
Satu jam menunggu di ruangan Dave membuat Kayla jenuh. Kayla menutup ponselnya dan beranjak dari sofa berjalan menuju kursi kebesaran Dave.
Kayla membuka laptop yang biasa Dave gunakan.
"Tidak di kunci, ceroboh sekali dia"
Ucap Kayla saat melihat laptop tersebut dengan mudahnya ia buka.
Entah mengapa Kayla memilih icon picture dari sekian banyaknya icon yang tersedia.
Senyum di bibir Kayla mengembang saat telah berhasil membukanya. Dengan semangat Kayla memeriksa beberapa folder tersebut.
Kayla tidak menyangka bahwa Dave memiliki beberapa teman laki-laki dan perempuan yang begitu dekat di lihat dari cara mereka berfoto.
"Apa ini mantan Dave?"
Ucap Kayla saat melihat poto Dave bersama seorang wanita cantik dengan tangan Dave merangkul bahu wanita tersebut.
"Bahkan senyumnya lebar sekali disini. Dia saja tidak pernah tersenyum selebar ini kepadaku"
Kesal Kayla bergumam sendiri melihat poto Dave bersama wanita tersebut.
"Mengapa dia tidak pernah cerita kepadaku?Huufhh,, Sudahlah buat badmood saja!"
Kesal Kayla langsung menutup laptop tersebut dan beranjak dari kursi kebesaran Dave. Kayla memilih berdiri di depan jendela yang menampakan pemandangan di bawah sana.
Kayla melihat penjual batagor yang ramai pembeli mengingatkannya pada kejadian beberapa bulan yang lalu, saat ia masih hilang ingatan menolong seorang wanita yang sedang di jambret dan menjadi viral di sosial media.
"Sayang"
Ucap Dave saat tiba-tiba memeluk tubuh Kayla dari belakang.
"Kamu mengagetkanku"
Ucap Kayla dengan memukul pelan tangan Dave.
"Heheh,, Sorry, lagian kamu mikirin apa sampai senyum-senyum sendiri begitu?"
Ucap Dave dengan menyenderkan kepalanya pada bahu Kayla dan ikut melihat pemandangan di bawah sana.
"Tidak ada. Aku hanya teringan kejadian beberapa bulan yang lalu saat aku sedang menikmati batagor tersebut, kuah kacangnya yang gurih,, Aahh aku jadi pengen lagi. Ayo kita beli batagor di sana"
Ucap Kayla langsung membalikkan tubuhnya menghadap Dave.
"Sayy----"
"Kalau tidak mau, Kay pergi sendiri saja"
Ucap Kayla dengan cepat memotong perkataan Dave.
Kayla bisa menebak pasti Dave akan melarangnya kembali, sangat terlihat jelas dari raut wajah dan kerutan yang muncul di pelipis Dave.
"Huufhh,,, Baiklah sayang. Ayo kita turun dan beli apa yang kamu mau itu"
Ucap Dave dengan berat. Dave tidak ingin mengulangi kembali kejadian kemaren saat Kayla meninggalkannya dan tidak bisa di hubungi sama sekali sungguh sangat membuatnya pusing.
Dengan tersenyum lebar Kayla menggandeng tangan Dave berjalan menyusuri trotoar bergabung bersama para pejalan kaki hingga sampailah mereka tepat pada penjual batagor.
"Mang, batagornya dua ya sama es jeruk juga"
Ucap Kayla menatap si penjual yang sedang melayani para pembeli.
"Iya neng, sebentar ya"
Ucap si Mamang dengan menoleh sebentar pada Kayla.
"Sayang kamu yakin makan disini?"
Ucap Dave berbisik pada Kayla dengan melihat para pejalan kaki yang lalu lalang di depan mereka dengan pandangan tertuju pada mereka.
Bagaimana tidak penampilan Dave yang menggunakan kemeja dan celana kain meski tanpa Jas sukses membuat para kauh hawa terpesona padanya, di tambah dengan Kayla yang menggunakan dress sangat kontras di kulit putihnya. Tentu orang lain pun bisa menilai bahwa dua orang tersebut bukan Rajel (rakyat jelata) melainkan kaum Sulthan.
"Tentu yakin disini batagornya sangat enak sayang"
Ucap Kayla balas berbisik pada Dave.
"Tapi orang-orang melihat ke arah kita terus"
Ucap Dave yang mulai merasa tidak nyaman.
"Sudah biarkan saja, itung-itung bagi rejeki sama orang lain"
Ucap Kayla menahan tawanya.
"Maksudnya?"
"Iya jarang-jarangkan mereka melihat pria tampan duduk di pinggiran begini. Jadi biarkan mereka mencuci mata, hahah"
Ucap Kayla yang tidak tahan lagi akhirnya tertawa juga.
"Jadi maksud kamu saya tampan?"
Ucap Dave dengan menaik-turunkan alisnya menatap Kayla.
"Hmmm,, Tidak juga"
"Tapi tadi kamu bilang begitu. Sudahla jujur saja, akui bahwa suamimu ini adalah pria tertampan"
'Idiihh kok jadi kepedean begini ni orang,, hahah'
"Hahhaha"
"Maaf neng, ini batagornya dan ini es jeruknya"
Ucap Mamang dengan menghampiri meja mereka.
"terima kasih mang"
Ucap Kayla dengan senyuman ramahnya yang di balas anggukan kepala oleh si mamang.
"Ayo cobain, ini enak banget, apa lagi kuah kacangnya,, uuhh gurih"
Ucap Kayla yang langsung menyuapi mulutnya, berbeda dengan Dave yang hanya mengaduk-aduk batagor tersebut, namun melihat Kayla yang lahap memakan batagornya membuat rasa penasaran Dave semakin kuat hingga dengan pelan Dave memasukkan sesendok kecil potongan batagor ke dalam mulutnya.
Senyum Kayla mengembang saat melihat Dave dengan ekspresi wajah yang terkejut karena sedari tadi ia sadar bahwa Dave selalu memperhatikannya makan.
"Bagaimana enak kan?"
Ucap Kayla menatap Dave.
"Iya, aku tidak menyangka batagor disini seenak ini. Meski jualan di kaki lima tapi rasanya seperti restoran bintang lima bahkan ini lebih nikmat"
Ucap Dave dengan raut wajah yang senang seperti menemukan sebuah harta karun yang terpendam Selama ini.
"Hahah,, Itulah jangan pernah menilai sesuatu dari penampilan luarnya. Tidak selamanya yang berpenampilan seperti kaki lima ini selalu buruk dan tidak semuanya yang berpenampilan restoran bintang lima selalu baik"
Ucap Kayla dengan mengedipkan sebelah matanya tersenyum ke arah Dave.
"Iya sayang, kamu pintar sekali ya kalo ngomong seperti ini, hahah"
Uhukk,, Uhuukk,,,
"Ini minum cepat"
Ucap Kayla menyodorkan gelas es jeruk pada Dave.
"terimakasih"
Ucap Dave tulus.
"Hmm,, Sudah habisi makanannya jangan tertawa lagi, kalau kurang pesan saja biar Kay yang teraktir hari ini"
Ucap Kayla dengan menatap wajah Dave.
"Baiklah nyonya muda"
Ucap Dave dengan tersenyum jail dan kembali menyuapi mulutnya dengan potongan batagor tersebut.
"Mang tambah satu ya"
Ucap Dave pada Mamang yang sedang duduk di bawah pohon.
"Siaapp"
Ucap Mamang tersebut dengan senyum merekahnya.
"Ini A' silahkan di nikmati"
Ucap Mamang menyerahkan sepiring batagor lagi pada Dave.
"Terimakasih"
Ucap Dave singkat.
Sedangkan Kayla hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dave tersebut.
"Laper atau doyan?"
Ucap Kayla dengan senyuman mengejeknya menatap Dave.
"Dua-duanya"
Ucap Dave cuek kembali menikmati batagor pada piring keduanya.
"Ssluurrpp,,, Aahhh,,, Kenyang sekali"
Ucap Dave yang telah menandaskan minumannya.
"Heheh,, "
Kayla hanya bisa terkekeh melihat Dave dengan wajah memerah kekenyangan dan peluh di pelipis kepalanya.
"Sudahkan? Kay bayar dulu ya"
Ucap Kayla yang hendak beranjak dari kursinya.
"Tunggu sebentar"
Ucap Dave menghentikan gerakan Kayla.
"Ada apa?"
"Biar saya saja yang bayar"
Dengan segera Dave beranjak mendekati Mamang penjual batagor tersebut.
"Ini mang"
Ucap Dave mengulurkan setengah gepok duit berwarna merah tersebut dari dalam saku celananya.
"Apa ini A'?? "
Ucap si Mamang yang bingung melihat Dave.
"Ini uang buat bayar makanan kami tadi"
Ucap Dave lagi menatap wajah si Mamang yang mengkerut bingung.
"Kebanyakan ini A' tiga piring batagor dan dua gelas es jeruk totalnya empat puluh ribu saja A'
Ucap Mamang menjelaskan dengan pelan.
"Ini buat Mamang, saya patut menghargai tinggi rasa batagor Mamang yang sangat lezat ini. Di terima saja ya, anggap rejeki buat Mamang hari ini"
Ucap Dave menyerahkan uang tersebut pada tangan si Mamang.
"Alhamdulillah terimakasih ya Allah gusti, seumur-umur baru kali ini saya melihat uang sebanyak ini,, Hiks,, Hiks,, Terima kasih ya A' terima kasih neng"
Ucap si Mamang dengan haru, bahkan air matanyapun ikut menetes.
Dave menganggukan kepalanya membalas ucapan si Mamang barusan. Sedangkan Kayla senyum di wajahnya semakin melebar melihat Mamang penjual batagor yang sangat terharu mendapat rejeki berlebih hari ini di tambah Dave yang berbaik hati sekali hari ini dengan benar-benar membagikan rejeki seperti perkataan Kayla tadi.
"Kapan-kapan kita makan disana lagi ya"
Ucap Dave yang kini menggandeng tangan Kayla kembali berjalan menuju Kantor.
"Iya sayang"
Balas Kayla dengan tersenyum manis menatap Dave.
"Hmm,,, Sepertinya aku sudah lama tidak kesana"
Ucap Dave dengan bergumam kecil.
"Apa?"
Ucap Kayla menatap wajah Dave.
"Ahh tidak ada"
Ucap Dave dengan senyum yang di paksakan.
'Sepertinya ada sesuatu ni'
Dave dan Kayla tetap saling bergandengan tangan berjalan menyusuri trotoar dengan pikiran mereka masing-masing.
################################
Assalamualaikum readers setia author 😊😊
Terimakasih tetap setia mengikuti perjalanan "Oh Kayla,,"
Jangan Lupa Like dan Vote nya ya,,
Terimakasih 😊