Oh Kayla

Oh Kayla
Meysa Cantik



Mentari kembali menyinari bumi dengan seluruh makhluk yang kembali sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.


Suara klakson saling bersahutan saat lampu lalu lintas berganti warna dari merah ke hijau.


Pagi ini Kayla akan kembali melanjutkan aktifitasnya seperti semula yaitu back to office.


Dengan anggunnya Kayla turun dari kendaraan yang ia naiki dengan kaca mata hitam yang membuat aura dirinya semakin mempesona. Bahkan Kayla masih seperti seorang gadis yang sangat modis dan fasionable.


Tidak lupa senyum ramah yang selalu muncul di bibir tipisnya saat para karyawan yang berselisihan jalan menyapanya.


"Selamat pagi Nona"


Sapa Vina ramah saat melihat kedatangan Kayla pagi ini.


"Pagi Vin. Apa saja kegiatanku hari ini?"


Dengan cepat Vina langsung membacakan apa saja kegiatan Kayla hari ini yang langsung di anggukin oleh Kayla.


*******


Sementara di tempat yang berbeda Sam tengah kesal karena rencananya yang akan pergi ke kantor pagi ini terhambat oleh bocah menyebalkan yang kini tengah kesulitan memakai pakaian sekolahnya.


"Sudahla tidak usah ke sekolah saja"


Ucap Sam yang berteriak dari balik pintu. Setelah berdebat sehabis sarapan tadi bahwa ia akan tetap bersekolah meskipun harus jalan dengan sedikit pincang.


"Gak mau om, nanti Meysa gada teman dirumah. Mesya gak mau sendiri di rumah"


"Ntar ada si mbak yang datang bersih-bersih dan loe gak sendirian"


"Gak Om, Meysa ke sekolah aja"


"Batu amat. Buruan ntar gue telat"


Dengan Sam yang menggedor-ngedor pintu tersebut.


Cklek.


"Berisik amat si om. Lagian ya kan Om Bosnya telat dikit gak akan ada yang marah"


"Gue ada meeting pagi ini. Udah kan? Ayok"


Dengan sekali gerakan Sam langsung mengangkat tubuh Meysa dan membawanya menuju mobil.


Sedangkan Meysa yang di perlakukan secara tiba-tiba tersebut membuat kondisi jantungnya yang berdetak tidak stabil.


"Dosa gak ya kalo gue jatuh cinta?"


Tanpa sadar Meysa bergumam sendiri.


"Gak salah. Yang salah itu kalau loe jatuh cinta sama orang yang uda punya pasangan"


"Om uda ada pasangan?"


Reflek tanpa bisa di tahan kata-kata itu keluar dari mulutnya.


"Kenapa loe tanya-tanya? Mau jadi pacar gue he?"


"Ha?"


"Muka lo kok merah? Hahah,, Udahlah jangan ngaco loh, bocah kayak loe gak masuk tipe gue. Loe belajar aja yang bener biar cepat lulus"


"Iihh,,, Apaan sih Om, lagian siapa juga yang mau sama om dan satu lagi nih ya om. Bentar lagi Meysa lulus, ne lagi nunggu ujian akhir tau"


"Baguslah kalo gitu"


Dengan Sam yang menurunkan Meysa tepat di samping kemudi miliknya.


Sepanjang perjalanan hanya suara musik yang terdengar, keduanya sama-sama diam dengan pemikiran masing-masing.


"Turun"


"Yaelah santai napa Om. Tau kok uda sampe"


"Buruan, gue ada meeting"


"Iya-iya.. Salim dulu Om"


Dengan cepat Meysa meraih tangan Sam dan menciumnya sedangkan Sam sempat terdiam dengan aksi yang di lakukan Meysa barusan.


"Ntar gak usah jemput Om, Meysa pulang sendiri aja"


Hingga ucapan tersebut menyadarkan Sam kembali.


"Eh gak ada. Ntar gue jemput. Kalo loe ilang bisa-bisa bokap loe minta ganti rugi"


"Yaudah terserah om"


"Nih, masukin nomor loe"


Ucap Sam dengan menyodorkan ponsel miliknya.


Dengan cekatan Meysa mengetikkan nomornya dan mengesave nomor tersebut dengan nama "Meysa cantik"


Ddrrtt,,, Ddrttt,,,


"Udah ya om. Ne Meysa save juga nomor Om"


"Hhmmm"


"Byee Ooomm,, Ingat jangan lupa jemput ya"


"Iya bawel loe. Cepat turun"


Setelah Meysa turun dari kendaraannya Sam langsung melajukan kendaraan tersebut menuju kantor miliknya.


Hanya memakan waktu dua puluh menit akhirnya Sam tiba di kantor, yang untungnya memang sekolahan dan kantor milik Sam searah hingga tidak membuatnya harus berlama-lama di jalan.


Dua jam berada di dalam ruangan meeting dengan membahas segala macam revisi dan jangan lupakan ada saja laporan-laporan yang tidak sesui keinginannya membuat mood Sam semakin tidak kondusif.


Sam melirik ponselnya yang tiba-tiba berdering.


"Meysa Cantik is calling"


"Bheee"


Dengan kening berkerut Sam langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo Om,,"


"Huum"


"Meysa uda pulang neh. Om jemput atau Meysa naik ojol aja"


"Gue jemput sekarang. Loe tunggu aja disana"


Tuuth.


"Sialan ne om-om orang belum selesai ngomong maen matiin aja. Untung ganteng kalau gak gue sat set sat set juga"


Dengan Meysa yang langsung duduk di samping pos security sekolah.


Sam langsung mengakhiri meeting yang memang sudah membuat moodnya menjadi buruk karena laporan-laporan yang tidak sesuai dengan keinginannya.


Dua puluh menit berkendara akhirnya Sam tiba tepat di depan sekolahan.


Tiinnnn..


Meysa yang tengah asyik memainkan ponselnya langsung terkaget saat mendengar suara klakson tersebut.


"Ceehh,, Dasar ni Om-om resek banget"


Dengan kesal Meysa memasukkan ponselnya ke dalam saku baju dan langsung berjalan menuju mobil dengan langkah yang masih sedikit pincang.


"Cepat amat loe pulang. Jangan bilang loe bolos"


"Ih, siapa juga yang bolos. Gini-gini Meysa anak yang baik tau Om. Tadi tu ngambil nomor ujian Om. Lusa kan uda ujian akhir"


"Oh"


"Iihhh nyebelin banget sih"


Dengan Meysa yang menatap tidak suka kepada Sam. Sedangkan Sam lebih memilih cuek dan fokus pada kemudinya saja.


"Om"


"Om"


"Oooomm"


"Iihh bawel banget sih loe"


"Om budeg ya dari tadi di panggilin"


"Apa loe bilang?!"


Dengan Sam yang menatap tidak suka dengan kata-kata yang baru saja di dengarnya.


"Heheh gak Om. Om ganteng banget tau"


Ucap Meysa dengan cengiran yang menurut Sam tidak ada manis-manisnya.


"Om. Mampir di IndoApril dong, Meysa mau beli sesuatu"


"Hmmm"


Sedangkan Meysa mencoba menahan kesalnya dengan meremas kuat jari-jemarinya jangan lupakan senyuman yang ahh sudahla tidak ada manis-manisnya kalau kata Sam.


Dengan segera Sam membelokkan kendaraannya menuju Indoapril sesuai keinginan Meysa.


"Buruan gih"


"Iya Om"


Dengan perlahan Meysa melangkah masuk ke dalam indoapril dengan Sam yang memantau apa saja yang di lakukan bocah tersebut di dalam sana.


Sepuluh menit menunggu akhirnya Meysa kembali ke dalam mobil. Sam sempat melirik barang belanjaan bocah menyebalkan tersebut yang berisikan pembalut dan beberapa cemilan serta es cream.


"Ini buat Om"


Sam melirik tangan Meysa yang berada tepat di depannya.


'Es Cream'


"Cehh"


"Mau Meysa bukain? "


"Gak. Buat loe aja"


"Yaudah kalau gak mau"


Dengan cepat Meysa membuka kertas penutup es tersebut dan langsung melahapnya.


"Jangan makan di mobil. Gue gak suka"


"Heheh uda terlanjur Om"


Ucap Meysa dengan cengiran khas miliknya.


Sam yang kesal pun tidak bisa berbuat banyak. Dengan segera Sam menjalankan kembali kendaraannya menuju rumah.