
Setelah puas berbelanja dan mengelilingi Mall Kayla dan Mama Martha berjalan menuju parkiran mobilnya.
"Mama senang banget deh hari ini bisa berbelanja sama kamu sayang"
Ucap Mama Martha dengan menenteng barang belanjaannya.
"Iya Ma Kayla juga senang sekali"
Balas Kayla dengan tersenyum lebar.
"Kapan-kapan kita harus belanja bareng lagi ya sayang"
"Okehh Ma"
Balas Kayla dengan melingkarkan jari jempol dan telunjuknya.
Ddrrt,,, Drtt,,,
"Aduh siapa sih yang nelfon"
Ucap Mama Martha sambil membuka tas kulitnya dan mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam.
"Sayang kamu luan aja kemobilnya Mama tunggu disini"
Ucap Mama Martha menatap Kayla.
"Yakin Ma? Disini ramai loh"
Ucap Kayla dengan melihat sekeliling ramai orang berlalu lalang.
"Iya sayang tidak apa-apa. Sudah Mama mau angkat telpon dulu"
Ucap Mama Martha yang di balas anggukan kepala oleh Kayla dan beranjak menuju mobilnya.
"Hallo jeng Sisil"
Ucap Mama Martha setelah panggilan terhubung.
"Hehehe iya jeng ini saya baru selesai shoping sama menantu saya"
"Iya jeng,,,,"
Tiba-tiba dari arah belakang seorang pria menarik paksa tas kulit Mama Martha
"Jambreeeettttt,,,,, Kaaayyyy tas Mama di jambret Kaayy"
Sontak saja saat mendengar namanya di panggil Kayla langsung menoleh kebelakang melihat sang Mama yang teriak-teriak menunjuk arah jambret membawa lari tas kulit miliknya.
Dengan segera Kayla menjatuhkan barang belanjaannya dan berlari mengejar jambret tersebut.
Kayla terus berlari mengikuti jambret yang berbelok ke arah belakang menuju jalan tikus dan berbelok ke kanan.
"Heyy, berhenti!"
Teriak Kayla keras.
Namun jambret tersebut hanya menoleh sebentar ke belakang dan terus berlari hingga mentok ke sebuah bangunan kumuh.
Jambret tersebut berhenti dan melemparkan tas kulit Mama Martha ke arah rekannya. Seorang pria berbadan besar dengan kepala yang botak.
Ternyata disinilah base came mereka.
Dapat Kayla lihat wajah mereka satu persatu dengan jelas.
Dua orang pria dengan tubuh tinggi besar terdapat tato di lengan kanannya dan dua orang pria lagi dengan tubuh yang tidak terlalu besar.
Mereka menatap Kayla bagaikan sebuah makanan lezat.
"Hahhahah,, Selamat datang cantik"
Ucap seorang pria berbadan besar.
"Kembalikan tas itu"
Ucap Kayla menatap tajam ke arah pria botak yang tengah duduk sambil menghisap sebatang rokok.
"Tas Ini? Hahahhaa,,, Kemarilah cantik jika ingin tas ini"
Ucap pria itu dengan mengulurkan tas tersebut ke depan.
Kayla menatap empat orang tersebut bergantian dan berjalan pelan ke arah pria botak tersebut.
Selangkah lagi Kayla tiba di depan pria tersebut dan saat ingin menjangkau tas itu dengan cepat pria botak menarik tas tersebut ke arahnya.
"Hahahh,,, Tidak semudah itu cantik"
Ucapnya lagi dengan melirik tubuh Kayla dari bawah hingga atas. Untunglah hari ini Kayla menggunakan jeans dan sepatu Sneakers favoritnya sehingga tidak terlalu menampakkan kulitnya serta memudahkan setiap gerakannya.
"Jika kamu ingin tas ini layani aku dulu hahahha"
Ucap si pria botak dengan tertawa keras.
Dengan cepat Kayla menangkis tanggan si pria botak saat ingin menyentuh dagunya.
"Ternyata kita dapat seekor kucing liar, hahaha"
Pria botak tersebut memberi kode kepada rekannya untuk menangkap Kayla.
Kayla menendang tulang kering pria yang ingin mencoba menyentuh tangannya.
"Aduuhhh,,,"
Ucap pria tersebut memegang kakinya yang tengah kesakitan.
Dengan cepat salah seorang pria menangkap tubuh Kayla dari belakang.
Ucap si pria botak mulai bangkit dan berjalan mendekati Kayla.
"Menurutlah jika tidak ingin wajah mulusmu ini menjadi cacat"
Lanjut si pria botak dengan menyentuh dagu Kayla.
Kayla yang merasa jij*k di sentuh oleh pria tersebut dengan segera menendang ************ si pria botak dengan menggunakan lututnya dan dengan sekali ayunan kebelakang kepala Kayla membentur hidung pria yang berada di belakangnya hingga Kayla kembali terlepas.
"Siaalll,,, Dasar brengs*k kau!!"
Ucap si pria botak dengan memegang aset berharga miliknya yang terasa berdenyut kuat.
"Cepat tangkap dan beri pelajaran dia"
Lanjut si pria botak menatap dua orang anggotanya.
Dengan cepat mereka beranjak mendekati Kayla dan memberi pukulan ke arah Kayla, namun Kayla dengan gesitnya menghindari pukulan-pukulan tersebut.
Kayla berbalik badan memutar tubuhnya dan memberikan tendangan ke arah salah seorang pria tersebut hingga terpental ke belakang dan darah segar mengalir dari mulutnya.
Kayla langsung mengambil sikap kuda-kuda untuk mempertahankan dirinya.
Seorang pria lagi menatap rekannya yang telah terduduk dengan memegang dadanya dengan darah segar yang mengalir di mulut, serta beralih menatap bosnya yang tengah memegang aset berharga miliknya dengan wajah yang kesakitan.
Dengan ragu-ragu ia maju dan memberikan pukulan-pukulan, namun dengan mudahnya Kayla menghindari pukulan tersebut.
Hingga Kayla yang merasa jenuh seperti bermain-main langsung memberikan pukulan keras kepada pria tersebut.
Sreett,,,
"Aahhhh,,,"
Ringis Kayla saat tanganya di gores oleh pria yang tadi sempat memeganginya dari belakang.
Kayla melihat darahnya yang mengalir.
Lalu beralih ke pria yang tengah menantangnya dengan sebuah pisau lipat.
Dengan emosi Kayla berjalan maju mendekati pria tersebut.
Pria itu langsung mengayun-ayunkan tangannya yang memegang pisau ke arah Kayla.
Dengan lincah Kayla menghindarinya. Di saat ada kesempatan Kayla langsung menendang tangan pria tersebut hingga pisau terlepas. Dengan gerakan memutar Kayla kembali memberikan tendangan kepada pria tersebut hingga terpental kebelakang dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Kayla menatap empat orang tersebut dengan tatapan tajamnya. Namun ke empat orang tersebut tertunduk dengan perlahan-lahan mundur.
Kayla langsung mengambil tas kulit Mama Martha yang tergeletak di atas meja. Dan berbalik meninggalkan ke empat orang tersebut.
Di persimpangan jalan Kayla melihat Mama Martha bersama tiga orang berpakaian seragam Polisi berjalan cepat ke arahnya.
"Ya Allah sayang kamu berdarah"
Ucap Mama Martha panik menatap darah segar yang mengalir dari tangan Kayla.
"Kayla tidak apa Ma"
Jawab Kayla dengan tersenyum menatap Mama Martha.
"Jambret tersebut ada di rumah itu Pak, cepat tangkap mereka"
Ucap Kayla menatap tiga orang Polisi tersebut dan menunjuk ke arah rumah kumuh yang baru ia tinggalkan.
"Baik. Terimakasih nona"
Ucap salah seorang Polisi dan mereka langsung bergegas menuju ke sana menangkap jambret yang selama ini selalu meresahkan para masyarakat.
"Sayang ayo kita ke rumah sakit untuk mengobati lukamu ini"
Ucap Mama Martha dengan wajah yang panik.
"Kayla tidak apa Ma hanya berdarah sedikit saja"
Jawab Kayla sambil menatap tangannya yang masih mengaliri darah segar.
"Apanya yang sedikit? Pokoknya kita harus ke rumah sakit. Mama tidak ingin mendengar penolakan Kay"
Ucap Mama Martha tegas.
"Iya Ma iyaa"
"Yasudah ayok"
"Ini tas mama"
Ucap Kayla sambil berjalan menyerahkan tas kulit Mama Martha.
"Kamu ini ya,, Lain kali biar kan saja. Dari pada kamu yang terluka seperti ini Mama rela kehilangan tas ini"
"Iya Ma. Ini tasnya masih aman kayaknya tidak ada yang berkurang isinya hehe"
"Hmmm,,, Makasih sayang"
Dengan menatap haru kepada Kayla dan langsung memeluk erat tubuh Kayla.
"Aduhh Ma"
"Eehh,, Sorry sorry gak sengaja kesenggol"
Ucap Mama Martha menatap tangan Kayla.
"Heheh iya Ma"
Setelah masuk ke dalam mobil Mama Martha melajukan kendaraannya ke arah rumah sakit terdekat. Ia tidak mengizinkan Kayla untuk mengemudi hingga ia sendiri yang langsung mengambil alih menuju rumah sakit.