NARA'S LOVE FOR JIA

NARA'S LOVE FOR JIA
Little Princess



Saat di perjalanan menuju kantornya Nara hanya terdiam,Reno merasa kasian melihat bosnya sedang gelisah ,ini bukanlah sesosok Nara yang dia kenal.Tiba tiba Nara mengambil ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang.


Tut...tut


"Kenapa ponselnya tidak aktif." Terlihat Nara begitu kesal . "Hah aku benar benar bisa gila Ren..." Imbuhnya lagi dengan nada frustasi.


"Tenang tuan,anda jangan emosi." Sahut Reno yang panik melihat keadaan bosnya.


" Kamu tahu sendiri Ren aku tidak pernah jatuh cinta,tapi sekalinya aku jatuh cinta kenapa aku merasa dipermainkan seperti ini." Ucapnya sendu mulai bisa menguasai emosinya.


"Iya tuan saya tahu perasaan anda,tapi menurut saya apa yang di katakan tuan Aldo ada benarnya.Di dunia ini tuan Arga cuma memiliki satu keluarga,yaitu nona Jia.Mungkin karena terlalu besar rasa sayangnya pada nona Jia membuat tuan Arga tidak ingin perhatian nona Jia terbagi dengan orang lain." Ucap Reno memberikan pendapatnya.


Nara terdiam mencerna kata kata Reno. " Lalu aku harus bagaimana Ren?" Saut Nara lirih.


"Sebaiknya tuan memberi waktu mereka untuk quality time dulu,saya yakin tuan Arga juga ingin adiknya bahagia.Dan kalau nona Jia juga mencintai anda tuan Arga pasti akan merestui hubungan anda tuan." Reno tampak berhati hati memberikan pendapatnya.


Nara terdiam tampak mencerna ucapan Reno.


Arga dan Jia sudah sampai di resort milik mereka yang ada di Bali.Resort itu adalah peninggalan dari kedua orangtua mereka.


"Selamat datang tuan Arga dan nona Jia." Sapa pak Jaka dan juga istrinya bi Murni penjaga resort memberi sambutan.Mereka adalah orang yang di percaya untuk mengurus resort milik keluarga Arga di Bali. "Mari saya bantu membawa koper kekamar." Tutur Pak Jaka sopan.


" Iya pak,bi terimakasih." Ucap Arga dan Jia tersenyum.


Jia tampak memandangi sekeliling isi resortnya,tak ada yang berubah dari tata letak furniture,desain rumah dan semua isi rumah semua tampak masih sama seperti dulu sewaktu orang tua mereka masih ada.Arga yang melihat adiknya melamun segera menghampirinya.


"Sayang kamu kenapa?" Ucap Arga sambil merengkuh pundak Jia kedalam dekapannya,dia tahu adiknya pasti sedih teringat kedua orang tuanya.


"Jia kangen papa sama mama kak." Ucapnya lirih.


"Kakak juga kangen sayang sama mereka.Mereka sudah tenang disana sayang,pasti mama sama papa bangga punya anak yang cantik ,hebat kaya Jia.Kamu kan juara balap motor nasional." Ucap Arga menggoda adiknya.


"Ah apaan sih kak Arga." Saut Jia mendengus sambil mencubit pinggang kakaknya. "Kak Arga juga hebat,bahkan kakak adalah kakak terhebat di seluruh dunia." Teriak Jia dengan senyumannya.


" Yang bener sayang?" Goda Arga mengerlingkan matanya menatap adiknya itu.


"Iya kakakku sayanggggg!" Seru Jia sambil mencubit pipi kakaknya.


Arga memegang kedua pipi adiknya dan menggerakkan kekanan dan kekiri karena gemas.


"Kamu mau istirahat dulu apa langsung mau kepantai sayang." Tanya Arga melepas tangannya dari pipi Jia.


"Langsung ke pantai yuk kak,Jia udah kangen banget main di pantai." Serunya semangat menarik tangan Arga.


"Tuan,nona apa tidak mau makan dulu .Makan siangnya sudah siap." Tutur bi Murni.


" Nanti saja bi,kita belum lapar,kita mau kepantai dulu." Ucap Arga yang tangannya sudah di tarik Jia.


"Baik tuan."


"Mereka sudah tumbuh besar ya pak,menjadi tampan dan cantik." Ucap bi Murni pada suaminya.


"Iya bu,kita beruntung di percaya untuk menjaga resort mereka.Walaupun Tuan besar dan nyoya besar sudah tidak ,kita masih bisa bekerja di sini dan gaji kita pun tidak pernah telat bahkan malah ditambah." Imbuh pak Jaka tersenyum mengingat kebaikan tuan dan nona mudanya itu.


"Iya pak,semoga tuan dan nona selalu diberi kebahagiaan." Imbuh bi Murni.


Arga dan Jia sudah sampai dipantai yang tak jauh dari resortnya.Arga tamp ak senang melihat Jia yang tersenyum sambil berlari lari kecil di pantai,ingatannya berputar pada waktu mereka masih kecil dimana Arga sering menggendong Jia dan membawanya berlari lari kalau sedang berlibur ke pantai.


" Are you sure?" Ucap Jia yang sudah berada di punggung kakaknya.


" Yes I'm sure my little princess." Seru Arga sambil berlari menggendong adik kesayangannya.


Jia tertawa lebar karena Arga tampak sesekali menggodanya di sela sela larinya.


Tanpa Arga dan Jia sadari ada orang yang memperhatikan mereka dan mengambil gambar dari semua kegiatan mereka dari tempat tersembunyi.Lalu dia tampak menghubungi seseorang dengan ponselnya.


"Bos mereka sudah sampai disini dan sekarang mereka sedang di pantai." Ucapnya memberi laporan


"Ok kamu awasi terus mereka." Perintah orang yang dia telfon.


" Baik bos."


" Gimana Ren?"Tanya Nara.Ya orang itu adalah orang suruhan Nara untuk mengawasi Arga dan Jia.Untuk sekarang hanya ini yang bisa Nara lakukan untuk mengurangi rasa gelisahnya.Dia ingin memberikan waktu untuk Jia dan kakaknya.


" Tuan Arga dan Nona Jia sudah sampai tuan,dan sekarang mereka sedang di pantai." Ucap Reno. Belum sempat melanjutkan kata katanya,terdengar ponselnya bergetar.


Drt..drt


Ponsel Reno bergetar terlihat ada beberapa pesan gambar masuk,dia langsung membukanya dan memberikan kepada Nara.


"Ini tuan foto foto mereka." Ucapnya sambil memberikan ponsel pada Nara.


Nara melihat foto foto itu dengan serius,ketika dia memandang foto Jia yang sedang di gendong oleh Arga dia tersenyum kecil.


"Dasar anak kecil." Gumamnya sambil tersenyum. " Suatu saat aku juga akan memperlakukanmu seperti itu sayang." Batinnya.


Hari sudah mulai sore,Jia dan Arga masih ada di pantai,mereka duduk di sebuah gazebo sambil menikmati kelapa muda dan beberapa camilan.


"Kak terimakasih." Ucap Jia tiba tiba. "Terimakasih untuk semuanya,Jia nggak tahu apa Jia bisa membalas semua kebaikan kakak." Ucapnya lirih. Arga membenahi posisi duduknya menghadap ke arah adiknya setelah mendengar ucapannya.


"Hey sayang kamu bicara apa,sudah kewajiban kakak harus membuat kamu bahagia,karena kamu hidup kakak Jia,kebahagiaan kamu adalah prioritas untuk kakak dan kamu tidak harus membalas kebaikan kakak dengan apapun sayang.Melihat kamu tersenyum itu sudah membuat kakak bahagia." Tutur Arga yang sudah memeluk adiknya.


" Terimaksih kak.'' Ucap Jia lirih.


"Mulai sekarang kamu jangan bicara seperti itu lagi,kakak nggak mau mendengarnya,ok!" Seru Arga menatap wajah adiknya.


" Huumzz." Jawab Jia di sertai dengan anggukkan.


"Kalau gitu sekarang kita pulang ya,udah mulai sore nih."


"Tanggung kak,bentar lagi aja,Jia pengen lihat sunset.'' Ucap Jia memohon.


"Kita masih satu minggu lo sayang disini,kamu bisa tiap hari lihat sunsetnya,sekarang kakak sudah lapar nih." Ucap arga mencoba merayu adiknya.


"Alah kak sebentar aja." Rengek Jia. Arga hanya bisa menghela nafas karena tidak tega menolak permintaan adiknya,dan akhirnya Arga yang mengalah.


Arga bahagia melihat Jia tertawa sambil berlari lari dipantai. " Arga sudah jadi kakak yang baik kan pa,ma.


Dia akan tetap jadi putri kecilnya Arga kan pa ma,sampai kapanpun." Batin Arga sambil mengejar adiknya.


****


votenya ya kakak....