Oh Kayla

Oh Kayla
Nasihat Dari Papi



Tidur nyenyak Kayla terganggu saat tiba-tiba ia merasakan sesak. Seperti ada sesuatu yang berat menghimpitnya dan benar saja ketika Kayla membuka mata lengan berotot Dave sudah nangkring di atas perutnya. Dengan pelan Kayla menggeser tanggan besar tersebut.


Namun bukannya tergeser yang ada Dave semakin menekankan kuat tanggannya di perut rata Kayla.


Kayla yang kesal pun dengan sengaja menjepit hidung mancung Dave.


"Eemmm"


Dengan seketika Dave membuka matanya menatap Kayla yang tengah menahan tawa.


"Apaan sih Kay ganggu orang tidur"


Ucap Dave kesal.


"Gak enakkan kalo lagi tidur di ganggu. Mangkanya jangan suka gangguin Kay tidur"


"Mana pernah"


"Terus yang tadi apa? Kamu nekan perut Kay kuat banget Kay kan jadi sesak"


"Itu bukan nekan sayaaanngg. Itu meluk. Sini lanjut tidur lagi saya masih ngantuk"


"Iya tapi peluknya jangan kuat-kuat dong. Kay kan ga bisa gerak"


"Hmmm..."


Jawab Dave kembali menutup matanya dengan memeluk Kayla tapi tidak seerat tadi dan mereka melanjutkan kembali tidurnya.


*****


Pagi ini Kayla dan Dave tengah sibuk masing-masing menyiapkan diri untuk pergi ke kantor.


Setelah sarapan bersama dengan roti bakar selai kacang dan segelas jus Kayla dan Dave menuju parkiran.


"Saya antar saja ya"


Ucap Dave menatap Kayla.


"Tidak usah nanti kamu terlambat meeting. Lagian arah Kantornya juga berbeda kan"


Ucap Kayla dengan tersenyum lembut.


"Ckk.. Hati-hati ya jangan ngebut"


Ucap Dave dengan mendaratkan kecupan di dahi Kayla.


"Iya sayaang"


Dengan segera mereka berpisah menuju kendaraan masing-masing untuk segera ke Kantor yang berbeda.


Seperti biasa kedatangan Kayla menjadi sorotan para karyawan.


Kayla tersenyum ramah membalas sapaan para Karyawan yang menyapanya.


Cklaakk..


Senyum Kayla mengempang menatap seseorang yang telah duduk di kursi kebesarannya.


"Morning Pih"


Ucap Kayla dengan senyum merekahnya berjalan mendekati Papi dan mendaratkan sebuah kecupan di pipi kanan sang Papi. Hal yang biasa Kayla lakukan saat masih tinggal bersama kedua orang tuanya.


"Morning sayang"


Balas Papi dengan senyuman hangatnya.


"Gimana proposal kerja samanya sudah selesai?"


"Belum Pih"


Ucap Kayla yang teringat kejadian kemarin membuat moodnya rusak hingga melupakan tugasnya di tambah kepulangan Dave sungguh tidak mungkin bisa mengerjakannya.


"Yasudah selesaikan secepatnya"


"Siiap bos"


Ucap Kayla dengan memberi hormat.


"Hmmm.. Kamu ini, Oiyah sekretaris Papi sudah membuat janji minggu depan pertemuan dengan Perusahaan XX untuk membahas kerja samanya"


"Iyah Pih, Kayla jadi ga sabar ne pengen cepat lounching"


Ucap Kayla dengan senyum merekahnya.


"Papi senang melihat semangatmu ini. Ingat harus bertanggung jawab dalam mengambil keputusan"


"Siiaap Bos"


Ucap Kayla menyengir lebar dan beranjak menuju mejanya. Melanjutkan kembali membuat proposal kerja sama untuk produk barunya.


Tiga jam sudah Kayla berkutat dengan monitornya, hingga di rasa benar Kayla mulai mencetak file tersebut.


Menyerahkan kembali kepada Papi untuk di periksa.


"Ini Pi sudah selesai. Coba periksa masih ada yang kurang gak?"


"Okeh sudah benar. Kamu harus ingat dan pelajari lagi karena nanti kamu sendiri yang akan bertemu dengan Perusahaan XX. Berhasil atau tidaknya itu tergantung kamu jadi ingat harus berani dan bertanggung jawab itu adalah point utama dari seorang pemimpin"


Ucap Papi menatap wajah Kayla.


"Iya Pih, Kayla akan ingat itu kok"


"Yasudah. Ini kamu periksa "


Ucap papi menyerahkan beberapa map kepada Kayla.


"Banyak banget Pi"


"Itu belum seberapa Kay"


"Kan Papi Bosnya kenapa harus capek-capek gini sih. Kan bisa menyuruh bawahan Papi saja"


Kayla sedikit termenung mengingat dirinya yang selama ini cuma tahunya meminta uang, bersenang-senang, dan bersungut kesal saat Papi dan Mami tidak punya waktu untuk dirinya. Tanpa memikirkan bagaimana lelahnya bekerja.


"Pih,, Maaf ya selama ini Kayla cuma ngabisin uang Papi tanpa tahu lelahnya Papi bekerja"


Ucap Kayla menatap Papi dengan mata yang berkaca-kaca.


"Heheh.. Iya sayang. Itu semua sudah tangung jawab Papi jadi jangan di pikirin. Lagian Papi senang kok mengerjakannya"


Ucap Papi mengusap lembut kepala Kayla.


"Love you Pih"


Ucap Kayla memeluk Papi eret.


"Love you to Sayang"


Balas Papi dengan memeluk Kayla.


"Yasudah sana lanjutin kerjaan kamu"


Ucap Papi melepaskan pelukannya.


"Siap Bos"


Ucap Kayla dengan menyengir lebar. Sedangkan Papi hanya terkekeh melihat anak kesayangannya yang sudah mulai dewasa.


Ddrrtt.. Drrtt..


Kayla sedikit terusik dengan suara ponselnya yang terus bergetar.


Hingga Kayla menutup berkas yang sedang di periksanya dan melirik siapa yang telah menghubunginya.


"Haloo"


Ucap Kayla setelah mengusap layar ponsel berlogo apel digigit tersebut.


"Hallo Kay"


"Hmm.. Apaan?"


"Temani gue makan siang yok"


"Ckk,, Temani? Loe mau makan buaya sampe minta di temani segala"


"Iih siapa juga yang mau makan buaya ngeri deh Kay.. "


"Ya mangkanya kalo ngomong yang bener"


"Iya iya deh loe yang benar. Puas? Yaudah yok makan siang bareng, si Sam lagi sibuk terus gak bisa di ajak ngumpul"


Sejenak Kayla sedikit kesal saat mendengar 'Sam sibuk?" Iya sibuk. Sibuk sama cewek lain!!'


"Sebenarnya gue juga sibuk sih. Tapi yaudah deh. Makan dimana?"


Ucap Kayla setelah melirik jam di pergelangan tangannya yang sebentar lagi akan masuk jam istirahat kantor.


"Restoran Seafood"


"Okeh"


Ucap Kayla memutuskan panggilan tersebut dan merapikan mejanya sebentar lalu beranjak meninggalkan Kantor setelah berpamitan dengan Papi.


Kayla memacu kendaraannya di tengah macetnya ibu kota. Menyalip para pengguna jalan lain sudah hal biasa baginya.


Dua puluh menit perjalanan Kayla tiba di depan Restoran Seafood. Kayla segera memarkirkan kendaraannya dan langsung masuk ke dalam.


Kayla menatap Laura yang duduk di pojokan tengah sibuk dengan ponselnya.


"Udah lama loe?"


Ucap Kayla menatap Laura sambil mendudukan bokongnya.


"Gak juga"


"Kenapa wajah loe kok ga enak banget di lihat?"


"Gapapa Kay"


"Yakin loe? Udah deh jangan bohong sama gue"


"Hmm.. Usaha Showroom bokap gue lagi down. Jadi bokap gue mau jodohin gue sama anak temannya"


Ucap Laura dengan mata berkaca-kaca.


"Trus loe gimana?"


"Gue bingung Kay. Gue pengen nolak tapi Usaha bokap gue pasti bangkrut. Gue terima tapi Loe taukan gue cintanya sama si kampr*et tu. Tapi dia sendiri aja gak jelas gitu. Apalagi sekarang susah banget di hubungi"


Ucap Laura yang tidak bisa menahan air matanya lagi.


"Loe uda pernah ketemu tuh cowok?


Tanya Kayla menatap Laura prihatin.


"Belum, gue selalu nolak tiap di ajak ketemuan Kay"


"Lau, gimana kalau gue minta tolong Bokap atau lakik gue buat nolongin usaha bokap loe yahh?"


Ucap Kayla memegang pundak Laura berusaha meyakinkannya.


"Gak Kay, loe tau sendirilah bokap gue oranganya gimana"


Ucap Laura meremas kedua tangannya.


"Hmm,, Ntar deh kita pikirin lagi jalan keluarnya. Sekarang makan dulu yah"


Ucap Kayla dengan segera memanggil pelayan restoran dan memesan makanan untuk mereka.