Oh Kayla

Oh Kayla
Jatuh Dari Kuda



Kayla dan Laura saling melirik dengan tersenyum lepas sambil memacu kuda mereka agar berlari semakin kencang.


Hiyaakkkk,,,


Laura kembali memberi sentakan terhadap kuda miliknya.


Hingga berlari semakin kencang.


Kayla marasa ada sesuatu dengan kuda tungganggan miliknya.


Hingga kuda tersebut tiba-tiba berhenti dan memberontak, Kayla mencoba mengendalikan kuda tersebut.


Namun kekuatan kuda hitam legam miliknya tersebut semakin susah di kendalikan.


Laura yang merasa sudah semakin mendekati pohon batas finish pun merasa ada sesuatu yang aneh karena tidak mendengar suara kuda milik Kayla. Hingga Laura menoleh ke belakang dan melihat Kayla yang tengah kesusahan menjinakan kuda miliknya. Sontak saja Laura menghentikan kuda miliknya dan berbalik arah mendekati Kayla.


Kayla yang sedari tadi terus berusaha menjinakkan kuda Morgan yang tiba-tiba menjadi liar semakin kesulitan dan kehabisan tenaga hingga kuda yang terus memberontak itu mengangkat tinggi kedua kaki bagian depannya sehingga pegangan tali Kayla terlepas dan tubuhnya terhempas ke tanah.


"Kaylaaaaaa,,,,, "


Teriak Laura kuat melihat Kayla yang terhempas ke tanah.


Laura yang sudah mendekat ke arah Kayla dengan cepat menghalau kuda Morgan milik Kayla saat kuda tersebut hendak menginjak tubuh Kayla yang sudah terbaring di tanah. Dengan cepat Laura melompat turun dari kuda tungganggan miliknya dan memeriksa keadaan Kayla.


"Kay,,, Kay,,, Sadar Kay,,,"


Ucap Laura yang menggoncang kuat tubuh Kayla yang sudah tidak sadarkan diri dengan pelipis kepala yang tampak luka mengakibatkan darah segar menggalir dari sana.


Penjaga yang melihat kejadian tersebut dengan segera mendekati Kayla dan Laura untuk segera membawanya ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan mobil milik Laura.


"Cepat dong pak bawa mobilnya"


Ucap Laura yang tampak kesal melihat supir yang mengendarai mobil mereka sangat pelan. Padahal suasana jalan saat itu tidak terlalu ramai.


"Iya mbak, Maaf saya kurang pandai mengemudikan mobil sport ini, saya biasanya mengemudikan mobil pick up saja mbak"


Ucap si bapak yang memang terlihat kebingungan dengan banyaknya tombol di sana.


"Astagaa,, Kenapa tidak bilang dari tadi Pak. Cepat pinggirin mobilnya Pak, biar saya saja yang mengemudi"


Ucap Laura dengan sesekali melirik Kayla yang belum sadarkan diri.


Dengan segera Bapak tersebut menepikan kendaraannya dan bertukar dengan Laura yang mengemudikan mobil miliknya.


Dengan cepat Laura memacu kendaraannya menyalip para pengguna jalan lainnya dan segera menggarahkan kendaraannya pada UGD rumah sakit yang telah berada di depan mata.


"Dokter,, Dokter,, Tolong selamatkan sahabat saya"


Ucap Laura panik sambil mendorong brankar milik Kayla ke dalam ruang pemeriksaan.


"Baik nona, Kami akan periksa pasien terlebih dahulu"


Ucap salah seorang dokter yang telah mendekati brankar Kayla.


"Iya dok, tolong selamatkan dia. Dia baru saja terjatuh dari kuda"


Ucap Laura mencoba menjelaskan penyebab Kayla yang tidak sadarkan diri.


"Baik nona, kami akan periksa keadaan pasien mohon nona untuk menunggu di luar dan silahkan untuk registrasi terlebih dahulu"


Ucap dokter dengan ramah yang di balas anggukan kepala oleh Laura.


Saat Laura menyebutkan nama Kayla pada petugas rumah sakit sontak saja mereka menunduk hormat dan menjadi kalang kabut. Laura yang tidak mengerti dengan situasi yang terjadi hanya cuek saja.


"Maaf mbak, apa saya sudah boleh kembali?"


Ucap seorang pria yang mengagetkan Laura saat tengah sibuk dengan ponsel miliknya.


"Iya Pak, balek aja"


Ucap Laura cepat menoleh ke arah asal suara.


"Mohon maaf lagi mbak saya lupa membawa dompet, karena dompet saya berada di dalam tas, tadi kita terburu-buru hingga saya lupa membawanya. Apa saya boleh meminjam uang mbak?"


Ucap Bapak itu lagi dengan sedikit menundukkan kepalanya merasa malu menatap Laura.


Dengan cepat Laura merogoh dompet miliknya dan mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah.


"Ini Pak, saya rasa cukup untuk bapak kembali"


Ucap Laura menyodorkan uang tersebut.


"Itu kebanyakan mbak, lima puluh ribu saja cukup mbak"


Sontak Laura melihat Bapak tersebut dari atas hingga bawah. Terlihat penampilannya yang terlihat jauh dari kata layak untuk ukuran seorang Laura.


"Hmm,,, Maaf kalau boleh tau bapak disana kerjanya bagian apa?"


Ucap Laura menatap wajah keriput itu, ia baru sempat melihat dengan jelas wajah Bapak tersebut.


"Saya mencari rumput untuk makanan kuda mbak dan saya juga membersihkan kandang kuda dan memotong rumput-rumput disana"


Jawab Bapak itu sambil menatap wajah Laura.


Laura kembali membuka dompetnya dan mengeluarkan semua lembaran uang merah yang berada di dalam sana.


"Ini Pak, ambil saja buat bapak"


Ucap Laura dengan menyodorkan uang tersebut. Namun di tolak oleh si Bapak dengan menundukkan kepala.


"Tidak apa-apa Pak, anggap saja ini rejeki buat Bapak"


Lanjut Laura kembali.


"Tapi saya tidak enak mbak, apa lagi teman mbak terluka"


Ucap Bapak tersebut kembali menyadarkan Laura bahwa Kayla di dalam sana masih belum ada kabar tentang kondisinnya.


"Doakan saja supaya sahabat saya tidak apa-apa Pak dan saya mohon terima ini anggap saja rejeki buat Bapak"


Ucap Laura dengan menyerahkan uang tersebut ke tangan si Bapak.


"Baik lah mbak saya terima uang ini, saya ucapkan terima kasih banyak semoga sahabat mbak yang berada di dalam sana tidak apa-apa dan semoga mbaknya juga sehat terus dan selalu bahagia, Amin. Kalau begitu saya permisi mbak"


Ucap Bapak tersebut mulai membalikkan badannya setelah melihat Laura menganggukan kepalanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


'Terima kasih sudah mendoakan saya agar selalu bahagia pak'


Braaakkk,,,


Suara pintu yang di dorong kuat oleh seseorang.


Sontak saja Laura langsung menoleh ke arah pintu dan melihat Dave yang sudah berjalan cepat dengan di ikuti sang asistennya di belakang.


"Dimana Kayla?"


Ucap Dave menatap Laura tajam.


"Di,,di dalam Pak,,"


Ucap Laura menunjuk arah ruang pemeriksaan UGD ia sedikit takut melihat aura Dave yang sangat mengerikan.


Braakkk,,


Kembali Dave mendorong paksa pintu pembatas ruang pemeriksaan tersebut.


Dengan cepat Laura mengikuti Dave dari belakang. Meskipun ia sedikit takut melihat wajah Dave yang seperti itu namun ia juga sangat penasaran dengan keadaan sahabatnya tersebut.


Para petugas yang melihat kedatangan Dave semakin gemetaran di tambah melihat auranya yang sangat menakutkan.


"Dimana istri saya? Bagaimana ke adaannya?"


Ucap Dave menatap seorang dokter yang berada di depannya.


"Nyonya muda sedang melakukan pemeriksaan CT Scan tuan, akibat dari benturan di kepalanya dan dengan riwayat nyonya muda yang pernah mengalami amnesia kami melakukan pemeriksaan secara keseluruhan di bagian kepalanya"


Ucap dokter tersebut menatap Dave takut-takut.


Yah, dokter tersebut tidak ingin membuat kesalahan agar ia tidak di pecat oleh Dave karena ia tahu bahwa rumah sakit tempat ia bekerja adalah milik keluarga Abraham.


Dave hanya diam saja mendengar ucapan sang dokter.


Dave sangat khawatir saat mendengar bahwa Kayla masuk ke rumah sakit akibat terjatuh dari kuda. Ia yang sedang melakukan meeting bulanan dengan karyawannya sontak saja langsung meninggalkan ruangan tersebut dan di susul oleh Kris.


"Selidiki penyebab kenapa istriku sampai terjatuh"


Ucap Dave dingin menatap Kris.


"Baik tuan"


Ucap Kris dengan menundukkan kepalanya dan segera merogoh ponselnya yang berada di saku celana miliknya.


Sementara Laura yang mendengar ucapan Dave semakin takut.