
Sam memandang punggung Laura yang semakin berjalan menjauh darinya.
"Kay gue susul Laura ya"
Ucap Sam menoleh kepada Kayla yang di balas anggukan kepala.
Dengan mempercepat langkahnya Sam mengejar Laura yang semakin mendekati pintu keluar.
"Lau tunggu"
Ucap Sam sedikit keras hingga beberapa orang sempat menoleh kepadanya.
"Cehh,, Mau apa lagi dia"
Gumam Laura namun tidak mengindahkan perkataan Sam ia memilih mempercepat langkah kakinya.
"Lau"
Ucap Sam saat meraih pundak Laura. Sontak saja Laura menghentikan langkah kakinya.
"Lau tunggu. Kenap terburu-buru?"
Lanjut Sam lagi saat telah berdiri di depan Laura.
"Gue mau pulang Sam"
Ucap Laura dengan tersenyum tipis.
"Cepat baget, loe gak rindu sama gue?"
Ucap Sam dengan senyum konyolnya.
'Pertanyaan macam apa itu? Apa dia bodoh atau hilang ingatan? Bisa-bisanya bertanya seperti itu'
"Kok diam? Berarti tandanya loe rindu sama gue. Yok ikut gue"
Ucap Sam dengan segera menarik tangan Laura tanpa mendengar terlebih dahulu apa yang ingin Laura katakan.
"Lepaskan Sam"
Ucap Laura di saat tangannya di pegang erat oleh Sam.
Namun Sam hanya menoleh saja padanya dan tersenyum sebentar lalu beralih lagi menatap ke depan dengan terus mengenggam tangan Laura membawanya menuju sebuah taman yang terletak di belakang hotel.
"Ngapaen kita kesini?"
Ucap Laura menatap Sam yang telah duduk di sampingnya di sebuah bangku taman yang berada di bawah lampu pijar.
"Lau gue mau ngomong sesuatu"
Ucap Sam dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Yaudah cepat ngomong, gue mau pulang ne"
Ucap Laura cepat.
Laura terdiam saat Sam tiba-tiba memeluk tubuhnya.
"Maafin gue Lau"
Ucap Sam pelan.
"Gue tau gue uda bersalah sama loe. Tapi gue gak ada sedikitpun niat untuk mempermainkan perasaan loe ke gue. Gue sadar setelah loe menjauhi gue dan bodohnya gue percaya sama wanita ular itu"
Lanjut Sam masih memeluk erat tubuh Laura.
"Gue uda maafin loe kok"
Ucap Laura pelan.
"Thanks ya Lau, loe uda mau maafin gue"
Ucap Sam melepaskan pelukannya.
"Lau,, Loe masih mau menerima gue kan?"
Ucap Sam menatap lekat mata bulat milik Laura.
"Maksud loe?"
Ucap Laura bingung.
"Gue baru menyadari perasaan gue sama loe. Gue cinta sama loe, please loe mau ya terima gue dan kita mulai lagi semuanya dari awal"
Ucap Sam memegang kedua tangan Laura dengan pandangannya yang tak lepas dari wajah cantik Laura.
Sementara Laura tidak bisa menyembunyikan semburat merah yang muncul di wajahnya di tambah degupan jantungnya yang semakin kencang. Ia sangat senang mendengar ungkapan cinta dari Sam. Ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Namun seketika wajah cantik itu berubah menjadi sendu dan kini Laura tidak bisa menyembunyikan matanya yang mulai berkaca-kaca.
"Lau, kenapa diam? Please jawab, loe maukan nerima gue buat jadi pacar loe, kita akan mulai semua dari awal. Gue janji akan ngebahagiain loe"
Ucap Sam dengan perlahan mengecup tangan kanan Laura dengan mata yang mengharapkan jawaban dari Laura.
Akhirnya Laura tidak bisa membendung lagi air matanya yang kini menetes membasahi pipinya.
"Sam, maaf gue gak bisa"
Ucap Laura lemah dengan menundukan kepalanya.
"Kenapa Lau? Bukannya loe cinta sama gue? Gue juga cinta sama loe. Kita bisa menjalani hubungan ini sekarang. Gue janji gak akan ada wanita lain lagi dalam hidup gue, gue juga janji akan selalu ngebahagiain loe"
Ucap Sam menggenggam erat tangan Laura dan menarik pelan dengan meletakkannya di dada.
"Coba loe rasain. Gue deg-degkan berada di dekat loe, gue beneran cinta sama loe, gue janji ga akan mainin perasaan loe Lau"
Lanjut Sam dengan menatap lekat mata Laura.
"Gue gak bisa Sam, maaf"
Lirih Laura pelan.
Sejujurnya ia ingin sekali memeluk erat tubuh pria yang kini berada di depannya ditambah mendengar ungkapan cinta dari orang yang ia cintai.
Ucap Sam melemah.
"Gue uda tunangan Sam dan sebentar lagi gue akan menikah"
Ucap Laura lirih dengan air matanya yang kembali membasahi pipi.
"Hahah gak lucu becanda loe Lau"
Ucap Sam berdiri dan terus tertawa menatap lucu wajah Laura.
"Gue serius Sam. Gue gak bohong"
Ucap Laura menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.
Dengan perlahan Sam menyentuh tangan Laura dan melihat cincin tersebut.
Deg.
Detak jantung Sam berdetak semakin cepat.
Kini Sam hanya terdiam dengan kembali mendudukan dirinya di samping Laura dan menundukkan kepalanya.
Laura yang melihat perubahan ekspresi pada diri Sam juga ikut membisu dengan mengusap air matanya.
"Lau"
Panggil Sam dengan menatap wajah Laura. Yang sontak Laura juga menoleh kepadanya.
"Please batalin pernikahan loe. Gue janji akan menikahi loe"
Ucap Sam dengan meraih kedua tangan Laura lagi.
Sementara Laura hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap Sam.
"Gak bisa Sam"
Lirihnya lemah.
"Kenapa loe tinggal bilang kan sama orang tua dan sama calon loe itu, selesai"
Ucap Sam meyakinkan Laura.
"Gak semudah itu Sam"
"Kenapa? Atau gue datangi orang tua loe ya"
"Gak bisa Sam. Gak akan semudah itu dengan semua persiapan pernikahan kami yang sudah sembilan puluh persen"
"Gue akan ganti rugi berapa biayanya, loe gak perlu khawatir"
"Gak Sam. Ini tidak semudah yang loe katakan beda hal nya kalau loe dulu langsung datangi orang tua gue. Tapi sekarang gak akan bisa. Gue rasa kita tidak akan bisa bersatu"
Ucap Laura dengan air matanya yang kembali menetes.
"Tapi gue cinta sama loe Laura dan gue akan memperjuangkan cinta gue"
Ucap Sam dengan yakin.
"Terimakasih karena loe telah mencintai gue, gue bahagia mendengarnya. Tapi gue gak bisa batalin pernikahan ini dan gue harap loe bisa mengerti"
Ucap Laura yang mulai beranjak dari kursi.
"Lau, Please"
Pinta Sam lagi dengan tatapan sendu miliknya.
"Gak bisa Sam. Maafin gue. Hubungan di antara kita hanya sebatas sahabat gak lebih"
Dengan reflek Sam memeluk tubuh Laura dan ikut meneteskan air matanya. Penyesalan muncul di hati Sam saat ini. Ia bisa memeluk erat tubuh Laura namun ia takkan bisa bersatu dengan orang yang ia cintai.
"Siapa laki-laki Itu?"
Ucap Sam menatap bola mata Laura dan mengusap air mata yang menetes dari sana.
"Dia anak teman bokap"
"Kalian saling kenal?"
Dengan cepat Laura menggelengkan kepalanya.
"Gak, kami di jodohin Sam"
"Astagaaa,, Masih ada perjodohan di zaman sekarang"
Ucap Sam kesal.
"Loe liat gue buktinya"
Ucap Laura dengan tersenyum kecut.
"Udah batalin aja ya,, Please,, Gue gak mau melihat loe menderita nantinya"
"Gak bisa Sam gue uda bilang kan tadi"
"Aaarrgghhh,,,,"
Kesal Sam dengan menggusar rambutnya kebelakang.
"Sam gue harus pulang ini sudah larut"
Ucap Laura karena tidak tahan melihat Sam yang seperti itu.
"Gue antar ya"
Pinta Sam lagi.
"Terimakasih Sam. Tapi gue bawa mobil sendiri dan gue bisa pulang sendiri kok. Bye Sam"
Sam hanya bisa terdiam mendengar penolakan Laura ia menatap punggung laura yang semakin menjauh rasanya saat ini hatinya begitu sakit dan penyesalan pun menyelimuti dirinya.