
Setelah bermalam di hotel kini Dave dan Kayla kembali ke ibu kota.
Dengan Kris yang menjadi supir pribadi mereka.
Perjalanan yang memakan waktu hampir tiga jam tidak terasa bagi mereka yang kini saling mengenggam tangan dengan Kayla yang menyandarkan kepalanya di dada Dave.
Mobil berhenti tepat di parkiran apartemen. Seperti biasa Dave lebih nyaman tinggal di apartemennya dari pada di mansion Abraham. Bahkan Dave sudah memiliki Mansionnya sendiri tapi ia lebih suka membawa Kayla tinggal di apartemennya dengan alasan tidak terlalu suka dengan keramaian dalam artian hanya ingin berdua saja dengan Kayla tanpa ada maid atau asisten rumah tangga lainnya.
Dave tidak melepaskan genggaman tanggannya bahkan setelah mereka sampai di dalam kamar.
"Sayang lepasin"
Ucap Kayla dengan melepaskan tautan jari jemarinya dengan Dave.
"Lepasin?"
Ucap Dave menatap Kayla.
"Iya lepasin. Kan uda sampai di dalam kamar"
Ucap Kayla dengan perlahan mundur menatap wajah Dave yang terus melangkah mendorong tubuh Kayla.
"Tidak semudah itu sayang. Kamu harus di hukum karena sudah melarikan diri hingga membuat aku khawatir"
Ucap Dave menatap tajam wajah Kayla.
"Sayang,, Jangan----- Aaaaaaaaa"
Panik Kayla saat tiba-tiba tubuhnya di dorong kuat oleh Dave.
Jantung Kayla sempat berdegup kuat saat merasakan dorongan kuat Dave tapi untunglah Kayla terjatuh di atas tempat tidur. Dave telah memperhitungkan semuanya.
Kayla semakin mundur saat Dave mulai naik ke atas. Kayla selalu takut melihat tatapan Dave yang tajam menatapnya.
Grep.
Seketika Dave mengunci pergerakan Kayla dengan menindih tubuhnya.
"Sayang lepaskan aku----"
Kalimat yang akan keluar dari mulut Kayla terhenti saat Dave dengan cepatnya menempelkan bibirnya disana. Mengunci setiap gerakan tubuh Kayla hingga menguasainya di atas sana.
*****
Kayla terbangun dari tidurnya saat matahari mulai tenggelam. Bahkan Kahyla dapat melihat pantulan cahaya keemasan yang memasuki celah-celah gordennya.
Kayla menatap kesebelah. Kosong. Namun Kayla melihat secarik kertas di atas nakas. Dimana ada sebuah kotak disampingnya.
Dengan perlahan Kayla bangkit dan meraih kertas tersebut.
"Gunakan gaun di dalam kotak ini. Berdandanlah yang cantik aku akan menjemputmu pukul tujuh. Dave"
Kayla melirik sebuah kotak dengan pita merah menyala, perlahan Kayla membukanya. Sebuah senyuman manis terukir di bibirnya saat melihat isi di dalam kotak tersebut. Sebuah gaun berwarna merah terang.
Kayla mulai berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah melewati tiga puluh menit di dalam sana Kayla keluar dengan wajah yang fresh.
Kayla langsung mengenakan gaun pemberian Dave tersebut.
Warna merah yang sangat kontras di kulit putihnya di tambah potongan dada yang tidak terlalu rendah namun terlihat seksi di tubuh Kayla.
Kayla mulai menyapukan make up di wajahnya. Tidak terlalu sulit karena wajahnya yang dasarnya sudah cantik hanya perlu menambah sedikit make up saja, lanjut Kayla menata rambutnya dengan menyanggul sebagian rambutnya ke atas meninggalkan beberapa helai rambut di sisi kanan dan kirinya.
"Cantik"
Kayla kaget saat mendengar suara Dave.
Entah sejak kapan Dave telah berada di dalam kamar. Namun Kayla tidak menyadari akan kehadirannya. Entah Kayla yang terlalu fokus atau Dave yang kini memiliki jurus tanpa suara hingga bisa tiba-tiba berada di dalam kamar.
Kayla tersenyum menatap Dave yang berjalan ke arahnya.
"Sudah selesai?"
Tanya Dave menatap Kayla yang di balas anggukan kepala olehnya.
"Tutuplah matamu"
Ucap Dave dengan menunjukkan sebuah pita merah di depan mata Kayla.
"Kenapa harus tutup mata sih? Kamu tidak berniat mengerjai aku kan?"
Ucap Kayla dengan menatap tajam Dave.
"Tidak sayang, aku ingin memberikan sebuah kejutan untukmu"
"Kejutan apa?"
"Tidak akan menjadi kejutan bila aku mengatakannya sekarang. Jadi, tutuplah matamu"
"Hmmm, baiklah"
Ucap Kayla pasrah. Dengan perlahan Kayla menutup matanya diikuti oleh Dave yang mengikatkan pita merah tersebut di kepala Kayla dengan menutupi matanya.
"Iya sayang, peganglah tanganku"
Ucap Dave dengan meraih tangan Kayla dengan segera Kayla memegang erat tangan Dave.
Dave mulai menuntun Kayla keluar dari Apartemennya menuju liff.
Ting.
Kini Dave dan Kayla telah tiba di lantai paling atas gedung apartemennya.
Dengan perlahan Dave melepaskan pegangan tangannya pada Kayla dan membuka pita merah yang menutupi mata Kayla.
"Bukalah matamu"
Ucap Dave dengan berdiri di depan Kayla.
Perlahan mata Kayla mulai terbuka sempurna.
Kayla terpaku melihat apa yang ada di depan matanya.
Lilin-lilin yang di susun sebagai penerang jalan dengan berpusat pada lilin berbentuk hati dimana terdapat sebuah meja yang telah tersaji makanan dan setangkai bunga mawar merah di atasnya, sungguh sangat indah.
"Bagaimana apa kamu suka?"
Ucap Dave menyadarkan Kayla bahwa ada dirinya disamping.
"Ya, aku menyukainya. Terimakasih"
Ucap Kayla tulus dengan tersenyum manis menatap Dave.
"Ayo kita kesana"
Dengan Dave yang merangkul tubuh Kayla menuju meja di tengah hiasan lilin berbentuk hati tersebut.
"Silahkan duduk nyonya Dave"
Ucap Dave dengan menarik kursi mempersilahkan Kayla untuk duduk.
"Terimakasih tuan Dave"
Balas Kayla dengan tersenyum lembut.
Prok,, Prok,, Prok,,
Dave bertepuk tangan setelah dirinya duduk di depan Kayla dan munculah seorang pria dengan balutan Jas memegang sebuah biola kecil.
Pria tersebut sedikit membungkuk sebelum memulai memainkan alat musiknya.
Suara alunan biola di tengah makan malam yang terasa sangat romantis sekali.
"Apa kamu menyukai kejutan ini sayang?"
Ucap Dave dengan menggenggam tangan Kayla menatap mata indah itu.
"Akuu---"
"Tunggu sayang, ada satu lagi kejutan untukmu"
Ucap Dave memotong ucapan Kayla dan mulai berdiri tepat di belakan Kayla.
Kayla menatap sebuah kalung berlian dengan liontin berbentuk bungga berwarna keunguan tepat di depan matanya.
"For you baby"
Ucap Dave dengan perlahan memasangkan kalung berlian tersebut di leher Kayla.
"Thanks Dave,, Muach"
Dengan Kayla yang mendaratkan sebuah kecupan di pipi Dave.
"Yes Baby, kamu terlihat sangat cantik sayang. Kalung itu sangat indah untukmu, berjanjilah untuk selalu memakai kalung itu,"
Ucap Dave setelah duduk kembali di depan Kayla.
"Iya sayang, aku sangat menyukainya. Terimakasih karena telah membuat aku bahagia sekali malam ini"
Ucap Kayla dengan mata yang berkaca-kaca menatap Dave.
"Anything for you baby"
Balas Dave dengan senyum manisnya.
Senyum Kayla tidak luntur sedari tadi. Bahkan Kayla telah menghabiskam makanannya. Namun ia masih enggan untuk beranjak dari sana.
"Ingin berdansa denganku?"
Ucap Dave dengan mengulurkan tangannya ke arah Kala dengan sedikit memungkukkan badannya. Kayla tersenyum dan menganggukan kepalanya menatap Dave. Perlahan Kayla mulai membalas uluran tangan Dave.
Kini Kayla tengah menikmati kebersamaanya bersama Dave. Berdansa dengan iringan musik yang sangat indah, di tambah suasana yang romantis sungguh Kayla sangat bahagia sekali malam ini.