
Kayla tengah berada di sebuah butik terkenal yang memiliki koleksi pakaian yang biasa di gunakan oleh kalangan pejabat dan para artis terkenal.
Besok malam adalah hari launching dari produk kesehatan milik Kayla setelah bekerja sama dengan Perusahaan XX.
"Bagaimana sayang? Apa aku cantik?"
Ucap Kayla menunjukan sebuah dres yang telah melekat di tubuhnya kepada Dave.
"Cantik, tapi itu terlalu terbuka untukmu sayang"
Ucap Dave menatap tubuh Kayla yang memutar.
"Hmm,,, "
Kayla kembali masuk kedalam bilik ganti dan melepaskan gaun tersebut lalu memakai lagi sebuah gaun yang sedikit panjang.
"Kalau yang ini bagaimana?"
Ucap Kayla kembali berdiri di hadapan Dave.
"Cantik sayang, tapi itu terlalu biasa"
"Ckk,,, Jadi gimana sih? Kay bingung. Kamu saja yang pilih"
Ucap Kayla dengan memberengut kesal.
Karena sedari tadi pilihannya selalu saja tidak sesuai di mata Dave.
Dengan segera Dave beranjak dari sofa dan berjalan menuju jejeran gaun yang tertata rapi di depannya.
Setelah seorang pelayan memberi tahu koleksi gaun terbaru mereka akhirnya pilihan Dave jatuh kepada sebuah dress berwarna biru muda dengan taburan manik-manik yang menyerupai permata yang berkilauan sangat indah dan mewah.
"Ini cobalah sayang"
Ucap Dave dengan menyodorkan gaun tersebut di hadapaan Kayla.
"Apa ini tidak berlebihan sayang?"
Ucap Kayla setelah melihat gaun yang begitu indah.
"Tidak sayang ini sangat cocok untukmu"
Ucap Dave dengan senyuman meyakinkan Kayla.
"Baiklah, akan Kay coba ya"
Dengan segera Kayla menuju bilik ganti untuk mengganti pakaiannya dengan dress pilihan Dave.
Kayla menatap takjub dirinya dalam pantulan cermin. Ia terlihat sangat cantik dan anggun dengan dress tersebut. Di tambah potongan leher yang tidak terlalu terbuka sungguh sangat indah sekali di tubuhnya yang langsing.
"Bagaimana sayang? Kay cantikkan?"
Ucap Kayla setelah berdiri di depan Dave.
Dave yang tengah sibuk dengan ponselnya segera beralih menatap Kayla. Dave terpaku sejenak menatap Kayla yang sangat cantik.
"Cantik sekali sayang, sangat cocok untukmu"
Ucap Dave dengan senyum mengembangnya.
"Baiklah aku akan menggunakan ini untuk acara besok"
Ucap Kayla yang di balas anggukan oleh Dave.
*****
Kayla sudah siap dengan dress birunya dan dengan sapuan make up oleh MUA profesional ia benar-benar terlihat sangat cantik sekali malam ini.
"Sayang kamu cantik sekali"
Ucap Dave dengan memeluk tubuh Kayla dari belakang.
"Terimakasih sayang"
Ucap Kayla dengan senyuman manisnya.
"Kalau seperti ini rasanya aku tidak ingin kamu keluar dari kamar"
Ucap Dave semakin mengeratkan pelukannya.
"Loh, kenapa?"
"Yah, aku tidak ingin orang lain melihat dan menikmati kecantikanmu sayang"
Ucap Dave mulai memutar tubuh Kayla menatap dirinya.
"Hahaha,, Kamu sungguh posesif sekali sayang"
Balas Kayla dengan mengusap pelan wajah Dave.
"Hentikan sayang. Aku tidak ingin riasan di wajahku rusak terlebih lipstik ini"
Ucap Kayla menahan bibir Dave saat ia mulai mendekati wajahnya dengan Kayla.
"Sedikit saja sayang"
Dengan wajah memelasnya menatap wajah Kayla.
"No! . Sudahlah ayo kita berangkat aku tidak ingin terlambat nanti"
Ucap Kayla segera meraih clutch bag miliknya dan beranjak perlahan.
"Ckk,,, Awas saja nanti tidak akan aku beri ampun"
Ucap Dave dengan smirk di bibirnya perlahan berjalan mengikuti Kayla.
Sesampainya di hotel Kayla dan Dave langsung memasuki ballroom dengan Kayla yang menggandeng tangan Dave.
Para Partner kerja dan Karyawan juga sudah mulai memadati ruangan tersebut.
Beberapa awak media juga di undang untuk mempromosikan secara langsung kepada masyarakat sebuah produk kesehatan yang sangat baik untuk tubuh.
Kayla dan Dave berjalan menuju Papi dan Mami yang telah mengisi kursi di bagian depan.
"Haii Pih, Mih"
Ucap Kayla dengan memberikan salam dan pelukan hangat kepada Papi dan Mami secara bergantian di ikuti oleh Dave.
"Hai sayang. Selamat ya akhirnya impian kamu akan segera terwujud"
Ucap Papi menatap wajah Kayla dengan senyuman hangat miliknya tersirat kebanggaan dari tatapan matanya.
Balas Kayla dengan senyuman manis miliknya.
"Hahah,, Ya yah terserah kamu saja sayang"
Ucap Papi dengan terkekeh menatap anak kesayangannya tersebut.
"Anak Mamih memang hebat. Selamat sayang"
Ucap Mami menatap haru anak kesayangannya yang dulu sangat manja tapi sekarang sudah beranjak dewasa dengan memulai bisnis baru di perusahaan keluarga mereka.
"Terimakasih Mami. Hebat dong siapa dulu Maminya? Mami Sarah"
Ucap Kayla dengan senyuman menggoda sang Mami.
"Hehehe kamu ini yaa"
"Ayo Mami duduk lagi. Jangan terlalu lama berdiri nanti Mami kelelahan"
Ucap Kayla dengan segera merangkul sang Mami untuk kembali menduduki kursinya dan turut duduk di samping sang Mami.
Ddrrtt,, Drrttt,,
Suara ponsel Kayla yang berdering dari dalam Clutch bag miliknya.
Dengan segera ia meraihnya dan melihat siapa yang telah menghubungi.
Setelah memastikan siapa yang telah menghubunginya dengan segera Kayla mengusap jarinya pada ponsel yang berlogo apel di gigit tersebut.
"Haloo"
Ucap Kayla setelah panggilan terhubung.
"Halo Kay, Selamat ya buat launching produk kesehatannya"
Ucap seseorang di seberang sana.
"Terimakasih Leon. Kamu dimana?"
"Maaf kan aku Kay karena tidak bisa menghadiri acaramu, aku sekarang sedang di Italia ada hal penting yang harus aku kerjakan"
Ucap Leon di seberang sana.
"Owhh begitu baiklah"
Ucap Kayla lemah.
Setelah Kayla mengakhiri panggilan tersebut ia menoleh ke arah Dave. Sebuah kerutan muncul di dahi Kayla menatap sang suami dengan wajah yang sulit ia tebak.
"Kamu kenapa sayang?"
Ucap Kayla sedikit berbisik karena tidak ingin kedua orang tuanya melihat mereka.
"Siapa yang barusan menelfonmu?"
Ucap Dave tajam.
"Owhh.. Dia rekan bisnisku"
Jawab Kayla santai.
"Benarkah? Kenapa akrab sekali terlebih-lebih panggilannya aku kamu"
Ucap Dave menatap tajam mata Kayla.
"Haha dia adalah partner ku dalam menjalankan produk kesehatan ini. Kalau dia tidak membantuku mungkin Kay tidak akan bisa mewujudkan ini semua"
"Owh begitu. Jadi dia lebih penting dariku?"
"Astagaaa,, Kamu itu jelas lebih penting darinya sayang. Sudahla jangan bahas dia lagi liat tuh sebentar lagi akan di mulai"
Ucap Kayla dengan segera mengalihkan pandangannya kepada MC yang telah berdiri di atas podium bersiap memulai acara malam ini.
Prok,, Prok,, Prok,,
Suara tepuk tangan memenuhi ruangan setelah Kayla dengan resmi mengumumkan produk kesehatan miliknya.
Ucapan selamat terus di terima oleh Kayla dari para undangan yang menghadiri acara launching tersebut.
"Kaylaaaa,,,, Uhh selamat yaaa"
Ucap Laura berjalan cepat ke arah Kayla dan lengsung memeluknya.
"Terimakasih Lau. Loe sama siapa kesini?"
Ucap Kayla membalas pelukan hangat Laura.
"Gue sendiri. Emang mau sama siapa lagi hahaha"
Ucap Laura menatap Kayla.
"Yakali loe datang bareng calon lakik loe. Lagian gue belum pernah liat orangnya. Loe juga gak mau ngasih tau wajahnya kan"
"Hmmm,,, Dia sibuk Kay. Udalah gak usah bahas dia malas gue"
Ucap Laura lemah.
"Selamat ya Kay"
Ucap Sam yang tiba-tiba muncul di antara mereka.
Sontak saja kedua orang tersebut menoleh ke asal suara.
"Thanks Sam"
Ucap Kayla dengan tersenyum manis menerima uluran tangan dari Sam.
Berbeda dengan Laura yang seketika membisu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Haii Lau, apa kabar? Uda lama ya gak jumpa"
Ucap Sam tersenyun menatap Laura.
"Gue baik Sam,, Oiayah Kay gue luan ya ada yang perlu gue urus"
Ucap Laura dengan segera memberi kecupan kanan kiri kepada Kayla. Kayla yang paham dengan situasi pun hanya mengangguk.
"Hati-hati di jalan loe"
Ucap Kayla lagi yang di balas tanda oke dari tangan Laura segera beranjak meninggalkan Kayla dan Sam berjalan cepat keluar dari hotel.