
Setelah pulang dari Boutiq Kayla kembali membuat Dave pusing dengan keinginannya untuk mengunjungi Mall.
Bila Kayla tidak dalam keadaan pemulihan tentu dengan senang hati Dave akan menurutinya. Namun berbeda dengan sekarang, Kayla harus lebih banyak beristirahat untuk pemulihannya.
"Ayolah sayanggg,,, Sebentar saja ya"
Ucap Kayla dengan bergelayut manja pada lengan Dave.
"No Kay. Ingat kata dokter harus banyak istirahat di rumah"
Ucap Dave dengan menoleh sebentar pada Kayla.
"Sudah dua minggu Kay istirahat full di rumah, Kay bosan dan jenuh hanya berdiam diri di rumah, ayolah sebentar saja yaa"
Rengek Kayla lagi dengan wajah yang mulai memelas.
"Huufhhh,, Baiklah. Ingat hanya sebentar saja"
Ucap Dave yang tidak tega melihat wajah Kayla yang sangat sedih.
"Aahh terimakasih sayang"
Kayla tersenyum senang dengan reflek mengecup pelan pipi sebelah kiri Dave.
"Kenapa hanya yang ini saja. Yang ini dan ini belum, mereka akan iri Kay"
Ucap Dave dengan wajah yang berpura-pura sedih.
"Hahah,, Sudahla nanti di rumah saja, sekarang fokus pada jalan saja"
Ucap Kayla dengan malu-malu.
"Apa yang tadi pagi kurang sayang? Sampai kamu ingin lagi?"
Ucap Dave dengan senyuman yang menggoda Kayla.
"Iihkk apaan sih, ya sudah tidak usah"
Ucap Kayla dengan memalingkan wajahnya ke arah jendela dengan rona pipi yang mulai memerah.
"Hahah"
Sontak saja Dave tertawa melihat tingkah Kayla yang sangat menggemaskan menurutnya.
Kendaraan Dave telah terparkir sempurna di depan gedung Mall.
Dengan segera Kayla turun dari mobil dan di ikuti oleh Dave.
Kayla tersenyum senang saat kakinya telah memasuki gedung Mall.
Rasanya bisa keluar lagi dan menikmati keramaian adalah salah satu hal yang menyenangkan yang sangat ia rindukan.
"Waahh ada bazar makanan ternyata"
Ucap Kayla menatap stand-stand makanan yang berjejer rapi dengan banyaknya jenis makanan yang tersedia.
"Sayang ayo kita beli empek-empek"
Ucap Kayla menatap Dave dengan senyum mengembangnya.
"Kay, ingat tidak boleh makan sembarangan"
Ucap Dave menatap lekat wajah Kayla.
"Itu hanya adonan ikan dan tepung tidak ada yang aneh"
Ucap Kayla menjelaskan.
"Apa kamu lupa empek-empek di siram dengan kuah cuko yang pedas. Aku tidak ingin kamu sakit perut sayang"
Ucap Dave dengan mengusap pelan wajah Kayla.
"Astaga, kan bisa meminta kuahnya sedikit lagian tidak akan terlalu pedas juga, liat lah mereka saja tidak kepedasan dan betapa nikmatnya empek-empek itu dari cara mereka memakannya"
Ucap Kayla dengan menunjuk pengunjung Mall yang sedang menikmati empek-empek tersebut.
"No Kay"
Ucap Dave tegas.
"Huufhh,,, Kalau begitu Dokar (dodolan bakaran) saja yaa"
Ucap Kayla dengan mengalihkan pandangannya ke arah stand yang di dekat mereka.
"No Kay, itu juga pedas dan banyak micinnya"
Ucap Dave dengan menatap lekat Kayla.
"Tapi aku ingin"
"No Kay"
"Empek-empek tidak boleh, dokar juga tidak boleh, jadi apa yang boleh??"
Ucap Kayla dengan kesal.
"Makan nasi soup saja ya"
"Tapi Kay gak pengen makan nasi"
"Iya atau tidak sama sekali?!"
Tegas Dave menatap Kayla.
"Yasudah tidak usah!"
Dengan menghentakkan kakinya Kayla berlari keluar gedung Mall.
Untung saat itu ada taxi yang lewat dengan segera Kayla menghentikannya dan naik ke dalam taxi tersebut.
"Cepat jalan pak"
Ucap Kayla tanpa menghiraukan Dave yang berteriak memanggilnya.
Dave yang di tinggal oleh Kayla merasa kesal terlebih kepada sopir taxi yang lebih mendengarkan Kayla dari pada dirinya.
Dave terus menghubungi Kayla dengan sebelah tangan memegang kemudi mobil.
Kesal Dave dengan melempar ponselnya pada jok sebelah.
Puluhan kali Dave menghubungi Kayla namun selalu di reject olehnya.
Dave bingung akan kemana taxi tersebut membawa pergi Kayla karena ia telah kehilangan jejak.
"Ke Cafe jalan X ya pak"
Ucap Kayla pada sopir taxi.
"Baik nona"
Ucap sang sopir dengan ramah.
Karena jarak tempuhnya yang tidak terlalu jauh taxi telah sampai di depan Cafe.
"Ini Pak, kembaliannya buat Bapak saja"
Ucap Kayla memberi beberapa lembar uang berwarna biru kepada sopir taxi.
"Terimakasih nona"
Ucap Bapak tersebut dengan senyum lebarnya setelah melihat jumlah uang yang di berikan oleh Kayla.
Segera Kayla memasuki Cafe tersebut. Berjalan menuju sebuah meja kosong namun pandangannya teralihkan melihat seorang pria yang tidak asing lagi.
"Ngapaen loe sendirian?
Ucap Kayla dengan mendudukan dirinya di bangku kosong tepat di depan Sam.
"Ehh,, Gue abis meeting Kay"
Ucap Sam dengan senyuman yang terpaksa.
"Hahah,, Sejak kapan meeting pake sendal?"
Ucap Kayla lagi dengan melirik sendal yang Sam gunakan.
"Huufh,, Iya deh serah loe mau mikir apa"
Pasrah Sam menatap Kayla lemah.
"Hahaha,, Kenapa muka loe kusut amat?"
Ucap Kayla sambil memanggil pelayan dan memesan makanannya.
"Gapapa Kay"
"Yakin loe? Tapi gue gak caya tuh"
Ucap Kayla dengan senyum mengejeknya.
Namun Sam hanya diam saja memilih menatap segelas kopi miliknya dengan mengusap pelan bibir gelas tersebut.
"Jangan bilang loe galau di tinggal nikah? Hahahah"
"Senang amat ya loe ngeliat gue kayak gini"
Ucap Sam melirik Kayla.
"Loe sih uda gue ingatin dulu. Gaya-gayaan pake masang dua segala. Mampus kan loe di bohongi tu cewek kadal"
Ucap Kayla dengan meminum jus jeruk favoritnya.
"Nyesal gue Kay. Hmm,, Kay tolongin gue dong"
Ucap Sam lemah.
"Apa'an?"
"Bilangin sama Laura buat batalin pernikahannya, gue beneran cinta sama dia Kay. Loe kan sesama cewek pasti bisalah ngebujuk Laura"
Ucap Sam menatap wajah Kayla.
"Ogah"
"Kay"
"Hahah,, Iya iya,, Sebenarnya sebelum loe bilang kayak gini pun gue uda pernah bilang ke Laura. Tapi panjang ceritanya, jadi intinya dia gak mau batalin pernikahan itu"
Ucap Kayla dengan sesekali melirik Sam yang menatap wajahnya serius dengan Kayla yang terus menyuapi mulutnya dengan mie goreng.
"Ceritain dong Kay, mau sepanjang apa ? Gue dengarin"
Ucap Sam menahan tangan Kayla yang hendak menyuapi mulutnya.
"Ntar dulu deh makannya, kayak orang kelaparan aja loe"
Lanjut Sam menatap kesal Kayla.
"Emang gue lapar"
Ucap Kayla melepaskan tangan Sam dan kembali menyuapi mulutnya.
"Serah loe deh, lanjutin cerita tadi Kay?"
"Cerita yang mana ya? Hahah"
"Iikhh loe kok jadi pelupa gini sih? Yang loe bilang 'panjang ceritanya' tadi"
"Oowhh,, Iya gue sekarang gampang lupa. Untung gue gak lupa lagi loe siapa, hahha"
Ucap Kayla dengan meraih sebuah tisu dan membersihkan mulutnya.
"Yaudah cepat cerita Kay"
"Hmm,,, Sebenarnya ini masalah keluarga Laura dan gue gak berhak untuk ngasih tau loe di tambah gue uda janji buat ga ceritain ke orang lain"
"Masalah apa sih Kay? Sumpah ya loe buat gue penasaran banget"
"Udah deh gue ga bisa cerita Sam, pokoknya Laura ga bakal batalin pernikahannya. Loe yang sabar ya"
"Huufhh,,
Sam hanya bisa menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya dengan kasar. Meminta bantuan Kayla pun percuma karena tidak akan membuahkan hasilnya. Sam hanya bisa larut dalam kesedihannya.