
Pagi hari yang cerah dengan sinar mentari yang menghangatkan tubuh, terlihat beberapa orang yang sedang melakukan olahraga-olahraga kecil dan ada juga beberapa balita yang sedang belajar berjalan di dampingi oleh orang tuanya.
Kayla tersenyum menatap balita yang menggemaskan tersebut. Dengan kembali melanjutkan jalannya.
Kayla baru saja selesai melakukan olahraga pagi dengan berlari mengelilingi taman.
Selepas kepergian Dave ke Kantor, Kayla langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga.
Sudah seminggu ini Kayla merasakan perubahan tubuhnya yang sedikit aneh, Kayla merasa cepat lelah dan kurang ***** makan. Mungkin karena pola hidupnya yang selama ini terlalu banyak bersantai dan kurang olahraga sehingga fisiknya menjadi lemah itulah yang ia fikirkan.
"Mang, bubur ayamnya satu ya"
Ucap Kayla saat mendekati gerobak tukang bubur ayam, dimana terdapat beberapa pelangan juga yang sedang menikmati bubur tersebut.
"terimakasih"
Lanjut Kayla setelah menerima semangkok bubur ayam yang masih hangat dengan asap yang terlihat mengepul di atasnya.
Kreekk.
Bunyi tutup botol air mineral yang baru saja ia buka.
Setelah mengucapkan doa, Kayla langsung meminum air tersebut dan lanjut menyantap bubur ayam dengan taburan bawang goreng di atasnya menambah aroma nikmat pada bubur tersebut.
Meskipun Kayla terlahir dari keluarga yang berada dan memiliki suami yang tergolong keluarga Sultan dengan kekayaan yang melimpah tidak membuat seorang Kayla sombong ia tetap suka jajan di pinggiran meskipun sifat cueknya tetap ada tapi ia bisa menyesuaikan kepada siapa harus menempatkan diri.
Setelah selesai menikmati semangkuk bubur ayam Kayla langsung berjalan mendekati gerobak.
"Berapa Mang?"
Ucap Kayla menatap si penjual bubur.
"Delapan ribu saja neng"
Ucap si penjual dengan ramah.
"Tambah minumnya satu botol Mang"
Lanjut Kayla lagi.
"Oowh,, Jadi sebelas ribu saja neng"
Ucap si Mamang dengan senyum ramah.
Lantas Kayla merogoh kantong celananya dan mengeluarkan selembar uang berwarna merah dengan gambar pahlawan Soekarno.
"Ini Mang, kembaliannya buat Mamang saja"
Ucap Kayla dengan senyum lembut.
"Alhamdulillah, makasih ya Neng"
Ucap Mamang dengan senyum lebarnya yang di balas anggukan kepala olek Kayla.
Sesampainya di apartemen Kayla langsung membersihkan diri.
Ddrrrtt,,, Ddrrttt,,,
"Haloo,, Ya, baiklah saya akan segera kesana"
Ucap Kayla kembali mengakhiri panggilan tersebut.
Setelah mendapat telpon Kayla segera bergegas menuju kantor polisi.
Taxi yang di tumpangi Kayla pun berhenti tepat di depan kantor polisi.
Dengan segera Kayla masuk kedalam.
Setelah menerima laporan hasil penangkapan dari pelaku yang sempat membawa lari kendaraan dokter Dimas, dan menyerahkan semua hasil curiannya berupa dompet, tas, dan sebuah mobil Kayla langsung menandatangi berkas penyerahan tersebut.
Kayla sengaja pergi ke kantor polisi dengan menggunakan taxi agar bisa membawa pulang mobil milik dokter Dimas.
Setelah memastikan mobil tersebut dalam keadaan baik Kayla segera menghubungi Abah.
"Halo,, Assalamualaikum"
📲 "Waalaikumsalam, iya ini siapa?"
"Ini Kayla Abah"
📲 "Siapa?"
"Eneng, Eneng, masih ingat tidak Bah?"
📲 "Masyaallah, Eneng, iya Abah pasti ingat atuh Neng. Eneng apa kabar?"
Ucap Abah dengan suara yang terdengar bersemangat.
"Alhamdulillah Eneng baik Abah. Abah dan keluarga apa kabar?"
Ucap Kayla dengan senyum mengembang meski tidak dapat di lihat oleh Abah.
📲 "Syukurlah,, Alhamdulillah baik juga Neng"
"Abah, Eneng mau minta tolong"
📲 "Iya Neng, apa itu?"
"Tolong sampaikan kepada dokter Dimas kalau mobil dan barang-barangnya sudah ketemu, dan nanti akan Kayla suruh orang untuk mengantarkannya ke sana"
📲 "Iya Neng. Memangnya kenapa mobil dokter Dimas bisa sampe hilang?"
"Dokter Dimas di rampok sewaktu di Jakarta Abah"
📲 "Oowhh,, Tapi syukurlah sudah ketemu ya Neng"
📲 "Iya Neng, aman itu mah"
"Oke Abah, makasih ya Abah, Eneng tutup dulu telponnya, Assalamualaikum"
📲 "Iya Neng, Waalaikumsalam"
Setelah menghubungi Abah, Kayla berinisiatif untuk datang ke Kantor Dave memberi kejutan. Karena selama ini Kayla sudah sangat jarang sekali berkunjung ke sana.
Dengan menggunakan kendaraan dokter Dimas Kayla menuju Kantor Dave.
Setelah memarkirkan kendaraannya Kayla langsung masuk ke dalam Kantor. Seperti biasa Kayla selalu membalas sapaan para Karyawan dengan ramah, dan ada beberapa juga yang ia kenal karena sebelumnya Kayla juga pernah magang di sana.
Ting.
Kayla keluar dari liff dan langsung menuju ruangan Dave.
"Tumben pintunya tidak tertutup"
Ucap Kayla saat melihat pintu ruangan Dave yang sedikit terbuka.
Kayla mendengar suara seorang wanita yang menyebut kata "Sayang" seketika darah di tubuh Kayla terasa mendidih. Dengan perlahan Kayla membuka ruangan tersebut dan mengintip siapa yang berada di dalam ruangan suaminya.
Deg.
Kayla terpaku menatap apa yang terjadi di depannya bahkan Kayla tidak mampu mengucapkan satu katapun.
Air mata Kayla menetes dengan sendirinya. Dengan segera Kayla berbalik badan dan berjalan kembali menuju liff.
Brugk,,
"Nyonya muda, maaf ya tidak sengaja"
Ucap Kris yang tanpa sengaja menabrak tubuh Kayla saat keluar dari liff. Namun Kayla hanya diam saja.
"Nyonya kenapa anda menangis? Anda baik-baik saja kan?"
Ucap Kris yang merasa khawatir melihat Kayla yang menangis.
"Saya baik"
Ucap Kayla yang langsung menutup pintu liff.
Sedangkan Kris hanya bisa mengkerutkan keningnya menatap pintu liff yang telah tertutup sempurna.Ini adalah pertama kalinya Kris melihat Kayla yang menangis keluar dari ruangan Dave.
"Dasar brengsek!!"
Kesal Kayla dengan memukul keras kemudi mobilnya. Kayla merasa selama ini di bohongi oleh Dave dan kini dadanya terasa sesak saat mengingat kejadian di ruangan Dave sontak saja sebagai seorang wanita Kayla merasa sakit hati melihat suaminya bermesraan dan berc*mbu dengan wanita lain.
Sementara Kris yang hendak masuk keruangan Dave di kejutkan dengan keluarnya seorang wanita dengan pakaian yang super ketat di tubuhnya.
"Bukannya itu Natasya"
Gumam Kris saat melihat Natasya keluar dengan melirik kepadanya. Ya, Natasya adalah artis tanah air yang sedang naik daun saat ini tentu saja Kris tau karena saat ini perusahaan Dave tengah menjalin kerja sama dengan salah satu agensi per filman tanah air.
"Tuan"
Ucap Kris sedikit menunduk menatap wajah Dave yang memerah menahan emosinya.
"Jangan biarkan wanita tadi menginjakkan kembali kakinya di perusahaan ini dengar Kris"
Ucap Dave menatap tajam wajah Kris.
"Baik tuan,, Hmm---"
"Ada apa Kris?"
Ucap Dave dengan cepat.
"Maaf tuan kalau saya lancang, tapi tadi saat saya keluar dari liff saya melihat nyonya muda menangis"
Ucap Kris dengan takut-takut sambil melirik wajah Dave.
"Apa?"
Sontak saja Dave langsung berdiri dari kursinya.
"Apa kau yakin itu Kayla Kris?"
Lanjut Dave.
"Iya tuan, saya sangat yakin seratus persen kalau itu nyonya muda"
"Shiitt,,, "
Kesal Dave dengan segera menghubungi ponsel Kayla.
Ddrrtt,,, Drrtt,,
"Mau apa dia menghubungiku lagi?"
Ucap Kayla setelah melihat siapa yang telah menghubunginya dan dengan segera Kayla mematikan ponselnya.
"Aarghh,, Tidak di angkat, dan sekarang ponselnya tidak aktif"
Kesal Dave dengan menggusar rambutnya ke belakang.
"Segera lacak Kris"
Ucap Dave menatap ke arah Kris.
"Baik tuan"
Dengan segera Kris keluar dari ruangan Dave dan menghubungi anggotanya untuk melacak keberadaan Kayla.