Oh Kayla

Oh Kayla
Dave Kembali



Kayla sudah tidak bisa berpikir jernih untuk melanjutkan kembali pekerjaannya. Kayla memilih kembali ke apartemen karena Dave telah mengabari akan kembali.


Kayla segera menuju kamar mandi mengisi penuh bathtub dan memberi aroma terapi.


Kayla melepaskan semua benang di tubuhnya dan langsung masuk kedalam bathtub. Berendam air hangat adalah pilihan yang terbaik untuk meredahkan kembali emosinya. Seharian berada di luar membuat seluruh tubuh Kayla sangat lelah di tambah Kayla mulai memiliki kesibukan baru di Perusahaan.


Menikmati hangatnya air serta wanginya aroma terapi yang menenangkan jiwa membuat Kayla terbuai dan tanpa terasa Kayla tertidur di dalam bathtub.


Dave yang baru tiba melihat apartemennya kosong namun Dave melihat tas dan ponsel Kayla yang berada di atas nakas.


Dave berjalan menuju kamar namun tidak mendapati Kayla di sana. Dave kembali berjalan menuju kamar mandi.


Senyum Dave mengembang kala menatap Kayla yang tertidur di dalam bathtub.


Dave berjalan dengan sangat pelan ke arah bathtub dan berhenti sejenak menatap Kayla.


Cup.


Dave memberikan kecupan singkat di bibir Kayla.


"Aaakkhhh"


Teriak Kayla kaget dan dengan reflek Kayla menarik tangan Dave dan membanting tubuhnya ke lantai.


Prraak...


"Adduuhh"


Ucap Dave memegang pinggangnya yang sakit akibat terhempas di lantai.


"Sorry,,, Sorry gue gak sengaja"


Ucap Kayla panik dengan segera meraih handuk menutupi tubuhnya dan membantu Dave untuk berdiri.


"Kamu ya sudah berani sama suami sekarang. Suaminya pulang kerja bukannya di sambut malah di banting"


Ucap Dave menatap kesal wajah Kayla.


"Sorry, kan Kay gak sengaja. Lagian kamu sih datang-datang malah ngagetin"


Ucap Kayla dengan menahan senyumnya menatap Dave yang memeganggi pinggangnya.


Perlahan Kayla membawa Dave kembali ke kamar dan membaringkannya ke atas ranjang.


"Aduuhh pelan-pelan sakiit Kaayy"


Ucap Dave dengan memegangi pinggangnya.


"Kita ke rumah sakit saja ya"


Ucap Kayla mulai khawatir menatap Dave yang kesakitan.


"Tidak usah. Aku akan menyuruh Kris untuk mengobatinya. Ambilkan saja ponselku di sana"


Ucap Dave menunjuk dimana ponselnya berada.


Dengan segera Kayla mengambil dan menyerahkan ponsel tersebut kepada Dave.


Tiga puluh menit menunggu Kris telah tiba di apartemen mereka dengan menenteng sebuah tas kecil.


Tidak menunggu lama Kris segera mengobati Dave di dalam kamar.


Kayla yang menunggu di luar sedikit merasa menyesal karena telah membanting Dave. Bahkan suara teriakan Dave terdengar hingga keluar kamar. Entah apa yang di lakukan oleh Kris terhadap tuannya tersebut Kayla tidak diperbolehkan masuk sebelum Kris keluar dari kamarnya.


Satu jam menunggu akhirnya Kris keluar dari dalam kamar dengan wajah memerah dan baju yang basah dipenuhi peluh.


"Besok aku akan membuat jasa pijat saja bila seperti ini terus"


Ucap Kris dengan mengusap peluh di dahinya.


"Maksudnya ?"


Ucap Kayla bingung dengan ucapan Kris barusan.


"Bagaimana tidak setelah aku mengobati pinggangnya dia malah meminta lebih. Memijiti seluruh tubuhnya yang penuh dengan otot tersebut"


Ucap Kris bersungut kesal menatap Kayla.


"Hahaha.. Sorry ya jadi menambah pekerjaanmu"


Ucap Kayla dengan mengejek Kris, namun Kayla senang akhirnya asisten suaminya tersebut sudah tidak sekaku dulu, kini Kris sudah mulai berani bicara sedikit lebih banyak dari biasa.


"Hmm,, Baiklah saya pulang dulu nona, mohon untuk tidak membanting tuan Dave lagi"


Ucap Kris dengan menunduk. Akhirnya dia kembali lagi ke mode Kakunya.


"Ya yaahh baiklah"


Ucap Kayla menatap Kris bingung. Secepat itukah manusia itu bisa berubah kembali ke mode Kakunya tapi yasudahlah tidak terlalu penting juga menurut Kayla yang kembali ke mode Cueknya.


Cklaakk.


Kayla masuk kembali ke dalam kamar dan mendapati Dave yang berbaring di atas ranjang dengan tatapan memangsa.


Glek.


'Mampus gue ngebangunin singa yang tidur'


Ucap Dave dengan menggoyang-goyangkan jari telunjuknya ke arah Kayla dan Dave bergantian.


"Ii iyaa"


Ucap Kayla sedikit gugup menatap Dave.


Dengan perlahan Kayla mulai mendekati Dave berjalan dengan langkah yang berat.


"Eeehhh... "


Ucap Kayla saat tanganya yang di tarik paksa oleh Dave hingga tubuhnya terhayun ke depan dan jatuh ke dalam pelukan Dave.


"Kamu harus di hukum karena telah berani menyakiti suamimu ini"


Ucap Dave mengunci tubuh Kayla dengan kedua tanggannya.


"Ta ta tapi aku kan tidak sengaja, lagian aku juga sudah minta maaf"


Ucap Kayla dengan terbata-bata.


"Minta maaf saja belum cukup. Kamu harus di hukum. Tapi hukuman apa ya yang pantas untukmu? Apa aku harus membanting tubuhmu juga? Atau aku akaannn... "


Ucap Dave menatap tajam mata Kayla.


"Ja ja jangan"


Cicit Kayla memotong ucapan Dave.


Seketika Kayla teringat uncapan Robert kala itu.


Bulu kuduk Kayla mulai meremang kala mengingat semua ucapan Robert. Membayangkan dirinya yang akan di hukum Dave dengan memotong-motong dan menjual org*n tubuhnya sungguh sangat mengerikan.


"Tidaaaakkkkkkk"


Ucap Kayla mulai histeris. Dengan keringat yang membasahi pelipisnya Kayla menggeleng-gelengkan kepalanya menatap Dave takut dan mencoba melepaskan diri dari Dave.


Sontak saja Dave kaget melihat reaksi Kayla yang tidak seperti biasanya.


"Heeiii..tenanglah sayang aku cuma bercanda"


Ucap Dave menatap Kayla dengan kening berkerut.


"Aku takuuutt"


Ucap Kayla menutup kedua matanya.


"Iya sayang tenanglah, aku hanya bercanda. Aku tidak mungkin menyakitimu"


Ucap Dave pelan mencoba melepasakan tangan Kayla yang menutupi matanya.


"Tapi Robert... "


"Kenapa dia?"


Ucap Dave cepat memotong ucapan Kayla.


"Robert pernah bilang kalau kamu itu suka menculik anak-anak dan membunuhnya. Kamu juga menjual org*n tubuh mereka"


Ucap Kayla menatap Dave takut.


'Brengs*ek Robert sialan ini mencuci otak Kayla harusnya aku tidak langsung membunuhnya kemarin'


"Tidak sayang. Aku tidak pernah melakukan itu. Dia hanya memfitnahku aku bahkan tidak pernah berniat menculik anak kecil. Aku sangat menyukai anak kecil. Kamu ingat tidak pernah bertemu denganku di sebuah Panti Asuhan?"


Ucap Dave menjeda perkataannya menatap Kayla yang mengangguk merespon pertanyaan Dave barusan.


"Yah itu karna aku menyanyangi mereka, aku kasihan melihat mereka yang tidak memiliki orang tua"


Ucap Dave pelan menatap mata Kayla lekat yang fokus mendengar perkataannya.


"Jadi ku mohon percayalah kepadaku. Aku tidak mungkin menyakitimu. Aku sangat menyayangimu Kay. Aku mencintaimu"


Ucap Dave dengan memberikan kecupan singkat di bibir Kayla.


"Maaf"


Ucap Kayla dengan tertunduk.


"Hei, jangan sedih seperti itu"


Ucap Dave mengusap lembut pipi Kayla dan mengangkat dagu Kayla agar menatap dirinya.


Dengan perlahan Dave menyatukan kembali bibir mereka, memberikan sentuhan yang sudah sangat ia rindukan. Dave perlahan membaringkan tubuh Kayla dan mengunci pergerakan Kayla di bawahnya hingga Dave kembali melakukan olahraga panasnya di tengah malam yang dingin.


###############################


Hai haii haaii para readers setia author 😊😊


Terimakasih tetap setia menunggu kelanjutan cerita "Oh Kayla"


Tetap jangan lupa Like dan Bantu klik Vote nya ya biar author semakin semangat Up nya..


Terimakasih 😊😊