Oh Kayla

Oh Kayla
Sesuatu Yang Di Inginkan



Dave tersenyum menatap berbagai jenis kue tradisional berwarna hijau dengan kelapa parut yang di bawakan oleh Kris.


Dave segera beranjak dari kursi kebesarannya menuju sofa di mana Kris telah berdiri disana.


Dengan segera Dave mencium aroma kue tersebut sebelum memakannya. Dave menutup matanya saat melahap kue itu satu persatu dengan ekspresi yang sulit Kris mengerti.


"Kris,,"


"Iya tuan?"


"Kenapa kau tidak makan? Ayo duduklah temani aku makan"


"Maaf tuan saya masih kenyang"


Tolak Kris dengan halus. Ia hanya tidak ingin di repotkan kembali datang ke pasar tradisional hanya untuk membeli lagi jajanan tradisional milik Dave jika habis.


"Kris, kau dengar tidak?!"


"Baik tuan"


Dengan segera Kris duduk berhadapan dengan Dave.


"Makanlah, kenapa hanya melihat saja"


Ucap Dave dengan memasukkan kue kelepon ke mulutnya.


Dengan perlahan Kris mengambil kue putu ayu dan memasukkan ke dalam mulutnya, mengunyah perlahan sambil melihat wajah Dave yang masih menikmati kue kelepon yang baru ia makan.


"Aku sudah kenyang. Kau habiskan ini semua Kris"


Ucap Dave dengan mengambil selembar tisu dan mengusap mulutnya.


'Apa? Menghabiskan semua ini? Apa ia ingin membuat perutku menjadi sakit karena makan terlalu banyak? Akhh'


"Kenapa diam saja? Makan dan habiskanlah"


Ucap Dave dengan beranjak menepuk pundak Kris lalu berjalan menuju kursi kebesarannya.


'Gila, aku tidak akan sanggup menghabiskan semua ini'


Kris menatapi satu persatu kue tersebut dengan perasaan yang sulit di ungkapkan.


"Maaf tuan, saya akan Membawa kue-kue ini ke luar saja"


"Ya, makanlah diluar"


Ucap Dave dengan menoleh sebentar kepada Kris lalu melanjutkan kembali memeriksa berkas di atas mejanya.


Dengan segera Kris membawa kue-kue itu keluar dan berjalan menuju liff.


"Kalau ku buang ini akan mubazir, ku berikan pada karyawan lain saja"


Gumam Kris saat berada di dalam liff.


Ting.


Pintu liff terbuka, dengan segera Kris keluar dari liff tersebut, melihat ke kanan dan kiri.


"Hey kemari"


Ucap Kris saat melihat Karyawan yang tengah berdiri di depan mesin foto copy.


"Iya tuan Kris"


'Akkkhh dia lagi, yasudahlah'


"Ada apa tuan Kris memanggil Mely?"


Ucap Karyawan wanita dengan lipstik merah merona di bibirnya dan tersenyum lebar menatap Kris.


"Ini, makanlah atau buang saja"


Ucap Kris dengan menyerahkan beberapa bungkus jajanan tradisioal kepada Mely.


"Aakhh,, Tuan Kris sweet sekalii. Mely kan jadi malu"


Ucap Mely dengan tersenyum malu-malu sambil menutupi wajahnya.


"Cepatlah ambil, dan satu lagi. Jangan gunakan lipstik warna itu lagi. Mataku sakit melihatnya"


Ucap Kris dengan segera berlalu setelah Mely menerima jajanan tradisional tersebut.


"Oh jantungku,, Jantungku,, Tolong aku,, Aaa,, Tuan Kris sweet banget, sampai-sampai lipstikku juga di perhatikan aaaaaa dan ini, aku akan memakannya sendiri"


Ucap Mely dengan memegang dadanya dan memeluk jajanan tradisional itu dengan senyum mengembang dari bibinya, bahkan ia tidak menghiraukan lagi pandangan aneh dari beberapa karyawan yang melewatinya.


*****


Kayla kembali ke rumah dengan wajah yang lelah. Padahal ia hanya mengendarai mobilnya seperti biasa. Mungkin efek karena kehamilan Kayla sehingga membuatnya jadi mudah lelah.


Seperti biasa ia akan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya namun ia akan sedikit lebih lama karena Kayla memilih untuk berendam dengan air hangat terlebih dahulu.


Hingga tiga puluh menit menikmati mandinya Kaylapun mengakhiri kegiatannya.


Kayla mematut dirinya di depan cermin. Dengan mengusap pelan perut datarnya.


Ucap Kayla dengan terkekeh sendiri. Tidak pernah di bayangkan bahkan terlintas dipikirannya bahwa ia akan menjadi seorang ibu muda. Namun kehidupan tidak ada yang tahu apa lagi saat ini ia telah menikah dengan seorang pria dewasa meskipun awalnya Kayla hampir tidak menerima perjodohan ini tapi dengan perlahan rasa cinta itu tumbul seiring dengan perhatian dan sikap sabar Dave terhadapnya.


Kayla beranjak menuju dapur minimalis yang terdapat di dalam apartemen tersebut.


Menjangkau sekotak susu dengan gambar ibu hamil.


Semenjak Kayla hamil ia jadi suka minum susu, padahal sebelumnya ia paling malas atau bahkan tidak mau minum susu namun hamil membuat hormon dan moodnya berubah.


Kayla duduk di depan TV sambil meminum susu hangat yang baru saja ia seduh.


Kayla menatap sekeliling apartemennya.


Benar kata Dave ia akan lebih baik bila tinggal di mansion atau rumah orang tuanya. Terkadang sendirian di rumah membuat Kayla kesepian apa lagi ia kini tengah hamil pastinya ia ingin di layani dalam segala hal. Ah, sifat manja Kayla kembali muncul. Bukankah wajar bila ibu hamil ingin selalu di manja.


"Baiklah aku akan memberitahukan Dave nanti"


Gumam Kayla dengan kembali meminum susunya hingga habis.


Lanjut Kayla memeriksa email dari ponselnya dan memantau saham miliknya.


Ya, meskipun Kayla terlihat santai tapi ia tidak lepas tangan akan pekerjaan dan tanggung jawabnya, meskipun ia akan sangat merepotkan Vina sang sekretaris pribadinya karena ia yang belum masuk kerja hingga saat ini.


Kayla meraih remot Tv di depannya dan segera mencari chanel yang ia sukai.


Kayla menghentikan pencariannya saat menemukan sebuah film action dengan judul 'The King Of Mafia' rasa penasarannya semakin muncul saat melihat adegan laga di awal film. Bukankah itu sama dengan hobbynya? ah, bukan hobby hanya saja ia suka. Kayla semakin menikmati film tersebut saat the king mafianya mulai muncul dan beberapa aksi tembak-tembakan membuat jiwa bar-barnya ikut mucul. Ia jadi ingin latihan menembak lagi. Sudah lama ia tidak pergi latihan menembak semenjak insiden jatuh dari kuda tempo lalu.


Cup.


"Serius sekali nontonnya sayang"


Ucap Dave yang tiba-tiba mendaratkan kecupan di dahi Kayla. Ya benar, Kayla sangat serius menatap layar TV bahkan tidak menyadari akan kehadiran Dave.


"Eh, kamu sudah pulang?"


Ucap Kayla menatap Dave yang kini tengah melonggarkan ikatan dasi di lehernya.


"Ya, seperti yang kamu lihat sayang"


"Hmm,,"


Kayla kembali memfokuskan dirinya kepada Televisi sementara Dave yang sempat melirik sebentar film yang di tonton Kayla hanya bisa menyunggingkan senyumnya dan berlalu menuju kamar mereka untuk membersihkan diri.


"Aahh,,, Seru sekalii,, Aku jadi ingin seperti wanita di film itu yang di lindungi oleh king mafia, keren sekali"


Gumam Kayla antusias saat film tersebut telah habis dan ia segera mematikan televisinya dan beranjak menuju kamar menyusul Dave.


Cklaak,


Dave keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih sedikit basah dengan beberapa air menetes dari rambunya.


"Lihatlah air liurmu sampai menetes karena menatapku"


Goda Dave melihat Kayla yang terpaku menatap dirinya.


"Akhh dasar, tidak ada weekk"


Ucap Kayla dengan memeletkan lidahnya.


"Eh, ehh sudah berani melet-melet ya lidahnya "


Ucap Dave yang berjalan mendekati Kayla dan mulai menggelitiki pinggangnya.


"Hahaha,,, Sudah, sudah, hahah hentikan"


"Bilang maaf jika ingin ku hentikan"


"Hahah,, Okeh okeh,, Maaf, please hentikan"


Ucap Kayla dengan mengatur nafasnya.


"Itu hukumannya karena telah berani melet-melet kepada suamimu ini"


"Haha,, Iya suamiku, sudah sana pakai bajumu"


Ucap Kayla menatap Dave.


"Baiklah nyonya"


Dengan segera Dave beranjak menuju walk in closet untuk mengganti pakaianya dan kembali membaringkan tubuhnya di samping Kayla.


"Sayang, boleh ya?"


Ucap Dave dengan wajah memelasnya menatap Kayla.


"Apa?"


"Itu, sebentar saja, kata dokter boleh kok"


Lanjut Dave dengan duduk menatap Kayla yang terdiam dan terlihat berpikir.


Senyum di bibir Dave mengembang saat melihat Kayla menganggukan kepalanya hingga terjadilah sesuatu yang di inginkan oleh mereka berdua.