Oh Kayla

Oh Kayla
Akhir Kisah Leon



"Seharusnya aku membunuhmu saja kemarin"


Ucap Leon menatap benci Kayla yang berjalan beriringan dengan Dave.


"Itulah kebodohanmu"


Bugh!


Cuuiihh!!


Darah seger sontak saja keluar dari sudut bibir Leon saat Kayla yang tiba-tiba langsung memberikan tendangan keras ke arah wajahnya.


"Hahahhaha,, Dasar jal*ng"


Umpat Leon menatap tajam Kayla.


Bugh!


Puuhh.


Seketika darah segar di semburkan oleh Leon setelah Dave memberikan pukulan keras ke arah perut Leon.


"Jaga omongan mu brengs*k!! Beraninya kau berkata buruk pada istriku huh!! Bahkan nyawamu saja berada di ujung tanduk"


"Aku tidak perduli, bahkan jika aku matipun aku akan tetap membenci kalian"


"Kalau begitu mati saja kau"


Segera Dave merangkul Kayla untuk berbalik badan.


"Ayo sayang kita tinggalkan tempat ini"


"Tunggu, aku belum memberinya pelajaran"


"Apa kamu yakin yang akan memberinya pelajaran sayang? Jangan mengotori tanganmu untuk menyentuhnya, biarkan saja mereka yang bertindak"


Ucap Dave dengan menaikkan dagunya memberi kode kepada Kayla untuk melihat ke arah kanan.


Sontak saja Kayla kaget, namun sedetik kemudian senyum sinis terbit di sudut bibirnya saat melihat beberapa orang pria bertubuh kekar tengah memegang senjata. Bisa Kayla tebak bahwa Leon akan menjerit kesakitan merasakan penyiksaan itu. Namun rasa sakit dan kepedihan atas perilaku Leon terhadapnya hingga membuat ia kehilangan anaknya membuat jiwa kasihan Kayla terhadap Leon sirna.


"Habisi dia"


Ucap Dave saat melewati beberapa pria tersebut.


"Baik tuan"


Ucap salah satu dari mereka.


Dave segera meninggalkan tempat tersebut dan melajukan kendaraannya menuju sebuah restoran dimana Mark telah menunggunya disana.


Senyum smirk di bibir Dave muncul saat melihat pesan yang di kirimkan oleh Kris. Dimana Leon telah tiada.


Tidak terlalu lama mengemudi akhirnya kendaraan Dave tiba di sebuah restoran Chinese.


Dave menatap pria yang merupakan anak buah Mark telah menyambut mereka dan langsung mengarahkan Dave dan Kayla menuju ruang VIP.


Ckleekk.


"Welcome bro"


Ucap Mark yang langsung berdiri merangkul Dave untuk membawanya duduk di kursi yang berada di dekat Mark.


"Mark aku ingin mengucapkan terimakasih atas bantu---"


"Sstthh,, Apa sih yang loe ucapin Dave"


Ucap Mark memotong ucapan Dave dengan sedikit kekehan.


"Lagian kita bersahabatkan dan juga anak buahku yang banyak ini juga merupakan anak buah mu dulu, oiyah aku belum berkenalan dengan istrimu yang cantik ini ya. Hehe,, Hay, aku Mark sahabat Dave dari kita dulu kuliah dan saat kit---"


"Mark"


Ucap Dave melirik tajam Mark dengan sorotan mata yang Mark mengerti bahwa Dave tidak ingin Mark melanjutkan perkataannya mengingat kondisi Kayla yang baru pulih. Dave tidak ingin menambah pikiran untuk Kayla jika mengetahui lebih dalam tentang masa mudanya yang gelap.


Sontak saja Mark terkekeh menatap Dave dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ya ya yah baiklah, aku tidak akan berbual lagi Dave"


Ucap Mark dengan melirik Dave dan mengalihkan pandangannya ke arah Kayla dengan tersenyum manis sedangkan Kayla menatap bingung ke arah mereka berdua.


"Sudah cukup perkenalannya Mark"


"Aku tidak percaya bahwa kau seposesif ini Dave jika mengingat bagaimana cuek dan kakunya kau dahulu dengan banyak wanita yang mencoba mende---"


Namun satu hal yang di tangkap oleh Kayla dari pembicaraan Mark barusan bahwa Dave memiliki banyak pengemar dan Mark adalah orang yang bocor.


"Sudah lebih baik kita makan saja dari pada harus mendengarkan bualanmu"


"Haha,, Kau tidak berubah ya Dave, aku heran mengapa istrimu ini mau menikah dengan pria kaku sepertimu ini apa jangan-jangan kau pakai pelet ya, ayo katakan Dave"


"Aku tidak memakai pelet apa-apa memang dasarnya aku tampan saja hingga Kayla mau kepadaku"


Sontak saja Kayla memutar bola matanya malas mendengar perkataan Dave barusan.


"Ternyata kau sekarang sudah pandai membual Dave, apa kau tau Kay dulu Dave ini sangat irit berbicara"


"Oh ya?"


Ucap Kayla yang mulai terpancing dengan perkataan Mark.


"Ya, bahkan kami dulu menjulukinya dengan sebutan 'Kanebo kering' Hahha"


Mark kembali tertawa mengingat masa muda mereka dulu dimana Mark adalah teman semasa kuliah Dave, hingga Mark mengetahui sisi gelap Dave hingga membuat Mark juga mengikuti jejak Dave di dunia gelap namun, Dave lebih cepat sadar dan meninggalkan dunia gelap tersebut berbeda dengan Mark ia menikmatinya hingga sekarang, tapi tidak banyak yang tau bahwa Mark adalah mafia karena sifatnya yang terkesan ramah dan bocor namun jangan salah jika sudah merasa terusik ia bagaikan seekor singa yang siap menerkam mangsa-mangsanya.


Kayla tersenyum mengejek ke arah Dave, karena ia mengetahui salah satu keburukan Dave dimasa lalu, namun Dave tidak memperdulikan hal itu ia hanya menanggapinya dengan sedikit menghedikkan bahu dan Dave kembali menikmati sushi yang terhidang di atas meja.


*****


Makan siang dengan Mark telah usai sedari tadi kini Kayla mengikuti Dave ke Plaza Mayor yang terdapat di Madrid.


Kayla duduk di salah satu kursi dengan menatap sebuah patung kuda dimana di atasnya terdapat patung Raja Philip III yang sedang menunggangi kuda tersebut.


Di Plaza Mayor juga sering dilaksnakan berbagai macam festival, sekaligus sebagai destinasi wisata kuliner di Madrid. Bangunan-bangunan di kawasan tersebut sangat artistik, instagramable, serta bernilai sejarah yang tinggi.


Kayla tidak melewatkan kesempatan itu. Ia memidikan kameranya ke arah beberapa bagian sisi gedung yang menurutnya sangat bagus di abadikan.


"Sayang ayo kita berfoto"


Dengan Dave yang sudah mengarahkan kamera ponselnya kerah mereka berdua.


Dengan segera Kayla tersenyum menatap kamera Dave.


Klik.


Klik.


Klik.


Dave tersenyum menatap tiga buah foto yang berhasil ia abadikan dengan berbagai gaya.


"Sayang"


Sejenak Kayla menghentikan kegiatannya untuk memoto berbagai sisi Plaza Mayor dan menatap ke arah Dave.


"Apa kamu sudah lebih baik? Hmm,, Maksudku begini, apa kamu sudah ingin kembali ke tanah air?"


Kayla menatap manik hitam Dave, dimana disana ia melihat siratan yang berbeda dari maksud pertanyaan Dave.


"Memangnya kenapa?"


"Tidak, tidak apa-apa aku hanya ingin memastikan ke adaanmu saja sayang"


Ucapan Dave membuat Kayla terdiam, ia sedikit merenungi dimana ia telah cukup lama meninggalkan negaranya dimana kedua oh bukan tapi ke empat orang tuanya berada disana. Kayla juga paham bahwa Dave telah meninggalkan perusahaannya untuk menemani Kayla selama di Spanyol.


"Aku baik-baik saja, besok kita kembali ke tanah air ya"


Ucap Kayla dengan tersenyum hangat menatap Dave.


"Baiklah jika begitu sayang. Hmm,, Apa kamu ingin makan sesuatu?"


"Tidak, Kay masih kenyang, tapi es cream yang disana boleh juga"


Ucap Kayla dengan menunjuk salah satu gerai es cream yang cukup ramai pembelinya.


"Baiklah, tunggu disini sebentar ya"


Dengan Dave yang mulai beranjak dari duduknya.


"Tunggu, Kay ikut"


Ucap Kayla dengan tersenyum lebar ke arah Dave hingga Dave langsung mengulurkan tangannya ke arah Kayla yang langsung di sambut olehnya. Dengan tangan yang saling bertautan Dave dan Kayla melangkah menuju gerai es cream tersebut.


Dave menatap sekilas ke arah Kayla.


"Semoga kedepannya kita akan selalu bahagia sayang. Maaf, maafkan aku yang membuatmu sulit dengan masa laluku, tapi percayalah aku akan selalu melindungimu karena aku sangat mencintaimu"