
Kayla memeluk erat kedua orang tuanya. Rindu sudah pasti karena selama ini hanya melakukan panggilan video saja.
"Mamiihh, papiihh, rinduu"
Ucap Kayla manja dalam pelukan kedua orang tuanya.
"Iya sayang mami juga rindu, gimana sudah ada tanda-tanda isi belum?"
Ucap sang mami menatap putri kesayangannya.
"Isi apa mih? Tadi Kay uda makan kok"
Ucapnya bingung, sontak saja jawaban Kayla membuat papi dan maminya terkekeh dan mengusap kepala Kayla lembut.
"Maksud mamih sudah ada tanda-tanda ada adek bayinya gak di sini?"
Ucap mami sambil mengelus pelan perut rata Kayla.
"Hmm,, kayaknya belum lah mi, soalnya belum terasa ada yang nendang-nendang di perut Kay"
Ucap Kayla dengan wajah lugunya.
"Ya Allah anak mu pih, lihat lah polosnya"
Ucap mami menatap papih lalu beralih ke Kayla lagi.
"Yasudah biarkan saja mih, lagian mereka juga baru kan"
Ucap papih melirik mami dengan tersenyum memberi kode lalu terkekeh berdua.
"Apaan sih ne papi dan mami gak jelas"
Sungut Kayla kesal sembari mengalihkan pandangannya.
"Heheheh... Iya kamu itu lucu banget sih, kalo bayi di perut nendang-nendang itu ketika kehamilan sudah mulai membesar. Maksud mamih sudah merasa mual, pusing atau telat datang bulan tidak?"
Ucap mamih menjelaskan dengan pelan.
"Owwhh gitu, belum sih mi"
Ucap Kayla pelan.
"Begitu yah, mamih doakan semoga cepat ada dedek bayinya ya di sini"
Ucap mami sambil mengelus pelan perut rata Kayla.
"Aamiin"
Ucap papih dengan senyum tulusnya.
"Yasudah mamih dan papih istirahat gih, pasti lelah kan sudah perjalanan jauh"
Ucap Kayla menatap kedua orang tuanya bergantian.
"Iya sayang, mamih istirahat dulu ya"
Ucap mamih mengusap pelan puncak kepala Kayla dan mulai beranjak menuju kamarnya yang di ikuti papih dari belakang.
Setelah kedua orang tuanya memasuki kamar Kayla langsung berjalan menuju garasi mobilnya, dimana telah berjejer koleksi mobil dan motor kesayangannya.
Kayla mengambil sebuah kunci di tempat penyimpanan khusus dan berjalan mendekati sebuah motor yang tetap terawat baik meski jarang di gunakan.
Kayla mulai menaikinya dan menghidupkannya.
Brruumm.. Bruumm..
Suara gas motor Kayla.
Kayla tersenyum sambil mengusap si merah kesayangannya tersebut.
"Nanti malam kita main ya sayang"
Ucap Kayla dengan pelan sambil mengusap kembali motornya.
Yah setelah membuat janji dengan Samuel bahwa nanti malam ia akan kembali bermain mood Kayla bagai terisi penuh. Kayla sungguh tidak sabar memacu kendaraannya di jalanan yang sepi malam ini.
*****
Pukul sembilan malam Kayla mulai menjalankan motornya menuju kediaman Laura. Karena malam ini Kayla izin kepada kedua orang tuanya untuk menginap kerumah Laura.
Tiinn.. Tiinn..
Suara klakson motor Kayla.
"Ciee yang uda gak sabar mau maen"
Ucap Laura menatap Kayla dengan senyuman mengejeknya.
"Hahaha iya dong. Kalau ada kesempatan tuh manfaatin"
Ucap Kayla.
"Tapi loe yakin suami dan bokap loe ga bakalan tahu?"
Ucap Laura memastikan.
"Aman kan lakik gue taunya gue tidur di rumah bokap. Lah bokap gue taunya gue tidur di rumah loe"
Ucap Kayla santai.
"Emang yah loe, dasar hahaha"
Ucap Laura menimpali perkataan Kayla barusan.
"Yaudah yuk"
Ucap Kayla menatap Laura dengan segera Laura naik ke atas motor Kayla menuju basecame mereka.
Sesampainya di basecame Samuel sudah menunggu disana menggunakan motor gedenya bersama beberapa orang dari kelompok mereka. Dengan segera Laura berpindah ke atas motor Sam.
"Gimana Kay yakin loe maen malam ne?"
Ucap Sam menatap Kayla.
"Yakin dong"
Jawab Kayla mantap.
"Lawan maen loe kali ne pengusaha muda, hobby juga balapan kayak loe jadi hati-hati ntar ya"
Ucap Sam mengingatkan Kayla.
"Okeh"
Jawab Kayla cepat.
Dengan perlahan mereka beranjak meninggalkan basecame menuju tempat area bermain malam ini.
Dua puluh menit kemudian mereka telah sampai di area bermain. Jalanan belakang stadion dengan banyak tikungan yang mengarah ke hutan lindung.
Disana telah ramai berkumpul para anak muda dengan motor mereka masing-masing.
Dan seorang lawan main Kayla malam ini.
Pria yang tidak terlalu muda namun terlihat gagah dari postur tubuhnya. Berjalan mendekati Kayla.
"Akhirnya loe nerima juga tawaran maen sama gue"
Ucap pria tersebut dengan tersenyum manis.
Ucap Laura menatap lawan main Kayla dengan senyum mendamba.
"Cakep-cakep. Ingat pacar loe di sebelah"
Ucap Sam menoel hidung mancung Laura yang di balas cengiran oleh Laura.
"Loe liat mobil yang di sebelah sana, jika loe menang loe ambil tuh mobil, tapi kalau loe kalah, motor loe buat gue"
Ucap pria tersebut dengan senyum manis nya hingga muncul lesung pipi yang membuat para wanita semakin histeris melihatnya.
"Okeh gue setuju"
Ucap Kayla santai.
Perlahan motor Kayla dan pria berlesung pipi memasuki garis start. Seorang wanita dengan pakaian super ketat berdiri di antara mereka dengan memegang kain berwarna merah.
Bbrrumm,, Brrumm...
Suara motor Kayla dan pria tersebut saling bersahutan di tengah ramainya penonton malam ini. Bahkan di antara para penonton banyak yang menjadikan mereka barang taruhan dengan jagoannya masing-masing.
Dengan perlahan wanita tersebut mulai menaikan kain merahnya dan melambungkannya ke udara bebas tanda permainan di mulai.
Bllesss..
Dengan seketika Kayla dan pria berlesung pipi menarik pedal gas sedalam mungkin. Memacu kendaraannya di tengah jalanan yang sepi.
Kedua motor tersebut masih bersisian saling memacu hingga Kayla mulai menurunkan tarikan gas nya di saat tikungan mulai mendekat. Berbeda dengan si pria yang tetap mempertahankan kecepatannya.
Hingga melewati tikungan Kayla kembali menaikan gigi dan menambah kecepatannya.
Blleeesshh..
Dengan seketika saja motor Kayla memacu kendaraan si pria berlesung pipi.
Tidak mau ketinggalan ia pun menambah kecepatannya untuk mengejar Kayla yang tidak terlalu jauh di depannya.
Hingga Kayla kembali mengurangi kecepatan motornya di saat tikungan mulai terlihat di kegelapan malam.
Dengan cepat pria tersebut menyamai posisinya dengan Kayla, melirik ke arah Kayla dan tersenyum manis di balik helm full face nya.
"beehh.. Napa neh orang suka bener senyum-senyum" Ucap Kayla dari balik helmnya.
Kini keduanya tengah beriringan melewati jalanan gelap dan sepi yang menuju arah hutan lindung.
Setelah melirik lawannya. Kayla kembali menambah kecepatan motornya. Memimpin permainan di depan. Dengan tetap menjaga ke seimbangannya di tengah jalanan yang licin akibat basah.
Setelah melewati area hutan lindung Kayla berbelok ke kanan untuk memutar motornya kembali ke arah semula yang di ikuti oleh lawannya dari belakang.
Si pria pun mulai menambah kecepatan motornya, melewati kembali area hutan lindung yang licin. Tanpa di duga, motor si pria tiba-tiba oleng dan menyenggol motor Kayla hingga kedua motor tersebut pun terjatuh.
"Aduuhh.. "
Ucap Kayla karena tubuhnya yang terseret mengikuti motor nya.
Sedangkan si pria berlesung pipi sudah terduduk di pinggir aspal dengan motornya yang rusak parah.
Pria tersebut mulai bangkit berjalan mendekati Kayla.
"Loe gak apa-apa? Sorry motor gue nyenggol loe"
Ucap si pria sambil mengulurkan tangannya.
"Tidak apa hanya lecet sedikit"
Ucap Kayla sambil menerima uluran tangan si pria yang membantunya berdiri.
Kayla melihat ke arah motornya yang tumbang di pinggir jalan sedikit lecet tapi berbeda dengan motor si pria berlesung pipi yang penyot dan ada beberapa bagian yang pecah.
"Motor loe rusak tuh"
Ucap Kayla melirik motor si pria.
"Iya mau gimana lagi"
Ucap si pria sedikit lesu.
"Jadi gimana ne?"
Ucap Kayla memastikan.
"Okeh loe yang menang, tapi lain kali kita akan kembali bermain"
Ucap si pria menatap Kayla.
"Okeh siapa takut"
"Kenalin gue Leon. Kalau loe?"
Ucap si pria berlesung pipi mengulurkan tangannya.
"Kayla"
Jawab singkat sambil menerima uluran tangan Leon.
Setelah berkenalan mereka kembali ke area semula dengan Kayla yang memimpin di depan.
"Loh Kay, loe jatuh ya?"
Ucap Laura memeriksa tubuh Kayla yang baru saja turun dari motornya.
"Iya kesenggol tuh motor"
Ucap Kayla sambil melirik motor Leon yang tidak jauh darinya.
"Si merah lecet juga Kay"
Ucap Sam yang memeriksa ke adaan si merah.
"Iya ntar loe bawa ke bengkel ya"
Ucap Kayla melemparkan kunci motornya yang langsung di tangkap oleh Sam.
Kayla berjalan ke arah Leon untuk menagih janjinya.
"Mana kuncinya?"
Ucap Kayla saat sudah dekat dengan Leon.
"Nih, jaga baik-baik ya, ne mobil salah satu kesayangan gue"
Ucap Leon memberikan kunci mobil kepada Kayla.
"Aman tuh. Surat-suratnya mana?"
Ucap Kayla lagi memastikan miliknya.
"Ada dalam tuh mobil cek aja"
Ucap Leon mendekati mobilnya.
"Okeh. Thanks ya"
Ucap Kayla setelah memastikan semuanya.
Kayla mulai mengendarai mobil baru hasil balapannya meninggalkan area bermain bersama Laura di sampingnya.