Saat pintu sudah tertutup rapat. Kayla membuka matanya.


'Sialan ni orang. Mana ngikatnya kecang banget kan tangan gue jadi sakit'


Kayla menggesek-gesekan tangannya mencoba untuk bisa terlepas dari ikatan tersebut. Namun masih saja gagal.


'Hhuuufh susah sekali'


Pikirnya sambil melihat kesekeliling ruangan mencari sesuatu yang bisa membantunya untuk melepaskan tali tersebut.


Dan benar saja di bawah meja tua itu terdapat pisau lipat kecil yang sudah berkarat.


Kayla mencoba menjangkau dengan kakinya. Namun masih sedikit jauh.


Hingga Kayla mengangkat kursi tersebut ke arah meja dan menjangkau pisau tersebut dengan kakinya. mengarahkan tangannya untuk mengambil pisau tersebut.


Dengan susah payah Kayla akhirnya bisa mendapatkan pisau tersebut. saat hendak memotong tali.


Braarkk


Suara pintu yang terbuka paksa.


"Hahahahha sudah sadar rupanya"


Ucap seorang pria dari depan pintu.


Kayla langsung mengenggam tangannya menyembunyikan kembali pisau tersebut.


Kayla dapat melihat pria tersebut dengan sangat jelas.


'Ganteng. tapi siapa dia? aku tidak kenal dia. aku juga tidak pernah memiliki musuh selama ini. Apa rekan bisnis papa atau Dave?!'


Pikir Kayla yang masih bertanya-tanya siapa pria tersebut. Mengapa harus menculiknya.


Pria tersebut berjalan mendekat ke arah Kayla lalu menarik sebuah kursi dan duduk di depan Kayla.


"Hay cantik. Siapa namamu? "


Tanya pria itu sambil tersenyum manis.


"Hhmmmm... hmmmm..."


Ucap Kayla dengan mulut yang masih di tutupi lakban.


"Oiyah bagaimana kamu bisa menjawab jika mulutmu saja masih tertutup ya. Hahaha baiklah biar ku buka"


Kreekk


Dengan sekali tarikan pria tersebut membuka lakban penutup mulut Kayla sehingga Kayla meringis merasa sedikit perih di wajahnya.


"Kamu semakin terlihat cantik jika seperti ini"


Ucap pria tersebut sambil mengusap lembut wajah Kayla.


"Siapa kau? Aku tidak mengenalmu? Mengapa kau menculikku?!"


Tanya Kayla dengan emosi sambil menghindari tangan pria tersebut.


"Hahhhahahah"


Pria tersebut tertawa dengan sangat keras sehingga Kayla menutup matanya.


"Siapa aku? Hhahaha baiklah cantik aku akan memperkenalkan diriku. Aku Robert sahabat suami mu. Hahahhha sahabat. Yah, sahabat tapi itu dulu sebelum dia memperkosa adiku dan membunuhnya"


Dengan emosi dan mata yang memancarkan kesedihan serta kebencian di wajahnya pria tersebut terus memaki Dave.


Deg.


'Apa? Dave memperkosa seseorang dan membunuhnya. Tidak, tidak mungkin Dave seorang pria brengsek seperti itu'


"Tidak. Tidak mungkin suamiku seperti itu"


Teriak Kayla dengan air matanya yang menetes.


"Apa kau tidak percaya? Apa perlu aku tunjukan buktinya kepada mu? Bahwa suamimu itu seorang yang brengsek. Ohh iya. Apa kau sudah tahu bahwa suami mu itu seorang Mafia?"


"Apaa ma maafiaa? Tidak.. Tidak mungkin"


Ucap Kayla dengan air mata yang terus menetes di pipinya.


"Hahahaha kau baru tahu ya sayang. Apa Dave tidak memberi tahumu? Apa dia menyembunyikannya dengan sangat baik. Hahahah. Yah, yyah,, Baiklah akan aku beri tahu siapa Dave yang sebenarnya. Dave adalah seorang Mafia. Dia menjual senjata gelap dan juga menjual organ tubuh manusia. Apa kau tahu setiap anak yang tiba-tiba hilang dan saat di temukan sudah dalam keadaan mati dengan banyak bekas jahitan di tubuhnya? yah dialah pelakunya. Dialah otak dari semuanya...."


Pria itu terus berbicara tentang Dave.


Kayla bahkan sudah tidak sanggup lagi untuk mendengarkan semua tentang Dave selama ini. sehingga muncul kebencian di hati Kayla terhadap Dave.


"Sudah! Hentikan"


Ucap Kayla dengan isak tangisnya.


Dave yang baru saja sampai ke lokasi Kayla menatap anak buahnya yang sudah mulai beraksi dan mencoba masuk.


"Kasihan sekali kamu cantik. tapi tenang aku akan membunuhmu dengan perlahan hahahahha"


Deg.


Kayla mulai merasa takut saat pria tersebut berkata akan membunuhnya. Dengan cepat Kayla menggesekkan pisaunya.


"Tidak.. Tidak.. Aku tidak ingin mati"


Kayla menggelengkan kepalanya.


"Dave harus merasakan apa yang aku rasakan. kehilangan orang yang di sayanginya dan aku akan mencicipi mu dulu sebelum kau mati di tanganku sama seperti yang Dave lakukan kepada adikku..hahaha"


Pria tersebut terus tertawa dengan pandangan tajam menatap Kayla dan mendekati Kayla dengan seringai penuh *****. Di tambah pakaian Kayla yang sedikit terbuka membuat pria tersebut menatap penuh damba.


Dorr.. doorr


Terdengar suara pistol saling bersahutan di luar.


"Ckk... Cepat sekali dia datang. Tapi tenang sayang aku akan mengamankanmu"


Pria tersebut lantas memasang kembali penutup mulut Kayla dan membuka lilitan tali di kursi. Dengan Kayla yang terus menggesekkan pisau di belakang tanganya yang sudah berhasil sedikit.


Dave yang tidak tahan menunggu langsung menembak anak buah Robert sehingga terjadi peperangan senjata disana.


Bersambung...