
Hhhhh.....
Sesampainya di kantor Nara langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa,matanya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi karena rasa kantuk yang luar biasa.
"Anda kenapa tuan? Apa anda sakit?" Reno bertanya, karena memperhatikan bosnya sejak dari tadi yang terlihat tidak fit.
"Aku tidak apa-apa Ren." Sahut Nara masih dengan memejamkan mata.
"Tapi anda terlihat kurang sehat tuan." Ucap Reno lagi.
Nara bangun dari tidurnya,merentangkan tangannya ke depan untuk meregangkan otot-otot lalu mengusap wajahnya.
"Hemh...aku cuma ngantuk Ren,semalam aku kurang tidur."
"Memang kenapa tuan?" Tanya Reno mulai penasaran.
Nara melingkis lengannya sebelum mulai bercerita. " Asal kamu tahu Ren,semalam Jia ngambek karena aku melarangnya untuk bekerja membuat desain lagi.Kemarin dia sakit gara-gara kecapekan dan aku nggak mau dia kecapekan lagi maka dari itu aku melarangnya."
"Lantas tuan, apa yang membuat anda kurang tidur?"
"Huft.....untuk merayunya aku harus menemani Jia nonton film kartun spongebob semalam suntuk,dan dia akan marah lagi kalau aku mulai memejamkan mata.Coba kamu bayangin Ren,nonton film romantis atau action masih nggak masalah lah ini film kartun."
Reno menahan tawanya mendengar cerita dari bosnya takut kalau dia akan marah.
"Hey jangan tertawa kamu,tunggu saja giliran kamu nanti kalau sudah nikah kamu akan ngrasain hal yang sama kaya aku,karena kita sama-sama mencintai gadis SMA." Nara menyumpahi Reno yang menertawakannya,hingga membuat Reno menelan salivanya melihat tatapan Nara.
"Maaf tuan saya tidak bermaksud menertawakan anda." Ucap Reno menundukkan wajahnya.
"Ah sudahlah sekarang aku mau tidur,kamu urus pekerjaan hari ini.Dan satu lagi aku nggak mau di ganggu." Ucap Nara tegas sebelum merebahkan tubuhnya lagi di sofa.
"Baik tuan,kalau begitu saya permisi."
Tok...tok....
Baru lima belas menit Nara memejamkan matanya tapi dia sudah di buat kesal karena suara ketukan pintu di ruangannya.
"Huh...siapa?Aku sudah bilang aku nggak mau di ganggu!" Seru Nara dengan suara meninggi,di lihatnya Reno berdiri di depan pintu.
"Ren aku sudah bilang aku nggak mau di ganggu!" Nara melototkan matanya marah.
"Ma...maaf tuan tapi ini no..."
"Aku nggak mau ketemu siapa-siapa Reno,cepat kamu suruh dia pergi." Sela Nara yang tidak tahu siapa yang ingin menemuinya.
"Kamu nggak mau ketemu aku?" Sahut Jia dari balik pintu dengan mata berkaca-kaca mendengar Nara marah-marah.
"Sayang ka...kamu ngapain kesini?" Nara terkejut melihat Jia ada di kantornya,dan langsung menghampirinya.
"Maaf sayang aku nggak bermaksud seperti itu,aku kira tadi bukan kamu." Ucap Nara hendak menghapus air mata Jia, Tapi langsung di tepis oleh Jia.
"Ya sudah aku mau pulang saja kerumah kak Arga,nggak mau ketemu kamu." Gumam Jia di tengah isak tangisnya.
"Sayang jangan,aku minta maaf.Aku kan nggak tahu sayang,please jangan marah ya!" Nara memohon dan mencoba mengajak Jia masuk ke dalam ruangannya.Sedangkan Reno hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal melihat tragedi di depannya yang menurutnya agak sedikit aneh seperti bukan nona dari bosnya yang dia kenal.
Nara memberi kode pada Reno untuk segera pergi dan menutup pintu,Reno yang paham langsung pergi dan menutup pintu sesuai perintah Nara.
"Sayang sudah ya kamu jangan nangis lagi,aku benar-benar minta maaf." Nara mencoba membujuk Jia,Nara sendiri merasakan ada yang aneh dengan istrinya tapi dia mencoba berpikir positif saja.Setelah Jia cukup tenang Nara mencoba bertanya.
"Sayang kamu kok tiba-tiba kesini? Bukannya hari ini ada jadwal home schooling? Nara bertanya dengan suara pelan dan lembut agar tidak menyinggung perasaan Jia yang Nara pikir akhir-akhir agak sensitif.
"Kamu malas sayang?" Tanya Nara lagi untuk meyakinkan hatinya,mungkin dia salah dengar.
"Hu'um...emang nggak boleh? Aku kan capek belajar terus,aku kangen sama kamu." Ucap Jia manja menggelayuti lengan Nara dan semakin membuat Nara heran.
"Sayang kenapa ya akhir-akhir ini suasana hatiku sering banget cepat berubah,kadang nggak tahu kenapa jadi senang tapi kadang juga tiba-tiba sedih." Imbuh Jia lagi yang kini memainkan kancing kemeja Nara menusuk-nusuk dada Nara.
"Ya mungkin kamu kecapekan saja sayang,sudah kamu nggak usah mikir macem-macem.Tapi jangan seperti ini sayang kamu bisa memancingku."Gumam Nara menghentikan tangan Jia menatap istrinya penuh cinta.
"Emang aku lagi pengen goda kamu." Jawab Jia genit menggoda suaminya dengan mengedipkan matanya.Nara yang sudah terpancing tidak mau menyia-nyiakan kesempatan mendapat lampu hijau dari istrinya.Dengan cepat Nara menggendong Jia ala bridal style menuju ke kamar yang berada di ruangannya.
"Seperti keinginanmu sayang,jangan salahkan aku kalau aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah kali ini." Bisik Nara yang sudah mencium lembut bibir Jia dalam dekapannya.
"Aku yang tidak akan melepaskanmu sayang." Balas Jia menggigit bibir bawahnya memberi kesan sensual hingga membuat Nara semakin tidak sabar.
"Buktikan ucapanmu baby....." Nara sudah membaringkan Jia di ranjang mencumbunya mesra,Jiapun juga tidak tinggal diam,kali ini dia terlihat agresif hingga membuat Nara kewalahan tapi juga sangat menikmati permainan istrinya.
"Terimakasih sayang,kamu membuat aku kewalahan tapi aku menyukai kamu yang agresif seperti ini." Bisik Nara setelah menyudahi permainan ranjang mereka.Di cium dan di peluknya Jia.
"I Love You baby....."
"Sayang aku mau makan ice cream sekarang." Pinta Jia tiba-tiba tanpa membalas ungkapan hati Nara,hingga membuat Nara menggelengkan kepala karena perubahan suasana hati istrinya yang begitu cepat.
"Ok nanti kita beli ya."
"Aku nggak mau nanti,maunya sekarang.Aku mau ice cream coklat campur strawberry,vanila,di kasih keju yang banyak terus pakai kismis juga." Ucap Jia yang sudah ngiler membayangkan memakan ice cream.
"Ok,tapi aku suruh Reno saja ya sayang.Aku masih pengen di sini sama kamu."
"Maunya di beliin kamu sayang...." Pinta Jia memelas yang membuat Nara tak tega dan akhirnya menuruti permintaan istrinya.
"Ok kamu tunggu sebentar ya." Nara mengambil pakainnya yang berserakan di lantai dan segera memakainya lalu keluar meninggalkan Jia.
Karena terlalu lama menunggu Jia sampai tertidur pulas dan tidak menyadari kedatangan suaminya.
"Sayang...ini ice creamnya." Seru Nara menghampiri Jia dan meletakkan ice cream yang dia bawa di atas nakas samping tempat tidur.
"Sayang bangun...ini ice creamnya sesuai permintaan kamu." Ucap Nara lagi menggoncang pelan tubuh Jia.
"Nara aku ngantuk...." Gumam Jia menggeliat dengan mata masih terpejam.
"Katanya mau ice cream,ini aku sudah beliin sayang."
"Aku sudah nggak pengen,habisnya kamu lama.Kamu makan aja." Ucap Jia tanpa rasa bersalah dan melanjutkan tidurnya.
"Ya Tuhan kenapa dia jadi menyebalkan seperti ini." Batin Nara dalam hati,memandang kesal istrinya yang tidur dengan lelap.
Pandangan Nara tertuju pada ice cream yang ada di atas Nakas,Nara mengambilnya lalu memakannya dengan lahap.
"Ini enak juga." Gumam Nara.
.
.
.
Bersambung